Wawancaur: Well Planned Traveler

Di tahun 2012 kemarin, gua berkenalan dengan seorang traveler yang intensitas jalan-jalannya hampir sama dengan intensitas berbalasan SMS seseorang yang lagi jatuh cinta. Sering banget. Di bulan Januari kemarin aja, sehabis pulang dari India, eh dia langsung jalan-jalan lagi ke Bali. Bikin envy tudemeks.

Nama traveler itu Ariev Rahman. 27 tahun usianya, Semarang asalnya, jomblo statusnya.

Gua pertama kali kenal Ariev ketika ngefollow akun Twitternya (@arievrahman). Sempat menyangka akun ini adalah admin @Poconggg, sebelum akhirnya tersadar bahwa Ariev lebih lucu dari akun satunya.

Lewat akun Twitternya, ia sering sharing kisah perjalanannya dengan hashtag #BackpackStory. Selain itu, ia juga aktif bercerita di travel-blognya: backpackstory.wordpress.com.

Menurut gua, Ariev adalah seorang traveler yang menyiapkan perjalanannya dengan baik dan rinci. Udah beberapa kali gua ketemu dan memperhatikan dia lagi sibuk nyusun itinerary. Yang terakhir adalah saat ia mau traveling ke India. Gua jadi penasaran, gimana sih seorang Ariev Rahman nyiapin travelingnya. Makanya, gua mau wawancaur dia kali ini. 

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Ariev benar-benar dilakukan via email dan Whatsapp. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar-gambar dalam postingan ini diambil dari travel-blog narasumber. Terima kasih.

Ariev Rahman di Jepang!

Hai, Riev. Udah siap buat diwawancaur?

Siap!

Lu selalu penuh persiapan kalo mau traveling. Menurut lu, kenapa sih sebuat perjalanan itu harus disiapin, Riev?

Karena dengan persiapan yang matang, hasilnya pasti akan maksimal.

Ambil contoh kasus pedekate, kenali dulu sang target, cari tahu apa kesukaannya, cocokkan dengan kemampuan, dan dekatilah. Banyak kasus akan gagal, apabila kita asal tubruk saja. Tadi ngebahas apa? Eh bukan pedekate ya?

Dasar jomblo.

Behehehek.

Lanjut. Emang kekhawatiran terbesar lu apa sih kalo ga disiapin?

Kekhawatiran terbesar adalah tidak bisa maksimal memanajemen waktu dan biaya. Dengan persiapan, kita bisa tahu spot-spot traveling yang menarik, lalu dikombinasikan dengan waktu dan biaya yang dipunyai.

Biasanya lu nyari info soal negara tujuan itu gimana sih? Browsing, beli buku, nanya temen, atau gimana?

Saya biasanya membaca buku panduan tentang sebuah negara terbitan Lonely Planet. Kemudian menambah insight dari buku karangan lokal, bertanya kepada teman yang sudah pernah ke sana, dan browsing.

Kalo browsing, ada situs favorit ga yang biasa lu jadiin acuan?

Untuk situs acuan khusus saya tidak ada. Paling search keyword yang ingin dipelajari di Google, lalu baca-baca hasil yang tertera di sana.

Traveling dengan persiapan paling lama itu pas mau ke mana, Riev?

Ke India. Yaitu dua bulan sebelum keberangkatan.

Wuih, dua bulan? Emang ada apa tuh?

Karena berkaitan dengan sulitnya mendapatkan tiket kereta di sana, jadi harus booking jauh-jauh hari supaya dapat. Detail ceritanya bisa dibaca di sini.

kereta di India!

Lu sendiri pernah tiba-tiba ngalamin perjalanan yang tau-tau berubah haluan dari apa yang udah direncanakan?

Pernah sih, cuma gak melenceng jauh. Masih di kota yang sama, tapi tujuannya berubah.

Kenapa bisa berubah haluan gitu?

Biasanya karena masalah waktu, ada delay transportasi sehingga sampai tempat yang dituju jadi terlambat dan waktu traveling jadi berkurang.

Kalo jalan-jalan tanpa persiapan, pernah?

Jalan-jalan tanpa persiapan itinerary, pernah. Kalau tanpa persiapan uang, belum. Mau jual diri emang?

Kalo iya, emang laku?

Tae.

Yang jalan-jalan tanpa persiapan itu ke mana, Riev?

Ke Bangkok di akhir tahun 2012.

Huo, gua juga pernah tuh ke Bangkok, tapi pake persiapan. Lu kenapa ke sana tanpa persiapan?

Karena sudah pernah ke sana dan memang ingin lebih menikmati atmosfer kotanya, jadi travelingnya bukan mengejar objek wisata namun lebih ke kepuasan batin.

Setdah. Kepuasan batin.

Tsaelah.

Biasanya, apa sih yang seorang Ariev Rahman cari kalo lagi traveling? Budayanya kah, kulinernya kah, pemandangan alamnya kah, atau apa?

Jodoh.

Tae.

Tapi berhubung susah didapat, maka lebih suka budaya dan kultur yang berbeda dari tempat asal. Bangun tidur di tempat yang tak menggunakan bahasa ibu adalah pengalaman yang sangat menakjubkan. Siapa tahu dari budaya yang berbeda, bisa datang seorang jodoh.

Tae.

Teteup.

Ngomong-ngomong soal jodoh, pilih mana nih, Riev: cewe cantik tapi ga suka traveling, apa cewe suka traveling tapi ga menarik secara fisik?

Cewek cantik tapi tak suka traveling. Bisa dibuat ketagihan traveling asal mendapatkan treatment yang tepat. Cuma masalahnya, ada gak cewek cantik yang mau sama saya?

Iya sih. Susah yang mau ya sama lu.

Tae.

Kalo destinasi traveling impian yang belum kesampean itu ke mana, Riev?

Destinasi traveling impian itu mau naik haji kecil ke Inggris untuk nonton klub sepakbola Newcastle.

Tim gurem (- -,)

Heh!

Behehehek. Kenapa impiannya mau ke sana?

Melihat tim idola dari kecil bertanding rasanya seperti selangkah mendekati surga. Walaupun nyokap gak ikut ke sana.

Kalo pengalaman paling menarik waktu traveling itu ke mana, Riev?

Pernah wisata alam ke Toyama Jepang menikmati musim gugur. Treking di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, menikmati daun-daun musim gugur yang berwarna-warni, danau yang seperti pantulan cermin, gunung yang putih diselimuti kapur, dan mandi telanjang beramai-ramai dengan penduduk lokal di onsen.

Kok ujungnya kayak cerita stensilan gitu sih -,-

Hehehe. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini, Roy.

Toyama!

Tau soal Toyama itu kebetulan diceritain penduduk setempat pas di sana, atau sempet nyari tau dulu dari Jakarta?

Dulu tak sengaja, menemukan sebuah artikel tentang Toyama ketika browsing Jepang. Setelah diselidiki ternyata ada situs resminya. Lalu dengan persiapan yang matang, berangkatlah ke sana. 

Sebutin 5 hal paling krusial yang menurut lu perlu disiapin sebelum traveling?

Hmmm. Uang, kesehatan, semangat, itinerary, dan doa orang tua.

Lebih penting nyiapin yang mana untuk liburan; uang, waktu, atau kesehatan?

Kesehatan nomor satu. Karena dengan sehat, kita bisa mencari uang dan menikmati waktu.

Share tips sehat a la Ariev Rahman dong!

Rajin olaharaga minimal seminggu sekali. Bisa futsal atau jogging. Selain itu, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak pacaran (karena belum punya pacar). Duh.

Nah, sekarang soal itinerary. Seberapa penting sih sebuah itinerary buat seorang Ariev Rahman?

Itinerary penting, jika kamu tak punya waktu banyak untuk eksplorasi sebuah tempat.

Karena?

Jadi kamu bisa tahu spot-spot mana yang akan dituju, jalur transportasi, dan biaya yang dibutuhkan. Kalau punya waktu banyak mengunjungi sebuah tempat, itinerary tak begitu diperlukan. Membaurlah dengan penduduk lokal.

Lu pernah sharing itinerary gitu?

Sharing itinerary pernah, sharing pacar enggak. Gimana mau sharing, pacar aja gak punya, selain itu kata Bang Haji dosa. Huft.

Huft. Ya udah kalo gitu ganti pertanyaan. Menurut lu, perlu ga sih sharing itinerary dengan orang lain?

Perlu. Karena kita bisa mengetahui objek-objek menarik yang mungkin terlewat di itinerary kita, demikian sebaliknya.

Ada tips and trick nyusun itinerary a la Ariev Rahman?

Nyusun itinerary menurut saya, bisa dengan 3 cara:

(1) Money to destination. Melihat uang yang dipunya, lalu disesuaikan dengan destinasi yang ada.

(2) Destination to money. Melihat destinasi yang ada, mengurutkan dari yang paling menarik, dan mengurangi destinasi ketika uang sudah tak tersedia.

(3) Ask for a help from friends. MINTA BIKININ TEMAN AJA, SUSAH AMAT.

Pertanyaan terakhir nih, Riev. Ada pesan-pesan buat yang lagi baca wawancaur ini yang mungkin sedang menyiapkan travelingnya?

Pergilah dengan senang, lepaskan ketegangan, selalu gunakan pengaman (seperti sepatu, pakaian yang nyaman, uang yang cukup), dan kunjungi http://backpackstory.wordpress.com

Siap, Riev! Ternyata wawancaur-nya ga caur-caur banget! Thank you ya! Semoga makin sering traveling-nya dan bisa ke Newcastle dengan segera!

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , ,

20 thoughts on “Wawancaur: Well Planned Traveler

  1. omnduut March 21, 2013 at 15:19 Reply

    Wawancaurnya keren :) Tapi, ada satu pertanyaanku yang gak terjawab. Semua perjalanan pake modal sendiri, kah? atau ada sokongan dari keluarga? kalo sendiri. Aku penasaran kerjanya dimana :D

    • Roy Saputra March 21, 2013 at 15:25 Reply

      hai, terima kasih udah mampir! :D

      sepengetahuan gua sih si Ariev pakai uang sendiri karena dia ada beberapa side job selain pekerjaan utamanya saat ini. tapi baiknya gua akan infokan pertanyaan ini ke Ariev. thank you!

  2. Gita Diani Astari March 21, 2013 at 19:07 Reply

    Hidup dia seru banget, demi. Aaahh!

    • Roy Saputra March 22, 2013 at 08:14 Reply

      hahaha. iya ya!

    • Gerry November 27, 2013 at 09:54 Reply

      seru kan hidupnya, minat jadi cewek nya??
      *supporter ariev*

  3. arievrahman March 22, 2013 at 10:55 Reply

    Aaakkkk <3

  4. PROVOKATOR CINTA (@lexdepraxis) March 22, 2013 at 11:06 Reply

    kocak kocak.. :))

    thank you for sharing, guys.

  5. Acentris March 22, 2013 at 11:16 Reply

    Oh. *bakar dupa* *sirik tingkat dewa* *pengen di wawancaurin juga*

  6. Ceritaeka March 22, 2013 at 15:23 Reply

    Aku juga suka ketawa2 baca twitnya Ariev :D Hahaha
    Btw ternyata udah 27 ya? Kirain masih 21 gituh
    *nodong traktir bakso*

    • Roy Saputra March 22, 2013 at 15:33 Reply

      iya, Ariev emang tampak muda *panggil tukang baksonya*

    • arievrahman March 27, 2013 at 17:49 Reply

      Waini!

      *panggil tukang baksonya*

  7. falentina simamora April 2, 2013 at 21:23 Reply

    bagian lucunya di bagian sebelum ada “tae” nya _-_ *kayang*

  8. Gerry November 27, 2013 at 09:56 Reply

    itu foto naek kereta, kirain kereta ke jawa.
    hahahaha

  9. […] yang ringan dan mengalir membuat saya betah lama-lama di blognya, sampai akhirnya saya baca artikel wawancara kak Roy sama Ariev Rahman. Disitu saya mulai kesengsem, gaya mas Ariev yang kocak dengan seru […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: