#JalanJalanKemiskinan: Rencana ke Bali!

Udah pernah baca postingan #JalanJalanKemiskinan yang ini? Kalo belom… (pake suara Haji Rhoma), ijinkan saya untuk mengulang sedikit.

(kembali pake suara asli)

Sejak tahun 2009, gue dan beberapa teman kuliah lainnya sering traveling bareng. Kita menyebutnya Jalan-jalan kemiskinan. Kenapa? Karena low budget banget-nget-nget. Setiap kali mau traveling dan lagi membahas di mana kami akan tidur, pertanyaan pertama yang terlontar adalah, “Di sana ada mesjid? Numpang tidur sana aja yuk!”. Iya, se-low budget itu.

Rencananya, jalan-jalan kemiskinan dilakukan setahun sekali. Edisi perdana terjadi di tahun 2009 dengan tujuan Singapura. Waktu itu, jumlah pesertanya hanya 4 orang. Perjalanan dilakukan selama 5 hari di mana 2 malam di antaranya kami nebeng tidur di ruang tamu apartemen seorang teman.

Kabar buruknya, ruang tamunya hanya terdapat 2 sofa one seater. Hal ini membuat posisi tidur kami agak-agak gimana gitu. Kaki naik ke atas coffee table menjadi hal yang lumrah ketika vacuum cleaner aja bisa dijadikan guling oleh salah satu dari kami.

Kabar baiknya, sampai saat ini silahturahmi dengan si teman pemilik apartemen masih terjaga dengan baik. Meski yang bersangkutan sempat bingung ketika vacuum cleaner-nya berbau agak pesing dan amis setelah kami nebeng tidur di sana.

Setelah perjalanan ke Singapura, jalan-jalan kemiskinan ditiadakan pada tahun 2010. Saking miskinnya, kami butuh waktu 1 tahun untuk mengembalikan kondisi finansial dari masing-masing peserta. Iya, kami senista itu dulu.

Setelah berhasil merestrukturisasi keuangan, kami berangkat lagi di tahun 2011. Kali ini tujuannya adalah Belitung. Jumlah pesertanya pun bertambah menjadi 5 orang setelah peserta jilid pertama berhasil mengiming-imingi dengan cerita yang dibumbu-bumbui. Yang jalan-jalannya nyaman lah, tempat tidurnya ukuran king size lah, ada doorprize vacuum cleaner-nya lah. Ya dibumbu-bumbui lah pokoknya. Satu orang itu terpengaruh dan 4 pelopor jalan-jalan kemiskinan sorak sorai karena makin banyak orang, makin murah patungannya.

Tahun 2012, kami roadtrip ke Jogja yang memakan waktu pulang-pergi-nya aja 35 jam! Itu ekuivalen dengan 5 hari kerja pegawai negri sipil, cuy! Kapan-kapan deh gua ceritain keseruannya. Pas ke Jogja, jumlah peserta pun bertambah menjadi 8 orang. Andai aja ini MLM, gua rasa 4 pelopor pertama udah dapet gelar Diamond Jamrud Platinum Uranium Member karena berhasil menambah anggota di setiap periodenya.

Setelah ‘sukses’ dengan 3 jilid pertamanya, kami memutuskan untuk berangkat lagi di tahun 2013. Semua berawal ketika seorang teman menghebohkan grup WhatsApp dengan sebuah berita mengejutkan.

“WEY! GARUDA LAGI PROMO! KAPAN LAGI KITA BISA NAIK GARUDA?”

Sebagai pemerhati Indosiar, gua sempat membayangkan bahwa kami akan seperti Kakang Kamandanu. Naik di atas punggung burung garuda sambil memakai baju keemasan, berambut gondrong, bawa-bawa keris, kalo ngomong pasti di-dubbing, dan puncaknya, MESTI PAKE SENDAL GUNUNG.

Ternyata yang dimaksud adalah maskapai Garuda Indonesia. Langsung aja gua batalkan niat untuk menelpon tempat penyewaan kostum dan toko sendal Carvil.

Seperti traveling-traveling sebelumnya, kami berdiskusi terlebih dahulu untuk mencapai kesepakatan bersama. Terjadi pembicaraan yang cukup intens di grup WhatsApp untuk menyiapkan rencana jalan-jalan tahun 2013. Bahasan pertama tentu saja: kita mau ke mana?

Waktu itu, gua usul ke Bangkok (ini sebelum gua tau akan melakukan #1DayInBangkok dalam rangka outing kantor). Beberapa teman menolak karena sepertinya di sana susah cari mesjid buat numpang tidur.

Ga hilang akal, kami mencari info tentang negara-negara mana yang bebas visa bagi pemegang passport Indonesia (list lengkapnya bisa dilihat di sini). Ide-ide pun bermunculan. Mulai dari mengunjungi Sultan dan nadahin minyak di Brunei, wisata konflik ke Kosovo, sampai tanding bola lawan kesebelasan nasional Fiji (yang pernah dibantai Australia) dengan taruhan: yang kalah bayar lapangan. 

Setelah perdebatan yang cukup panjang -dan juga tersadar bahwa “kayaknya Garuda ga terbang sampe sono deh”- akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke sebuah pulau di mana keindahan alam serta budaya jadi suguhan utamanya.

Bali.

Setelah destinasi, pertanyaan berikutnya adalah: mau berangkat kapan?

Karena sebagian besar dari kami adalah pekerja kantoran, diputuskan untuk mencari yang ada hari libur nasionalnya. Tujuannya agar bisa menghemat cuti barang 1-2 hari. Setelah melihat kalender dan mencocokkan dengan jadwal promosi maskapai, akhirnya kami sepakat untuk berangkat di hari Sabtu, 9 Maret 2013 dan pulang hari Rabu, 13 Maret 2013 (5 hari). Ada 1 hari raya yang jatuh di hari Selasa (12 Maret), jadi kami hanya perlu cuti 2 hari aja.

Kami akhirnya dapet tiket Jakarta – Bali PP 700ribu aja! Menurut gua, itu termasuk lumayan karena terakhir gua ke Bali dengan Garuda (yang dibayarin kantor) itu kena 1.6 juta PP. Ini lebih murah sampai setengahnya lebih. Mayan.

Saking semangatnya, tiket dipesan hari itu juga sebelum kehabisan. Dengan gesit, teman tersebut berhasil mem-book dengan tanggal yang kami inginkan. Yes!

JADI 9-13 MARET 2013, KAMI RESMI BAKAL KE BALI!

WOGH! WOHOO! MANTAP! YARIBA YARIBA! MARIA MERCEDES! WOGH!

KITA BAKAL KE:

Pantai-kuta-bali

KUTA!

ubud

UBUD!

delta

DELTA! …EH, KOK DELTA SIK?! SALAH!

GWK

GARUDA WISNU KENCANA!

Dan masih banyak lagi! We are sooooo ready to go to Bali!

…sampai besoknya, sebuah email masuk ke dalam inbox. Email dari teman kantor yang berisi tentang informasi hari-hari raya dan libur nasional tahun 2013.

Hmm.

Gini.

Terkadang, ketika perasaan senang terlalu menjulang, kita jadi lupa untuk memastikan apa-apa yang perlu dipastikan. Lupa bahwa ada hal-hal kecil yang kadang perlu perhatian besar. Atau bahkan, hal-hal besar bisa saja terlewatkan. Karena saat itu apa yang dirasa, lebih penting dari apa yang dipikir.

Tanggal 12 Maret 2013, hari di mana kami seharusnya berada di Bali, itu hari raya… NYEPI.

Pantes tiketnya murah ya?

Advertisements

Tagged: , , ,

13 thoughts on “#JalanJalanKemiskinan: Rencana ke Bali!

  1. maretha December 13, 2012 at 11:41 Reply

    Numpang ketawa ngakak ma guling2 ya. Ahahahaha.
    Ditunggu cerita liburan Nyepi-nyaa x))

    • Roy Saputra December 13, 2012 at 11:43 Reply

      rencananya sih bakal bawa kartu sama congklak. ya tergambarlah ya betapa garingnya kami nanti :/

  2. dianps December 13, 2012 at 15:55 Reply

    BUAKAKAKAKKAKAKAKA…ditengah pusingnya deadline nyempetin baca postingan terbaru lo…NGAKAAAKK NJIIRRR..MAMPOOOOOSSSS..BUAKAKAKKAKAKAKAKKKK

  3. moratmaritz December 14, 2012 at 01:34 Reply

    Ih kak, aku pernah gitu tuh. Dengan semangat membara pejuang 45 berhasil memesan tiket AA murah tujuan DPS-SUB. Iya beli pulangnya dulu soalnya belum menentukan berangkatnya hari x ato selanjutnya. Setelah mutusin, nyari tiketnya.. Lah kok ga ada.. Setelah diliat2 tyt nyepi.. Wew.. Gagal sudah.. Hilang sudah duit.. Padahal udah heboh di twitter dan sebangsanya..

    • Roy Saputra December 14, 2012 at 11:48 Reply

      memang kita harus lebih teliti, Dek (‘-‘)9

  4. Maya December 20, 2012 at 12:58 Reply

    hahaha … kecian … DL! jangan lupa bawa makanan yah sebangsa kuaci gitu yang bisa diemut sepanjang hari Nyepi.

  5. sriasrianty March 8, 2013 at 07:22 Reply

    hhehehe.. keren,,keren,, kak,, walaupun pas baca endingnya,,ternyata nyepi jadi bikin ekspresi yg baca berubah,, hahaha….

  6. Cumi MzToro March 16, 2013 at 01:25 Reply

    Menyimak dengan haru :(

  7. Osa January 9, 2015 at 09:20 Reply

    itu delta pijit refleksi X))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: