#PinoyTrip: Capturing Boracay

DISCLAIMER:

Postingan ini sebaiknya dibaca dengan intonasi yang sangat serius. Sangat, sangat, sangat serius. Bayangkan lu membacanya dengan suara Bung Zulham yang biasa nyebutin hadiah di kuis ‘Kata Berkait’ ataupun ‘Tak Tik Boom’.

Apa? Kalian belom lahir jaman itu?

Baiklah.

Kalo gitu coba bayangkan Bebi Romeo yang menarasikan postingan di bawah ini. Sudah kebayang? Sudah? Kalo sudah, selamat membaca.

Boracay!

Boracay adalah pulau kecil yang berada di sebelah selatan kota Manila. Pulau tropis yang memiliki panjang kurang lebih 10 kilometer ini dikelilingi oleh pantai berpasir putih yang sangat cantik.

Yang menyenangkan adalah cuaca di sana ga begitu terik, meski posisi mereka lebih dekat dengan garis khatulistiwa ketimbang Jakarta atau Bali. Ditambah lagi, gua ke sana pada akhir tahun. Curah hujan yang lumayan tinggi membuat angin yang berhembus cenderung sejuk.

the beach

Selain angin sejuk, air lautnya pun ga hangat, dan malah, dingin. Lucunya lagi, kelandaian pantainya cukup jauh. Setelah jalan 4-5 meter dari bibir pantai pun, ketinggian air laut masih sebatas mata kaki orang dewasa.

tuh

Pantai yang terkenal di Boracay adalah White beach, pantai dengan pasir yang –jelasnya– putih. Lokasi White beach ada di sisi barat pulau. Posisi yang sangat cocok untuk menyaksikan prosesi matahari terbenam.

Di sepanjang White beach berjejer belasan bahkan puluhan bar, resto, atau pub. Saking panjangnya, White beach sampai dibagi menjadi 5 area (area 1 – 5) untuk memudahkan turis mencari suatu restoran atau titik hiburan lainnya. Misalnya, jika kita mencari McDonald’s, maka itu adanya di White beach area 2.

Saat siang, sebagian besar area bibir pantai dijadikan lapak kaki lima. Ada yang jualan cinderamata, jasa mengepang rambut, tato temporari, jasa pijat, atau berjualan cemilan. Dari yang gua baca, ada satu buah yang harus dicoba ketika traveling di Filipina.

Mangga.

Maka ketika melihat ada satu penjual mangga beroperasi di bibir pantai ini, tanpa ragu gua pun langsung memesan.

mangga

Gua pesan mangga yang kuning dan rasanya memang enak banget. Segar dan manis. Teksturnya berserat seperti mangga Indramayu, namun rasanya seperti Arummanis. Paduan yang maknyus. Sementara yang hijau itu tawar menurut pengakuan penjualnya.

Ga semua area bibir pantai dipenuhi pedagang kaki lima. Di area 3 misalnya, bibir pantai lebih banyak digunakan untuk menyediakan kursi berjemur oleh cafe sekitar. Kita bisa sekadar rebahan menikmati deru ombak dan semilir angin dengan hanya memesan beberapa gelas minuman.

Gua? Cuma bisa jongkok sambil nelen ludah. 

tenda siang hari

Jelang malam, daerah bibir pantai berubah jadi tenda-tenda tempat makan. Mayoritas tempat makan bertenda itu menjual menu seafood dengan metode makan sepuasnya. Sebagai pelancong berperut karet, sudah jelas gua memilih untuk makan di restoran all you can eat ini.

Makan sampe khilaf!

all you can eat!

Harga restoran all you can eat itu bervariasi, dari 300-500 PHP (1 PHP = 250 IDR). Dan jika mengambil menu tambahan seperti kerang rebus ukuran jumbo, akan dikenakan biaya tambahan 50-100 PHP.

Jangan khawatir, wahai sesama perut melar. Ngambil makanannya boleh bolak-balik dan sesering mungkin kok. Ya pokoknya kita bisa berhenti makan ketika sudah ga tega sama yang punya restoran.

Secara sekilas, keramaian White beach ini mirip dengan pantai Kuta, Bali.

white beach

Pusat keramaian di Boracay adalah area D’Mall yang memiliki akses langsung ke White beach. Bentuk D’Mall itu bukan seperti mall-mall di Jakarta. D’Mall hanyalah kios dan cafe yang tersusun rapih di area pantai, membentuk labirin dan lorong-lorong untuk calon pembeli. Untuk mudahnya, bayangkan Cilandak Town Square skala mini dengan pasir sebagai lantai dan langit sebagai atap.

d'mall

Turis tumpah ruah di D’Mall, karena bisa makan, beli oleh-oleh, dan juga menginap. Lengkap banget. Jika di Jakarta, D’Mall pasti sudah diakuisisi oleh Agung Group dan menaikkan harganya di hari Senin.

Ketika gua ke sana, ada 1 kios yang ramai banget dikunjungi oleh turis, terutama turis dari Barat. Sempat mengira ada yang bagi-bagi duit ga kepake (yakale), sebelum akhirnya gua tau bahwa itu adalah wahana yang juga sering kita lihat di mall Jakarta.

Basket Timezone!

basket Timezone!

Hampir setiap hotel yang minimal berbintang tiga punya shuttle ke D’Mall, karena letaknya yang strategis dan memiliki banyak titik hiburan. Termasuk salah satunya hotel gua, Boracay Ecovillage Convention Center.

Letak hotel gua ini ada di utara pulau, jauh dari D’Mall ataupun White beach. Kalo kalian mau ke Boracay, usahakan mencari tempat menginap yang dekat dengan D’Mall atau White beach untuk memudahkan mobilisasi. Memang shuttle dari hotel gua menginap ke D’Mall ada jadwal 2 kali sehari, yaitu jam 10 pagi dan 5 sore. Namun rasanya lebih enak jika kita bisa bolak balik hotel – D’Mall dengan berjalan kaki.

Hotel tempat gua menginap sebetulnya dekat dengan sebuah pantai lain, yaitu Puka beach. Puka beach memiliki pasir yang sama putihnya dengan White beach namun lebih sepi pengunjung. Tapi karena cuaca dan waktu, gua hanya bisa melihatnya dari jendela hotel tanpa sempat bermain-main di sana.

Untuk berkeliling pulau, kita bisa menggunakan tricycle; sebuah motor yang disampingnya ada rangkaian besi untuk mengangkut penumpang. Bentuknya sangat mirip dengan becak motor yang ada di Medan. Untuk kapasitasnya sendiri, tricycle bisa mengangkut 3-6 orang penumpang.

Ada 2 cara dalam menggunakan tricycle. Yang pertama adalah dengan menghentikan tricycle yang sedang lewat. Dengan cara ini, sekali naik kita dikenakan biaya 20-30 PHP dan duduk berbaur dengan orang asing. Mekanisme ini sama dengan mekanisme angkot di Indonesia. Cara yang kedua adalah dengan menawar tricycle yang sedang berhenti (ngetem). Namun dengan cara seperti ini harga tricycle akan jadi lebih mahal, karena mekanismenya seperti ojek atau taksi di Indonesia. Harga tergantung jarak tempuh namun biasanya dibuka dari 60 PHP.

Sebagai perbandingan, dari hotel gua ke D’Mall itu itu kurang lebih 15 menit perjalanan dan dikenakan biaya sebesar 100 PHP.

Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Boracay. Berdasarkan www.tripadvisor.com, urutan teratas hal yang harus dilakukan ketika berada di Boracay adalah… Pub Crawling!

Pub Crawling adalah kegiatan mengunjungi pub ke pub, bar ke bar, dan tentunya bukan dalam rangka minta sumbangan ataupun ngecek meteran listrik. Biasanya ada 10-20 orang di setiap kloternya dan crawl ke 5-6 pub atau bar. Dengan ikut Pub Crawling, kita akan mendapatkan first drink gratis dan potongan harga untuk best-selling drinks di setiap pub-nya. Bukan hanya minum-minum, akan ada permainan untuk mengakrabkan antar peserta. Seru deh.

Untuk ikut Pub Crawling, kita hanya perlu mendaftar di kedai Haagen Dazs yang ada di area 2. Atau jika masuk dari D’Mall, maka lurus saja terus sampai melihat White beach lalu belok ke kanan. Akan ada kedai Haagen Dazs ga jauh dari sana. Lalu bilang saja mau ikut Pub Crawling dan keluarkan uang sebesar 750 PHP untuk pendaftaran per orangnya. Kita akan otomatis mendapat kaos kuning untuk dipakai saat Pub Crawling. Sebagai catatan, Pub Crawling biasanya diadakan 2 kali seminggu, yaitu di hari Rabu dan Jumat.

Percaya deh, Pub Crawling adalah cara seru untuk menambah teman dari seluruh dunia dan menciptakan kenangan ga terlupakan.

Overall, Boracay adalah pulau yang menyenangkan. Tempat yang cocok untuk bersantai dan bermain-main dengan adrenalin. Setidaknya perlu 3 malam untuk menikmati semua atraksi dan pesona yang ditawarkan oleh Boracay. Dan jika ada waktu lebih, coba luangkan malam Sabtu dan malam Minggu di sini. Kayaknya sih akan jauh lebih gila dari malam biasa.

Sayangnya, gua hanya punya 2 malam untuk dihabiskan. Namun kenangan yang ditinggalkan sepertinya akan melekat selamanya, setidaknya di postingan blog ini.

Awesome Boracay, awesome journey, awesome memories.

Click.

capturing boracay

Yup, that’s me. Capturing Boracay, with pictures and words.

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

7 thoughts on “#PinoyTrip: Capturing Boracay

  1. Erit07 March 7, 2013 at 19:37 Reply

    Lau sedang liburan enak nih ke sana..

  2. BoracayStories March 8, 2013 at 15:13 Reply

    I may not understand most of what you have written, but the caption of the last photo suggests that you had a great time while in Boracay. Cheers!

    • Roy Saputra March 14, 2013 at 09:01 Reply

      indeed! i had a great time in Boracay! Cheers!

  3. christianfilipinaladies March 13, 2013 at 23:49 Reply

    Reblogged this on christianfilipinaladies.

  4. Rizal July 23, 2016 at 12:01 Reply

    Mas nanya donk… Klo dr manila ke boracay transportasi nya gimana?? Jarak yang ditempuh berapa jauh mas? Terima kasih

    • Roy Saputra July 25, 2016 at 10:19 Reply

      kalo manila boracay sih enaknya naik plane ya. karena kayaknya jauh juga. penerbangan aja kurang lebih 1 jam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: