Tentang Mencari Pengganti

Harus diakui, mencari pengganti kadang membuat kita seperti lontang-lantung.

Stres dengan kerjaan yang lama, ga tahan sama kelakuan atasan, atau ga puas dengan penghasilan yang didapat, biasanya jadi penyebab kenapa orang pengen resign dan mencari pekerjaan baru sebagai pengganti pekerjaannya yang sekarang. Namun keinginan itu biasanya datang sepaket bersama satu hal yang lain: kebingungan. Bingung mau kerja di mana, bingung mau kerja sama bos kayak apa, atau bingung mau kerja dengan penghasilan berapa.

Namun kebingungan-kebingungan kayak gitu ga cuma menyerang mereka yang sedang berpikir untuk berganti pekerjaan. Perasaan lontang-lantung seperti di atas, juga hinggap ke si pacar yang saat ini lagi pusing nyari handphone baru.

Saat ini, dia masih pake handphone dari Mesir. Suka jam pasir-an. Handphone yang sering banget lemot dan nge-hang. Kalo mereka punya customer service yang bisa ditelpon 24 jam, mungkin jawaban mereka atas masalah nge-hang ini akan sama seperti jawaban staf IT sebuah kantor ketika ditanya tentang laptop yang rusak: “udah coba di-restart?”

Batrenya pun sering panas. Hampir saja gua menyarankan agar diberi obat penurun demam, namun si pacar punya cara handal yang menjadi jawaban atas segala keresahan yang terjadi pada handphone ini: cabut batre.

Aplikasi nge-hang? Cabut batre!

Layar nge-freeze? Cabut batre!

Presiden ga ngurusin rakyat tapi bikin lagu mulu? Cabut batre!

Tapi meski menyelesaikan segala masalah, cara cabut batre ini pun sebenernya ga nyaman bagi penggunanya. Selain ribet harus bongkar pasang casing bagian belakang, cabut batre akan membuat handphone restart dan proses restart ini sangat memakan waktu.

Belum lagi masalah trackball yang sering ngadat. Kalo lagi macet, tanda panah pada layar suka seperti jalur Puncak di hari libur: satu arah. Pacar bilang solusi untuk masalah ini adalah dengan ngolesin minyak kayu putih ke trackball. Mendengar jawaban pacar, gua jadi bertanya-tanya, “ini handphone apa punggung supir mikrolet masuk angin?”

Dengan segala daya dan upaya, malam itu juga gua mengajak pacar untuk segera mencari pengganti. Harus dan segera.

Awalnya si pacar sempat menolak. Dalih si pacar mempertahankan handphone ini adalah karena fungsi messenger yang bisa menghubungkannya ke beberapa teman yang masih mempertahankan handphone jenis yang sama. Gua menyebut mereka kalangan susah move on. Susah berpindah dari sebuah smartphone yang sebenernya ga smart-smart amat.

Padahal sekarang udah banyak bertebaran messenger yang lintas operating system. Atau kalo kepepet dan penting banget, bisa pake feature dasar sebuah handphone: telepon dan SMS. Tapi kalangan susah move on ini lebih memilih untuk ber-stres-stres-ria hanya demi sebuah feature messenger.

Gua pun meyakinkan pacar untuk beralih ke smartphone yang satu brand dengan yang gua pakai saat ini. Brand dengan operating system berbasis Android ini udah banyak banget yang pake dan terbukti kualitasnya. Mulai dari kamera yang tajam, layar dengan warna yang memanjakan mata, serta aplikasi-aplikasi keren yang berjibun dan bisa di-download secara gratis!

Kalo di handphone yang sekarang, pacar ga akan bisa terkoneksi langsung antara galeri dengan akun Instagram-nya. Masa iya pacar gua kalah sama istri presiden?

Dengan smartphone berbasis Android ini, pacar bisa semakin eksis karena terhubung dengan segala akun social media. Dan akan semakin terhubung, karena smartphone ini punya messenger yang lintas operating system! Mulai dari yang ‘kita ngobrol’, ‘garis’, ‘nanya apa kabar dalam bahasa gaul’, sampai yang ‘bicara coklat’. Semua ada, semua bisa. Dan kabarnya, ga lama lagi messenger yang jadi pujaan pacar saat ini bisa di-download di Google Play secara cuma-cuma. Lengkap!

Pacar pun manggut-manggut mendengar penjelasan gua tadi. Tapi di anggukan yang kesekian, ia bertanya, “Buat apa berlapar-lapar puasa…”

Eh, bentar, bentar. Itu mah Bimbo. Pacar gua ga nanya gitu, tapi dia bertanya, “Iya, aku emang udah mau ganti ke situ. Tapi bukannya mahal-mahal banget ya si brand itu?”

“Tenang aja,” gua menepuk pundak pacar, “Mereka ada segala rupa segala harga kok. Kamu cari yang cocok aja.”

“Nanti yang bayar?”

“Tenang aja.”

“Kamu?”

“Bukan.”

“Terus siapa?”

“Hamba Allah.”

Tanpa ingin membahas lebih lanjut siapa itu Hamba Allah, malam itu juga gua dan pacar sibuk browsing-browsing mencari info tentang beberapa smartphone. Setelah beberapa menit nge-google di Yahoo, pacar pun akhirnya menetapkan pilihan:

Samsung Galaxy Core.

Samsung-Galaxy-Core

Smartphone berbasis Android 4.1 Jelly Bean ini punya features yang terbilang lengkap untuk harga 2.5 juta-an. Mulai dari kamera depan belakang, processor-nya yang dual core, dan bisa menggunakan dua sim-card sekaligus.

Dual camera, dual core, dual sim. Keren abis.

Dengan ukuran layar 4.3 inch, Samsung Galaxy Core jadi smartphone yang ringkes dan ga ribet buat dibawa ke mana aja. Si pacar bisa dengan mudah nyelipin handphone ini ke sakunya sehari-hari, atau tas pesta berukuran mini yang biasa ia bawa kalo lagi ke kondangan.

Apalagi dengan kemampuan dual sim Samsung Galaxy Core, pacar yang biasanya bawa dua handphone ke mana-mana, jadi bisa ngegabungin dua nomornya ke dalam satu gadget. Jadi satu tangan buat megang smartphone, satu tangan lagi bisa buat gandengan. Praktis.

Yang lagi lontang-lantung bingung mau ganti handphone apa ga, bingung mau ganti ke handphone mana, atau bingung ganti ke handphone yang harganya berapa, gua rasa kalian bisa ngikutin jejak si pacar dengan beralih ke Samsung Galaxy Core.

Karena ibarat cabut batre pada handphone yang lama, Samsung Galaxy Core bisa menjadi jawaban atas segala keresahan.

Yuk.

Advertisements

Tagged: , , , ,

15 thoughts on “Tentang Mencari Pengganti

  1. Kevin Fatli October 20, 2013 at 12:47 Reply

    bener om.. brand ” Beri Hitam ” emang sering ngehang .. :(

  2. presyl October 20, 2013 at 16:43 Reply

    huahuaa.. ngakak banget roy baca tulisan lo ini.. segala percakapan lo sama pacar kayaknya langsung kebayang adegannya.
    cieee jadi ambassador samsung sekarang? ;p

  3. sarah puspita October 21, 2013 at 08:23 Reply

    Jadi ini siapa yang mau jadi Hamba Allah-nyaaaa? :D :D

    • Roy Saputra October 21, 2013 at 08:26 Reply

      nanti kita obrolin lagi dan jadiin 1 postingan tersendiri yaa :))

  4. romeogadungan October 22, 2013 at 14:43 Reply

    Generasi susah move on emang gak cuma urusan asmara. Urusan gadget juga masih banyak.

  5. Dendi Riandi October 24, 2013 at 13:10 Reply

    Gue sih gak mau jadi sarah, cuma disuruh beli tapi gak dibayarin. Ayo Sar, tuntut roy buat beliin hape baru (‘-‘)9

  6. sarah puspita October 25, 2013 at 11:31 Reply

    emang nih kak Den -,-

    doi yang semangat nyuruh ganti, bayar kudu sendiri -,-

    #tsurhat :))

    • Roy Saputra November 12, 2013 at 17:44 Reply

      tapi kan sekarang udah punya hape baru. semua berkat Hamba Allah (‘-‘)9

  7. Donnelly May 11, 2015 at 11:32 Reply

    ganti iphone 6 aja sekaliaaann hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: