Family in Them

Selama ini gua lebih suka menyendiri. Menghabiskan malam di depan laptop atau membaca buku. Duduk tenang di pojok sebuah cafe, sendirian. Sambil menebak-nebak kisah orang asing dari gerak dan geriknya. Gua suka aja gitu. Sendiri. Menyendiri.

Kecuali sama keluarga. Dari kecil, nilai yang ditanamkan ama keluarga adalah makan-ga-makan-asal-ngumpul. Kalau mau makan enak di restoran misalnya, satu anggota keluarga aja ga ada, maka bisa batal semua rencana. Beribadah ke gereja juga begitu. Satu berhalangan, maka buyar semua. Hanya sama keluarga aja gua bisa begitu. Sisanya gua lebih suka sendiri.

Dari SD sampai SMA, sebisa mungkin gua ga masuk ke dalam kelompok tertentu. Berusaha untuk ga mengotak-ngotakkan manusia. Coba berteman dengan siapa aja, menjadi entitas yang manunggal dan mandiri. Alhasil gua bisa dibilang sulit membaur, ga berusaha akrab, atau lain-lain. Ke kantin sendiri, atau bahkan ke mall sendiri. Itu semua karena gua suka aja gitu. Sendiri. Menyendiri.

Tapi lain cerita saat gua masuk kuliah. Gua suka ramai-ramai.

Entah faktor umur atau lingkungan, tapi gua merasa bahwa gua ga bisa sendiri. Sepi aja rasanya kalau apa-apa harus sendiri. Jam makan misalnya. Meski perut sudah lapar, seringnya gua memutuskan untuk jalan dulu ke kosan temen biar bisa makan sama-sama. 4 tahun gua begitu. Beramai-ramai. Gaduh.

Mungkin faktor umur. Mungkin faktor lingkungan. Mungkin juga selama ini gua salah. Bahwa ternyata gua suka keramaian.

Tapi semua kembali seperti sediakala saat gua memasuki dunia kerja. Gua kembali suka sendiri. Ke mall sendiri, nonton dengan 1 tiket, atau hanya main laptop di kamar. Gua kembali menjadi Roy SD sampai SMA.

Atau…

Ternyata gua salah. Bahwa ternyata gua ga pernah berubah. Gua tetap Roy yang suka menyendiri. The guy who likes to be alone, but hate to be lonely. Maybe I don’t change a bit. Mungkin gua jadi begitu saat kuliah, bukan karena faktor umur atau lingkungan.

Maybe, I just found a family in them

11 Agustus 2012

Buka Puasa Bersama Teknik Industri angkatan 2003

Advertisements

Tagged:

6 thoughts on “Family in Them

  1. vachzar August 15, 2012 at 10:54 Reply

    haha sama kayak saya bang roy. tapi bedanya saya suka bareng2 kalo sama temen SMA, entah kenapa kadang menyendiri itu nikmat.

  2. mbot August 15, 2012 at 21:27 Reply

    kayaknya itu kesamaan para penulis: pada dasarnya mereka suka menyendiri :-)

    • roy saputra August 16, 2012 at 12:05 Reply

      berarti kapan-kapan kita harus menyendiri bareng-bareng, om #oxymoron

  3. Raka August 24, 2012 at 12:47 Reply

    kangen lagi ya Roy sama temen2 kampus ??

    • roy saputra August 24, 2012 at 20:18 Reply

      justru kemarin baru ketemu dalam rangka bukpus, rak. mau share aja :D

  4. Ratih Silvia September 19, 2012 at 07:44 Reply

    kok sama sih bang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: