Berfoto Ria di Madame Tussauds

Tahun 2014 ini, gua udah berkelana ke Singapura dua kali. Meski begitu, gua masih belum bosen juga mengunjungi negara seribu denda ini.

Akhir November kemarin, gua memutuskan untuk mengajak si pacar dan kedua orang tua gua untuk melancong ke Singapura selama 3 hari 2 malam. Gua dan keluarga selalu punya agenda tetap untuk traveling setiap tahunnya. Setelah tahun lalu ke Surabaya, tahun ini kami go international ke Singapura.

Tujuan utama gua adalah mau ngajak si pacar dan keluarga ke sebuah objek wisata yang baru dibuka belum lama ini di daerah Sentosa. Sebuah tempat di mana kita bisa bertemu dengan artis-artis kenamaan… dalam bentuk patung lilin.

Yes, people, we want to go to Madame Tussauds!

Madame Tussauds adalah sebuah museum yang udah berdiri lebih dari 200 tahun, berisi patung lilin yang mereplika orang-orang ternama dari seluruh dunia. Udah ada sekitar 20 cabang yang tersebar di 4 benua, di mana Singapura adalah cabang terbarunya.

Waktu tau Madame Tussauds buka di Singapura, tentu aja nama museum itu gua jadikan salah satu tujuan utama di itinerary. Gua pribadi penasaran banget dengan Madame Tussauds, karena gua sama sekali belum pernah ke sini. Sebetulnya gua pernah nyaris ke museum ini waktu lagi traveling ke Bangkok, namun kondisi kantong menahan gua untuk melangkah masuk.

Meski namanya museum, jangan bayangkan suasana yang sepi, senyap, dan cenderung membosankan. Madame Tussauds itu sebuah museum yang sangat menyenangkan. Kenapa? Karena pertama, setiap latar patungnya disesuaikan dengan ciri khas si tokoh. Misalnya, Obama ada di ruang kerjanya di Gedung Putih, Yao Ming yang lagi main basket, dan masih banyak lagi.

Ditambah lagi, patung lilin yang ada di museum ini ga diletakkan di dalam boks kaca, tapi dibiarkan berdiri sliweran di sepanjang jalur pengunjung. Membuat ga ada jarak antara pengunjung dengan orang-orang kenamaan tersebut.

Latar kece ditambah bisa deket banget sama orang terkenal? Do you know what that means? It’s taking pictures time! Continue reading

Ask.Fm Sesa(a)t

Beberapa bulan lalu, gua sempat main ask.fm gara-gara diracunin Tirta dan Vinsen.

Bagi yang belum tau apa itu ask.fm, ijinkan gua untuk menjelaskan sedikit. Ask.fm adalah platform social media yang memungkinkan orang asing untuk mengajukan pertanyaan apapun ke si pemilik akun. Si pemilik akun bisa memilih untuk menjawab atau ga, dan jika jawabannya menarik, bisa di-like oleh orang lain. Mirip-mirip instagram. Tapi jika instagram untuk foto, maka konten ask.fm adalah jawaban atas sebuah pertanyaan.

Nah, melihat fungsinya yang untuk tanya-jawab, awalnya gua ga berniat bikin akun ask.fm. Karena menurut gua, jika ada yang ingin bertanya, mereka dapat menghubungi gua via Twitter. Kenapa harus ada media baru untuk bertanya kalo di Twitter udah bisa?

Tapi kata Tirta dan Vinsen, ask.fm ini beda. Meski argumen mereka terdengar seperti sales panci, tapi gua akhirnya memilih untuk mendengarkan lebih jauh. Katanya, jumlah karakter yang ga terbatas membuat kita bisa mengasah otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlihat sederhana. Maka dengan mengucap bismilah, gua pun membuat akun ask.fm.

Pertanyaan yang masuk, baik itu dari bot ataupun dari teman-teman, sangat beraneka ragam. Ada yang nanya hal-hal ringan kayak mie instant, tentang cinta secara umum, pandangan gua terhadap sebuah issue yang lagi hangat, bahkan soal agama. Pertanyaan-pertanyaan random yang malah menantang otak gua untuk menjawabnya dengan gaya sekenanya namun tetap berisi.

Tapi sayangnya, gua hanya main ask.fm untuk sesaat.

Kesibukan kantor dan usaha sampingan membuat gua mulai melupakan ask.fm. Belum lagi blog dan kesehatan yang keprimaannya mesti harus selalu dijaga. Memutar otak demi menjawab pertanyaan orang asing jadi prioritas kesekian belakangan ini.

Karena udah jarang banget main ask.fm, gua jadi iseng mau nge-post beberapa jawaban yang menurut gua rada sesat / nyeleneh / absurd di blog ini. Ibarat band, ini semacam album the best of-nya gitu lah.

Jadi, tanpa panjang lebar lagi, ini dia kompilasi beberapa jawaban akun ask.fm gua.

Friendzone tuh apa sih?

Waktu SD, kita pasti pernah ngalamin ketika teman kita punya mainan baru dan kita pengen banget ikutan main. Lalu dengan songongnya, si temen itu bilang, “Eits, pilih salah satu. Boleh liat, tapi ga boleh pegang! Boleh pegang, tapi ga boleh liat!”

Ketika kita milih boleh liat tapi ga boleh megang, nah itu friendzone.

How many people do you think you’ve met in your life?

Yang berhasil menghitung jumlah orang yang pernah ditemuinya selama hidup pasti hanya dia yang pernah berhasil menghitung jumlah bakteri baik dalam sebotol yakult.

Bagaimana cara memasak mie instant kesukaan kamu? Dengan tambahan apa saja? Semisal sawi, bakso, sosis, dll.

Tidak tahukah kamu, wahai hamba hina, bahwa mie instant jauh lebih enak jika dimasakin orang?

What do you want to know about the future?

Will there be any sitcom that as good as Friends?

friends

Pro sama asi eksklusif atau gak masalah sama susu formula?‎

Saya sampai sebesar ini (literally) dulunya minum susu formula. Saya juga yakin sebagian dari mereka yang hari ini pro ASI banget, dulunya minum susu formula. Dan kita baik-baik saja.

Yang dulu minum susu ASI, hari ini kalo berak juga keluarnya tai, bukan berlian. Kalo yang dulu minum ASI eksklusif dan sekarang beraknya berlian, maka percayalah saya akan nete sampai umur 24.

Saya pro ASI eksklusif, namun bukan berarti saya mengkultuskan harus ASI eksklusif. Jika karena satu dan lain hal sang ibu tidak bisa memberi ASI eksklusif, maka susu formula ga akan membuat dunia saya kiamat.

Karena ketika berdiri di satu sisi, bukan berarti kita berhak menghina sisi yang bersebrangan.

Pertanyaan apa yang ga ada jawabannya?

Who let the dogs out? Continue reading

Desember 2014!

Dan tibalah kita di bulan terakhir dari tahun 2014.

Jadi, gimana perjalanan tahun 2014 kalian? Banyak kesuksesan atau masih harus terus mencoba? Penuh warna-warni atau selalu kelabu? Mengalir terus atau sering dihadapkan pada pilihan? Bucket list udah terpenuhi atau masih banyak yang kosong?

Di tahun 2014 ini, gua pribadi banyak mencoba dan mengalami hal baru. Di awal tahun, gua iseng-iseng membuka Toko Bahagia yang di September kemarin frekuensi penjualannya diperbanyak. Hasilnya lumayan meski masih harus terus dikembangkan agar menghasilkan lebih baik lagi. Buat yang penasaran, bisa langsung main ke toko-bahagia.com dan follow @tokobahagiaID (Twitter & Instagram) ya!

Lalu di bulan Agustus, gua bersama rekan kantor lama melanjutkan kembali jasa konsultasi usaha yang sempat vacum beberapa tahun. Namanya FMBconsultant.com yang ceritanya bisa kalian baca di sini. Saat ini FMB lagi dipercaya untuk ngebantu memperbaiki sistem pembukuan dari sebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan. Kalo kalian perlu bantuan atau mau nanya-nanya, bisa langsung email ke tanyaFMB@gmail.com ya!

Dan yang terakhir, di tahun ini juga gua dan si pacar telah menentukan tanggal pernikahan di tahun 2015 nanti. Kami berdua pun udah bayar uang muka untuk beberapa vendor kunci sebagai bukti keseriusan kami. Yes, people, we’ll be getting married next year. Continue reading

Di Bawah Atap Warteg yang Sama

Nama warteg itu warteg Shinta.

Wartegnya sederhana. Dinding luarnya dicat warna biru dengan tulisan “Shinta” warna hitam terpampang besar. Interiornya juga ga neko-neko. Hanya kursi plastik yang mudah reyot, meja kayu buatan sendiri, dan kipas angin yang udah lewat masa jayanya. Meski begitu, dalam melayani pengunjungnya, warteg Shinta udah menggunakan teknologi touch screen.

Image0011

Gambar dipinjam dari sini.

Waktu gua nge-kost saat kuliah dulu, warteg Shinta termasuk warteg favorit. Hampir setiap malam, gua dan teman-teman kuliah makan di sini. Menunya variatif, rasanya lumayan, dan yang paling penting, harganya pas di kantong mahasiswa. Karena bagi kami, harga ga masalah, yang penting murah.

Meski kami pergi dan makan sama-sama, namun alasannya bermacam-macam. Cesi, salah satu teman kuliah, suka makan di warteg Shinta karena hanya di sinilah dia bisa pesen nasi bukan satu porsi. Setengah porsi? Bukan juga.

“Mbak, saya makan di sini dong,” kata Cesi, “Nasinya… seperdelapan aja ya.”

Awal-awal mbaknya suka bingung, gimana cara naker nasi biar bisa pas seperdelapan. Apa dia mesti ambil satu porsi dulu terus dikurangin setengah secara bertahap, atau dia boleh phone a friend untuk menyelesaikan masalah ini? Tapi karena sering, lama-lama si Mbak terbiasa juga. Namun hidup terasa datar jika tanpa ujian. Suatu hari, Cesi menantang si Mbak warteg ke level berikutnya.

“Mbak, nasinya seenampuluhempat ya.”

Continue reading

#GakSmartBanget Comedy Night

Hari Rabu malam kemarin, setelah berhasil menerjang kemacetan dan hujan deras di selatan Jakarta, gua dan pacar berkesempatan untuk nonton sebuah stand up show, #GakSmartBanget Comedy Night, yang dipersembahkan oleh Holiday Inn Express, bekerja sama dengan komunitas Stand Up Comedy Jakarta Pusat.

Stand up show ini merupakan bagian dari kampanye #GakSmartBanget yang beberapa minggu terakhir wara-wiri di lini masa. Dari 6 komika yang diplot untuk tampil malam itu, 3 di antaranya bener-bener baru buat gua. Berbekal rasa penasaran dan perut yang sedikit lapar, datanglah gua ke restoran Eatology, tempat berlangsungnya acara.

Setelah kenyang dengan makanan yang disajikan (pastanya enak banget lho, by the way), gua dan pacar langsung bergegas ke area acara. Sekitar pukul setengah 8, acara dimulai dengan bincang santai bareng narasumber Ibu Noeke Dewi Kusuma, Area DOSM dari Holiday Inn Express.

Holiday Inn Express sendiri adalah hotel masa kini yang sesuai bagi wisatawan yang berorientasi pada value. Hotel menengah (bukan hotel budget) dengan harga terjangkau namun memberikan kualitas layanan yang jauh di atas rata-rata. Salah dua layanan yang beda banget sama hotel sekelas lainnya adalah sarapan yang bisa di-grab and go sama fleksibilitas dalam memilih jenis bantal dalam kamar.

Buat pelancong dengan itinerary padat macam gua, sarapan model grab and go ini jelas membantu banget. Kalo lagi traveling, gua jarang berlama-lama di dalam hotel. Dengan sarapan yang diperbolehkan untuk dibawa pergi ini jelas sangat pas buat gua yang sangat memperhatikan waktu. Bener-bener cara yang smart.

Gara-gara acara semalam, gua jadi tau kalo ternyata jaringan Holiday Inn Express ini udah menggurita. Total udah ada 2,300 hotel di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Holiday Inn Express udah hadir di beberapa kota besar dengan lokasi yang strategis. Intinya, Holiday Inn Express adalah pilihan yang ‘wow smart banget’ deh saat berpergian .

Selesai dengan bincang santai bersama perwakilan Holiday Inn Express, acara berlanjut ke #GakSmartBanget Comedy Night yang dibuka oleh Panca Atis.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 404 other followers