Wawancaur: The Singer

Di Oktober 2012 lalu, gua pernah memosting review sebuah album musik. Judul album itu Tale of a Name (TOAN). Selesai gua mempublish itu, rasanya ada yang kurang. Masih ada pertanyaan-pertanyaan yang menggantung di kepala. Yang hanya bisa gua selesaikan dengan satu cara. Bukan dengan cara adat, melainkan me-wawancaur biang keroknya. Dwika Putra.

Gua tau Dwika Putra dari Twitter sebagai akun yang pandai memainkan diksi dalam #rhyme bersama Fatima Alkaff. Berawal dari follow, lalu akhirnya tau bahwa dia juga seorang penyanyi dan stand up comedian. Perjalanan mengenal Dwika berlanjut ketika ia diminta menjadi endorser Trave(love)ing dan semakin intens saat kami menulis keroyokan buku Rasa Cinta. Karya terakhirnya yang gua nikmati adalah stand up special Ernest Prakasa & The Oriental Bandits di mana Dwika tampil sebagai salah satu pembuka.

Pemusik, penulis, komika, dosen IT, fotografer… you name it, I bet he’s done it. Pribadi yang menarik untuk di-wawancaur bukan?

Proses wawancaur ini benar-benar dilakukan via Whatsapp. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar diambil dari sini. Terima kasih.

Dwika Putra

Hi, Dwik. Kita langsung mulai ya wawancaurnya.

Siap!

Lu nyanyi, iya. Nulis, iya. Stand up, iya juga. Fotografi, iya. Sebenernya seorang Dwika Putra itu lebih suka jika dikenal sebagai apa?

Freelancer serba bisa. Atau lebih asiknya “orang yang serba bisa”. Gue ga mau membatasi diri dengan “profesi” atau “jabatan” untuk saat ini.

Tapi kalo diharuskan untuk milih 1 profesi aja untuk ditekuni, lu pilih apa?

Hmm. I dunno. Pekerja finansial kayaknya. Gue akan mengerjakan apapun yg memperbaikin finansial gue. *dikepruk*

Hahaha! *kepruk* Nah, tahun lalu kan lu ngerilis mini album Tale Of A Name (TOAN). Ceritain dong, apa sih yg mendasari lu bikin TOAN?

Gue itu demen nyanyi. Dari TK, hidup gue ga pernah lepas dari nyanyi. Koor TK, koor gereja dari SD sampe SMA, ngeband dari SMA sampe sekarang, dll.

Nah, salah satu dari “dll” itu adalah nyanyi solo terus rekam-rekam di Facebook. Pertama kali tahun 2007. Waktu itu gue pertama kali rekam 2 lagu bikinan sendiri sama 4 lagu cover. Salah satunya, lagu ST12 yang ternyata lumayan banyak viewernya di Youtube. 6000 lebih. Sampai akhirnya hobi itu berhenti karena ketutup hobi yang lain.

Sampai 2009, gue ke Australia untuk kuliah. Karena belom kenal siapa-siapa, di sana gue belum menemukan tempat menyalurkan hobi gue yang lain (basket, bola). Jadinya gue cuma bisa jalanin hobi ngegitar dan bermusik. Selama 2009-2010, gue upload video di Facebook sekitar 30an.

Nah, ternyata, lumayan ada temen-temen gue yang suka. Ya udah, gue lanjut rekam-rekam sampe 2012. Di 2012, gue dapet rezeki lebih, dan gue berpikir, “Kayaknya udah saatnya gue membuat sesuatu”. Akhirnya gue brainstorm sama beberapa kawan, dan tercetuslah ide bikin TOAN.

Kalo tujuan bikin TOAN itu sendiri?

TOAN itu semacam “pembuktian” sekaligus “balas budi”. My listeners deserved something better in terms of quality.

Sejauh ini, gimana respon pasar terhadap TOAN?

Puji Tuhan, lumayan. Batch pertama 100 CD ludes 3 minggu. Batch kedua sisa 20-30an CD. Gara-gara minim promo kayaknya. Hahaha.

Apa yg membuat lu berani produksi mini album? Apalagi di jaman yang kalo mau donlot lagu itu gampang banget.

Gue gambling.

Maksudnya?

Ketika gue memutuskan, “Oke gue mau bikin CD”, gue cuma nyari 30 orang yang mau beli CD-nya. Di otak gue kalo ada 30 orang yang beli dan 1 orang ajak 2 orang, CD gue bisa abis. Maklum gue dulu MLM.

Di TOAN, semua lagunya kan ciptaan lu sendiri ya. Gimana sih step by step atau how to write a song versi seorang Dwika Putra?

Biasanya diawali dengan suatu kejadian. Entah patah hati. Jatuh hati. Berantem dengan teman. Atau apalah. Terus tiba-tiba aja kepikiran suatu phrase gitu. Misalnya ‘hand in hand’ atau ‘made my day’.

Dari situ, gue langsung ambil gitar trus coba-coba cari kunci.

Jadi lu itu bikin lirik dulu baru melodinya?

Tergantung sih. Ada yg melodi dulu, ada yang lirik dulu. Sedapetnya aja. Malah kebanyakan lagu gue, lirik awalnya ga ditulis dulu. Dibikin sambil rekaman awal yang biasanya pake handphone.

Gua paling kena tuh sama lagu Made My Day. Juara banget deh lagunya. Dari sudut pandang lu sendiri, sebenernya lagu itu bercerita tentang apa? Gimana proses pembuatannya?

Awalnya sih lagu cinta. Tapi lama kelamaan gue bikin jadi lagu universal tentang siapa saja yang membuat hari kita indah.

‘Made my day’ itu lagu gue yang paling panjang proses pembuatannya. Gue bahkan pernah bikin blog post khusus untuk ngejelasin semuanya.

Lu sempet ada kekhawatiran TOAN bakal gagal ga sih?

Ada. Besar malah. Tapi gue pikir, ya udah lah. Ga ada yang ngalahin kepuasan ngeliat karya lo dinikmati orang lain

Was there any plan B?

No.

Seriously?

Satu-satunya plan B gue adalah, “harus gue buang di mana sisanya?”

Hahahaha! Gile!

Hahahaha.

Share dong, Dwik, apa sih yang dibutuhkan jika ada orang yg mau ngikutin jejak lu bikin mini album.

Kalo kata bule sih balls. Yang penting berani. Nekad sedikit itu gapapa. Yang penting, you’re making something. Orang bebas kritik apa aja, tapi kalo lo maju terus dengan karya lo, ga ada yang bakalan protes akhirnya.

Dan, kalo udah niat, jalanin. Tell your dream to someone, biar lo punya semacam “ikatan” bahwa lo harus ngejalanin.

Tapi kritik kan pasti ada ya. Dari yang beriman sampe yang nyinyir tiada akhir. Gimana sih cara lu ngadepin itu?

Gue pertama kali mau bikin TOAN itu Februari kira-kira. Sampe akhirnya gue berani rekaman dan jual itu bulan Juli. Lima bulan gue berkutat dengan semua kritik. Dan akhirnya gue maju dengan mentalitas “I’m trying to express, not to impress”. Dan puji Tuhan, diterima lumayan juga sama pasar.

Jadi ya, kritik didengerin ya silakan. Wajib malah. Tapi inget bahwa ini niat lo. Buat gue, ini lebih “fight with myself”.

Siapa sih yang paling nge-influence lu dalam bermusik?

Gue pertama kali belajar bermusik itu ter-influence dari AJ Rafael dan Adhitia Sofyan. Tapi makin lama, makin banyak kenal referensi, gue udah ga tau lagi siapa influence terbesar gue. Tapi mungkin masih mereka, ditambah John Mayer dan Jason Mraz.

Kalo musisi yang pengen lu liat performnya secara langsung?

John Mayer, Coldplay, dan Gabe Bondoc.

Gabe Bondoc? Ini hidden character di Mortal Combat apa siapa nih?

Youtube star di Amerika gitu. Gue suka banget. Tapi di sini belom terkenal kayaknya.

John Mayer. Nama ini kesebut dua kali. Kenapa lu suka dan pengen nonton dia secara langsung?

Dia secara genre itu lebar banget. Dari blues sampe ke country. Lirik sama soul lagunya juga keren. Gue dengerin album-album dia yang live and it was awesome. Live performances dia keren-keren. Selalu ada elemen baru yang ditambahin ke setiap live performances-nya.

Nah terus, project berikutnya apa nih?

Rencananya akan ada mini album kedua. Gue udah nyiapin materi-materi untuk repackage TOAN. Jadi lagu2 ini dibikin versi semi-band. Band, tapi ga rame-rame amat. Semacam akustik band lah.

Rencananya kapan rilis?

Belum tau. Belum ada dananya. *jujur*

Huooo. Ya mungkin ada investor yang baca wawancaur ini yang mau ngasih dana.

Hahaha. Amin!

Lu kan juga pernah jadi dosen ya, Dwik. Pegawai kantoran dengan jam yang tetap. Terus sekarang jadi full freelancer. Menurut lu, apa sih perbedaan antara bekerja dengan berkarya?

Hampir ga ada. Bedanya cuma di tanggung jawab-nya. Kalo bekerja, lu bertanggung jawab sama atasan. Tapi dalam berkarya, lu bertanggung jawab sama penikmatnya langsung.

Hmm…

Keduanya berat dalam porsinya masing-masing, dan mengembangkan diri kita dengan caranya masing-masing.

Pertanyaan terakhir. Ada yg lu mau sampaikan buat orang-orang yang hidup dari karyanya yang lagi baca wawancaur ini?

Do what you love. Chase your passion. If you do your best, and it IS good enough, everything else will follow.

Jangan mencampuradukkan passion dengan duit semata. Kepuasan diri itu nomor satu.

Kepuasan diri nomor satu. Got it, Dwik! Ternyata wawancaur-nya ga caur-caur banget! Thank you, Dwik! Sukses buat karya-karya berikutnya!

Advertisements

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: