Akhir #PawaiLontangLantung

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Tidak ada kata yang lebih pas gua ucapkan untuk menutup rangkaian #PawaiLontangLantung selain terima kasih. Dengan segala kerendahan hati, gua mengucapkan banyak terima kasih buat teman-teman blogger dan penggiat Twitter yang telah yang mau diribetin untuk ikut meramaikan edisi pawai tiap minggunya. Terima kasih untuk penerbit yang telah membagikan buku ke para pengisi pawai. Tapi yang utama, terima kasih untuk kalian yang rutin membaca dan mendukung selama #PawaiLontangLantung berlangsung.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

#PawaiLontangLantung sendiri udah meramaikan blog serta linimasa dari akun favorit kalian selama kurang lebih 2 bulan. Sesekali… well, seringkali, gua sampe spamming membanjiri timeline di jam sibuk dengan twit-twit berbau Lontang-lantung. Untuk segala ketidaknyamanan yang pernah gua timbulkan selama berjalannya pawai, gua ingin mengucapkan mohon maaf. Semoga bisa dimaklumi.

Ide #PawaiLontangLantung muncul dari #VirtualBookTour Lontang-lantung yang tak kunjung lahir. Ibarat bayi, maka #PawaiLontangLantung adalah #VirtualBookTour yang dioperasi cesar. Agak terburu-buru, terbirit-birit, menyusul momentum rilis novel yang udah berlari beberapa langkah di depan. But hey, akhirnya gua bisa mendapat kesempatan promosi selama 2 bulan, ketimbang #VirtualBookTour yang habis hanya dalam 2 minggu. It’s blessing in disguise.

Perjalanan masih panjang. Saat postingan ini publish, umur novel Lontang-lantung baru 3 bulan 3 hari. Masih ada minggu dan bulan untuk gua perjuangkan lewat jerih payah dari tangan sendiri dan bantuan dari teman-teman yang sangat dapat diandalkan. Seperti teman-teman yang udah terlibat di #PawaiLontangLantung.

Terima kasih untuk Dyaz Afryanto,

“Gaya bahasa yang digunakan sangat sederhana dan ringan. Disuguhkan dengan alur cerita yang sangat luar biasa dan unik.

Yang sangat aku suka dalam novel ini adalah novel ini juga memberikan sebuah pembelajaran tentang kehidupan, persahabatan dan juga cinta. Novel Lontang-lantung tak hanya membuat kita tertawa, namun juga membuat kita merenung tentang arti kehidupan. Asal kalian tahu, aku merinding (bukan karena takut) waktu baca bagian yang sangat menyentuh.”

http://dyazafryan.wordpress.com/2013/11/01/review-novel-lontang-lantung-roy-saputra/

Untuk Syafial Rustama,

“Ide dasar buku ini terdengar sederhana; susahnya mencari pekerjaan di zaman sekarang. Dan Roy menuliskannya tepat seperti itu; sederhana. Tidak berusaha pintar, romantis, ‘berat’, atau kontemplatif.

Jokes Lontang-lantung terasa pas dan mengundang tawa. Tidak ada adegan seseorang yang sedang kayang di jamban di novel ini, tapi kita disuguhkan kekonyolan yang masih bisa ditemui di sekitar dalam kehidupan sehari-hari.”

http://bukune.tumblr.com/post/66237652673/lontang-lantung

Untuk Mia Haryono,

“Dari awal, Roy memperkenalkan tokoh utama yang bernama pasaran saja sudah bikin nyengir. Gue ketawa terus setiap membalik halaman demi halaman. Sesuai judulnya, sudah bisa diduga jalan ceritanya mengisahkan susahnya cari pekerjaan.

Lontang-lantung adalah salah satu buku yang dengan tuntas gua baca beberapa jam saja dan enggak ada satu bagian pun yang gua skip. Komplit karena bahasa yang mudah dimengerti dan alur cerita yang enggak ngebosenin.”

http://myaharyono.com/2013/11/08/curriculum-vitae-pernah-melontang-lantung/

Untuk Anita Prabowo,

“Roy menuliskan buku ini dengan perasaan yang membuat seolah-olah kita diceritakan sebuah cerita oleh kawan lama. Gaya penulisan Roy yang sederhana dengan jokes yang tidak biasa, membuat visual saya tergelitik untuk membayangkan hal-hal lucu yang ditulis Roy.

Saya suka sekali buku ini. Saya suka cara Roy menulis. Saya suka jalan cerita yang disusun. Saya suka tokoh-tokohnya yang walaupun memiliki karakter kuat, tapi tidak memaksa.”

http://www.tealchick.com/2013/11/lontang-lantung-by-roy-saputra-review.html

Untuk Connie W.,

“Membaca Lontang-lantung adalah membaca tentang pikiran kita sendiri. Menertawakan seorang Ari Budiman adalah menertawakan diri kita sendiri.

Buku ini sukses menjadi penghibur bagi siapapun kita, pengangguran atau sudah menduduki posisi tinggi dalam suatu perusahaan, jomblo maupun sudah mempunyai pasangan, laki-laki dan juga perempuan – kalau saja kita semua mau jujur. Membaca soal Ari Budiman adalah semacam bercermin dan melihat bayangan kita sendiri di sana.”

http://poeticonnie.tumblr.com/post/67023748282/kita-ari-budiman

Untuk Si Juki,

si juki

Untuk Godeliva Olivia,

“Ari Budiman, berumur 20 something, baru lulus kuliah dan masukin lamaran kerja berbarengan sama temen-temennya. That sounds like me, few years ago.

Baca Lontang-Lantung, secara automatically dan naturally membawa gue kembali mengingat masa saat baru lulus dan mesti cari kerja. Ditambah dengan footnotes yang Roy bikin, Lontang-Lantung bikin gue senyum-senyum dan cekikikan. Kadang ketawa ngakak, penuh dengan rasa kangen dan syukur karena gue sudah melewati masa itu.”

http://godelivaolivia.wordpress.com/2013/11/22/lontanglantung/

Untuk Kevin Anggara,

“Isinya tentang apaan tuh?

Lontang-lantung itu berkisah tentang Ari Budiman, seorang sarjana baru lulus, yang lagi lontang-lantung nyari kerjaan, wara-wiri ke sana kemari bawa map coklat berisi curriculum vitae (CV). Tentang sebuah fase dalam hidup yang hampir semua orang pernah alamin: lontang-lantung nyari kerjaan.”

http://www.kevinanggara.com/2013/11/interabsurd-life-enthusiast.html

Untuk Fico Fachriza dan BankirSesat yang review dan kolaborasi twittalk-nya telah meramaikan linimasa.

Untuk Cupahul,

“Buat yang lagi nyari kerjaan, buku ini rasanya pas buat menemani lo bahwa ternyata elo ga berusaha sendiri, ada banyak ratusan atau mungkin ribuan orang yang sedang berusaha mencari pekerjaan yang diinginkan juga.

Buat yang masih kuliah dan bentar lagi lulus, buku ini juga patut buat dibaca, karena lo bisa siap-siap dengan apa yang akan elo hadapi nanti.

Buat yang sekarang udah bekerja, buku ini bisa jadi ajang nostalgia masa lalu. Mungkin lebih tepatnya menertawakan diri sendiri, “Eh iya ya. Dulu gue juga gini”.”

http://cupahul.wordpress.com/2013/12/03/review-lontang-lantung/

Untuk Ridu,

“Gue suka cara penulis bikin alur ceritanya, gak dipaksakan dan bikin penasaran sama ending-nya. Beberapa halaman sebelum ending pun gue masih bertanya-tanya. Dan setelah baca ending-nya, gue gak hanya ketawa tapi juga mau nangis bahagia.”

http://ridu.web.id/2013/12/15/review-buku-lontang-lantung/

Dan, last but not least, untuk Sarah Puspita,

“Lontang-Lantung juga menjadi teman yang seru untuk bernostalgia tentang masa-masa putus asa saat mencari kerja dan saat-saat mendebarkan di ruang interview. Membuat gue terbahak-bahak di beberapa bagian dan bergumam pelan, “Anjir, gue tau banget nih rasanya.”

Lontang-Lantung juga menyelipkan nilai-nilai kehidupan yang dapat dipelajari dengan cara yang mengasyikan. Membuat kita menyadari bahwa pribadi yang lebih baik, terkadang justru terbentuk melalui konflik. Membuat kita merenungkan bahwa berhasil tidak melulu ditilik dari titleatau jumlah 0 dalam slip gaji, tapi lebih kepada bagaimana kita menghidupi hidup kita sendiri. Membuat kita tersenyum saat bersama-sama menyadari fakta bahwa nilai dari persahabatan justru terlihat saat kita berada dalam kesulitan.”

http://www.sarahpuspita.com/2013/12/lontang-lantung-di-mata-saya.html

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Terima kasih juga untuk teman-teman yang udah baca dan mengapreasiasi secara spontan. Untuk Dian Mega, Rido Arbain, Disty Julian, Rahmi Sofyati, Wahyu Purnomo, dan teman-teman lainnya. Semoga novel Lontang-lantung menghibur dan pesannya bisa tersampaikan dengan baik.

Bagi teman-teman yang telah dan ingin mereview novel #LontangLantung juga, tulis aja link blog kalian di kolom comment postingan ini. Pasti akan gua baca dan apresiasi balik. I can guarantee you that.

Akhir kata, tanpa pernah bosan, gua ingin mengucapkan terima kasih. Dan salam lontang-lantung.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

17 thoughts on “Akhir #PawaiLontangLantung

  1. sarahandhercloset December 17, 2013 at 11:32 Reply

    sama-sama Roy Saputra! Terima kasih telah melahirkan Lontang Lantung! :)

  2. cupah December 17, 2013 at 12:04 Reply

    Terimakasih bung Roy yang bikin gue kembali percaya kalo ada buku yang bisa bikin gue ketawa, setelah beberapa kali beli buku yg diharapin bisa bikin ketawa justru malah bikin komen ‘diihh..apaan sih ini, jayus’ :|

    Thankyou buat kepercayaannya. :)

    Kapan buku solo nya terbit lagi? :D

    *salam tinju pundak* *jiwil dagu* *dikeplak Sarah* hahaha

    • Roy Saputra December 17, 2013 at 12:26 Reply

      gua yang makasi, Cupah. makasi banyak ya :”)

  3. acentris December 17, 2013 at 14:20 Reply

    Buat mas Roy, minta maaf karna gue khilaf lagi kelewat ikutan pawai lontang lantungnya. Orang macam apa aku ini mas. :'(((

  4. dodo December 17, 2013 at 15:38 Reply

    Great job roy… Jd pengen poto bareng penulis lontang lantung… Hehehe…

    • Roy Saputra December 17, 2013 at 15:45 Reply

      hehehe. thanks, Do!

      someday, someway, kita ketemuan lah.

  5. acentris December 17, 2013 at 16:24 Reply

    Aku gak berubah mas. Aku bukan satria baja hitam. Aku cuma keseringan ngelayap. :'((((

  6. dyazafryan December 18, 2013 at 11:07 Reply

    sama-sama bang Roy.. semoga semakin sukses.. filmnya juga sukses.. bang…. *yipi ki yeay… :D

  7. @BankirSesat December 18, 2013 at 22:46 Reply

    Sama2 bung Roy.. sukses filmnya yaa ;D

  8. Me_gaa December 20, 2013 at 10:29 Reply

    good luck buat filmnya Roy!!!

    keep writing another funny story \(^^)/

    • Roy Saputra December 20, 2013 at 10:31 Reply

      terima kasih, kak Mega! nanti kalo udah rilis, nonton sama pasangannya ya \(^^)/

  9. Dinoy's Books Review January 21, 2014 at 03:36 Reply

    Jadi ini usaha buat nge-push penjualan yang sebulan lalunya ketahuan “cuma” 109? Gimana, udah meroket belum? Udah bikin pundung-nggak-nerbitin-bukunya kelar? :D

    • Roy Saputra January 21, 2014 at 08:26 Reply

      #PawaiLontangLantung dibikin sebelum data penjualan bulan pertama keluar kok. dan keputusan untuk ga nerbitin buku belum ketauan sampe kapan :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: