Kuliner Surabaya!

Jika kalian hanya punya 1 hari untuk menggemukkan badan di Surabaya, mungkin kalian bisa mengikuti rute wisata kuliner gua di liburan kemarin.

Di tengah lelah mencari landmark-landmark kota Surabaya, gua, pacar, dan keluarga menyempatkan diri untuk mengisi perut dengan makanan dan jajanan khas kota pahlawan itu. Surabaya memang terkenal akan kulinernya yang banyak menggunakan petis dan berani bermain bumbu. Kebayang dong enaknya kayak apa?

Kebetulan, selama jalan-jalan ke Surabaya bulan lalu itu, gua ditemenin oleh kerabat jauh. Jadi, dia ini nyokap gua punya kakak, punya suami, punya kakak, punya anak. Jauh bener. Kalo naik angkot, bisa nyambung 2 kali. Tapi berkat teknologi, hubungan nyokap dan kerabat jauh ini masih terjaga dan hasilnya, dia mau nemenin kita selama di Surabaya.

Begitu semua urusan di bandara beres, kami langsung bergegas menuju beberapa landmark kota Surabaya sambil mencari kuliner yang pas di perut. Dan seperti yang gua bilang di atas tadi, kalo kalian cuma punya 1 hari untuk menggemukkan badan di Surabaya, mungkin kalian bisa ngikutin trayek wisata kuliner gua kali ini.

Keluar dari area bandara, kami langsung diboyong ke Depot Madiun Bu Rudy untuk sarapan. Kami semua pesan makanan khas depot Bu Rudy: nasi udang spesial. Nasi putih panas dengan taburan udang kering dan suwiran empal ga terasa berlebihan meski hari masih pagi. Dan siapa yang ga kenal dengan sambel Bu Rudy? Sambel bawang yang ga cuma pedes tapi gurih ini, bukan hanya jadi pelengkap, tapi juga primadona di makanan yang wajib dicoba ini.

Pagi-pagi makan sambel? Bodo amat!

Perjalanan menggemukkan badan berlanjut ke Madura. Setelah melewati jembatan terpanjang di Indonesia, kami tiba di Bangkalan hanya dalam waktu ga nyampe 1 jam. Tujuan utama kami di Madura hanya 1: makan siang dengan nasi bebek Sinjay. Tak usah gundah apalagi gulana dalam mencari bebek Sinjay ini. Keluar tol Suramadu, ikutin jalan utama dan lurus aja terus. Nanti kalo udah liat keramaian di sebelah kanan jalan, hampir bisa dipastikan itu adalah warung nasi bebek Sinjay.

Warung nasi ini luas namun sederhana. Alasnya hanya dari semen gelar dan gentengnya terdiri dari susunan asbes. Asbes ditambah guyuran teriknya matahari Surabaya? Selamat, Anda baru saja masuk ke sauna gratis! Suasananya panbangbro! Panas banget, Bro!

Tempatnya ga terasa nyaman untuk berlama-lama. Makanya begitu makanan keluar, kita langsung melahap makanan sampai ludes. Nasi bebek Sinjay sesederhana tempatnya. Hanya ada nasi panas, bebek goreng, dan sebagai pelengkap, ada lalapan dan sambel mangga. Yang pertama ter-highlight dari nasi bebek Sinjay adalah ukuran porsinya. Banyak banget! Ini seperti porsi untuk supir truk antar kota antar propinsi yang belum makan 2 hari. Nasi putih yang menggunung membuat gua sampai menelan ludah sebelum memakannya. Pikiran ‘habis ga nih ya?’ sempat bermain beberapa kali di kepala. Tapi bebek yang renyah dan sambel asem pedasnya yang menggigit, membuat gua lupa dan menyantapnya sampai habis. Endang bambang!

sinjay

Berbeda dengan bebek goreng yang pernah gua makan di Jakarta, bebek goreng Sinjay ini berukuran lebih kecil. Tapi inilah yang membuat dagingnya terasa lebih garing dan renyah. Ga hanya itu, bumbunya pun meresap sampai ke tulang. Ga heran, antrian untuk membeli bebek Sinjay ini begitu panjang. Sampai-sampai mereka menyediakan beberapa counter untuk menanggulangi membludaknya minat warga sekitar.

Selain nasi bebek, makanan khas Surabaya lainnya yang patut dicoba adalah rujak cingur; semacam rujak tapi ada cingurnya (mulut sapi). Awalnya gua sempet geli sendiri, gimana sih rasanya mulut sapi. Tapi ternyata ga semenyeramkan yang sering kita tonton di Fear Factor. Tekstur dan rasanya kayak otot atau kikil sapi. Kenyal-kenyal gitu.

Kata kerabat gua, rujak cingur yang paling enak di Surabaya ada di restoran Rujak Cingur di Delta Plaza. Yang asik adalah, di restoran ini juga banyak jajanan khas Surabaya lainnya. Ada Tahu Campur, Lontong Mie, dan Lontong Gomek. Eits, jangan mikir yang macem-macem dulu pas denger kata Lontong Gomek. Ini adalah lontong yang sering dinyanyikan oleh Blair.

Have fun gomek! Do what I say!
Have fun gomek! Guilty of what I do!
Have fun gomek! Come on!
Have fun livin in the city!

Tolong itu yang udah megang-megang gayung buat nyambit, tolong jangan ada kekerasan di antara kita. Gua boleh lanjut cerita lagi? Ga boleh? Iya, janji deh ga maen plesetan lagi. Emang maen plesetan udah ga Muksin. Sekarang udah boleh? Oke, lanjut!

Karena di sini segala ada, maka gua, pacar, dan keluarga memesan semuanya serba satu lalu saling tukeran. Jadi kita bisa nyobain semua dengan budget yang tetap teririt. We are a truly verified Indonesian-Chinese family.

Dari semua jajanan tadi, gua paling suka tahu campur. Meski baunya sangit, kuah petis pada tahu campur itu berhasil membuat gua memesan piring kedua untuk gua nikmati sendiri. Gurih dan manisnya pas untuk menggoyang lidah. Gua sangat menganjurkan kalian untuk nyobain tahu campur di restoran Rujak Cingur Delta Plaza ini jika sedang traveling ke Surabaya. Endang bambang gentolet! Enak banget!

tahu campur

Masih belom puas dan merasa kurang gemuk? Mari kita ke tujuan berikutnya, yaitu sate klopo Ondomohen Ibu Asih yang ada di jalan Walikota Mustajab.

Pas pertama kali menginjakkan kaki di warung ini, ada pemandangan yang menarik perhatian gua. Semua pekerjanya itu perempuan. Mulai dari pelayan sampai yang bakar sate semuanya perempuan. Felix Siauw pasti ga suka ke sini.

Dari segi makanan, sesuai namanya, sate klopo ini adalah sate daging yang dibaluri parutan kelapa (klopo). Teksturnya jadi unik karena kekenyalan daging berpadu dengan renyah dan gurihnya parutan kelapa. Dagingnya ga keras dan bumbunya pun terserap padat. Bumbu kacangnya juga juara banget. Ketika satenya udah habis, gua masih sibuk mencocol bumbunya dengan kerupuk, timun, dan nyaris dengan pisang. Kelezatan kayak gini sayang kalo ga diabisin.

ondomohen 2

Persis di sebelah warung sate ini, ada warung nasi goreng Jawa Ondomohen. Nasi yang digoreng bareng dengan mie dan sayuran ini juga layak untuk dicoba. Potongan dagingnya besar-besar dan perpaduan bumbunya pun pas. Cobain deh.

Meski sama-sama bernama Ondomohen, tapi warung sate dan nasi itu bukan berada di satu induk pemilik yang sama. Nama jalan tempat mereka berdagang itu dulunya bernama Ondomohen, sebelum diganti menjadi jalan Walikota Musjatab. Biar ga ngebingungin pelanggan lama dan setia mereka, nama tempatnya pun ga diganti. Sate klopo dan nasi goreng Jawa Ondomohen.

Meski perut udah penuh, selalu ada tempat tersisa untuk pencuci mulut. Mari kita menuju ke destinasi terakhir penggemukan kurban edisi kali ini: es tidar.

Bertempat di warung makan mie tidar (oh, you should try the noddle too), awalnya es tidar terlihat biasa aja. Es serut dengan buah, cendol, cingcau, dan agar-agar yang tertimbun di dalamnya. Namun begitu dicoba, baru terasa spesial. Itu semua karena sirupnya. Sirup jeruk kental membuat perpaduan isi dan es serutnya menjadi berbeda dari es-es campur yang pernah gua makan di Jakarta. Buah dan isi lainnya masih segar, dan yang paling penting, porsinya banyak!

es tidar

Setelah sukses menggemukkan badan dengan nasi udang Bu Rudy, nasi bebek Sinjay, tahu campur Delta Plaza, sate klopo dan nasi goreng Jawa Ondomohen; es tidar menjadi penutup sempurna panduan wisata kuliner Surabaya gua kali ini.

Jika kita hanya punya 1 hari untuk menggemukkan badan di Surabaya, makanan dan jajanan yang gua bahas di atas tadi sepertinya bisa menggeser jarum timbangan minimal 2-3 garis ke arah kanan.

Selamat mencoba dan salam buncit.

Advertisements

Tagged: , , , , , , ,

7 thoughts on “Kuliner Surabaya!

  1. DebbZie September 6, 2013 at 12:33 Reply

    ahhhh, baru balik Bali udah kangen Jawa Timur lagi gara2 baca postingan ini T.T
    Dari semua yang belum aku coba sate klopo-nya. Harus masukin list nih, buat dicoba pas mudik nanti.
    Kalo suka tahu campur, jangan lupa mampir di tahu campur pak Kumis kalo ke Malang. Enakkkkkk *lap iler*

  2. maretha September 6, 2013 at 12:54 Reply

    kak, masa sih itu porsi nasi di bebek sinjay kek porsi supir truk gak mamam 2 hari?
    Soalnya aku kalo makan di situ, nasinya ya abis2 aja. *ngliatin perut* *nangis lemak*
    Dan porsi nasi di situ masih kalah jauh ama porsi makan di NTT. Ahaha.
    Salam buncit ^^

  3. Fanny Fristhika Nila September 6, 2013 at 18:10 Reply

    ngilerr!!! ;p

    • Roy Saputra September 9, 2013 at 08:28 Reply

      sama nih. gua pas nulisnya juga ngiler :)~

  4. dodo September 7, 2013 at 01:42 Reply

    Sirik bacanya…. bikin gw berkali2 nelen ludah…
    Ga perlu liat gambar, dari tulisan roy udah bisa bikin kepengen makan… sadis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: