What Makes Me Happy

Jumat, 22 November 2013. Langit di balik jendela udah gelap. Dua jarum jam di dinding kantor kian merapat ke angka 6 tapi belum ada tanda-tanda kerjaan gua akan selesai dalam waktu dekat. Memang begini nasib masuk kerja setelah cuti 5 hari berturut-turut. Tumpukan kerjaan udah kayak cucian kotor. Pengen rasanya gua kiloin di penjualan barang bekas biar dituker sama cabe, tapi gaji yang masuk tiap bulannya ke rekening melarang gua untuk melakukan itu.

Kepala pusing, leher pegel, dan mata mulai perih.

Hanya laptop dan tumbler jadi teman gua berlembur ria. Sesekali, jempol dan jari manis tangan kiri menekan tombol alt-tab secara cepat untuk mengubah layar ke situs-situs berita. Oke, oke, situs berita selebritis, lebih tepatnya. I mean, siapa sih yang ga pengen tau berita ter-update soal batalnya pernikahan Asmirandah? Semua cowok di Indonesia harus tau dan peduli akan hal itu.

Ketika jari kembali menekan alt-tab dan akan lanjut kerja, lampu notifikasi smartphone Android berkedap-kedip di pojok kanan atas. Ternyata itu nyokap yang mengirimkan pesan lewat sebuah messenger. Pesannya singkat, hanya tiga kata.

Makan rumah ga?

Bukan, bukan. Gua bukan rayap yang suka makan rumah dan menjadikan daun pintu sebagai lalapan. Tapi memang begini istilah nyokap ketika mau mengonfirmasi apakah anaknya yang ganteng maut ini mau makan di rumah atau ga. Karena jika iya, nyokap akan menyisakan sayur dan menunggu kepulangan gua.

Buru-buru gua membalas karena nyokap ini tergolong orang yang ga sabaran. Jika dalam hitungan menit gua ga jawab, bisa-bisa rentetan PING! akan masuk ke kolom chat. Maka dengan cekatan, gua bilang akan makan di rumah namun entah jam berapa.

Ga perlu menunggu lama, kotak berwarna biru dengan judul “Mama” muncul dari bawah. Sebuah respon “Ok” dengan bentuk yang sealay-alaynya alay. Tersusun dari berbagai emot dan karakter-karakter yang bisa muncul dengan mudah berkat autotext.

autotext nyokap

Dulu, gua sempat ngelarang nyokap buat ganti handphone.

Karena tebakan gua, teman messenger-nya pasti ga akan banyak. Paling hanya gua, kakak gua, dan beberapa keponakan. Semua komunikasi dengan mereka bisa digantikan dengan SMS atau telpon. Belum lagi gua menyangsikan kemampuan nyokap untuk mengoperasikan handphone ini. Menurut gua, nyokap ganti handphone itu buang-buang uang.

Tapi diam-diam, nyokap tetep beli handphone baru. Gua misuh-misuh sendiri karena merasa uangnya bisa digunakan untuk yang lain. Untuk hal-hal yang pasti lebih terpakai dan nyokap pasti suka. Jalan-jalan atau makan-makan, misalnya. Tapi nyokap tetep kekeuh untuk beli. Kepalanya banyak menunduk menatap layar di hari-hari setelah tangannya memegang handphone barunya. Bersosialisasi, itu yang jadi alasannya tiap kali ditanya lagi ngapain.

Lampu notifikasi kembali berkedap-kedip di pojok kanan atas. Pesan dari nyokap masuk sekali lagi. Gua menepikan tumpukan pekerjaan sejenak untuk membalas pesan yang rutin mengisi obrolan kami setiap gua pulang malam.

Jangan pulang malem-malem ya. Hati-hati.

Sejak punya handphone jenis ini, gua dan nyokap memang jadi lebih intens berkomunikasi. Jika dulu segala pembicaraan lewat media seperti SMS dan telepon, nyokap jadi lebih sering menghubungi via messenger karena jauh lebih mudah dan murah. We’re a truly Indonesian-Chinese family, aren’t we?

Pembicaraan antara gua dengan nyokap bisa segala macam. Mulai dari yang serius seperti berdebat tentang apa warna langit hari ini, sampai ke yang lebih serius seperti kenapa Asmirandah batal menikah. Semua pembicaraan tadi sesekali diselingi koleksi autotext nyokap yang lengkap. Mulai dari “Ok” yang penuh dengan emot, “Hahaha” yang panjang banget, atau ketawa ala WKWKWK dengan emot yang melingker-lingker.

