Perihal Gita Wirjawan

Beberapa hari terakhir ini, nama Gita Wirjawan banyak lalu lalang di timeline. Banyak penggiat Twitter yang menyebutkan nama Gita, baik itu terkait dengan sepak terjangnya di pemerintahan, atau hanya menyikapi aktivitas sehari-harinya. Pun banyak yang berkomentar tentang mereka yang mengomentari Gita. Kemudian, ada lagi yang mengomentari mereka yang mengomentari orang yang mengomentari Gita. Seperti halnya yang udah-udah, selalu ada pro kontra. Selalu ada aksi reaksi.

Lalu gua jadi terpikir, apa ini terkait dengan keinginannya untuk maju sebagai calon presiden di tahun depan? Apa tim sukses beliau mulai bergerilya berkampanye lewat social media?

Sepertinya, iya.

Mungkin ini salah satu cara tim sukses beliau untuk mengenalkan nama serta wajah Gita Wirjawan ke masyarakat. Kalo bahasa kerennya, ningkatin awareness. Gimana mau jualan ide dan pemikiran, kalo nama dan kredibilitasnya belum banyak yang tau? Dibanding Jokowi atau Dahlan Iskan, nama Gita Wirjawan jelas kalah ngetop.

Sejauh ini, udah ada beberapa tokoh baru yang mengacungkan jari saat ditanya apakah siap menjadi calon presiden tahun 2014. Dahlan Iskan dan Anies Baswedan adalah 2 kandidat selain Gita yang pernah menyatakan kesiapannya. Nama Jokowi sendiri udah sering disebut-sebut meski yang bersangkutan belum mendeklarasikan keinginannya dan sang ketua umum partai masih enggan bersuara.

Menyikapi maraknya nama Gita Wirjawan di linimasa, gua hanya bisa bilang bahwa hal tersebut wajar dan dapat dimaklumi. Namanya juga usaha. Bebas, asal memenuhi dua kondisi ini. Satu, yang mempromosikan memang percaya pada kredibilitas atau semangat yang Gita Wirjawan bawa. Dua, kegiatannya ga merugikan siapa-siapa, baik itu lawan politiknya atau masyarakat calon pemilih. Jika dua kondisi itu terpenuhi, maka menurut gua, wara-wiri nama Gita di social media tergolong wajar dan dapat dimaklumi. Seperti yang gua bilang di atas, namanya juga usaha.

Gua sendiri tau nama Gita Wirjawan sejak beliau menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2009. Kebetulan ada seorang teman perempuan yang bekerja di sana dan sesekali menceritakan big boss -nya ini. Selain kegantengannya, teman ini juga suka bercerita tentang kebijakan yang pernah terbit selama kepemimpinan Gita. Salah satu yang paling menarik dan gua ingat adalah, setiap pegawai BKPM wajib memiliki nilai TOEFL minimum 600 agar bisa lebih luwes bernegosiasi dengan pihak asing. Kebijakan itu ga cuma buat keren-kerenan, tapi berdampak pada tingkat investasi yang meningkat di setiap kuartalnya.

Nama Gita Wirjawan semakin mengudara ketika beliau duduk sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Prestasi tim bulutangkis yang sempat lesu, perlahan mulai menunjukkan kebangkitannya. Hal ini tentu ga terlepas dari kepemimpinan Gita. Dari yang pernah gua baca, perubahan mendasar yang dilakukan oleh Gita pada PBSI itu ada dua. Pertama, merampingkan struktur organisasi, dan yang kedua, menelurkan kebijakan yang mengatur pihak sponsor dapat berurusan langsung dengan atlet terkait. Selain semakin menyejahterahkan para atlet, hal ini juga bisa memacu persaingan positif di antara mereka.

Namun menurut gua, fase hidup Gita Wirjawan yang paling menarik bukan saat beliau menjabat sebagai Ketua Umum PBSI. Tapi saat dirinya ditunjuk untuk memangku jabatan Menteri Perdagangan.

Posisi ini sangat krusial dan banyak mendapat sorotan karena kementerian beliau lah yang menentukan besaran ekspor-impor yang berimbas ke harga barang di pasaran. Mau ga mau, namanya pasti akan tersebut setiap ada kenaikan harga barang-barang. Terbukti saat harga bawang putih, jengkol, dan kedelai melonjak tinggi beberapa waktu lalu, dirinya dihujani komentar dan kritik, baik oleh media ataupun para pengamat ekonomi dan politik. Langkah mengamini tawaran posisi Menteri Perdagangan ini terbilang sangat berani.

Seberani saat beliau menyatakan kesiapannya menjadi calon Presiden Republik Indonesia.

Keberanian dan keseriusannya bukan hanya isapan jempol. Itu terbukti dari lahirnya situs gitawirjawan.com dan halaman “Cara Dukung” yang ada di pojok kanan atas. Di sana, ia menjelaskan kalo setiap orang bisa menjadi donatur kampanye pencalonan dirinya sebagai Presiden. Jumlah donasi per orangnya dibatasi dan semua dana yang masuk akan dilaporkan ke KPK. Pembatasan ini bertujuan agar ga ada pihak-pihak tertentu yang merasa berjasa besar atau punya kendali selama jalannya kampanye. Cara yang sama pernah dipakai oleh Obama pada persaingan Presiden Amerika Serikat tahun 2008 dan juga oleh Faisal Basri pada saat kampanye calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 lalu.

Niat beliau untuk maju ga dipertanyakan, tapi yang masih menjadi tanda tanya besar adalah: bagaimana cara beliau mencalonkan diri menjadi Presiden? Bukankah beliau orang non-partai?

Dari yang pernah gua baca, Gita Wirjawan akan maju menjadi capres melalui konvensi partai Demokrat. I know, sekarang ini banyak kasus korupsi yang melibatkan petinggi partai warna biru tersebut. Namun undang-undang negara kita saat ini hanya memberikan kesempatan bagi mereka yang berasal dari partai politik. Dan konvensi adalah satu-satunya cara bagi orang non-partai, agar dapat didukung oleh partai tertentu, untuk maju menjadi capres. Dan saat ini, hanya partai Demokrat yang membuka peluang konvensi tersebut.

So be it.

gita-wirjawan

Anyway,

Postingan ini ga bertujuan memaksa teman-teman pembaca untuk mendukung Gita Wirjawan atau tokoh-tokoh tertentu dalam konstelasi politik tahun 2014 nanti. Sama sekali tidak. Tapi lewat postingan ini, gua ingin mengajak teman-teman untuk berhenti sejenak dan melihat berbagai alternatif pemimpin yang akan bersaing tahun depan sebelum buru-buru menetapkan pilihan.

Rasanya tahun 2014 besok adalah saat yang tepat untuk perubahan. Saatnya bagi politikus-politikus lama untuk tutup buku dan menikmati hari tuanya. Saatnya untuk berkata “cukup” terhadap cekokan janji-janji yang sama oleh orang yang itu-itu aja. Saatnya bagi yang baru untuk duduk di kursi orang nomor satu. Saatnya bagi tokoh-tokoh muda untuk maju dan berani bersaing.

Karena berani, lebih baik.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , ,

33 thoughts on “Perihal Gita Wirjawan

  1. Me_gaa November 21, 2013 at 11:40 Reply

    But sorry kak, like i said before: He tries so hard.. atau mungkin tim suksesnya yang kayak gitu
    popup iklannya di salah satu situs cukup mengganggu pembaca.
    dengan terlalu memaksakan sekali malah sedikit mengurangi simpati (buat saya yang tadinya terpesona karena kegantengannya) #dikeplak
    bhahahahak

    • Roy Saputra November 21, 2013 at 11:46 Reply

      ya the name is also effort. namanya juga usaha X))

      • Me_gaa November 21, 2013 at 11:55 Reply

        iya sih kak, tapi malah karena “terlalu usaha” itu tadi itu masalahnya.
        aku lho tadinya emang ngefans pas dia baca berita sama jokowi di ultah liputan 6. langsung kagum karena lumayan luwes jadi news anchor.
        dengan terlalu usaha banget, terlalu banyak pemberitaan baik dan gagasan-gagasan baiknya, malah terkesan seperti “pencitraan”.
        tolong sampaikan ke beliau ya kak, biar aku ngefans lagi :’)

        #dirukyah x))))))))

        sebentar… atau karena followingku banyak baser dia makanya aku baca banyak tentang dia, jadinya too much ya :))

        • Roy Saputra November 21, 2013 at 11:59 Reply

          Noted. Emang apa-apa yang berlebihan itu ga baik. Kalo ada kesempatan, nanti ta’ sampaikan.

          Inti postingan ini, selain ningkatin awareness doi, juga ngajak kita buat “jangan milih yang lama-lama”. BOSEN XD

          • Me_gaa November 21, 2013 at 13:02 Reply

            maksud kak roy yang mirip sama akik?????? akik aja bosen!!!! x)))))))))))))

            entahlah, belum liat ada pemimpin ikhlas sekarang ini, yang bener-bener mikirin bangsa, bukan mikirin kantongnya pun mikirin silsilahnya turunannya nanti…
            mungkin jokowi/ahok bagus, tapi untuk tahun depan mereka belum “pas” deh :’)

            #HidupJokowi #HidupAhok : ))))

            maap ya kak, jadi nyampah di sini. bhahahahak

  2. roseparademisery November 21, 2013 at 14:07 Reply

    kader! hihi… mana cerita jepang-jepangannya mana roy

  3. Dwi Kresnoadii November 23, 2013 at 11:18 Reply

    Yes. Setuju nih, kita jangan cuma liat yang itu-itu aja (baca: yang busuk-busuk aja) Tahun depan sepertinya banya kuda hitam yang keren keren yang layak untuk dilirik.

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 08:27 Reply

      sepakat, tahun depan kayaknya bakal seru karena yang berkuasa sekarang udah ga boleh mengajukan diri lagi.

  4. tikateacool November 23, 2013 at 21:25 Reply

    good post bang buat aq yg jauh di rantau ini yg ga pnh ntn tipi indonesia kecuali info2 ato berita di inet doank. adain lagi yak, siapa kek :p asal jangan yg sumbernya gajebo :D

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 08:25 Reply

      siap! tahun 2014 mudah-mudah bisa nyelipin lagi postingan terkait politik :D

  5. Kevin Anggara November 24, 2013 at 22:54 Reply

    Iya, mending milih Gita. Daripada si raja dangdut, atau pengacara yang pengen sumpah pocong itu.

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 08:14 Reply

      bahahahak. kalo dibanding 2 itu sih, emang banget!

  6. arievrahman November 25, 2013 at 19:05 Reply

    +1 buat postingannya.

  7. lolitalavietha November 25, 2013 at 19:12 Reply

    Thanks Roy. Lengkap.. kap.. jadi lumayan berkurang nih rasa penasaran gue sama beliau :)

  8. Dian Miranti (@dimiilhami) November 25, 2013 at 19:18 Reply

    Pemilihan capres tahun depan sepertinya menarik. Calonnya kece-kece :))

  9. puty November 25, 2013 at 19:21 Reply

    Gue termasuk orang yang nggak terlalu suka sama politikus2 yang kampanye apalagi sampai bayar buzzer di timeline. No, gue nggak bilang GW salah dan gue pun termasuk simpatisan beliau sebagai menteri sekarang dan percaya sama kinerja beliau, seriously. Gue juga nggak menyalahkan buzzer. Siapa tau ada yang bener2 mendukung setelah diceritain program2nya di ke depan.

    Namun yang gue nggak terlalu suka adalah bagaimana dia menyeruakkan nama “GITA WIRJAWAN” via social media dan nyuruh buzzer buzzer memuji2 dia. Kenapa nggak bentuknya promosi kegiatan atau program kerja dia. Atau visi misinya kalau kepilih jadi presiden. Semunafik2nya Dahlan Iskan jadi menteri, gue masih lebih suka cara dia yang smooth masuk via berita2 di media. Nggak tiba2 muncul dengan muka segede gaban di header Kaskus “Gita Wirjawan untuk 2014”.

    Just my 50 cent. Mudah2an nggak ada yang tersinggung. :)

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 19:28 Reply

      gua paham concern lu, Put :D

      itu kenapa di paragraf awal postingan ini gua menyatakan, ga masalah selama yang mempromosikan dia memang percaya akan kinerjanya. positif thinkingnya, pun kalau dibayar, mereka memang percaya akan kinerja beliau atau kalo belum, nge-gugel dulu jadi berani untuk mendukung. untuk masifnya, mungkin karena waktu yang semakin mepet dengan 2014 sementara awareness grassroot dan kelas menengah ngehe akan nama beliau belum setinggi Dahlan, Mahfud, Jokowi, atau Anies. just my 2 cents.

      selain itu, postingan ini lebih mengajak teman-teman pembaca untuk berhenti menganalisa dan menentukan pilihan jauh-jauh hari. sisakan waktu untuk melihat berbagai alternatif di luar yang itu-itu aja. semoga mencerahkan :D

    • Gra November 25, 2013 at 20:40 Reply

      Visi misi, program kerja khan ada disini semua.
      http://www.gitawirjawan.com/

    • Me_gaa November 27, 2013 at 08:29 Reply

      saya setuju banget sama puty ^^

  10. vachzar November 25, 2013 at 19:38 Reply

    Bagus. saya berharap sih, pilpres nanti harus wajah2 baru, ato paling enggak adalah orang2 yang jadi highlight/sorotan di akhir-akhir taun ini. dan tentunya kredibilitasnya. Jadi persaingannya lebih enak diliat. Sejauh ini si Gita belum keliatan nyentil/nyindir calon lain, dan itu bagus. soalnya yang nyindir2 itu justru bikin ilfil :)))

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 20:17 Reply

      setuju sama kalimat terakhirnya. kita tunggu seberapa konsisten beliau :D

  11. yaya November 25, 2013 at 20:08 Reply

    Kalo boleh tanya kak. Kan ini belum termasuk jadwal kampanye ya. Biaya yang beliau keluarin bakal di laporin dalam biaya kampanye kak? Kita bisa tau dana yang dikeluarin buat memberi tau masyarakat ini dari mana? Anyway aku kemaren sedikit sebel sih baca nama beliau lalu lalang di twitter karena takutnya kalo kita ke depan salah pilih itu bisa termasuk ‘salah’ selebtwit, secara yang kita tahu selebtwit sekarang kurang banyak berdampak besar kan. Tapi abis baca posting ini lebih ‘oh iya sih. Toh ingin memperkenalan diri ya’ :D makasi sebelumnya kak :)

    • Roy Saputra November 25, 2013 at 20:18 Reply

      gua ga bisa jawab sejauh itu karena gua bukan tim suksesnya. terima kasih udah mampir dan udah menangkap salah satu pesan postingan ini. salam :)

  12. seno November 25, 2013 at 21:16 Reply

    Tahun 2011 BKPM dapet predikat pelayanan publik terbaik (survei KPK)
    Tahun 2013 Kemendag dapet predikat pelayanan publik terbaik (survei Ombudsman)
    Kesimpulan: Kinerjanya konsisten termasuk juga di PBSI, manajerial skillnya kelihatan sewaktu menempatkan orang2 yang tepat di posisi yang tepat.

    Emang pas buat jadi presiden.

  13. Speak Aja December 4, 2013 at 01:13 Reply

    gita ini bekingannya adalah sby , so…. kemungkinan jadi presiden itu ya lumayan , karena mayoritas masyarakat indonesia dalam memilih pemimpin adalah melihat faktor kegantengan dan kharismanya , bukan kinerjanya masa lalu .

    liat hasilnya sekarang? 0 besar, gak perubahaan sama sekali …
    dan survey2 yang menunjukan angka positif itu cuman fiktif belaka, padalah kenyataannya gak perubahaan sama sekali kalo kalian mau tinjau langsung.

    jadi saran gue , pilih pemimpin betul2 dengan matang dan cermat, selidiki kinerja masa lalunya , dan jangan memilih faktor RAS/SUKU . jangan cuman terpengaruh karena pencitraan ataupun janji manis belaka .

    jujur pribadi kalo disuruh milih presiden , gue berharap JK maju jadi presiden .
    gak tau kenapa, menurut gue JK itu punya pemikiran yang solutif banget, dan dia pengusaha dan dia lulusan ilmu ekonomi , gue yakin JK mampu menaikkan tingkat perekonomian indonesia , menstabilkan kembali nilai rupiah , dan masalah makro dan mikro lainnya…
    kalau mau liat kinerja masa lalunya, dia pernah jadi menteri juga. saat jadi wapres dia yang mencetuskan konversi minyak tanah ke gas 3 kg , toh hasilnya liat aja penjual kaki lima sekarang, dimana2 pake gas 3kg kan ? , selain itu juga dia juga menyelesaikan permasalah berbagai konflik di indonesia bahkan konflik di negara myanmar pun. kinerja di PMI pun sangat signifikan .

    • Roy Saputra December 4, 2013 at 13:28 Reply

      your points are well noted.

      gua dulu juga dukung JK 2009 dengan alasan yang sama dengan yang lu tulis di atas. kalo maju lagi di 2014, rasanya masa-masa JK udah lewat.
      untuk 2014 sendiri gua belum menentukan pilihan. masih menunggu tokoh-tokoh alternatif lagi seperti Gita W.

      salam kenal :D

  14. Azya April 20, 2014 at 00:34 Reply

    good point mas roy! gue pribadi lebih setuju yg mandiri dan wajah baru yg maju, supaya lebih seru ya mas. bukkan coba2 ko. toh mereka maju krn krediblitasnya sudah teruji. dan yg pasti gak tandem partai. krn konvensi aja mungkin ya, tp pak gw bebas logo partai itu kok sampai skg kampanyenya. bosen mas itu lagi itu lagi. dengan begini saya jd lebih belajar lagi ttg pak gw, anies, dahlan bahkan jokowi. agar mengenal lebih baik lg semuanya. gue pernah baca yg kerja jd buzzer pak gw, di kantornya itu semua org punya padangan politik masing2 kok dan mereka suka saling diskusi. politik yg dewasa lah ya, ujungnya semua kembali ke hati nurani. overal profil ttg calon pemimpin baru ini dan jawaban yg gak menjatuhkan juga mendukung dr mas roy adalah contoh politik dewasa, fair bgt. keep writing mas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: