Memento Mori

Setelah Trave(love)ing rilis, ada satu adegan yang mendapat komentar cukup banyak. Sebuah adegan tentang sepatu yang jalan-jalan sama sendal di sebuah taman. Lalu duduk dan menggoyangkan kaki seperti di pinggir kolam renang. Bagi kamu yang udah baca novelnya, mungkin familiar dengan adegan ini, yang di ujungnya ada dialog,

“Sepatu sayang sendal.”

“Sendal juga sayang sepatu.”

Adegan kedua yang banyak dapat komentar adalah soal gay Power Rangers dalam kereta. You can not leave them alone, can you? Kepo.

Anyway…

Beberapa waktu lalu, ada sebuah mention masuk dari Haris Fadli Pasaribu. Di mention itu, ia bercerita baru saja selesai mengikuti workshop dan sedang ingin menyusun film pendek pertamanya. Yang serunya adalah, ia ingin menggunakan salah satu cuplikan dari buku terbaru gua sebagai dasar narasinya.

Dia ingin mencuplik adegan “sepatu sayang sendal”.

Gua merasa tersanjung karena bagi gua pribadi, ini adalah kali pertama ada orang lain yang ingin mengejawantahkan karya gua ke dalam bentuk film pendek. Senang bercampur penasaran, gua menambahkan catatan kecil ketika membalas mentionnya.

“Kalo udah jadi, kabar-kabarin ya. Gua juga pengen nonton.”

Beberapa hari kemudian, sebuah link muncul di tab mention. Link itu membawa gua ke youtube yang memutar sebuah film pendek berjudul Memento Mori. Saat narasi dibacakan, gua merinding.

Memento Mori memiliki arti sebuah peringatan bahwa kita manusia fana. Reminder for immortal. Kita memang harus diingatkan, dan kadang diperingatkan, bahwa manusia tak abadi. Bahwa kenangan dapat membunuh. Bahwa memori bisa menusuk mati. Untuk itu, kita harus berlari dan mencari. Sama seperti judul bab di mana adegan ini diambil. Mencari momen. Momen untuk move on.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk Haris yang sudah membuat visualisasi dari sepatu-sayang-sendal yang out of the box, fresh, dan keren abis. Istilah gua, visualisasi dan score-nya merinding-able. Ditunggu karya-karya berikutnya.

Now, enjoy. Memento mori. Saat sendal -masih- sayang sama sepatu.

PS: Untuk director’s note, dapat dibaca di sini.

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: