Bareng-bareng

Di bulan Agustus kemarin, selain pacar yang ikut traveling bareng keluarga gua ke Surabaya dan Batu, beberapa hari sebelumnya, gua yang ikut keluarga pacar untuk traveling bareng. Ibarat pendidikan, kami ini pertukaran pelajar.

Kalo pacar ikut keluarga gua saat libur kemerdekaan, maka gua pergi jalan-jalan bareng keluarga pacar pas lagi libur Lebaran.

“Nanti kamu ikut aku ke Safari ya?” ajak pacar.

“Boleh. Mau pake mobil aku aja? Muat kok sekeluarga kamu.”

“Lho. Ga cuma keluargaku. Tapi sama om, tante, sepupu…” Dan iklan mobil Kijang langsung terbayang di kepala gua.

Ini akan jadi traveling dengan rasa yang berbeda. Jalan-jalan beberapa hari dengan keluarga pacar itu sebelas dua belas sama jurit malem. Menegangkan.

Namun sebagai pacar yang baik, tentunya gua ga mau malu-maluin di depan keluarga besar pacar. Kalo diajak ngobrol apa aja, gua mesti nyambung. Kalo diminta angkat barbel, gua mesti kuat. Kalo diajak ngasih makan singa, gua mesti nurut. Asal jangan diminta jualan traktor aja. Ribet.

Demi hal-hal di atas, gua sempet terpikir untuk ngafalin buku Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) karangan Sugeng. Jadi kalo diajak ngobrol apa aja, gua pasti bisa nyambung. Kalo ditanya siapa Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, dengan mantap gua akan menjawab Joop Ave. Kalo ditanya siapa politikus, gua pasti jawab Joop Ave. Karena apapun pertanyaannya, Joop Ave jawabannya.

Anyhoo,

Tujuan traveling kita ga jauh dari Jakarta. Cuma ke kawasan Safari, Puncak, Jawa Barat. Rencananya kami akan menginap selama 2 malam di Royal Safari Garden. Pergi ke Safari dan menginap di sini adalah ritual keluarga pacar setiap libur Lebaran. Mendengar hal ini gua makin ketar-ketir. Gua ga boleh bertindak bodoh yang bisa mengacaukan ritual keluarga ini.

Setelah melewati beberapa malam dengan keringat dan konstipasi, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.

Tanggal 7 Agustus, tepat pukul 4 subuh, gua terbangun dengan hidung yang berair dan buku RPUL di tangan. Gua panik karena seharusnya gua bangun jam 3 pagi dan semakin panik karena tersadar gua baru sampe bab nama-nama menteri buku RPUL.

Setelah mandi, bersiap, dan membakar RPUL untuk diaduk bersamaan dengan air, akhirnya gua berangkat. Gua dan keluarga pacar janjian untuk ketemu di rest area tol Jagorawi. Selang beberapa menit, kami bertemu di titik yang ditentukan dan langsung melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju Puncak itu, ada satu hal yang menganggu gua. Kok gua ga ketemu finalis AFI ya? Padahal kan mereka juga menuju puncak. Gua malah ketemunya warung sate kayak gini.

safari 3

Semua binatang ada di sini. Rusa, kelinci, udang, sampe kuda. Gua sempet bertanya-tanya, ini warung sate apa kapal Nabi Nuh? Kok semua binatang ngumpul di sini? Pokoknya semua binatang disate sama si empunya warung. Kalo unicorn itu nyata, gua rasa bakal disate juga sama mereka.

Selepas dari warung sate serba ada dan kemacetan yang mengular, akhirnya kami sampai beberapa jam kemudian. Setelah check in hotel, kami langsung bergegas menuju Taman Safari untuk melihat satwa-satwa yang dilepas bebas. Kita sempat berkunjung ke kandang singa yang raja hutan, namun sayang ga ketemu Tarzan yang raja singa. Mungkin dia lagi ke dokter kulit dan kelamin.

Setelah dari area hutan, kami melanjutkan hari dengan nonton atraksi satwa-satwa pintar. Ada anjing yang bisa dorong gerobak, burung yang bisa main basket, presiden yang bisa bikin lagu, dan orang utan yang bisa cilukba. Satwanya pinter-pinter banget.

Puas bermain di Taman Safari, kami memutuskan untuk segera pulang. Hujan yang mulai turun dan langit yang menggelap, membuat kami buru-buru untuk kembali ke hotel. Sesampainya di sana, gua langsung siap-siap untuk istirahat. Ternyata gua dikasih sekamar sama pacar… dan mama, papa, serta adiknya. Jadi kami sekamar isinya berlima. Kata papa si pacar, biar sempit yang penting bareng-bareng. Persis kata bokap gua kalo kami lagi jalan-jalan dan nginep sekamar sempit-sempitan.

Besoknya kami menghabiskan waktu seharian di hotel. Enaknya nginep di Royal Safari Garden adalah kita ga harus ke mana-mana lagi untuk semua-semuanya. Di sini ada taman satwa mini, waterpark, restoran, pijat refleksi dan lain-lain. Fasilitasnya yang lengkap bikin kita betah berlama-lama di area hotel dan cocok untuk keluarga dengan anak kecil yang rewel jika ga ada kesibukan. Gua dan pacar sempet main kuda nil-kuda nil-an dan berfoto kayak gini.

safari 1

Tapi yang paling menyenangkan di hari ini adalah gua bener-bener menghabiskan waktu seharian dengan pacar dan keluarganya. Kami main atraksi bareng, foto sama macan bareng, masak dan makan siang bareng, nonton Spiderman di tivi bareng, istirahat siang bareng, jalan ke waterpark bareng, dan lain-lainnya bareng. Semua bareng-bareng.

Dan itu rasanya menyenangkan.

Tanggal merah udah terlewati. Itu artinya saatnya untuk pulang. Ga kerasa udah 2 malam kami menghabiskan waktu di Safari dan harus segera kembali ke Jakarta. Gua, pacar, dan keluarga pun bergegas mengemasi barang-barang bareng-bareng.

Di tengah pakaian kotor yang harus dilipat, di antara celana dalam yang belum tercuci, gua mengelus dada dan bersyukur akan 3 hal.

Bersyukur karena gua ga ditanya siapa nama menteri perhubungan jaman Soeharto karena yang gua tau hanya nama Joop Ave. Bersyukur karena pacar gua di traveling kali ini sebagaimana yang ia tunjukkan ke gua di setiap malam minggu. Dan akhirnya bersyukur karena gua masih diberi waktu untuk belajar akan satu hal yang berarti dari liburan kali ini.

Belajar bahwa ternyata kebahagiaan bukan diukur dari jarak atau uang yang terbuang di kala liburan. Bukan dari ke mana kita menginjakkan kaki saat tanggal merah terpampang di kalender. Bukan dari seberapa baru tempat yang dituju saat traveling. Bukan dari seberapa besar kamar hotel yang diinapi. Dan bukan dari tiket pesawat mewah yang difoto dan diupload ke social media.

Tapi dari libur lebaran kali ini, gua jadi belajar akan satu hal. Bahwa kebahagiaan manusia bisa datang sesederhana ini.

Kebahagiaan gua lahir saat mama si pacar bilang, “Ayo, Roy, makan siang dulu sama-sama”. Kebahagiaan gua timbul saat papa si pacar bilang, “Kalo mau nambah, nambah aja ya.” Kebahagiaan gua datang ketika keluarganya menerima gua sebagai bagian dari mereka. Menghabiskan libur lebaran di tempat yang biasanya hanya mereka datangi bersama keluarga.

Meski liburan kemarin ga keliling dunia, meski liburan kemarin di tempat yang itu-itu saja, meski liburan kemarin ga mengharuskan gua berkunjung dan check in di bandara, tapi gua bahagia.

Karena gua melakukannya, bareng-bareng.

“Happiness is not something to be achieved, it is something to be experienced.” ― Steve Maraboli

Advertisements

Tagged: , , ,

13 thoughts on “Bareng-bareng

  1. presyl September 27, 2013 at 12:07 Reply

    aawww.. udahlah roy.. jangan kelamaan itu tandanya..
    udah disuruh temu 2 keluarga itu. haha #kode

  2. cupah September 27, 2013 at 22:41 Reply

    “Kata papa si pacar, biar sempit yang penting bareng-bareng. Persis kata bokap gua kalo kami lagi jalan-jalan dan nginep sekamar sempit-sempitan”
    Jangan-jangan papanya Kak Roy sama Sarah berjodoh.. :3 Mikirnya sama..

  3. mitamoet September 28, 2013 at 01:06 Reply

    Hadoooh bikin mupeng… jodohnya aja belum ketemu niy, jd blm bs nikmatin hal yg sederhana. Hiks… monggo dilanjutkan ke jenjang berikutnya om… :D

    • Roy Saputra September 30, 2013 at 13:03 Reply

      didoakan segera mendapatkan.

      thanks, Mit! :D

  4. dodo September 28, 2013 at 03:13 Reply

    manteb… kebahagiaan saat perut kenyang dengan makan bareng2 sepertinya…
    nice share…

  5. Ceritaeka October 1, 2013 at 05:28 Reply

    Bahagia itu soal paradigma ;)

  6. Sigit Mishi October 1, 2013 at 08:42 Reply

    Kebahagiaan gua lahir saat mama si pacar
    bilang, “Ayo, Roy, makan siang dulu sama-
    sama”. ntah kenapa gua bacanya juga ikut bahagia, bahagia itu sederhana ya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: