Hikayat Ronaldo dan Bale

Sekitar dua-tiga minggu lagi, liga-liga sepakbola mancanegara bakal kembali bergulir. Biasanya, semakin dekat ke pembukaan liga, saga transfer pemain antar klub sepakbola semakin ramai. Ibaratnya, udah deket deadline baru pada rusuh. Miriplah sama mahasiswa.

Salah satu saga transfer yang menarik untuk diikuti adalah upaya Real Madrid memboyong Gareth Bale dari Tottenham Hotspur. Karena jika berhasil, dengan nilai transfer total sekitar 100 juta pound, maka Gareth Bale akan menjadi pemain sepakbola termahal dunia. Itu artinya pecah sudah rekor yang selama ini dipegang Cristiano Ronaldo dengan nilai transfer 80 juta pound.

Kali ini gua akan menuliskan cerita fiksi yang berdasarkan rumor transfer di atas. Cerita ini adalah rekaan yang gua tulis seenak udelnya, meski sampe sekarang gua juga bingung, emangnya udel seenak apa sih. Perasaan, mimik, serta emosi dalam cerita di bawah adalah fiktif, namun informasi terkait aset dan kekayaan para pemain pada cerita di bawah adalah nyata, disarikan dari berbagai sumber di internet.

Tanpa panjang lebar lagi, inilah hikayat Ronaldo dan Bale. Enjoy.

hikayat ronaldo bale

Ini cerita tentang Cristiano Ronaldo.

Baru saja ia berpamitan dengan rekan satu timnya dan memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Tepat pukul lima, ia mengendarai mobil menuju rumahnya yang berada di pinggiran kota Madrid. Ibarat Jakarta, rumahnya ada di Depok, dekat Pesona Khayangan.

Biasanya, ia akan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh sambil tersenyum mengingat keberhasilannya sebagai pesepakbola dan pesohor. Bagaimana ia tidak senang? Mulai dari produk olahraga sampai shampoo berlomba-lomba ingin menggunakan jasanya sebagai bintang iklan. Pemilik usaha produk sosis bahkan dikabarkan sedang menjual jiwanya ke setan agar Ronaldo bisa tampil di televisi Indonesia sambil memegang toples sosis produksinya.

Namun hari ini tak seperti biasanya. Hari ini terasa berbeda. Mobilnya melaju pelan dan senyum tak hinggap di bibirnya.

Semua kegundahan ini terjadi karena 1 hal. Namanya sebagai pemegang rekor transfer pemain sepakbola termahal di dunia akan segera tergeser bulan ini.

Padahal nilai transfernya sendiri sudah luar biasa mahal. Perpindahannya dari Manchester United ke Real Madrid pada tahun 2009 menelan biaya sebesar 80 juta pound. Kalau dirupiahkan itu sama dengan 1.2E+12… argh, damn you, Microsoft Excel. Maksudnya, kalau dirupiahkan itu sebesar 1.2 triliun. Iya, itu uang semua, ga dicampur sama babat atau kikil.

Sejauh ini, sangat sedikit pemain yang sehebat dirinya, setidaknya dalam dekade ini. Ia pernah memenangi berbagai penghargaan, baik secara tim maupun individu. Juara liga Inggris, liga Champion, Ballon D’Or, FIFA World Player of The Year, Champions League top scorer, dan masih banyak lagi.

Tingginya kerisauan Ronaldo itu bukan karena ia akan tergeser, tapi lebih karena siapa yang akan menggesernya. Mungkin bukan masalah jika yang menjadi pemain termahal itu seorang Lionel Messi, penyerang klub Barcelona. Lionel Messi bisa meraih penghargaan yang mirip bahkan lebih dari dirinya. Tapi ini Gareth Bale, pemain sayap Tottenham Hotspur; sebuah klub yang masuk liga Champion saja tidak.

Bale belum pernah merasakan gelar liga domestik. Ronaldo pernah. Bale belum pernah menyandang status juara Eropa. Ronaldo pernah. Bale belum pernah meraih Ballon D’Or. Ronaldo pernah. Ronaldo pernah merasakan semua gelar yang Bale belum pernah rasakan.

Gelar tertinggi yang pernah Bale sandang baru pemain terbaik Liga Inggris musim lalu. Tapi tak disangka tak dinyana, Bale siap menyalip Ronaldo sebagai pemain dengan nilai transfer termahal di dunia. Nilainya pun fantastis. Sekitar 100 juta pound, atau 20 juta lebih mahal dari Ronaldo. Jika dirupiahkan, itu sama dengan 1.5 triliun! Kalo semua uang itu dibeliin sop di warteg, niscaya kita bisa naik kapal ferry di atas kuahnya.

Ronaldo kesal. Karena ada orang tak sehebat dirinya namun bisa lebih mahal darinya. Life is not fair.

Lima belas menit kemudian, Ronaldo sampai di rumahnya yang bergaya modern minimalis di pinggiran kota Madrid. Mesin mobilnya yang nyaris tak bersuara, menjadi musik latar saat dirinya memarkir mobil tepat di depan pintu. Dengan sigap, asisten rumah tangga menggantikannya di posisi kemudi. Audi R8 warna silver itu lalu melaju cepat menuju tempat parkir untuk diistirahatkan bersama Ferrari 599 GTB Fiorano, Bentley Continental GTC, dan belasan mobil mewah kesayangannya yang lain.

Dengan langkah gontai, ia masuk ke dalam rumah seluas 8600 kaki persegi. Berjalan melewati tujuh kamar tidur yang semuanya didesain dengan gaya minimalis namun tetap terlihat mewah. Pun dengan kamar mandinya yang berjumlah delapan buah. Bayangkan betapa makin kayanya dia jika kedelapan kamar mandi itu dibisnisin toilet umum.

Ketika sampai di kamarnya, ia melepaskan jam tangan berlapis emas CR7, brand miliknya sendiri. Dengan sekali hembusan napas, ia melempar dirinya ke atas kasur kesayangannya. Dengan mata menerawang ke langit-langit, Ronaldo masih belum terima kenapa yang menyalipnya hanya seorang Gareth Bale, seorang pemain belum teruji dari sebuah klub yang gagal masuk liga Champions.

Sore itu, Cristiano Ronaldo pusing, risau, dan gundah. Yang Cristiano Ronaldo lupa, ia merasakan semua itu di atas semua hal yang seharusnya ia nikmati, sepatutnya ia syukuri.

Karena ketika kita mulai membandingkan, di saat itulah kita mulai kehilangan kebahagiaan.

Advertisements

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Hikayat Ronaldo dan Bale

  1. Rizky exa August 5, 2013 at 11:33 Reply

    haha seperti biasa , kocak tapi ada pesan di endingnya.
    itu cr7 kalo mau ke kamar mandi dr kamar tidur naek angkot dulu gak ya ? :D

  2. dyahlarasati August 6, 2013 at 10:19 Reply

    Bahahahaa… ini kocak inii… *salam kenal bang, baru blogwalking nih, guess i ran into a very nice blog :D*

  3. carissayufita August 13, 2013 at 07:53 Reply

    baguuus ceritanyaaa. simpel banget. tapi ada pesan moralnya. jadi tau tentang bola sedikit sekarang. ibarat film, ini kaya film Thailand, simple tapi bermakna hehehheehe

  4. mirza anisya November 14, 2014 at 12:29 Reply

    kereen. i laughed so hard at “toilet umum part” :p.

  5. Pit Stop : Romeogadungan.com December 4, 2016 at 20:09 Reply

    […] Ya masing-masing orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Yang terkadang nggak keliatan. Dan ketika kita mulai membandingkan saat itu juga kita mulai kehilangan kebahagiaan. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: