Kenangan Dalam Kaset

Lucu, ketika sepotong lirik lagu mampu membawa kita ke jaman atau kenangan tertentu. Lebih lucu lagi, ketika kita yang udah lama ga mendengar sebuah lagu, tiba-tiba bisa menyanyikan dengan tepat lirik demi lirik.

Itulah yang terjadi antara gua dengan lagu parodi P Project di acara Jak Back to BaSIX-nya 101 Jak FM sebulan yang lalu.

Gua adalah penggemar berat P Project dan mengkoleksi lengkap album-album mereka. Mulai dari album pertama yang Olealeo, sampai album terakhirnya: Jilid 4. Gua bahkan punya album jilid Lebaran P Project meski gua ga merayakan Idul Fitri.

Sekarang, album-album itu hanya nangkring dengan manis di salah satu sudut lemari. Ga pernah dimainkan lagi karena formatnya masih berupa kaset, dan gua udah ga punya lagi pemutar kaset. Susah untuk mendengarkannya lagi padahal masih pengen bersenandung atau menertawakan dialog-dialog random yang biasa terselip di antara lirik.

Kaset-kaset P Project udah bagai soundtrack gua saat kecil dan tumbuh meremaja. Menemani masa-masa gua ketika masih kuat bermain bola lapangan besar di Kemayoran. Pulang ke rumah diomelin Mama karena bau matahari melekat di kepala. Lalu mandi, makan siang, dan mendengarkan kaset P Project yang harus di-rewind dulu sampai habis.

Maka ketika Jak FM menampuk P Project sebagai pengisi acara Jak Back to BaSIX, gua ga melewatkan kesempatan itu. Setelah diawali dengan T Five, Java Jive, dan Second Born, akhirnya P Project naik ke atas panggung sekitar jam 11 malam. Muncul di hadapan ratusan penggemarnya yang udah menunggu sedari sore di Score, Citos.

Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung membuka dengan lagu Seperti Melolong, yang merupakan parodi dari lagu “Sweat (A la a al along)” milik Inner Circle. Malam itu, Iszur, Iyang, Daan, dan Denny berpakaian ala pemusik reggae dengan warna kebesaran merah, hijau, dan kuning. Ketika ditanya, Denny bilang mereka sebenarnya pakai batik. Batik Jamaika.

Eaaa.

Sejujurnya, gua udah lupa detail lagu Seperti Melolong. Tapi begitu terompet dan dentuman snare drum bermain, tiba-tiba aja seperti ada tombol yang tertekan dan membuka aliran kata-kata dari otak gua. Lirik demi lirik, bahkan bagian mana harus bercengkok, bagai keluar begitu aja dari mulut.

Anjingku pemburu dari Jerman
Blasteran kangguru dan doberman
Anjing penjaga yang aman dari setiap gangguan
Lingkungan, keamanan, maling jemuran
Atau yang minta sumbangan uang, ataupun kucing edan

Score gaduh. Ramai oleh senandung-senandung ataupun tawa penonton. Kami kangen dengan lagu ini. Begitu kangennya, sampai-sampai ketika Daan mengarahkan mic ke penonton, tanpa ragu kami semua bernyanyi setengah teriak.

Anjingku pun suka pangsit!
Hingga jarang mengigit!
Kecuali dalam keadaan terjepit!

Anjingku pun suka pusing!
Bila ia dibanting!
Matanya juling!
Dan ingin, gigit-gigit aku!

seperti melolong

“Cepat minta tolong, long, long, long, long, long!”

Ketika kuartet asal Bandung tadi menyelesaikan lagu Seperti Melolong, penonton langsung bersorak-sorai. Bukan karena bagusnya suara mereka, lebih karena terpuaskan hasrat untuk bernostalgia dengan lagu-lagu parodi.

Iszur mengakui suara mereka memang ga bagus. Denny menambahkan, mereka sebenarnya pernah diajak untuk latihan bernyanyi oleh Bang El. Ketika penonton mengira bahwa Bang El yang dimaksud adalah Elfa Secioria, Denny langsung memotong,

“Iya. Dilatih sama Bang El. Ellyas Pical.”

Eaaa.

Selesai menghibur penonton dengan jokes-jokes ala 90-an, Iszur memanggil penampil berikutnya. Joe muncul dengan pakaian lengkap ala Slash eks Guns n Roses. Jaket kulit, rambut kriting, topi tinggi, dan kacamata hitam.

hemat

Metal!

“Wah, kita kedatangan tamu besar,” kata Denny ketika ngeliat Joe keluar dari balik panggung, “Apa kabar nih, PAK TARNO?”

Eaaa.

Malam itu Joe menyanyikan lagu Hemat, yang merupakan parodi dari “What’s Up?” milik Four Non Blondies. Lagi-lagi, penonton menyanyi bersama, bait demi bait.

Itu listik kan jadi lebih irit
Bila bohlam diganti dengan neon
INAAAH!
Padamkan lampu bohlamnya

Kirain lagi pada ngomongin apa
Taunya beda bohlam dengan neon
INAAAH!

Malam itu, yang namanya Inah pasti bersin sampe keluar ingus karena berasa diomongin sama orang se-Citos!

Yang patut disayangkan adalah dari 5 slot lagu yang diberikan oleh JakFM, 2 di antaranya diisi dengan lagu baru yang belum pernah dipopulerkan sebelumnya. Suasana sing-along yang udah terbangun jadi buyar karena penonton ga tau ini lagu apa. Padahal masih ada lagu-lagu hits lain yang dinanti-nantikan, seperti Antrilah di Loket (I Can Love You Like That), Andaikan Perawat (I’ll Never Break Your Heart), atau Cover Boy (All For Love).

Namun semua itu terbayarkan oleh lagu penutup. Begitu Daan dan Iszur masuk panggung dengan kaos timnas bola Indonesia aja, penonton udah teriak-teriak karena bisa menerka lagu apa yang akan dibawakan.

Sebuah lagu yang rilis tahun 1996. Sebuah lagu yang bercerita tentang keresahan mereka akan sepakbola tanah air yang keras, menjurus kasar, dan kering prestasi. Sebuah lagu parodi dari “Close to Heaven” milik Color Me Badd.

Ketika lagu masuk lirik ‘semenjak jamannya Maladi…’, gua langsung memejamkan mata. Membayangkan gua baru aja pulang sekolah dan mendengarkan track 1 album ‘Jilid Dua’ ini dari pemutar kaset milik bokap. Dengan wafer Superman di tangan kanan dan sebotol Gatorade di tangan kiri. Duduk manis di sofa yang melengkung di sudut, mendendangkan lirik demi lirik lagu ini. Kop and Headen.

Sadari lah, bila
Di sepakbola, ingat aturannya
Sadari lah, bila
Di sepakbola, wasit berkuasa

Ayo maju, mencetak gol harus jitu
Nendang jangan ragu
Oper sana, oper sini
Awas kena penalti!

Penonton pun harus sadar diri
Berikanlah dukungan yang berarti
Dan junjunglah sportivitas yang tinggi
Menuju sepakbola prestasi

daan dan iszur memimpin kop and headen

“Ruud Gullit, Van Basten, dan Maradona…”

Seisi Score bersenandung sambil menertawakan setiap bumbu humor yang terselip di antara lirik. Bahkan lelucon segaring Kang-Jajang-Kang-Asep-mereka-itu-bukan-pemain-bola-tapi-saudara-saya-semua menjadi sangat lucu dan mampu membuat beberapa penonton terpingkal-pingkal.

Andai aja acara ini di-setting duduk, maka gua akan memberikan standing ovation saat mereka selesai bernyanyi. Bukan karena suaranya yang bagus, bukan karena leluconnya yang sangat lucu, tapi karena mereka telah berhasil menekan tombol kecil di alam bawah sadar gua, dan membuka semua kenangan akan masa lalu.

Kenangan tentang bersekolah dengan celana merah, tentang pikiran yang masih terbebas dari beban akan cicilan rumah, dan tentang betapa menyenangkannya masa lalu yang penuh akan canda dan tawa renyah.

Ah.

Walkman, mana walkman…

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , ,

9 thoughts on “Kenangan Dalam Kaset

  1. Me_gaa May 3, 2013 at 11:19 Reply

    NICE POST ROY!!! x))))))))))
    duh,, andaikan bisa nonton. saya penggemar berat mereka :’)

    • Roy Saputra May 3, 2013 at 13:42 Reply

      maacih, mega :3

      harusnya ke Jakarta tuh. mereka kan jarang banget manggung-manggung kayak gini *biar makin nyesel*

      • Me_gaa May 3, 2013 at 14:07 Reply

        Jahat kamu!!!! x’)))))))))

        nanti aja kalo aku nikahan booking mereka ah :’) #yakali

  2. Me_gaa May 3, 2013 at 14:05 Reply

    Jahat kamu!!!! x’)))))))))

    nanti aja kalo aku nikahan booking mereka ah :’) #yakali

    • Roy Saputra May 3, 2013 at 14:06 Reply

      kak, daripada mikirin pengisi acaranya, mending pusingin pengisi pelaminannya dulu, kak :”)

      • Me_gaa May 3, 2013 at 14:08 Reply

        iya kak roy, ini lagi dipilih rekomendasi calon dari wedding organizernya :”> *getok*

  3. Matris May 3, 2013 at 17:18 Reply

    jiyaahhh…. tulisannya bikin saya sukses ikutan alalalalalung.. juga…
    maling jemuraaannnnn….
    inaahhhhh…
    van basten dan maradona…. hmmmmm

  4. zepboy May 3, 2013 at 20:52 Reply

    wah… kalo tau mereka manggung di citos gue kesana tuh. terakhir ngeliat mereka manggung pas di pasar seni ITB. itu gue nyanyiin semua lagunya yang mereka nyanyiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: