#TwitterOD

Dear @karinaaa,

Hai. Maaf ya kalau aku lancang. Mungkin kamu ga tau aku. Tapi aku tau kamu. Aku ini salah satu followermu yang setia.

Sejak pertama kali aku lihat twit kamu di RT oleh akun jokes, aku jadi penasaran sama kamu. Twit-twit kamu jenaka, namun ga jarang juga serius. Aku suka deh waktu kamu membahas ulat bulu dan menganalogikannya ke kumis seorang pejabat di ibukota. Aku semakin penasaran ketika salah satu twitmu di-RT oleh seorang setan tanpa tangan. Waktu itu kamu bilang, kamu akan telanjang ke Circle K kalau twitmu di-RT olehnya.

Sungguh, aku penasaran sama kamu… dan Circle K di mana kamu akan telanjang.

Akhirnya, aku pun memberanikan diri untuk follow kamu. Di twit yang keberaparibumu, aku sah jadi pengagummu. Hari Senin, twitmu ku-RT, Selasa giliran twitmu yang ku-mark as favorite, hari Rabu harinya +1 semua twitmu, dan Jumat saatnya #FF kamu. Kamis? Kalau Kamis, aku ada pengajian. Maaf ya.

Sering aku bertanya, kapan ya kamu tau keberadaanku? Hmm, kapan ya kira-kira? Hampir saja aku bikin akun soal-soalan untuk menanyakan ini ke tuips sekalian. Tapi apa daya, followerku sedikit.

Eh, aku tau lho soal riwayat avatarmu! Awalnya kamu hanya memasang foto kucing kan? Ya kan? Ya kan? Terus ganti jadi anjing kan? Ya kan? Ya kan? Lalu kuda, marmut, bahkan bison. Aku bingung. Kamu ini Ben 10 ya? Kok bisa berubah wujud terus?

Namun akhirnya kamu pun menunjukkan wujud aslimu. Aku ingat tanggalnya. Hari Kamis, tanggal 20 September 2012. Hari itu, jam 4 sore, kamu akhirnya pasang fotomu sendiri sebagai avatar. Fotomu dengan gaya anak muda jaman sekarang. Bibir monyong-monyong, dan jari telunjuk menunjuk entah kemana. Kadang jari telunjuk itu menempel di pipi, bibir, jidat, kuping, atau bagian tubuh lainnya yang membutuhkan sedikit gerakan akrobatik. Tapi aku suka. Aku suka gayamu. Kalau kamu suka gayaku ga? Suka? Ga ya? Ga ya? Uh, mending aku menyendiri di dalam nanas di bawah laut deh. Hiks.

Eh, tapi gara-gara itu, aku kebayang wajahmu terus nih. Wajahmu begitu unyu. Kalau kata Bang Afgan, wajahmu mengalihkan duniaku. Mata bulat seperti anggur, hidung menggantung seperti jambu, pipi tebal seperti mangga. Kalau dari jauh, wajahmu persis seperti Pasar Minggu. Penuh buah-buahan.

Ingin rasanya aku twitpic wajahmu setiap hari. Tapi aku takut ada yang marah. Aku takut… kamu yang marah. Selain itu, signal di rumahku juga jelek sih, jadi susah kalau mau twitpic.

Tiap hujan turun, dan tiap Twitter over-capacity, aku jadi galau. Gambar ikan paus yang terjaring membuat aku berpikir, kapan kamu tertangkap umpanku. Kapan kita akan ketemu bukan hanya lewat timeline. Bertemu fisik, bertatap muka, bertegur sapa. Aku mau itu.

Tapi kadang aku labil. Benci mengingat kamu yang tak pernah acuhkan aku. Sebal ingat kamu yang tak pernah mention aku. Padahal aku sudah curhat panjang lebar tentangmu. Saking panjangnya, sampai perlu pakai twitlonger. Tapi satu reply pun tak kunjung datang. Hanya aku yang tak pernah patah arang, me-refresh timeline berulang-ulang.

Jika orang-orang membicarakan seksinya MD pembobol bank itu, aku selalu membicarakan betapa aku ingin di-DM oleh kamu. Tak peduli orang bicara silikon, aku hanya ingin bicara soal sikon. Situasi dan kondisi antara kamu dan aku. Aku ingin kita bicara lebih jauh, lebih dekat, meski tarifnya sama saja.

Tau ga sih, saking penasarannya, aku pun mencari tau dirimu lebih jauh di internet. Aku googling namamu dan menemukan bahwa kamu aktif sekali di berbagai jejaring sosial. Facebook, MySpace, bahkan Friendster. Aku ingat, di kolom “About Me” Friendster-mu, kamu tulis:

oRd1naRy guRlzzz. cek tesT1m0niaL aZaa y4cH…

Oh, sungguh indah masa-masa itu. Masa ketika menggunakan huruf dan angka pada sebuah kalimat selain password email, bukanlah sebuah dosa besar yang layak diarak massa.

Ngomong-ngomong, kamu suka cendol ya? Aku menemukan namamu di sebuah forum dan kamu minta cendol terus ke teman-temanmu. Nanti deh, kalau aku mudik ke Banjarnegara, kubawakan cendol segentong.

Dan siapa itu temanmu? Agan? Siapa dia? Kok kamu sering sebut-sebut? Minta cendol sama dia. Minta bata sama dia. Kamu sama dia ada apa sih? Lagi bangun toko buat jualan cendol ya? Belum lagi ketika kamu minta disundul olehnya. Memangnya dia siapa? Abanda Herman? Uh, kamu ga tau ya kalau aku… kalau aku itu… cembu… ah, sudah lah. Kamu bahkan tak tau siapa aku. 

Huh.

Kalau mengagumimu itu kesalahan berat dan harus dihukum mati, aku memilih untuk ditembak. Aku bosan digantung. Tuh aku kasih #kode.

Maaf ya, kalau suratku ini lebih dari 140 karakter. Sebetulnya, aku hanya ingin bilang bahwa kamu selalu jadi trending topic di hatiku.

Ah, kamu.

Sekarang, aku ingin menanyakan satu hal penting yang selama ini mengganjal di hatiku. Jawab yang jujur ya. Please.

Kamu mau ga…

…folbek aku?

Dari followermu yang #TwitterOD,

@Geriiiii

Sebuah postingan fiksi untuk kalian yang sudah #TwitterOD kayak @Geriiiii dan gua.

Gambar diambil dari sini. Terima kasih.

Advertisements

Tagged: , , , ,

5 thoughts on “#TwitterOD

  1. dianabochiel October 9, 2012 at 12:59 Reply

    Spechless ngakak hahaa geblek ih.. Kelakuan anak sekarang ada ada aja (˘_˘”)

  2. za pakem October 14, 2012 at 18:32 Reply

    Kok bs y ngarang bgitu, harus kuliah d sastra dlu kh?

    • roy saputra October 15, 2012 at 18:23 Reply

      saya kuliah teknik industri, mas. ga mesti kok. banyak-banyak latian aja :)

  3. chienov October 25, 2012 at 15:26 Reply

    Ini lucu banget hahahah lol lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: