Hasil Blogwalking: Kenapa Harus Mengeluh?

Blogwalking adalah kegiatan para blogger yang berkelana dari blog ke blog mencari postingan yang menarik untuk dibaca. Biasanya, dalam blogwalking, gua akan memulai dari blog-blog yang biasa gua baca lalu mencari link blog baru dari para blogger yang membubuhkan komen di blog tersebut. Atau, bisa juga dari blog yang meninggalkan komen di postingan gua.

Gua sering blogwalking meski jarang meninggalkan komen. Paling sesekali, itu pun di postingan yang benar-benar ingin gua komenin. Selain karena bingung mau ngomen apa, gua ga ingin orang berkunjung ke blog gua karena balas budi. Bolehlah untuk kedatangan pertama, namun gua ingin untuk selanjutnya itu teman pembaca datang berkunjung karena blog gua ini memang layak untuk didatangi.

Sebagai ganti jarang ngomen, gua bakal bikin kolom baru di sebelah kanan atas blog ini. Namanya kolom ‘Blogwalking’. Di situ, gua bakal meletakkan link postingan blog rekomendasi gua. Link-nya akan gua ganti dari waktu ke waktu. Dan postingan di sana ga selalu postingan terbaru sebuah blog. Bisa aja, link yang gua pasang itu postingan lama yang emang bagus dan layak buat dikunjungi.

Nah, sebagai penanda resminya kolom baru itu, gua mau share sebuah tulisan yang gua temuin ketika blogwalking. Judulnya ‘Kenapa harus mengeluh?’, sebuah tulisan oleh Ulfah Fitria.

Jika tertarik dengan tulisan Ulfah yang lain, bisa main ke blognya cupahul.wordpress.com atau follow akun twitternya @cupahul.

blogwalking

Salah satu pekerjaan gue di kantor adalah mendengarkan curhat para karyawan tentang pekerjaan mereka. Kesel dicurhatin mulu? Gak tuh. Karena ternyata dari curhatan mereka, gue bisa belajar gimana memahami, termasuk menerima sebuah pekerjaan, dan bagaimana bersyukur atas pekerjaan yang lagi dijalanin.

Salah satunya adalah ketika gue pernah ngobrol sama salah satu dari office boy di tempat gue bekerja.

“Mas, seneng kerja di sini?”

“Iya, Mbak. Alhamdulillah.”

“Suka ada yang rese gak, Mas?”

“Hehe, ya gitu lah, Mbak. Ada yang demen marah-marah, ada yang sukanya nyuruh-nyuruh. Ya namanya juga saya pesuruh di sini’

“Terus, betah gak kerja di sini?”

“Saya mah betah-betah aja, apalagi kalo ketemu yang baik kayak Mbak. Kalo ada yang gak seneng sama saya, ya biarin aja. Toh kerjaan saya bukan buat nyenengin dia, saya mah kerja buat nyenengin diri saya sendiri.”

Beberapa bulan kemudian, ada perubahan status office boy di tempat gue bekerja menjadi outsourcing dan gue gak sengaja ketemu sama mas yang waktu itu gue ajak ngobrol.

“Eh, Mas. Apa kabar?”

“Kabar saya baik. Mbak, apa kabar?’

“Alhamdulillah. Gimana sekarang?”

“Hehe. Lumayan, Mbak. Tapi sekarang jadwalnya lebih ketat lagi.”

“Oh gitu. Lebih capek dong ya?”

“Ya gitu deh, Mbak. Tapi gak apa-apa, saya seneng kok. Kan kalo kita ngerjainnya seneng, jadi gak berasa pegelnya. Eh Mbak, udah dulu ya, jam istirahat saya abis.”

Gue sempet terpaku beberapa saat begitu dia pergi.

Dulu gue sering banget ngeluh, “Ah! Gak selesai-selesai nih”, “Yah! Satu selesai, dateng lagi banyak!”, “kalo gini terus gue kapan pulangnya?” dan masih banyak lagi. Sampe akhirnya ada di titik, “elo cuma teriak gitu juga engga berubah kali.” Gara-gara perkataan Mas yang tadi, gue jadi kepikiran. Kenapa harus mengeluh?

Sementara elo kerja di ruangan tertutup dengan AC, adem, gak harus keringetan, di luar sana masih banyak yang harus mendorong gerobak dagangannya di saat terik maupun hujan besar.

Kenapa harus mengeluh?

Sementara elo duduk di kursi yang empuk, di luar sana masih banyak yang mengais rezeki dengan duduk di atas aspal sambil menjajakan dagangannya.

Kenapa harus mengeluh?

Sementara elo bekerja di depan komputer, di luar sana masih banyak yang bekerja mengaduk semen yang berat, mengangkat galon, atau karung beras yang butuh tenaga ekstra.

Kita yang tanpa harus berpanas-panasan, tanpa mengeluarkan keringat segede apa tau, kenapa lebih sering mengeluh?

Sekarang coba tanya ke diri sendiri

  • Udah seneng belom sama yang dikerjain sekarang?
  • Kalo engga seneng, kenapa masih bertahan?

Based on my sotoy opinion ‘mengeluh itu engga akan mengubah keadaan, kecuali setelah mengeluh, kamu melakukan sesuatu sama apa yang dikeluhkan supaya engga mengeluh lagi nantinya’

Well, setiap orang punya alasannya sendiri kenapa dia masih bertahan dengan hal yang kurang / tidak disukainya, tapi harusnya itu engga dijadiin alasan buat terus mengeluh. Yang memilih untuk bertahan kan kamu, jadi kenapa harus mengeluh sama pilihan sendiri?

Mulai sekarang, coba mengurangi mengeluh yuk? Pelan-pelan aja, tapi kalo ternyata bisa sampe akhirnya sama sekali engga ngeluh, itu keren banget.

Kalopun ngeluh, ngeluhnya sama Tuhan aja. Karena Dia yang paling tau kita banget-bangetan.

Ada amin?

Advertisements

Tagged: , , ,

10 thoughts on “Hasil Blogwalking: Kenapa Harus Mengeluh?

  1. Kaca Luthfi July 26, 2013 at 11:40 Reply

    Ah, bener banget ini >.< Makasih kak, udah ngingetin hal yang simpel kaya gini! :)) Btw, kalo cuma blogwalking kesini buat balas budi sayang banget. Saya aja sampe subscribe biar ngga ketinggalan posting barunya kak Roy. Hehe

    Sukses terus ya, Kak! Oh iya, good luck buat launching The DestinASEAN hari ini! Pengen dateng padahal….. :(

    • Roy Saputra July 26, 2013 at 12:01 Reply

      ah, thank you, Luthfi! :D

      • kacakimster July 26, 2013 at 12:45 Reply

        Just call me Kaca, by the way. :))

  2. dodo July 27, 2013 at 08:15 Reply

    Gw juga suka blogwalking.. makanya bisa ketemu blog ini…

  3. anastasiadisini July 28, 2013 at 16:31 Reply

    ah thank you mas roy :D udah ngingetin simple things kayak gini ;)

  4. ehsan October 16, 2014 at 14:25 Reply

    Terimakasi mas bro
    sangat inspiratif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: