Kritik

Di situ guah duduk. Membaca apa yang salah. Mengurai setiap kalimatnya. Ah, siapa guah ini?

Sebelum guah berangkat, guah mendapat beberapa kritik yang sangat pedas tentang buku guah. Di email, dan pesan-pesan di YM, semua kritik itu membuat guah berpikir ulang.

Kritik yang menuding guah untuk jangan menulis lagi karena ketidaklucuan pada sebuah buku yang berani menaruh kata komedi pada covernya. Kritik yang membangun di 1 kalimatnya, tapi meruntuhkan di sisa paragrafnya.

Ah, siapa guah ini?

Terbataskan alas tanah. Terkekang ruang hampa.

Guah yang dulu dengan gagahnya berikrar ga akan takut terhadap kritik, kini duduk menyepi karenanya. Membaca, dan mengingat. Membaca cerita, dan mengingat tentang mereka yang udah mendukung guah sampai sejauh ini. Mereka yang duduk di sebelah guah dan selalu mampu memecah keheningan.

Ah, siapa guah ini? Tanpa mereka, siapa guah ini?

Guah tersenyum. Dukungan mereka membuat hidup ini seimbang. Dan, guah pun akan terus menulis, berpagarkan kritik, beralaskan dukungan. Doakan sayah yah.

Di situ guah duduk. Di tempat yang belum pernah guah singgahi. Di tempat yang terasa baru. Memandangi langit dengan biru yang berbeda. Menghirup udara baru. Menikmati setiap pengalaman yang terasa segar dan penuh tanda tanya. Ini apa? Itu apa? Apaan tuh? (sambil ngedipin mata)

Di situ guah duduk. Di Thailand.

NB: Postingan berikutnya, guah akan cerita tentang seri jalan-jalan ke tiga negara. Singapur, Thailand, dan Malaysia. So, tungguin postingan selanjutnya ya! ^^

O iya, foto di atas di ambil di Thailand, di kuil di atas bukit. Keren ya? (pemandangannya, bukan orangnya)

Fullerton Hotel, katanya sih hotel ngetop

Balai Kota-nya Kuala Lumpur

The Reclining Budha

Dan, akan banyak lagi gambar-gambar selama guah di sana. See ya when I see ya! ^^

Advertisements

23 thoughts on “Kritik

  1. KiMi October 10, 2008 at 18:05 Reply

    Eh cuy, kritikan pedas jgn tll lo pikirin. Think positive. Anggap aja itu sbg kritikan yang membangun supaya lo bisa menulis lebih baik lagi di buku berikutnya. Kalo ga dikritik darimana lo tau kelemahannya? Tsaaah sotoy bgt gw? Atau mau bikin buku berdua. *dijitak roy*

    Btw, ada oleh2 bwt gw ga? *ngarep sengarep2nya*

  2. nrl October 10, 2008 at 19:43 Reply

    kritik ada buat membantu lebih bagus lagi, bukan buat ngebuat down.
    ayo roy jangan sedihhhhhhhhhh

  3. tenggarong October 10, 2008 at 19:53 Reply

    tunjukan pada dunia Om..! karyamu..!!

    btw, patung budhanya kece..!

  4. adhie October 10, 2008 at 19:58 Reply

    ayo semangat om Roy..!! tunjukan karyamu..! jangan jadikan kritik sebagai diniding penghalang..! gw yakin abis baca post loe yang ini si yang ngerasa mengkritik loe bakal tertawa bangga.. bekep mulutnya pakai karya mutahir loe..

    caayyooo..!!

  5. ika October 10, 2008 at 23:18 Reply

    hallo mas..
    bole aku link ga blog nya?
    btw mas penulis yah?
    maap saya ga tinggal di indonesia n kurang bergaul hehe.

  6. monyetgaul October 11, 2008 at 08:22 Reply

    kritik itu berarti orang itu peduli dengan karyamu

  7. cikeledut October 11, 2008 at 12:14 Reply

    jgn nyerah mas! hee… be ur self

  8. kris October 11, 2008 at 16:21 Reply

    Simpen dan camkan yang baik2 aja dari kritik itu. Yang menjatuhkan? Udah, buang aja kelaut!
    Tetep semangat BAng Roy.
    Ayo menulis!

  9. agi October 11, 2008 at 16:23 Reply

    ayo mas jgn menyerah…selama masih bisa nulis….
    pasti ada yang lucu deh…..
    hahaha….

    tips: liat aja disekeliling hidup anda…pasti ada yg lucu….

  10. ilal October 11, 2008 at 22:55 Reply

    maju terus boz…tnang aj yg ngritik juga belum tentu bisa nulis shebat lw deh..
    tetep smangadh bang…!!!
    btw nemu patung budha dmn tuh?hehehe…

  11. Shintung October 12, 2008 at 10:03 Reply

    aaaaahhh..

    gak ngajak2 nih jalan2..
    huehehe..

    gw blom baca buku loe..hihii.. mahal sih.. kasih gratisan dunk.

  12. ibun October 12, 2008 at 12:59 Reply

    wow Thailand.

    Ketemu Popy Bunga dan Mandala ga?
    Haha.

  13. ella October 12, 2008 at 20:21 Reply

    woooww…asiknya liburan……

  14. ontohod October 13, 2008 at 11:29 Reply

    kritik pedas kan enak buat dimakan boz, sueger… bikin ga ngantuk…
    kan katanya makin banyak yang ngritik berarti makin banyak yang merhatiin, mungkin mereka cuma ga seneng aja ama bentuk wajah luh, trus badan luh yang ga sikpek, trus bau badan luh, trus rambut yang jelek, trus bau mulut, terus….teruuus mang … :mrgreen: *sirik pengen jalan-jalan… huh

  15. minidoor October 13, 2008 at 14:25 Reply

    anggap aja kritik yg membangun :)

    intinya, jadikan kritik sebagai pemicu kt utk membuat karya yg lebih baik lagi dr sebelumnya :D

    sukses yah dan met jalan2 :)

  16. sososibuk October 13, 2008 at 16:17 Reply

    foto Fullerton ituh mengingatkan ku sama seseorang yang sekarang ada di negeri ituh…

    untung ga foto2 di depan KEDUBES Indonesia…

    jadi tambah inget deh…

  17. dondanang October 13, 2008 at 16:55 Reply

    lama gak nongol udah ampe Thai. Mendapat kritikpedas sepertinya. Enjoy it. Hehe

  18. ayaw_jeweltz October 13, 2008 at 21:09 Reply

    Hmmm… anggap aja itu Pembangun semangat untuk berkarya lagui bang Roy (duile.. sapaan nya akrab bener yak??)

    eniwei.. kemaren saya paksa abang saya baca The Maling of Kolor itu, saya pentengin wajahnya, tidak ada ekspresi ketawa bahkan tersenyum, saya jadi setres, saya tanya.. dia jawab.. “ini berkesan dibuat2… lawakannya kok terlalu dibuat seolah lucu”

    padahal bagi saya itu lucu banget!! yeahh… semaunya kan relatif!! tiap orang kan punya gambaran sendiri!!

    teruslah berkarya bang roy!!

  19. nie October 15, 2008 at 14:20 Reply

    iya, yg namanya perjalanan menuju ‘sesuatu’..tanpa kritik emang susah maju. tambah semangat ya Roy. jadikan kritik ini sebagai pemicu untuk berkarya yg lebih baik lagi :)

  20. maula October 16, 2008 at 05:22 Reply

    Jika kita ingin menjadi ‘sesuatu’, kritik itu pasti adanya, baik membangun atau menjatuhkan.

    Kritik akan membuat kita semakin baik bisa juga semakin buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya…PRIA PUNYA SELERA! TAK ADA KOMPROMI UNTUK JATUH! HIDUP LEBIH HIDUP JIKA KAU BERPIKIR POSITIF! SELERA EKSKLUSIV ADALAH YANG KITA DAPATKAN SAAT JATUH NAMUN BANGKIT LAGI!

    ~~hehehe…chayo mas! maap nih sok tau..hehehe~

  21. maula October 16, 2008 at 05:23 Reply

    Jika kita ingin menjadi ‘sesuatu’, kritik itu pasti adanya, baik membangun atau menjatuhkan.

    Kritik akan membuat kita semakin baik bisa juga semakin buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya…PRIA PUNYA SELERA! TAK ADA KOMPROMI UNTUK JATUH! HIDUP LEBIH HIDUP JIKA KAU BERPIKIR POSITIF! SELERA EKSKLUSIV ADALAH YANG KITA DAPATKAN SAAT JATUH NAMUN BANGKIT LAGI!

    ~~hehehe…chayo mas! maap nih sok tau..hehehee~

  22. cumicungkring October 16, 2008 at 10:23 Reply

    kayaknya gue udah pernah blg ini ke elo sebelom lo narok naskah, tapi gue ulangin lagi:
    ‘kritikan tuh anggep aja kayak batu bata. waktu orang lempar ke elo, tangkep, lempar, tangkep, terus begitu sampe akhirnya batu bata yg lo punya bisa untuk bangun rumah.'[nyontek kata”nya om mario teguh :p]

    so, terus berkarya. jgn menyerahh!

  23. Jovie March 24, 2009 at 13:54 Reply

    kritikan emang sering membunuh bukannya membangun…..dan coba aja mereka yang kritik? apa mereka bisa melakukannya? paling2 omong doang belum tentu bisa…!!!

    btw, jangan pernah berhenti menulis…The Maling of Kolor keren banget kok…kreatif..lebih banyak dukungan daripada kritikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: