Surreal

Pernah ngerasain momen surreal?

Momen surreal adalah saat di mana lu meragukan apa yang lu rasain ini beneran apa cuma halusinasi. Momen ketika lu bertanya-tanya apa yang lu liat di depan mata ini kenyataan atau hanya sebuah bayang-bayang. Yang membuat kadang lu harus mencubit lengan sendiri sekadar memastikan apa yang terjadi, memang benar-benar terjadi.

Belakangan ini gua sedang mengalami momen itu. Mencubit pipi berkali-kali dan bergumam dalam hati, “This is real. This is happening.”

Tepatnya, momen itu terjadi saat gua mengunjungi situs Youtube dan untuk pertama kalinya, menonton ini.

#FilmLuntangLantung. Di bioskop kesayangan kalian. 8 Mei 2014.

Mimpi & Perjuangan

Semua orang pasti punya mimpi. Ada yang pengen pergi ke Maladewa, ada yang pengen jadi politikus, ada yang pengen jadi artis, atau ada yang pengen jadi politikus lalu ke Maladewa bareng artis. Wait. That was someone’s dream and I think it was already accomplished.

Gua sendiri punya banyak mimpi. Rasanya rugi kalo punya mimpi cuma satu selama hidup. Lah wong mimpi itu gratis, kenapa ga sekalian banyak aja? Ya ga?

Salah satu mimpi terbesar gua setelah punya penghasilan tetap adalah membeli tempat tinggal sendiri. Benar-benar dari uang sendiri, tanpa bantuan dari mana pun, termasuk orang tua. Menurut gua, punya tempat tinggal sendiri itu ultimate achievement dalam membeli barang, dan juga, sebuah bentuk kemandirian penuh. Punya tempat tinggal sendiri, tinggal sendiri. Masak, masak sendiri, nyuci, nyuci sendiri.

Tapi mari tinggalkan lirik dangdut, dan lanjutkan postingan ini. Pertanyaan yang sering muncul berikutnya adalah: “Kenapa beli? Kenapa ga sewa aja?”

Gua memutuskan untuk membeli karena menurut gua, kalo sebenernya kita mampu, sewa itu sebuah langkah yang sangat disayangkan. Setiap bulannya kita mengeluarkan uang untuk membayar sewa, yang kadang jumlahnya hampir sama untuk kita nyicil beli rumah.

Pemikiran ini ternyata dimiliki mayoritas penduduk Indonesia. Dari grafik yang gua temukan di internet, kebanyakan masyarakat di Indonesia lebih memilih untuk membeli rumah ketimbang sewa. Mungkin ya karena itu tadi. Kalo sebenernya kita mampu membeli, sewa rumah terkesan seperti “membuang” uang.

beli vs sewa

Gambar dipinjam dari Lamudi.

Hal pertama yang gua lakukan untuk mewujudkan mimpi ini adalah cari-cari info tentang rumah. Berapa kisaran harga per meter di setiap daerahnya, apa plus minus tempat tinggal vertikal seperti apartemen, dan parameter apa aja yang bisa membuat nilai suatu rumah terus meningkat. Karena dalam mengejar mimpi, informasi lengkap tentang mimpi kita adalah langkah awal yang ga boleh diabaikan.

Continue reading

Hal-hal yang Bisa Ditertawakan Selama Nonton The Raid 2

Bukan, bukan, ini bukan kritik, apalagi hinaan terhadap film The Raid 2: Berandal. Gua pribadi suka banget sama film aksi ini, meski kadar sukanya lebih kecil ketimbang film yang pertama.

Jalan cerita The Raid 2 berkembang pesat dibanding film terdahulunya yang sangat tipis dari segi plot. Ketegangan dihasilkan bukan hanya dari adegan laganya, tapi juga dari drama dan intrik yang berkembang di sepanjang film. Pemeran-pemerannya pun ciamik. Arifin Putra, yang berperan sebagai Uco, adalah yang terbaik di antara aktor berkelas lainnya.

Jadi, sekali lagi, postingan ini bukan bertujuan untuk menghina atau mengkritik dengan pedas. Gua hanya ingin mengajak kalian tertawa dari film yang brutal dan berandal banget ini.

The Raid 2 sendiri merupakan lanjutan dari The Raid 1… ya iya lah ya, judulnya aja ada angka 2-nya gitu. Sungguh informasi yang tidak informatif. Kisah The Raid 2 merupakan sambungan perjalanan hidup Rama, si polisi baik budi, yang sebelas dua belas lah sama Casper. Baik banget doi. Bersih, peduli, tegas. Kayak tagline-tagline caleg gitu.

Di sekuelnya ini, ceritanya Rama harus menyamar menjadi anggota mafia demi bisa memberantas korupsi dan membalas dendam kakaknya. Gara-gara itu, Rama harus masuk penjara, padahal sebenernya dia pengen masuk IPA biar bisa jadi dokter.

Daripada berpanjang lebar lagi dan menebar spoiler di sana-sini, kali ini gua hanya akan berbagi beberapa adegan yang menurut gua bisa bikin kita ketawa selama nonton The Raid 2.

Here we go.

the_raid_2_berandal

1. Makan di penjara

Rama sedang di penjara dan akan makan siang. Menu makanannya ayam goreng. Menjadi lucu karena… anak kost aja biasa makan mie instant. Ini di penjara makan ayam, Bro. Ngekost di penjara aja apa nih? Udah dapet makan ayam, kamar mandi dalem juga. Cuma kurang cuci gosok aja.

2. Gelut di lumpur

Menurut gua, adegan kelahi di lumpur ini adalah salah satu highlight scenes dari The Raid 2. Yang bikin gua mulai ngikik adalah ketika semua orang gelut di lumpur dengan baju yang sama, dan dengan muka yang kotor dan ketutupan lumpur. Di tengah cepat dan ganasnya perkelahian, semua orang sekilas terlihat serupa dan mirip.

Gua kan jadi bertanya-tanya, “Ini ngebedain yang mana temen yang mana musuh gimana ya? Apa setiap sebelum nonjok, mesti nanya dulu?”

“Kang, punten.”

“Iye? Kenape?”

“Punten ya, Kang. Saya mau nanya. Akang teh grup Uco apa grup lakinya Nafa Urbach yang udah jarang nongol di tipi itu?”

“Gue geng-nya Uco. Kenape?”

“Oh, ga apa-apa, Kang. Cuma mau mastiin aja. Kalo saya mah dari geng lakinya Nafa Urbach itu. Sekarang saya teh mau ijin mukul ya, Kang. Mungkin akan terasa sakit sedikit. Nuhun.”

Tapi yang paling kocak dari adegan gelut di lumpur ini adalah ketika ada 2 orang narapidana memanfaatkan momen ini untuk melarikan diri. Kenapa kocak?

Pertama, karena 2 narapidana ini melarikan diri dengan susah payah manjat pager tinggi, berduri pula. Tangannya sampe ketusuk kawat duri yang melingker di atas pager. Pas lagi susah-susah manjat pager, tiba-tiba, pintu besi yang ada di sebelahnya… dibuka sama polisi.

Yaelah, pintunya kebuka, coy! Kagak kekunci! Tau gitu kan lewat sana aja sambil Assalammualaikum. Ga usah lah manjat-manjat. Pake ketembak sniper pula. Hadeh.

Selain itu, adegan ini kocak karena 2 narapidana itu manjat ke arah kantor penjara! Bego banget ga sih? Kalo mau lari ya mbok ke arah luar, lah kok ini malah ke arah kantor penjaranya? Gua rasa sebenernya mereka bukan mau kabur, tapi mau numpang fesbuk-an di kantor sipir!
Continue reading

Long Weekend bareng Samsung NX30

Libur panjang adalah mimpi setiap pekerja kantoran kayak gua. Apalagi kalo ternyata libur panjang itu didapat cuma-cuma dari hari libur nasional yang bersebelahan dengan akhir pekan. Seperti yang terjadi akhir bulan Maret kemarin.

Tapi long weekend kemarin, sialnya gua hanya menghabiskan waktu hanya di Jakarta. Namun hidup selalu menawarkan celah kebaikan di setiap kejadian. Liburan 3 hari kemarin, gua diberi kesempatan untuk mencicipi kamera terbaru keluaran Samsung: Samsung NX30.

Jadi, di postingan kali ini gua akan coba menceritakan ulang long weekend gua dengan deretan gambar-gambar yang diambil dengan Samsung NX30. Are you ready?

Sabtu, 29 Maret 2014

Hari Sabtu, saatnya nonton The Raid 2.

Film harapan banyak penikmat film lokal ini akhirnya rilis juga di minggu kemarin dan hari Sabtunya gua memutuskan untuk menonton film yang udah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. Gua dan pacar memutuskan untuk nonton di Lotte Shopping Avenue di jalan Dr. Satrio. Tiket udah dibeli, masih ada waktu beberapa menit sebelum pintu teater dibuka. Gua memutuskan untuk berkeliling dan mencari objek untuk difoto dengan Samsung NX30.

smile

Anak ini tadi lagi main berlarian dengan temannya. Begitu gua mengarahkan lensa ke dia dari jarak agak jauh, tiba-tiba di mendekat dan berpose seperti ini. Model in the making.

langit Jakarta

Kawasan Mega Kuningan hari itu panas banget. Anyway, foto ini diambil dari balik jendela. Tetep jernih dan tajam ya?

mie leker

Beberapa menit lagi film akan mulai. Tapi sebelum nonton, masih sempet buat makan dulu di Food Avenue, Lotte Shopping Avenue. Gimana, terlihat yummy-yummy?

Minggu, 30 Maret 2014 Continue reading

April 2014!

Sebelum memulai post redaksional awal bulan seperti biasa, gua mau meminta maaf karena di bulan lalu frekuensi gua ngepost di blog ini mulai berkurang. Pekerjaan lagi gila-gilanya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Gua babak belur dihajar deadline bulan Maret lalu.

Selain blog, padahal gua ada beberapa rencana terkait tulis-menulis yang harusnya udah mulai dieksekusi bulan Maret kemarin. Tapi ya gara-gara kerjaan, semua jadi terbengkalai.

Terima kasih buat temen-temen yang tetep rajin dateng meski ga ada postingan baru di blog ini. Semoga di bulan April ini gua bisa kembali menulis dengan ritme seperti sedia kala. Doakan saya ya. Saya pasti bisa.

Nah, di bulan keempat tahun 2014 ini, gua mau bahas tentang mimpi dan harapan. Sehubungan dengan akan diadakannya… bentar, kalimat terakhir kayak surat pengantar kelurahan. Ulang. Bagi yang belum tau, sebentar lagi salah satu mimpi gua akan terwujud. Mimpi itu adalah mengejawantahkan novel ke wujud film. Iya, #FilmLuntangLantung bakal rilis tanggal 8 Mei 2014!

Dalam rangka menyambut tayangnya #FilmLuntangLantung, gua mau bahas tentang itu dan mudah-mudahan bisa ngobrol dengan 1-2 orang pemainnya. Tungguin aja deh. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 300 other followers