Yes, my mom’s laugh is wkwkwkwk. How cool is that?

Selain autotext maut, nyokap juga gemar ngirim broadcast message (BM). Diancam sedikit contact-nya akan hilang, maka sebuah pesan se-ga-logis apapun bakal nyokap teruskan ke semua orang. Berita sengawur apapun dengan atau tanpa link, pasti nyokap kirimkan ke seluruh contact-nya.

Saat ini RIM sudah over capacity. Teruskan ke 10 orang dan menarilah jaipongan jika tidak ingin contact Anda hilang semua!

Broadcast!

Mau sukses dan punya uang? Kirim ke seluruh contact Anda dan bekerjalah secara giat! Jangan lupa berinvestasi dan bayar zakat!

Broadcast!

Cicaheum akan rusuh karena harga cabe makin melonjak dan Ibas masih pakai baju lengan panjang. Sebarkan pesan ini ke seluruh contact Anda! Sekarang!

Broadcast!

Nyokap gua layak diganjar sebagai Duta BM tingkat regional. Minimal tingkat kelurahan.

Kelar dengan kebiasaan nge-BM, nyokap menemukan keasikan lagi di handphone ini lewat group chat. Nyokap punya banyak group di messanger-nya. Ada kali belasan. Mulai dari keluarga, teman masa SMA, teman masa SMP, atau teman sepermainan. Ga heran, batre handphone nyokap sering banget nge-drop.

Namun gara-gara group chat, nyokap jadi seperti terhubung kembali dengan pergaulan masa lalunya. Ini seperti acara Tali Kasih dengan teman-teman lamanya. Imbasnya, nyokap jadi sering pergi bareng temen-temen di group chat-nya itu untuk sekadar melepas penat dari kerjaan. Yang biasanya di rumah ngurusin garmen, jadi punya aktivitas di luar rumah. Ga jarang, sepulang dari jalan-jalan, nyokap bercerita panjang lebar tentang betapa seru sorenya hari itu.

Gua hanya bisa tersenyum mengingat semua itu. Sejenak, gua melepaskan napas panjang karena bersyukur akan satu kegagalan yang pernah gua alamin.

Bersyukur karena gua gagal menghalangi nyokap untuk ganti handphone. Bersyukur karena masukan gua sama sekali ga dipertimbangkan oleh nyokap. Bersyukur karena dengan handphone barunya itu, nyokap terlihat lebih ceria. Jauh lebih ceria.

Pemikiran gua buyar saat lampu notifikasi berkedap-kedip sekali lagi. Satu kotak berwarna biru muncul dari bawah, membawa pesan susulan yang nyokap kirimkan.

Masih lama ga? Malem-malem amat sih pulangnya?

Cepat-cepat gua membalas pesan itu. Meminta nyokap untuk tidur lebih dulu dan ga usah menunggu gua sampai di rumah. Hanya perlu beberapa detik untuk sebuah pesan balasan dari nyokap mengisi obrolan kami malam itu.

Udah, gapapa. Mama tungguin.

Senyum kembali terkembang. Napas panjang terlepas sekali lagi.

Hampir aja gua menghambat keceriaan seseorang yang rela menunggu gua pulang lembur hanya untuk menyiapkan makan malam. Hampir aja gua menghalangi tumbuhnya senyum seseorang yang sudi menyisihkan waktu istirahatnya untuk menanyakan kabar anaknya. Hampir aja gua gagal membuat nyokap bahagia.

Mungkin selama ini gua salah.

Mungkin memang ketawa wkwkwk dengan emot melingker-lingker yang dapat melambangkan ketawa lepasnya. Mungkin memang ngobrol dengan belasan group chat yang mampu mengukir senyum di wajahnya. Mungkin memang bersosialisasi via handphone yang bisa membuat hatinya senang.

Mungkin. Karena gua belum tau pasti apa yang membuatnya benar-benar tersenyum. Benar-benar bahagia.

Tapi yang jelas, kini gua ga akan melewatkan setiap kesempatan untuk menumbuhkan rasa bahagianya. Karena yang jelas, gua tau apa yang membuat gua bahagia.

Seeing her happy, is what makes me happy.

I love you, Ma.

“God could not be everywhere. Therefore, He made mothers.” ― Jewish Proverb

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

45 thoughts on “What Makes Me Happy

  1. Kevin Anggara November 28, 2013 at 11:24 Reply

    Kadang, nyokap juga suka sms ke gue kayak gitu wahaha :)) Tapi bedanya, nyokap nggak terlalu ngerti tentang smartphone, apalagi messenger dan grou-chat.

    Yang biasanya dipake kalo nggak sms, ya langsung telepon. ( .__.)/

    • Roy Saputra November 28, 2013 at 11:47 Reply

      berarti canggihan nyokap gua dikit (–,)

  2. Finny November 28, 2013 at 11:26 Reply

    Kak Roy, saya sukses berkaca-kaca membaca postingan ini… makasih yaa. Haaa… ibuuuu x’D

    • Roy Saputra November 28, 2013 at 11:47 Reply

      pulang nanti peluk ibunya ya :”D

  3. Finny November 28, 2013 at 11:28 Reply

    Di sini nih, gong-nya >>

    Tapi yang jelas, gua ga akan melewatkan setiap kesempatan untuk menumbuhkan rasa bahagianya. Karena yang jelas, kini gua tau apa yang membuat gua bahagia.

    Seeing her happy is what makes me happy.

    I love you, Ma.

    :))))

  4. @indrathrw November 28, 2013 at 11:39 Reply

    Wah sama juga tuh. Kalo lagi kerja, mama suka sms, pulang gak? Kalo pulang, masaknya mau dibanyakin. Duh :’)

    Tapi yang sering pake emot alay gajelas itu kakak gue yang cewek. Semenjak dia pake BB, dia jadi alay. ditegor malah jawab “Cuek Aja Kali” yaudah. Yaudaaah :D

    • Roy Saputra November 28, 2013 at 11:48 Reply

      hahahaha. semoga berkat gadget jadi semakin akrab semakin dekat :D

  5. hikkie November 28, 2013 at 12:05 Reply

    haha
    ngerasain banget yang kamu rasain :D
    sejak mama bisa pake gadget baru, skrg doi chat mulu.. terus main facebook mulu. hehe tp doi lebih senang kayaknya.. senang karna akhirnya bisa ikutin perkembangan zaman, :D

    btw,nice blog ^^

  6. ridoarbain November 28, 2013 at 12:20 Reply

    Menghibur seperti biasanya. Kali ini, plus menyentuh. :’)

    SMS terakhir mama buat aku: “Do, minggu ini jadi mudik?”
    Dikirim 2 tahun yang lalu. Pas di hari H aku mudik, beliau malah pergi selama-lamanya.
    Gapteknya juga bikin kangen. :’)

  7. Nad Paritrana November 28, 2013 at 14:03 Reply

    Awww.. sweet roy.. :) ..
    Nyokap juga begitu, padahal anaknya dah jadi emak2 beranak dua hehehe..
    Semoga makin sayang mama.. Anak laki yang sayang sama mamahnya.. insya Allah dapet istri yang penyayang lho..

  8. dodo November 28, 2013 at 14:46 Reply

    Hahahaha…..
    ga cuma indonesian-chinese family yang kek gitu….

    kebanyakan indonesian begitu kok… hehehe…

    nice post…. thx roy…

    btw, nyokap gw suka tulis2 status yang panjang di FB nya pake BB nya….kerenan nyokap gw kan….

  9. Nuning November 28, 2013 at 15:32 Reply

    Kalo mamah aku bisanya cuma nelpon (iyah, supergaptek).. seringnya padahal udah tau lagi jam kerja tapi sempet2nya beliau cerita dengan sumringah panjang lebar tentang acara arisan sama temen2nya.. hahahaa..

  10. Nina November 28, 2013 at 16:41 Reply

    ‘Seeing her happy, is what makes me happy.’ super terharu bacanya… buru2 telp nyokap jg :’)
    thx u roy, post sederhana ini bisa jadi pengingat gw utk tidak melupakan mereka yang dipulau sebrang

  11. Dessy November 28, 2013 at 17:05 Reply

    Waah terharu. jadi pengen langsung pulang ini. “pendukung terbaik nomor satumu menunggumu di rumah :’)”

  12. maembie November 28, 2013 at 21:56 Reply

    baru ngebaca post beginian, gue pikir ng Roy cuma bisa komedi, ternyata bisa buat cerita haru. lu bisa apa aja ya bang? paling ganti ban mobil sambil miring kali gak bisa.

    gue orang yang belum kerja, dan membaca ini jadi kangen emak (yang supergaptek, laptop aja kagak tau ngidupinnya gimana, tapi gue udah ngerusakin 2 laptop) .

    eh sorry bang, kok jadi curhat guenya

    • Roy Saputra November 29, 2013 at 09:08 Reply

      gua bisa semua. cuma jadi Presiden sambil bikin album aja yang ga bisa (–,)v

  13. ankhe November 28, 2013 at 22:18 Reply

    duhh terharu banget baca ini…ibu ku gaptek cuma bisa telpon tapi beliau ga peduli abis pulsa berapa demi telp anaknya ini yang sering di luar kota huhuhu touchy

  14. Kita Bisa | Wahyu Yuwono November 28, 2013 at 22:22 Reply

    […] ini gue buat, karena baru aja ngebaca post What Makes Me Happy di […]

  15. tikateacool November 29, 2013 at 20:31 Reply

    aih ternyata om roy, sayang orang tua juga. kirain saangnya cuma sama daun pintu aja :D

  16. fillia November 29, 2013 at 22:40 Reply

    Mama kamu keren..
    Mama saya udah diajarin pake hp tetep milih gamau pake hp. Tapi tetep siih kalo udah maghrib dan anaknya blom pulang, pasti sibuk nelponin dari telpon rumah kesayangannya utk sekedar nanya, ‘udah dimana? Koq blom pulang?’
    Thanks yaa, kamu, yg udah bikin tulisan berharga ini, dua jempol utk kamu…

    Salam,
    Fillia :)

    • Roy Saputra November 30, 2013 at 11:42 Reply

      empat jempol buat mamamu. salam kenal juga fillia :D

  17. Ancella Sekar November 29, 2013 at 23:02 Reply

    Duh, suka banget sama post ini. :) Iya, ibuku juga seperti itu. Kalo anaknya belum sms pasti cemas, padahal anaknya cuman lagi kuliah. Mendengarkan ceritaku dan ceritanya setiap hari adalah obi kita berdua. Nice post, btw :)

  18. Ika November 30, 2013 at 22:21 Reply

    Baca post ini jadi rindu almarumah Ibuku :'(
    Nice post. We do love our mothers!!

  19. Adittya Regas (@adittyaregas) December 1, 2013 at 10:51 Reply

    bang boleh nangis sambil guling2 gak? :’)
    Mamamaaaa!!!

  20. Kevin Fatli December 6, 2013 at 15:38 Reply

    postingan bang roy selalu sukses buat gue terharu :(
    mama gue juga sering gitu. ” lagi dimana vin ? ” ” udah makan ? ” ” pulang jam ? “

  21. Dara Prayoga (@landakgaul) December 11, 2013 at 12:14 Reply

    Kalo nyokap gue, bales SMS singkat sesingkat-singkatnya. Plus, nggak pake tanda baca sama sekali. Udah paling bener telepon sih gue ke beliau.

    • Roy Saputra December 11, 2013 at 17:18 Reply

      telpon emang paling jelas (‘-‘)9

  22. Ichsan Ramadhani December 20, 2013 at 17:06 Reply

    nyokap gue malah lebih suka nelfon, katanya sms dan sahabatnya itu ribet, gak efisien. al hasil henfon ya bener2 di pake buat nelfon, walopun smartphone.

    • Roy Saputra December 20, 2013 at 17:08 Reply

      memang, perhatian ibu ga pandang media :)

  23. arievrahman December 21, 2013 at 14:59 Reply

    Untung nyokap gue gak pakai emoticon begituan, ay :’)

  24. gusmang December 23, 2013 at 21:03 Reply

    Reblogged this on WAITING TO BE FOUND and commented:
    Selamat Hari Ibu buat seluruh Ibu yang ada di seluruh dunia. Terutama Ibu yang lagi di Kupang. Thanks udah jadi Ibu yang luar biasa. I am nothing without you, Mom. Maaf, udah jadi anak kuliahan tapi masih aja bandel.

  25. handphone android 4g June 15, 2015 at 19:21 Reply

    memang kadang ada lucunya kalo liat orang tua, khususnya mama, struggle dalam mengerti teknologi. tapi disitulah peran kita sebagai anak diperlukan, bagaimana caranya mengajari dengan baik. secara ga langsung mungkin itu cara kita membalas apa yang selama ini telah mereka berikan untuk kita :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: