Polaroid Masa Lalu

*Doroymon, a wonderful masa jadul (Bukune, 2009) hal 146-147

Selain bahasa Inggris, presentasi ini pun menuntut kami untuk menampilkannya dengan unik. Ada kelompok yang bergaya robot-robotan. Ada yang menggunakan drama Romeo dan Juliet untuk sarana presentasi. Ada juga yang memakai cerita sebagai wartawan MetroTV yang tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun selama peliputan… hmm, kayak pernah baca nih.

Paling gua inget adalah saat kelompok Dikun presentasi. Dikun jadi robot gitu. Oiya, Dikun juga salah satu dari kami yang blepotan kalo ngomong bahasa Inggris. Dia berdampingan dengan Heny yang berperan jadi Dora The Explorer.

So, Robo Dikun, how do you think about this problem?” tanya Heny sambil menggendong boneka monyet. Ceritanya itu si Boots, monyet temennya Dora. Tapi kok Heny lebih mirip si Buta dari Goa Hantu ya?

Di sini, Dikun harusnya membacakan kalimat yang ia udah hafalkan dari pagi. Tapi, sekarang, ia lupa.

“Eh… hm…”
“Robo Dikun?” Heny panik karena Dikun gak ngomong bagiannya.
“Hm…”
“Robo Dikuuuun?”
“Error, Dora. Dora, Error. Error nih. Error.” Bisaan aja si Dikun ngelesnya.

Untung Heny ingat bagian Dikun. Jadi Heny lah yang akhirnya membacakan kalimat Dikun. Tapi, semenit berikutnya, Dikun udah ingat bagiannya dan ingin melanjutkan sendiri. Ingin agar Heny jangan ikut campur, maka Dikun berteriak:

“DON’T FOLLOW MIX!”
Jangan. Ikut. Campur.

Jenius.

foto dikun

Yang paling kiri itu Heny the Explorer. Yang di sebelahnya, yang pake karton warna emas, itulah Dikun si Jenius.

Dan percayalah, mereka itu sedang mempresentasikan sebuah tugas mata kuliah yang teramat penting. Percayalah.

Sabtu kemaren gua baru dapet satu folder foto lama dari temen. Gua jadi keinget beberapa kejadian dari buku Doroymon. Seperti presentasi siskual yang ngaco itu, atau seperti yang ini:

it's me playing drums

Playing drums is never dull

Ini waktu gua beserta teman-teman akan membawakan lagu Astrid tanpa latihan (Doroymon halaman 213-215). Penasaran dengan wajah-wajah pemain band lainnya? Sok atuh.

the band

Jo (the bass player), Naya (the guitar hero), Maryono (pedagang lapo tuak)

Atau, foto lainnya. Tentang cerita ini…

*Doroymon, a wonderful masa jadul (Bukune, 2009) hal  279-280

Di awal-awal acara, MC naik ke panggung untuk memberikan semacam award-award. Ada 2003 terlucu, 2003 terunik, dan terlalu. Yang terakhir ter-apa? Ter. La. Lu . Semua pemenang ditentukan berdasarkan poling yang disebar ke 2003 sendiri.

“Dan, nominasi untuk 2003 termaju adalah…” MC menunjuk ke arah layar. Di sana terpampang 3 foto nominatornya. Ada Maryono, Mas Agus, dan terakhir ada gua.

“Pemenangnya adalah… Roy!”

Gua pun maju ke depan dengan tebakan-tebakan yang bikin gak enak hati. Ini pasti gua dipilih gara-gara perut gua yang kayak Doraemon nih. Apa kek yang maju. Pemikiran kek, otak kek, visi kek. Masa perut yang maju? Siaul. Tapi, gua gak abis akal. Gua naik ke atas panggung, dan mengambil alih mik.

“Aha! Terima kasih, teman-teman. Ini termaju ya? Lihat nominatornya. Ada Maryono yang cum-laude, ada Mas Agus yang Duta Muda Asean. Ini pasti nih. Pasti nih. Yang maju pasti… PRESTASINYA. Bukan begitu? Ya kan? Ya tho?” tanya gua mencari justifikasi.

termaju!

“Ya kan? Ya tho?”

Ah.

Foto-foto ini hanya membuat gua semakin kangen dengan masa jadul gua yang wonderful. Foto-foto ini membuat gua tersenyum. Liat lagi. Tersenyum lagi. Foto berikutnya gua tertawa melihat sepenggal foto lucu milik mereka. Berikutnya, gua terharu, mengingat kejadian juara olahraga.

Senyum, tawa, tangis, haru…. mereka memajemukkan rasa dalam hati.

Sedetik berikutnya, gua mulai gundah. Bengong di depan layar. Menatapi kilasan-kilasan yang seolah bermain di kepala. Mereka bagai polaroid masa lalu, tertulis di masa kini.

polaroid

Because, the stories are real.

The characters are real

And most of all… the friendship is real.

Advertisements

Tagged: ,

7 thoughts on “Polaroid Masa Lalu

  1. ettachan June 29, 2009 at 15:05 Reply

    gw sukaa quote lo yang terakhir, hehe

  2. kimibersahaja June 29, 2009 at 20:12 Reply

    Ah… Gue selalu suka kalo sisi melankolis lo lagi muncul, terutama soal friendship begini. :)

  3. kimibersahaja June 29, 2009 at 20:15 Reply

    Loh, sekarang komennya dimoderasi ya? *thinking*

  4. roy saputra June 30, 2009 at 09:16 Reply

    @ etta: makasi ^^

    @ kimi: soalnya lu ganti nick jadi ‘kimibersahaja’. itu dicap sebagai pengomen baru. kalo pengomennya anak baru mesti dimoderasi dulu. gitu, kim. hehe.

  5. nie July 3, 2009 at 11:01 Reply

    jadi kangen masa lalu juga nih..

  6. kunya July 4, 2009 at 08:44 Reply

    wkwkww… sorry roy.. gw lupa kasih no halaman ke lu.. gara2nya 2 hari ini gw tepar mulu begitu nyampe rumah *bukan..bukan sibuk belajar dan kuliah tapi karena wild party kekkee*
    tapi halamannya udah kan?? ga perlu lagi kan ya.. skali lagi maafkan :D

  7. miss j January 29, 2011 at 22:58 Reply

    the friendship is real….
    i like that.
    :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: