How Far Can I Go?

Lagi ga bisa posting yang rada ‘ajaib’. Lagi patah hati. Caila.

Sebagai penulis, gua selalu bertanya: how far can I go? Seberapa jauh gua bisa melangkah? Seberapa banyak gua bisa berkarya?

Di buku pertama menulis fiksi. Di buku kedua menulis kejadian nyata. Di buku ketiga? Gua akan coba menulis kejadian nyata, tapi punya orang lain.

(benteng Takeshi mode: on)
Doakan saya ya. Saya pasti bisa.

Randy Jackson (juri American Idol) pernah bilang begini:

randy jackson

“If you’re really a singer, you can sing any kind of songs.”

Jadi,

“If I am a writer, I should be able to write anything.”

Sampai hari ini, gua masih belajar.
Sampai hari ini, gua belum mau menyerah.
Sampai hari ini, gua masih mencari.

Sampai hari ini, gua takut kalo gua menjadi katak di dalam tempurung.

Masih soal tulis-menulis.

Dua hari lalu, gua chatting ama temen SMA lewat Facebook… oh, God bless Facebook!

Setelah ngobrol ngarol ngidul, di ujung pembicaraan teman itu bilang:

“Roy, gue udah baca buku lu yang maling kolor itu. Lucu. Elu banget. Gila ya, gaya becandaan lu masih sama aja. Hehe.”

Man, it’s been 7-8 years, dan gua seneng banget dibilang gaya bercandaannya masih sama. Masih… Roy banget =p

NB: lagi kangen dengan blogger-blogger yang gua kenal pas awal nge-blog. Popok, tehaha, ontohod, cumicungkring… apa kabarnya ya kalian sekarang?

Advertisements

12 thoughts on “How Far Can I Go?

  1. life choice March 6, 2009 at 15:50 Reply

    ayo semangat teruuuussss… :)

    *mampir*

  2. KiMi March 6, 2009 at 16:48 Reply

    Iya, tehaha kemana ya? Kaya’nya nda pernah keliatan lagi. Cari yuk, Roy? *macam gw kenal aja dengan dia. Hehe,,*

  3. nie March 7, 2009 at 12:51 Reply

    hah? patah ati? bukan sayaaa..bukan karena sayaaaaaaaaaaa.

    wkwkw

  4. Rossa March 7, 2009 at 16:10 Reply

    ga kangen sama ak..?
    hha*

  5. prof. tandodol March 7, 2009 at 18:48 Reply

    wah, padahal saya penulis blog, tapi saya baru bisa nulis yang itu-itu aja (doh)

  6. Lynn March 7, 2009 at 23:34 Reply

    keep on struggling yaa!
    pasti bisa deh nulis apapun buat jadi the truly writer. hehe :)

  7. Paams March 8, 2009 at 10:34 Reply

    buku kedua lo blm gue beli roy huhuhuhuhuhu lagi bokeeeeek huhuhu. cielah, dinanti lho buku ketiganya (padahal yang ke dua aja blm punya)

  8. presy__L March 9, 2009 at 07:07 Reply

    hihi..semuanya pada kangen temen2 blogger lama..
    semangat terus roy berkarya..
    bikin yg aneh2 klo perlu..

    eh eh roy.. gw masih belum menemukan bukumu di toko buku..

  9. tyo gonggong March 10, 2009 at 11:35 Reply

    sabar ya mak….yang lagi patah hati!!

  10. kahfinyster March 10, 2009 at 12:21 Reply

    hoh,,ternyata dari dulu tuh kaya gini yah,,hhehehe,,

  11. deni oktora March 10, 2009 at 15:08 Reply

    tapi klo ngeliat tulisan komedi sekarang, kayannya justru gw nemu yang “raditya wannabe ” gitu…alias ngikutin-ngikutin njiplak gaya penulisan raditya dika banget.

    menurut gw ini hanya cuman ngikutin mainstream sekaran aja sih..

    setelah mainstream ini lewat, gaung nya gak keliatan lagi..

    setau gw untuk menjadi seorang yang bekerja di industri kreatif harus bisa be your self alias menjadi diri sendiri. dengan menjadi diri sendiri gw yakin seseorang gak bakal termakan oleh waktu.

    http://www.denioktora.com

  12. neng fey March 17, 2009 at 13:16 Reply

    kok ga kangen aku roy? huahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: