Landmark Surabaya!

Jika kalian hanya punya 1 hari untuk mengunjungi Surabaya, mungkin kalian bisa mengikuti rute gua di liburan kemarin.

Tanggal 16 bulan lalu, gua, pacar, dan keluarga, jalan-jalan ke Surabaya. Gua dan keluarga memang punya ritual rutin untuk traveling setahun sekali di libur lebaran. Kesibukan bokap memaksa kami hanya bisa traveling setahun sekali. Makanya tiap libur lebaran tiba, kami ga pernah melewatkan kesempatan itu. Dan kali terasa lebih spesial, karena pacar pun ikut serta.

Tiket ke Surabaya udah dibeli jauh-jauh hari. Waktu itu, pilihan destinasi kami antara Surabaya atau Medan. Jika ke Surabaya, maka tujuan utamanya adalah Jatim Park yang ada di Batu. Sedangkan kalo ke Medan, danau Toba akan menjadi pusat itinerary. Setelah menimbang, memasak, dan menyajikannya selagi hangat, maka pilihan pun jatuh ke Surabaya. Karena keputusannya dibuat di bulan April, gua masih ada waktu untuk nyari-nyari tiket murah di deket libur Lebaran.

Akhirnya gua dapet tiket dengan harga yang lumayan, sekitar 700ribu per orang untuk pulang pergi. Ga murah-murah amat, tapi lumayanlah. Sebenernya ada tiket dengan harga yang sangat murah, kira-kira 300ribu pulang pergi. Namun jadwalnya mengharuskan kami untuk tinggal di Surabaya selama 24 hari. Jika lebih lama lagi, bisa aja gua memutuskan untuk mencalonkan diri untuk jadi lurah setempat.

Gua sengaja memesan penerbangan berangkat paling pagi dan penerbangan pulang paling malam biar ga rugi. This is an Indonesian-Chinese family trip, what else can you expect?

Kami take off jam setengah 6 pagi. Itu artinya, kami harus sampai bandara jam setengah 5 karena ada tas yang harus masuk bagasi. Itu artinya lagi, kami harus berangkat dari rumah jam setengah 4 agar bisa sampai bandara tepat waktu. Dan itu artinya lagi, kami harus bangun jam setengah 3.

OMG.

Nyaris aja gua memutuskan untuk ga tidur malam sebelumnya dan main halma sama genderewo agar ga tidur kebablasan. Namun akhirnya niatan itu dibatalkan karena gua tersadar bahwa genderewo ga bisa main halma. Main congklak lebih mungkin.

Hari yang dinanti pun tiba. Gua sekeluarga bangun jam setengah 3, mengusir genderewo, dan bersiap untuk pergi ke bandara. Kami bangun tepat waktu namun terlambat berangkat. Mobil yang membawa kami ke bandara berpacu dengan kecepatan di atas rata-rata yang telah ditetapkan Asosiasi Mobil Pengantar Ke Bandara Seluruh Dunia belum lama ini.

Namun berkat kecepatan itu, kami bisa tiba di bandara beberapa menit sebelum check in desk tutup. Dengan keadaan masih sangat ngantuk, kami check in dan setengah berlari untuk boarding. Di tengah kesibukan itu, nyokap sempet melambatkan kakinya dan menegur seseorang.

“Eh, ada Olga,” kata nyokap sambil senyum-senyum. Melihat reaksi nyokap, gua menerka bahwa yang disapa itu Olga Syahputra, MC acara musik Dahsyat, atau yang lebih dikenal sebagai banci temen Raffi.

Ingin memastikan, gua melihat ke arah orang yang disapa, menunduk malas, lalu memegang pundak nyokap sambil berkata, “Ma, itu Ruben.”

“Oh.” Nyokap mengeluarkan kata ‘Oh’ sama seperti yang seorang siswa biasa katakan saat baru aja tau jawaban ulangan karena terinspirasi teman sebelahnya.

Ruben Onsu hanya bisa cengar-cengir sambil terus berlalu. Nyokap salah mengira. Sama-sama banci sih, tapi kan beda. Tanpa ingin membahas siapa yang lebih banci, kami melanjutkan ketergesaan untuk bisa naik ke dalam badan pesawat. Duduk berderet dan kurang lebih satu jam kemudian, kami sampai di Surabaya.

Satu kata yang pertama melintas di kepala saat menginjakkan kaki di Surabaya: panbro! Panas, Bro!

Gua rasa kalo Lucifer lagi traveling ke Surabaya, dia pun cuma pake kutang ama celana pendek. Bukan cuma panas, tapi mataharinya terik banget. Panasnya sebelas dua belas sama panas ngeliat mantan yang baru putus tapi langsung jadian lagi sama orang lain. Bagi yang mau traveling ke Surabaya, disarankan untuk memakai pakaian yang nyaman dan jangan membawa mantan.

Begitu semua urusan di bandara beres, kami langsung bergegas menuju beberapa landmark kota Surabaya. Dan seperti yang gua bilang di atas tadi, kalo kalian cuma punya 1 hari untuk berkeliling Surabaya, mungkin kalian bisa ngikutin trayek liburan gua kali ini.

Yang pertama adalah jembatan Suramadu.

suramadu

Jembatan yang melintasi selat Madura ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Dengan total panjang 5,438 meter, jembatan ini menghubungkan kota Surabaya di pulau Jawa dan kota Bangkalan di pulau Madura.

Sebenernya jembatan ini adalah jalan tol, jadi untuk melintasinya, kita perlu membayar sebesar 30ribu sekali jalan atau 60ribu pulang pergi. Terhitung mahal untuk sebuah perjalanan yang habis ditempuh dalam durasi ga nyampe setengah jam.

Karena ini jalan tol, kita ga diperbolehkan untuk berhenti seenaknya dan berfoto-foto. Namun ada ruas untuk mobil bermasalah (mogok, bukan mabuk-mabukan dan suka nempeleng orang lain), yang bisa dimanfaatkan untuk berhenti sejenak dan mengambil gambar. Ingat, ngambil gambarnya pake kamera, bukan pake kanvas dan kuas. Nanti kelamaan.

Jembatan ini lebih cantik pada malam hari. Lampu-lampu yang aktif menyala akan membuat jembatan ini sebagai landmark yang ga boleh dilewatkan untuk berfoto ria. Namun jika mau foto malem-malem, usul gua sih mending jangan foto di jembatannya, mengingat jembatan itu adalah jalan tol dan kebiasaan arek Suroboyo untuk ngebut. Jadi biar amannya sih, mending foto entah di luar sana yang bisa keliatan satu jembatan penuh.

Setelah dari jembatan Suramadu, landmark berikutnya yang kami tuju adalah sebuah museum tentang rokok. House of Sampoerna (HOS).

HOS

Begitu masuk HOS, aroma cengkeh dan tembakau khas Dji Sam Soe langsung menyambut kami. Ga cuma itu, seorang pemandu dengan sigap menghampiri dan siap mendampingi kami selama perjalanan kami di dalam museum.

Di HOS, kita bisa mendengar kisah perjalanan sukses pendiri Sampoerna; Lim Seeng Tee dan penerus bisnis rokoknya. Menariknya, karena HOS ini terintegrasi dengan pabrik rokok, kita juga bisa melihat gimana sih cara bikin rokok. Sayangnya, waktu gua ke sana, pabriknya ga beroperasi karena masih dalam rangka libur kemerdekaan.

Kata sang pemandu, dalam sehari pabrik yang di HOS ini bisa memproduksi sampai 500ribu bungkus! Kalo 1 bungkus harganya 10ribu, maka dalam sehari omset mereka adalah sebesar 5 milyar! Sehari 5 milyar! Ajegile! Kalo semua duit itu dibeliin kerupuk, mungkin kita bisa berenang di antara kerupuk!

Namun jangan khawatir, para pelancong kere. Untuk bisa menikmati cerita dan memorabilia Sampoerna ini, kita ga perlu mengeluarkan uang sepeser pun, alias gratis. Kantong aman, hati pun tenang.

Puas dengan sejarah Sampoerna, kami memutuskan untuk bergegas ke titik sejarah berikutnya. Tugu Pahlawan.

tugu pahlawan 2

Terletak di jalan Pahlawan, dekat kantor gubernur Jatim, tugu ini menjulang 45 meter dari atas tanah. Uniknya, tugu ini memiliki 10 lengkungan dan 11 ruas. Jadi, angka-angka tadi akan membentuk kombinasi 10-11-45. 10 November 1945, tanggal di mana terjadi pertempuran arek-arek Suroboyo melawan Belanda dan sekutu yang ingin kembali menjajah Indonesia. Untuk memperingati hebatnya perjuangan tadi, maka tugu ini pun didirikan.

Masih di area yang sama, ada museum yang berbentuk piramida terbenam. Kata pemandunya, museum ini sengaja dibangun di dalam tanah agar ga lebih tinggi dari tugu pahlawan.

Seperti halnya museum kebanyakan, di dalam museum ini ada foto dan memorabilia perjuangan pahlawan pada tanggal 10 November 1945. Yang paling menarik, ada rekaman pidato Bung Tomo yang dulu disiarkan via radio untuk membakar semangat para pejuang sehari sebelum pertempuran dilangsungkan. Kebayang ga sih kalo perang itu terjadi di era sekarang? Bukannya pidato via radio, mungkin Bung Tomo bakal kultwit.

Setelah wara-wiri ke titik klasik Surabaya, kali ini kami memutuskan untuk berkunjung ke landmark kota yang lebih modern: Mall Ciputra World.

ciputra world

Eits, jangan bingung dan bertanya-tanya kenapa gua naro foto tangga jalan. Karena tangga jalan ini bukan tangga jalan biasa. Ini adalah tangga jalan terpanjang yang ada di Indonesia yang melintasi 3 lantai sekaligus. Saking panjangnya, begitu sampai di lantai 3, gua berasa jet lag.

Sebagai kelas menengah ngehe, ga lengkap rasanya kalo belom main ke mall. Di Surabaya sendiri ada beberapa mall yang bisa ditonkrongi bak anak MTV. Selain Ciputra World, masih ada Tunjungan Plaza yang berjejer dari mall 1 sampai 4.

Puas bermain tangga jalan (norak!), gua memutuskan untuk mengunjungi landmark terakhir. Ibarat Singapura, ini Merlion-nya: patung Sura dan Baya.

patung surabaya

Sebetulnya ada beberapa patung Sura dan Baya yang tersebar di seluruh penjuru kota. Namun kali ini gua berkunjung yang ada di depan kebon binatang Surabaya.

Konon (jangan dibalik), kota Surabaya berasal dari kata Sura (ikan hiu) dan Baya (buaya) yang berkelahi memperebutkan teritorial kekuasaan. Perkelahian antara 2 makhluk ini berlangsung sengit dan diceritakan keduanya meninggal. Katanya, hikayat tentang jangan serakah ini begitu melekat ke rakyat Surabaya sampai-sampai dijadikan nama kota. Karena ini adalah lambang kota, rasanya sayang kalo sampe melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan patung Sura dan Baya. Jadi, kalo kalian hanya punya 1 hari untuk berkeliling Surabaya, pastikan menyempatkan diri untuk menjejakkan kaki di depan patung ini dan bergaya bak wisatawan kota.

Nah, itu tadi landmark-landmark yang berhasil gua kunjungin selama berada di Surabaya. Total ada 5 tempat yang bisa kalian datengin dengan durasi 1 hari. Kalo kalian lelah dan lapar karena berkeliling mencari landmark tadi, berbahagialah, karena Surabaya juga terkenal akan wisata kulinernya.

Penasaran sama makanan dan jajanan khas Surabaya? Tunggu di postingan berikutnya ya!

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

10 thoughts on “Landmark Surabaya!

  1. Gita Diani Astari September 4, 2013 at 13:40 Reply

    Seru ya kayaknya… Jadi pengen ke Surabaya deh.

  2. teguhnugroho90 September 4, 2013 at 14:46 Reply

    Ini gue yang emang salah inget, atau emang lo udah makin bengkak nih, Roy? .__.v

  3. dodo September 4, 2013 at 18:55 Reply

    Gw lom pernah jalan2 d surabaya.. lihat postingan ini jadi pengen.. Hehe..
    Tulisan ko roy seperti biasa jenaka informatif, menghibur dan inspiratif…

    thx ko..

  4. mona September 12, 2013 at 00:24 Reply

    Gw udh pernah 2x ke surabaya. Dr 2 kunjungan itu yg gw inget cuma satu: surabaya itu panas jendral! *pakesunblock* 8-|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: