Ngemeel Prince Waffle

Lagi-lagi, gua main ke fX. Gua main ke fX, lagi-lagi.

Entah apa yang membawa gua kembali ke mall dengan tangga jalan yang ga sinkron dan tempat nongkrong yang menggantung. Cocok untuk orang dengan… ah, sudah lah. Mungkin suratan takdir yang membawa gua ke sini.

Berlatarkan suara petir, gua masuk ke dalam sambil membanting pintu kayu… lo kate pelem koboy?!

Well, anyway,

Bermodalkan rasa haus dan lapar yang meninggi tapi isi dompet yang merendah, gua memberanikan diri untuk mencari makanan dengan harga yang cocok dengan isi dompet. Hari itu tanggal dua sembilan, tapi isi dompet sudah wasalam.

We are the only survivors here,” kata uang sepuluh ribu kepada dua puluh ribu dari dalam dompet.

Akhirnya gua memberanikan turun ke lantai FB. Mata gua langsung tertuju ke booth Prince Waffle. Letaknya sangat mudah terlihat dari tangga jalan turun. Ditambah lagi dengan jargon Best Belgian Waffle, makin lengkaplah rasa penasaran gua untuk mencoba jajanan yang satu ini.

Boleh, kaaaak! Dicoba dulu, kaaaak!

Prince Waffle menyediakan 2 jenis waffle. Yang hangat (Waffle Break dan Grande), atau yang dingin dengan es krim (Waffle Freeze). Kalau lu Vety Vera, lu akan kesulitan mendapatkan yang sedang-sedang saja di sini.

Di setiap jenisnya, Prince Waffle menyediakan banyak sekali pilihan. Ibarat kuis, lu seperti ada di Take Me Out. Banyak sekali waffle-waffle jomblo haus belaian, yang minta dipilih. Ada coklat, vanila, madu, bahkan ada yang bertoping buah.

Selain pilihan yang banyak, yang membuat gua semakin sumringah adalah harganya yang sangat bersahabat. Belasan ribu rupiah untuk sebuah jajanan waffle. Mantap kali bukan?

Tiramisu Ciocco. Apakah dia mamamia lezatos?

Pilihan gua jatuh ke Tiramisu Ciocco.

Penampilannya sungguh menggoda meski racikannya cukup simple. Waffle, es krim coklat, sirup coklat dan taburan kacang almond. Cocok untuk dijadikan cemilan sore hari.

Setelah beberapa kunyahan, gua merasa sepertinya pilihan gua ini ga gitu oke. Combo rasa manis dari topingnya agak berlebih, membuat gua eneg setelah sendokan yang kesekian. Sebagai penggemar coklat, gua merasa kombinasi coklatnya terlalu manis.

Tapi gua suka sama tekstur waffle-nya yang crunchy. Warna panggangannya pun bikin menarik. Rasanya juga pas, ga terlalu tawar seperti roti, tapi juga ga terlalu manis seperti saya. Ehem.

Karena pilihan pertama ga begitu oke, gua yang penasaran pun mau mencoba lagi. Kali ini, gua memesan waffle yang kedua. Honey Caramelle dengan tampilan yang lebih less-chocolate.

Honey Caramelle. Kamu siapanya Cherry Belle?

Waffle, es krim vanila, madu, dan kacang almond habis gua lumat dalam 10 menit. Honey Caramelle ini menjadi pentralisir rasa manis yang sebelumnya. Waffle-nya masih konsisten dengan tekstur crunchy dan warna panggangan yang menarik. Rasa manis madu yang pas, saling melengkapi dengan rasa es krim vanilla-nya. Maknyus!

Overall, Prince Waffle cocok buat dijadikan jajanan saat kencan pertama, ataupun teman jalan sendiri di mall. Harga yang sangat bersahabat sangat cocok buat anak muda, apalagi yang sedang kere kayak gua. Setelah era donat dan yoghurt, waffle bisa saja menjadi trend jajanan tersendiri bagi anak jaman sekarang. Ngemeel Prince Waffle, begitu istilah gua sore itu.

Ah, setelah rasa haus dan lapar terpenuhi, gua pun memutuskan untuk pulang.

Hari itu tanggal dua sembilan, isi dompet sudah wasalam… tapi perut terpuaskan.

Advertisements

6 thoughts on “Ngemeel Prince Waffle

  1. Rumah September 29, 2011 at 08:53 Reply

    enaknya makan sepertinya :)

  2. Wahyu Chandra October 3, 2011 at 12:23 Reply

    Kunjungan perdana nih, Roy. Gue adalah salah 1 pembaca baru buku lu : “Luntang lantung” yang ohmaygad, sukses bikin pipi gue kram abis baca. Mau nanya nih, sorry kalo OOT dari postingan, kira” 2 buku lu sebelumnya masih beredar ga ya di gramed? Soalnya gue agak susah nih nemuin tuh buku. Hahahaha…

    Thanks dulu ahh…

    • roy saputra October 11, 2011 at 13:46 Reply

      hei wahyu. thanks ya udah baca Luntang Lantung! untuk dua buku pertama bisa dibeli di books.istribawel.com, soalnya udah ga ada di gramed lagi :)

  3. Dokter Anak October 26, 2011 at 14:14 Reply

    mau doonk..kayanya enak deh es krimnya

  4. Ellen December 5, 2011 at 14:33 Reply

    Roy, gw ngakak bacanya :P

  5. […] 11 July 2011 Suka makan waffle? Saya suka banget ya Allah. Lebih suka daripada pancake. Seumur hidup saya makan waffle, yang bikin enak adalah toppingnya, sedangkan waffle basicnya mah sama aja semuanya. Tapi, mata dan mulut saya terbuka lebar ketika pertama kali berkenalan dengan Prince Belgian Waffle. Dengan harga sekitar 6.000-7.000an per piece kecil tanpa tambahan apa-apa, kamu jadi serasa naik naga! *born to cook alert*. Enak, tidak eneg, tidak terlalu manis, semuanya PAS. Waffle basic favorit saya adalah yang Cheese, dan kalo makan yang pake es krim (waffle freeze), cobain deh Cheese Delight yang terdiri dari waffle, ice cream, cheese sauce, almond, dan grated cheese (sekitar Rp 15.000an). Untuk pilihan lain, Prince Waffle punya Waffle Gourmet dikasih topping buah-buahan), dan Waffle Grande (topping macem-macem. Bisa coklat, almond, saus caramel, dll).  Saya sih cuma tahu counter waffle ini di food court Kelapa Gading Mal 3, tepatnya di Unit K#11. Apakah ada yang tahu di mana letak counter waffle super-enak-pengen-nambah-terus-kayaknya-pake-babi-saking-enaknya ini? Happy waffle-ing!    _____________________________________________________________________________ URL : https://katakdankodokbersaudara.wordpress.com/2011/09/20/ngemeel-prince-waffle/ […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: