Film Indonesia Terlaris Sepanjang 2012

Hari Minggu kemarin, gua nonton film Habibie & Ainun dengan ekspektasi tinggi. Itu akibat review di sana sini yang bilang film ini sangat menyentuh dan mewek-able. Bisa bikin nangis kejer.

Belum lagi semua review itu memuja-muji sang aktor, Reza Rahardian, yang dicap sangat mirip dengan Pak B.J. Habibie. Menilik dari fisiknya, gua sangat sangsi Reza bisa mirip dengan Pak Habibie. Mulai dari tinggi badan, bentuk wajah, dan rambut, ga ada mirip-miripnya sama sekali.

Maka duduklah gua di kursi C 14 dengan sekotak popcorn, segelas ice lemon tea, dan sebuah pemikiran skeptis di kepala. Gua juga sebetulnya agak males nonton film drama kehidupan seseorang yang udah gua tau di televisi. Mulai dari Mata Najwa sampe Cek n Ricek pernah ngebahas kisah cinta Habibie & Ainun. Tentang cinta sejati yang bla-bla-bla. Ya da, ya da, ya da. Gitu lah.

Saat menunggu film dimulai, gua mengalami the first world problem: filmnya belom mulai, popcorn-nya udah abis! Setelah mengorder kotak popcorn yang kedua dan menyanyikan lagu Jagalah Hati oleh Aa Gym featuring Teh Nini dalam hati, akhirnya gua berhasil menahan diri untuk ga makan popcornnya lagi. Minimal sampe Ainun muncul dalam film.

Film dimulai dengan adegan Ainun mengobati kaki temannya. Maka habislah kotak popcorn kedua gua.

Cerita bermula dari pertemuan pertama antara Habibie dan Ainun yang menggambarkan betapa cerdasnya mereka berdua dibandingkan teman-teman sebayanya. Berdasarkan kesamaan itu lah mereka dijodoh-jodohkan. Dan layaknya anak seumur mereka, Habibie dan Ainun pun dicie-ciein.

Lalu muncullah adegan yang gua tunggu-tunggu. Habibie muda yang diperankan oleh Reza. Gua menunggu momen di mana ia bicara, yang katanya sangat mirip dengan Habibie. Setelah beberapa detik scene tanpa dialog, datanglah seorang teman bulenya memanggil. Reza menengok dan bilang,

“Yach?”

Anjis.

Mirip abis.

Kalo pernah liat Pak Habibie bilang ‘Ya’, kalian pasti kebayang yang gua tulis barusan. Kata ‘Ya’ yang bulat dan ditekan agak berat di ujung. Gua inget, hari itu di bioskop, bukan hanya gua yang berdecak betapa miripnya dialek Reza dengan Habibie. Kursi di depan dan belakang terdengar berdesas-desus menyatakan hebatnya Reza.

Belum lagi adegan pertemuan kembali Habibie dengan Ainun. Saat itu Ainun sedang menjahit dan Habibie tentu masih ingat orang yang pernah dicie-ciein. Ia pun memanggilnya.

“Ainun?”

Itu kayak bener-bener ngeliat Pak Habibie memanggil istrinya. Dialeknya, gerak tubuhnya, bahasa matanya. Karakter yang ceplas-ceplos juga keliatan banget di sana. Ga heran dulu sempet ada anekdot kepanjangan dari Habibie itu habis bicara bingung. Kali ini tergambar jelas dari akting Reza Rahardian.

Ga cuman kata “Yach”-nya, cara dan suara Habibie ketawa juga ditirukan oleh Reza dengan piawai. Saat adegan Habibie sedang makan malam dengan keluarga Ainun, tawanya terdengar berkali-kali. Dialek dan gerak tubuh mungkin bisa dipelajari siapa aja, tapi menurut gua, bahasa mata itu sulit. Sinar mata antusiasnya sama dengan yang pernah gua liat ketika Habibie membahas istri atau pesawat di televisi. Bahasa matanya ga bisa bohong bahwa Reza dan Habibie adalah orang yang sama hari itu.

Keren banget. Sumpah, keren banget. Buyar sudah skeptisme gua.

Yang patut disayangkan adalah plot yang terlalu panjang sehingga belom dapet klimaks di satu sub plot, eh udah berganti lagi. Mungkin lebih bijak jika difokuskan ke beberapa bagian dari hidupnya, lalu adegan-adegan masa lalu yang mendukung cerita bisa diselipkan dalam bentuk flashback. Tapi begini pun udah keren kok.

Sub plot yang paling nampol menurut gua adalah ketika Habibie sedang berjuang untuk membuat pesawat. Begitu besar pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran yang ia tuangkan di sana, namun akhirnya pesawat yang seharusnya jadi kebanggan bangsa, teronggok kotor di dalam hanggar.

Bahkan orang di republiknya sendiri mengolok-ngolok, seakan ga percaya ada anak bangsa yang bisa sepintar itu membuat pesawat terbang. Saat Habibie menangisi pengorbanan yang ga terbayar, saat itu Ainun datang membersihkan tangan Habibie dan mengeluarkan sepotong artikel koran Jerman yang memuji tinggi Habibie. Seolah Ainun ingin bilang,

“Masih ada orang-orang yang percaya sama kemampuanmu. Aku, salah satunya.”

Ainun believed in Habibie.

Dan itu lah yang membuat gua menangis.

Betapa rasa ga percaya 200 juta penduduk, bisa terlunasi oleh rasa percaya 1 orang yang terkasih. Ainun memegang teguh janjinya saat ia dipinang dulu. Akan menjadi istri yang setia mendampingi Habibie dalam memenuhi janjinya untuk menjadi suami yang terbaik.

Semua kepercayaan itu dibayar Habibie saat Ainun mengalami kanker ovarium stadium akhir (yang agak ga jelas kronologis ketauannya gimana). Dengan segala daya dan upaya, Habibie langsung memberangkatkan Ainun ke Jerman malam itu juga. Dokter terbaik, rumah sakit terbaik, seluruh waktu dan tenaga Habibie tercurah di sana.

Ada satu adegan di rumah sakit yang sangat memorable banget buat gua.

habibie & ainun

gambar diambil dari sini. terima kasih

“Ainun mengapa menangis? Sakit?”

Ainun menggeleng.

“Takut sama peralatan-peralatan ini?”

Ainun kembali menggeleng.

“Ah, Ainun khawatir ya saya belum makan obat?”

Kali ini, ia mengangguk.

Dan gua, kembali menangis.

Setelah 2 jam lebih, film pun selesai. Banyak ibu-ibu yang keluar bioskop dengan menangis, minimal matanya berkaca-kaca. Gua sendiri keluar bioskop dengan satu catatan kecil di kepala. Bahwa cinta sejati mungkin nyata adanya.

Jika saat ini ada orang yang bertanya ke gua, “Do you believe in true love?”

Dengan senyum penuh antusias, gua akan menjawab,

“Yach.”

Advertisements

Tagged: , , , , ,

15 thoughts on “Film Indonesia Terlaris Sepanjang 2012

  1. maretha January 7, 2013 at 13:26 Reply

    Kenapa gw mewek baca postingan ini padahal gw belum nonton ini film? (۳˚Д˚)۳

  2. dian January 7, 2013 at 14:51 Reply

    me too.. semoga filmnya masuk singapura jadi bsa nonton deh :”)

  3. Selena Gemez (@dhsty) January 7, 2013 at 16:02 Reply

    Gw jg nangis pas di adegan di rumah sakit itu.. :'((

  4. Kimi January 7, 2013 at 21:08 Reply

    Ah, saya harus nonton film ini! Harus! \m/

  5. arievrahman January 11, 2013 at 11:38 Reply

    Kakak, kamu mau ga jadi Ainun aku? :”>

    • Roy Saputra January 11, 2013 at 11:41 Reply

      ma… eh tapi itu artinya gua meninggal duluan yak? :\

  6. Agen Ace Maxs January 14, 2013 at 10:12 Reply

    saya sudah terharu liat nih postingan,aku belom nonton ni film nya ..

    • Roy Saputra January 14, 2013 at 10:18 Reply

      ayo nonton mumpung belum turun! thanks for dropping comment! :D

  7. Reza February 14, 2013 at 02:09 Reply

    Bru bca posting ini ajah udah smpe nangis…huuuuuh..
    Jdi kangen ama pacar yg di jauh..
    Nyesel nggak ada wkthu pas di ajak nonton…hikz….hikz….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: