#PinoyTrip: Dari Jakarta Ke Boracay!

Akhir tahun lalu, gua berkesempatan untuk traveling ke Filipina bareng Tirta (@romeogadungan). Semua berawal di suatu siang ketika gua lagi asik browsing tiket kereta dengan menggunakan internet fasilitas kantor. Oh sungguh teladannya diriku.

Rencana awalnya adalah gua ingin menghabiskan akhir tahun membelah pulau Jawa dengan naik kereta. Dari stasiun ke stasiun, dari kabupaten ke kabupaten. Perjalanan akhir tahun yang ga terburu-buru. Liburan dengan tujuan bermalas-malasan. Santai.

Namun manusia boleh berencana, akhirnya Tirta juga yang menentukan.

Siang itu, tiba-tiba aja Tirta ngajakin gua buat ke Boracay, Filipina. Kata Tirta dan dari hasil browsing, Boracay itu semacam Bali-nya Filipina. Pulau dengan pantai cantik membujur di salah satu sisinya. Dan entah kesambet setan mana, gua pun menyanggupinya.

Tiket pun dibeli, kamar dipesan, dan berangkatlah kami tanggal 24 Desember 2012, tepat sehari sebelum Natal. Nah, di postingan kali ini gua akan bercerita jam demi jam perjalanan dari Jakarta ke Boracay.

Here we go!

13:07

Sampai di Gambir. Celingak-celinguk cari bus Damri yang siap berangkat. Duduk macho di kursi agak belakang. Ga lama berselang, seorang bule berbulu dada pirang kecoklatan (yes, dia buka kancing kemejanya sampe 3 biji) duduk di sebelah. Keteknya bau keju basi. Kampret.

14:02

Sampai di bandara internasional Soekarno Hatta terminal 3 dengan penuh rasa haru dan sujud sukur karena akhirnya terbebas dari bule bau terkutuk itu. Dengan segera nelpon Tirta untuk nanya posisi. Dia bilang dia udah di dalem untuk check in dan gua pun langsung masuk.

Gua dan Tirta sama-sama bawa dua gembolan besar di punggung. Sengaja ga bawa koper yang ditaruh di bagasi untuk mempersingkat waktu di bandara setiap kali mendarat. Menunggu koper di baggage claim bisa memperlambat kami; para pelancong yang tergesa.

14:30

Boarding time. Gua ngelewatin metal detector sambil bertanya-tanya, apa anak pop dan jazz bisa lewat sini? Kan metal.

Petugas yang kebetulan wanita meminta gua untuk mencopotkan ban pinggang. Gua bilang jangan memaksa gua untuk berbuat asusila dan bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat. Tapi dia tetep kekeuh menyuruh gua mencopotkan ban pinggang. Padahal gua udah pake ban pinggang tanpa kepala yang biasa gua gunakan setiap traveling untuk menghindari pencopotan semacam ini.

Si Mbak tetep meminta gua untuk mencopot. Melihat betapa besarnya jempol si Mbak dan proyeksi betapa perih jika ditabok olehnya, gua pun akhirnya mengiyakan.

Ban pinggang pun gua copot di depan si Mbak. Gua merasa kotor dan nista.

14:59

Tirta sedang asik curhat mengenai kehidupan percintaannya. Gua bertanya balik, “Lah, Ta. Gua kira udah beres pas lu ceritain di Trave(love)ing 2?”

Berbarengan dengan gelengan kepala Tirta, speaker menghalo-halo untuk naik ke pesawat karena bentar lagi mau take off. Gua kembali melihat tiket untuk mencocokkan nomor penerbangan dengan yang dihalo-halo. Cocok.

Gua melihat jam. Ini jam 3 sore. Mari kita liat sampe Boracay jam berapa.

18:20

Setelah 2 jam penerbangan ditambah 1 jam selisih waktu, akhirnya gua sampai di Kuala Lumpur buat transit. Ini adalah pengalaman pertama gua transit. Setelah sampai di bandara, gua ga ke arah imigrasi, tapi ngikutin plang petunjuk –jelasnya– transit. Di sana, petugas hanya mengecek boarding pass (yang udah tercetak dari Jakarta) dan memberitaukan posisi gate untuk penerbangan berikutnya.

Begitu beres dengan urusan transit ini, gua memutuskan untuk makan malam. Masih ada 1.5 jam sebelum penerbangan Kuala Lumpur – Clark. Leha-leha dulu masih sempet kayaknya.

19:23

Akhirnya gua berhasil nyeting wifi bandara LCCT. Sebagai catatan, wifi LCCT hanya bisa diakses selama 3 jam per sekali log in. Begitu berhasil masuk, langsung deh gua ngetwit “touchdown, Kuala Lumpur!”. Biar tingkat gaul naik 1439%!

20:45

Ada pengumunan. Pesawatnya delay. Kampret.

21:25

Akhirnya boarding dan pesawat siap take off. Berdasarkan e-ticket yang gua baca sebelumnya, penerbangan dari Kuala Lumpur ke Clark akan memakan waktu sekitar 4 jam. Gua udah menyiapkan 2 buah buku buat dibaca selama perjalanan. Smartphone juga udah diisi dengan berbagai macam lagu, just in case gua bosen baca. Mulai dari lagu yang sering gua denger, jarang gua denger, sampai ke lagu yang kok-ini-bisa-ampe-ada-di-harddisk-gua-sih?.

I am so ready.

21:33

Ternyata gua dan Tirta ga duduk sebelahan di pesawat. Gua dan Tirta taruhan, siapa yang bakal dapet temen duduk cantik semlohay. Baru aja taruhan itu terucap, ada 1 orang cewe berjalan dari arah pintu depan pesawat. Kaki jenjang, rambut bagus, muka cantik. Gua menyilangkan jari, Tirta berdoa. Seabis doa, Tirta bilang dia kok jadi laper. Ternyata dia doa buka puasa.

Setelah beberapa menit penuh pengharapan, akhirnya si cewe duduk. Jau dari kita. Nasib ya nasib. Ketika gua lagi menghela napas, bahu gua ditepuk. Oleh seorang cowo Nepal bau kari. Facepalm.

Gua menengok ke depan. Di sebelah Tirta duduk seorang cewe Pinoy kecil imut. Double facepalm.

21:35

Si Nepal bau kari duduk di 22 A deket jendela, gua 22 C deket lorong. Pamela Anderson di 36 B deket… ah udah ah.

22:10

Buku kedua udah selesai gua baca. Mata udah kriyep-kriyep. Gua udah siap-siap mau tidur. Sesaat sebelum kesadaran gua hilang, bahu gua ditepuk. Oleh si Nepal bau kari.

“Sorry, mate. I need to go to the bathroom.”

FFFFUUUUUUUUUU!

23:45

Tidur pules.

23:46

“Sorry, mate. I need to go to..”

FFFFUUUUUUUUUU!

00:01

“MERRY CHRISTMAS!”

Baru kali ini gua merayakan Natal dengan ga menjejakkan kaki di tanah. Awak kapal Air Asia membagi-bagikan semacam kue kering sebagai tanda selamat Natal dari mereka.

Oiya, patut dicatat, pramugari Air Asia Filipina itu cantik-cantik!

00:22

“Sorry, mate.”

FFFFUUUUUUUUUU!

“Merry Christmas, mate!”

Mimik gua berubah ramah, “Ah, Merry Christmas!”

“Can I go to the toilet now?”

FFFFUUUUUUUUUU!

00:54

Pilot halo-halo. Katanya sebentar lagi akan mendarat. Si Nepal bau kari lagi tidur pules deket jendela. Pengen rasanya gua bangunin dia dan bilang, “Sorry, mate. But I need to pee at the window.”

01:15

Touchdown, Clark!

Clark adalah sebuah kota kecil di dekat Manila (sekitar 1-2 jam perjalanan). Dulunya, Clark adalah bandara militer. Bentuk bandaranya masih berupa hanggar-hanggar kayak di film perang dan banyak ditemukan bangkai pesawat ga kepake.

Nah, untuk mencapai Boracay, kita masih harus naik pesawat lagi. Sekitar 1 jam penerbangan dari Clark. Apa kita langsung terbang? Oh, tentu tidak.

Penerbangan kita ke Boracay itu jam 2 siang!

01:37

Beres imigrasi. Tirta sibuk ngambil-ngambilin peta dan brosur. Gua langsung mencari spot yang asik buat ngelanjutin tidur. Malam ini kita bakal bermalam di bandara. Udah jam setengah 2 pagi juga, mau ke mana-mana udah susah. Jadi ya, kita memutuskan untuk tidur di bandara aja.

Kursi plastik di depan minimarket jadi pilihan kita. Dengan berbantal tas dan berselimut jaket, gua lanjut tidur. Dan berharap ga ada Nepal bau kari yang numpang-numpang mau kencing.

tidur di sini

Hotel bintang singa. Lion Star.

06:00

Hal pertama yang dilakukan setelah bangun adalah nukerin duit di money changer. Gua bawa 2.5 juta buat traveling selama 4 hari di Filipina. Setelah diitung-itung, gua dapet 10,000 Peso lebih.

Horangkayah!

07:01

jeepney!

Jeepney!

Kendaraan umum di Clark namanya Jeepney. Mirip mikrolet di Jakarta tapi masuknya dari pintu belakang kayak bemo. Badannya 1.5 kali lebih panjang dari mikrolet dan ada yang ber-AC, ada yang ga.

Sambil nunggu pesawat jam 2 siang, gua dan Tirta mau nyari sarapan di pusat kota. Bertanya arah ke petugas airport dan mendapat penjelasan bahwa sebaiknya jangan naik taksi untuk menuju kota karena bakal mahal banget. Mending charter Jeepney atau jalan kaki sekalian.

“Jalan kaki?” tanya gua, “Emangnya berapa jauh?”

“Deket kok. Hmm, yaaah,” petugas airport berpikir sebentar, “5 kilo lah.”

ITU JAU, ANYING!

Demi menjaga hubungan bilateral Indonesia dengan Filipina, maka gua memutuskan untuk meneriakkan kalimat di atas dalam hati dan memilih untuk charter Jeepney aja. Hasil tawar menawar akhirnya kita charter Jeepney seharga 100 peso (25,000 IDR) yang bakal nganter kita dari bandara ke Angeles City untuk nyari sarapan. Supir Jeepney menganjurkan kita agar ke mall terbesar di kota itu: SM Mall.

Cuma 100 Peso? Bayar! Horangkayah!

08:21

Udah sampe di depan SM Mall, tapi ya namanya baru jam setengah 9, mallnya belom buka. Jalanan juga masih sepi. Maklum, ini kan hari Natal. Mayoritas penduduk Filipina beragama Katolik dan sangat mungkin mereka sekarang lagi beribadah di gereja.

Akhirnya gua dan Tirta keliling ke (semacam) alun-alunnya. Sejau mata memandang sih banyak pub atau bar yang kumuh. Juga banyak videoke. Kalo ditilik dari gambar dan banner promosinya, kayaknya sih itu karaoke esek-esek. Banyak orang bilang Angeles City adalah Sin City. Tempat untuk hura-hura selagi muda. Judi, zinah, dan mirasantika ada semua. Mari kita undang Rhoma Irama ke sini.

Selain hal-hal di atas, kata Tirta di Filipina itu banyak gay-nya. Terbukti ada gay bar yang cukup besar dan berada di pusat kota. Yang menariknya lagi, gay bar itu berada persis di sebelah sekolah Katolik.

Sebandel-bandelnya gua sih dulu kalo pulang sekolah ya paling main dingdong.

Lah ini?

10:01

Mall dibuka. Begitu masuk, berbagai macam tanda larangan menyambut kita. Dari yang umum seperti dilarang merokok, sampai yang rada ekstrim seperti dilarang bawa shotgun. Iya, bener. Gambarnya shotgun dicoret gitu.

Gua langsung berasa kayak lagi main Resident Evil.

10:45

Sarapan (?) dengan McDonald’s. Setiap ada rejeki lebih buat jalan-jalan keluar, gua selalu menyempatkan diri buat makan McDonald’s setempat. Penasaran aja apa bedanya dengan McDonald’s di negara-negara lain.

Dan menurut gua, McDonald’s Filipina lebih enak daripada McDonald’s Malaysia. Yummy!

13:00

Gua dan Tirta naik Jeepney bareng orang gila!

Jadi begini ceritanya.

Buat balik ke bandara, kita udah duduk manis di dalem Jeepney yang lagi ngetem. Kali ini kita ga charter karena ada banyak Jeepney nongkrong di terminal dan waktu masih lumayan banyak.

Ketika Jeepney udah penuh, tiba-tiba ada orang gila masuk dan jongkok di tengah-tengah. Penumpang pada ga mau turun karena kalo naik mobil yang lain, ngetemnya bakal lama lagi. Kita semua duduk anteng. Toh ada petugas terminal yang bantu ngusir si orang gila.

Semua masih terkendali. Adegannya hanya tarik-tarikan antara si orang gila dengan petugas terminal. Sebenernya gua udah was-was juga. Tapi penumpang setempat santai-santai aja. Tatapan mata mereka seolah mengatakan, “Woles, Bray. Woles.”

Semua aman, sampai si orang gila itu berdehem-dehem ngumpulin reak.

…seriously.

Udah ‘huek-huek’ gitu. Kayaknya sih dia mau ngeludahin petugas terminal pake reak. Ga tau juga sih rencananya dia aslinya gimana. Ga sempet berdiskusi sama dia waktu itu.

Tapi dengan ‘huek-huek’ gitu pun, penumpang setempat ga ada yang mau turun. Cuma nutupin muka aja. Gua udah liat-liatan ama Tirta. Kalo dia ngeludah sekali aja, gua bakar nih negara. Gua ajak rakyatnya buat referendum!

Sialnya, petugas terminal ga kemakan gertakan buang reak. Adegan tarik-tarikan masih berlangsung. Semua penumpang masih memasang tampang ‘Woles, Bray. Woles’. Gua panik. Seperti halnya sinetron stripping, adegan ini ga abis-abis. Tarik-tarikan dibalas dengan gertakan buang reak. Sampai akhirnya si orang gila ngeluarin jurus pamungkasnya. Ibarat Nintendo, ini setengah lingkaran, tombol pukul. Abuget.

Dia kobel-kobel selangkangan.

…seriously.

13:35

bandara

Bandara Clark – ex pangkalan angkatan udara Amerika Serikat

Kita sampe di bandara dengan mencharter Jeepney lagi.

Jadi gini. Saat orang gila tadi ngobel-ngobel selangkangan, penumpang ya pada bubar lah ya. Entah apa yang dikobel, tapi apapun yang keluar dari selangkangan pasti ga cocok kalo nempel ke muka di khalayak ramai. Kami berhamburan keluar dari Jeepney satunya dan dialihkan ke Jeepney lainnya.

Nah di sini anehnya. Kan harusnya cukup ya. Kapasitas 1 Jeepney dipindah ke 1 Jeepney lain. Tapi pas kita mau masuk kok ya udah ga muat? Akhirnya kita ngalah dan sebagai horangkayah (10,000 Peso!) kita charter lagi aja 1 Jeepney.

Cuman 100 Peso ini. Bayar! Horangkayah!

13:58

Check in, bayar airport tax, boarding, dan take off. Menuju Boracay?

Belom, coy!

14:59

Sekarang tepat 24 jam dari waktu kita take off di Cengkareng dan ini belom sampe ke Boracay. Kita mendarat di Kalibo, kota dengan bandara internasional terdekat dari Boracay. Dari Kalibo ke Boracay kita masih harus jalan darat 1-2 jam dan menyebrang selat dengan kapal 10-15 menit.

Jau ya?

15:09

Dari yang gua baca di internet, kita bisa menggunakan travel Southwest dari bandara ke Boracay. Southwest itu termasuk yang paling bagus dan harganya lebih mahal dibanding yang lain. Yang lain sekitar 200-250 Peso, sementara Southwest itu 300 Peso; itu belum termasuk pajak perjalanan sekitar 150 Peso per orang.

Duit kita berapa tadi? Berapa? Berapa, hah?

Ya 10,000 Peso! Bayar! Horangkayah!

kapal menuju boracay

Kapal menuju Boracay

18:00

Hidung mencium aroma laut. Semilir amis nan menyegarkan menggoda indera penciuman dengan mata yang terpejam. Udara pantai yang kering menyejukkan mulai merasuk di sela-sela jari ketika gua meregangkan tangan. Angin laut memeluk mesra. Langitnya meneduhkan mata. Mencumbu kerinduan yang sudah ditunggu sejak 26 jam yang lalu. 27 jam, jika memperhitungkan 1 jam perbedaan waktu.

Hari Selasa, tanggal 25 Desember 2012, kaki ini telah menginjak daerah baru. Pasir putih di pesisir pulau yang terasa sangat asing.

Boracay.

Touchdown.

At last.

About these ads

Tagged: , , , , ,

17 thoughts on “#PinoyTrip: Dari Jakarta Ke Boracay!

  1. Cumi MzToro March 16, 2013 at 01:24 Reply

    Jadi pingin ke boracay :)

    • Roy Saputra March 17, 2013 at 12:53 Reply

      yup! boracay patut dicoba! ariel’s point dan pub crawling-nya itu kudu dicoba kalo ke sana :D

  2. rhiachiomink (@rhiachiominkk) April 19, 2013 at 09:04 Reply

    mau nanya dooong..
    aku rencana libur lebaran mau ksana nih, dari bandara clark ke kalibo itu tiket pesawatnya beli on the spot atau uda dipesan jauh2 hari? kalau uda beli jauh2 hari minta linknya dong buat booking tiketnya + harganya brapa ya? trus kan dari kalibo ke barocay itu naik kapal laut lg ya, itu tiketnya belinya gimana dan berapa? atau uda pake travel dari sana?

    hehehe maaf ya tanyanya kebanyakan :D

    thankyouuu :)

    • Roy Saputra April 19, 2013 at 09:37 Reply

      bisa pesan dari jauh hari kok di airasia.com. cari aja penerbangan clark – kalibo (boracay). begitu mendarat di kalibo, ada beberapa travel yang menawarkan perjalanan dari bandara sampai ke boracay. waktu itu gua naik travel southwest yang harganya 300 PHP.

      you’re welcome :D

  3. novie Imoliana May 2, 2013 at 03:13 Reply

    bang, nanya dunkk..gw rncana mw ke phil awal sept tahun ini. sebenernya bohol ama boracay tu bagus mana sih,bang?? slama ni gw kira bali-nya phil itu bohol..tapi dari cerita abang ni spertinya malah boracay ya..hmmmm…jd bingung pengen ke bohol atau boracay nih,bang..hehehe..bagus mana ni borocay atau bohol??
    tengkyuu..Gbu:)

    • Roy Saputra May 2, 2013 at 08:42 Reply

      belom pernah ke bohol, jadi ga bisa masukan. maaf ya :/

      boracay seru kok, terutama night life nya :D

  4. Vari sapilucu July 29, 2013 at 02:02 Reply

    Sbnrnyaa kan ada direct flight ke boracay ngga perlu via kalibo.
    Boracay bagus memang tapi ribet kesananya. Kebetulan 2 tahun yg lalu ke Boracay naik cebu pac dari manila, lebih cepat drpd via kalibo.
    Sempet ke Vigan dan Coron ngga? Lagi nyari blogger indo yang ke Vigan/coron susah juga ternyata, jarang kayaknya.
    Visit us: The Traveling Cows

  5. lois November 14, 2013 at 16:46 Reply

    wah seru seruuuu…laen x klo mau keliling jawa ajak2 dong heheheheh. saya jg dari 1tahun yang lalu mau kelilingi jawa dg backpack tapi ga jadi2 ^^

  6. tikateacool November 15, 2013 at 23:29 Reply

    banng! itu kobel-kobel bahasa apa yah? pilipin kah? ato indonesia kah? ga ada tadi dicari2 di google translate. wkwkwk

  7. gusmang December 28, 2013 at 02:12 Reply

    “bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat” xD
    pingin liat ekspresi petugasnya kalo beneran itu keluar dari mulut Bang Roy hahaha :D

  8. WndyIrwandonoMH (@WndyIrwandonoMH) August 20, 2014 at 16:08 Reply

    Anjrit ini kocak banget asli.. tapi sangat meninsipirasi gw kesana.. thx for sharing masbro

  9. @ranselahok September 15, 2014 at 17:27 Reply

    hai horangkayah….

    asik benar baca blog loee, senyum geli sendiri ditengah teman2 kantor lainnya masih serius dengan urusan mereka diakhir pulang jam kantor seperti ini. Menghibur hati lah, seharian bete karena kerjaan juga.

    Asik aja baca dan kapan- kapan sambung lagi, soalnya kan baru sampai boracay, lanjutannya masih belum,

    aku uda tambaahin blog horangkayah ini ke blog favorit aku diblog aku.. biar bisa temanan dan bisa blogwalkingan gitu..

    ya mana tahu bisa ikutan jadi horangkayah satu hari…

    kalo berkenan, horangkayah berkunjung ke gubukku ini ya, husinpeng.blogspot.com sikit promo juga lah..

    Salam dari sini,

    @ranselahok

    • Roy Saputra September 15, 2014 at 17:56 Reply

      horee! salam kenal ya! semoga ga bosen mampir ke sini :D

  10. @ranselahok September 15, 2014 at 17:28 Reply

    eh, satu hal kenapa bisa sampai nyasar disini, karena lagi nyari refrensi buat itenanary ke boracay maret 2015… yihaa. moga aja, gak ketemu horanggila plus yang bau kari itu sih.. sippss..

    @ranselahok

    husinpeng.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 383 other followers

%d bloggers like this: