Wawancaur: Culture Seeker

Jepang adalah negara yang memberikan apa yang gua cari selama traveling. Culture shock. Gua memang bukan pecinta alam, apalagi Vety Vera. Daripada ke gunung atau laut, gua lebih menikmati pasar atau gedung-gedung bertingkat. Ngobrol dengan penduduk lokal untuk tau apa yang mereka prioritaskan dan reaksi-reaksi mereka terhadap suatu aksi.

Hal yang sama ternyata juga digemari oleh traveler mungil asal Bekasi ini: Puty.

Ahli Geologi lulusan ITB ini udah pernah berkelana ke 14 negara di 2 benua. Dan hari ini (Jumat, 20 Desember 2013), Puty akan berangkat untuk menginjakkan kakinya di benua ketiga; Australia. Spanyol dan Jepang adalah 2 negara favoritnya sejauh ini. Patut disimak, apakah akan berubah ketika ia selesai ngetrip dari negeri kangguru nanti.

Kegemarannya akan budaya menuntunnya untuk berbaur dengan penduduk lokal untuk mengetahui bagaimana mereka hidup dan apa-apa aja yang mereka anggap penting. Saat ke Italia misalnya, Puty sengaja ke kafe lokal untuk memperhatikan kebiasaan penduduk sana dalam memesan kopi dan bersosialisasi. Terdengar seru kan?

Untuk tau lebih banyak tentang keseruan lain yang dialami Puty, bisa main-main ke blognya di byputy.com. Untuk tau kesehariannya, cukup follow akun Twitternya di @puty. Untuk tau secuplik pengalaman serunya selama mencari budaya di negara orang, simak aja wawancaur kali ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Puty benar-benar dilakukan via Whatsapp. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar dipinjam dari blog narasumber. Terima kasih.

puty

Hi Puty! Ceritain dong tentang pengalaman pertama traveling lu!

Hmm. Kalau traveling yang direncanain sendiri itu euro trip setelah student festival di Trondheim, Norwegia bulan Februari 2011. Jadi setelah festival 10 hari, gue dan beberapa teman merencanakan jalan-jalan ke negara-negara Eropa dari utara sampai ke Belanda Setelah Trondheim, kita ke Oslo, lalu mampir Gotherburg (Swedia), Copenhagen (Denmark), baru ke Amsterdam dan Brussels, dengan kereta api. Sok sok-an beli eurail pass ternyata tepos juga berjam-jam duduk di kereta. Hahaha.

Wuih, Eropa Utara. Jarang kayaknya ya denger orang Indonesia traveling ke sana. Apa yang paling menarik selama trip ke Eropa bagian utara, Put?

DINGIN!

Wogh. Berapa derajat?

Gue ke sana pas dingin-dinginnya winter. Suhunya sampai -16 derajat celcius!

Ajegile!

Sebagai wanita eksotik daerah tropik yang di ruang ber-AC aja suka kedinginan, tentu gue gentar waktu lihat penunjuk suhu.

Mana gue kan pelit ya, jadi berhubung gue pikir seumur hidup sekali ke sana, ya gue beli baju hangat yang bekas gitu di Gede Bage, Bandung. Rencananya entar gue tinggalin aja pas pulang. Ternyata baju hangatnya kurang hangat. Jadi gue pake long john-nya dobel X”D

Udah gitu, rumah host gue selama di Trondheim di atas bukit gitu. Jadi kalau pulang acara festival malem-malem, dari halte bis masih harus jalan beberapa ratus meter. Nah tiap saat jalan itu, gue rasanya kaya pengen nulis surat wasiat.

Langsung keinget dosa-dosa gitu ya, Put? X))

Terus pernah gue nunggu bis kedinginan, gue sok sok masuk Seven Eleven.

Beli Slurpy?

Ya kagaklah. Kan dingin, Roy. Mau beli kopi murah gitu aja. Tapi di Norwegia itu ya beli kopi instan aja bisa 60ribu. Besokannya gue langsung kapok sok-sok beli kopi di Sevel. Mending pasrah kedinginan aja!

Hahahaha.

Namanya juga mahasiswa :P

Selain long john dobel, kiat apalagi yang lu pake buat nanggulangin dingin -16 derajat?

Yang pasti telinga harus terlindungi. Entah pake kupluk atau penutup kuping. Terus ga boleh diem lama-lama di luar. Harus bergerak terus. Makan juga harus banyak, jangan sampai kelaperan!

Selain cuaca, culture shock apalagi yang lu alamin selama ke Eropa Utara?

Harga, Roy. Di sana apa-apa mahal! Sekali makan fast food aja bisa 80ribu-an. Harga segitu tuh udah paket super hematnya.

Di luar Eropa Utara tadi, ada pengalaman lucu atau memalukan ga gara-gara culture shock?

Hmmm. Pernah waktu gue ke Spanyol. Sebagai orang yang sok-sok mau nge-blend sama local cuisine, gue berdua sama temen gue mesen paella di kedai lokal. Pelayannya ga ada yang bisa bahasa inggris. Jadi kita nunjuk dan bicara dalam bahasa tarzan.

Paella itu apa sih, Put? “Paella lu peyang” gitu ya?

Eaaa. Semacam nasi isi seafood gitu, Roy.

Oo, oke. Lanjut!

Nah, akhirnya berhasil tuh pesen paella. Setelah nunggu beberapa menit, si pelayan dateng bawa piring gede, tapi isinya cuma remah-remah kremes gitu. Gue sama temen gue bingung, jangan-jangan paella daerah sini bentuknya emang begini.

Karena masih laper, gue bilang ke temen gue, “Mbak, kalo makan ginian mana kenyang. Udah deh, kita pesen yang pasti-pasti aja.” Kemudian kita pesen lagi lah roti dan scrambled egg. Pas kita pesen lagi, pelayannya kayak kaget gitu.

Ternyata setelah 10 menit, paella yang sebenernya dateng. Gede bangeeet! Disajiinnya di piring segede wajan penggorengan!

Ternyata si remah-remah tadi cuma pembuka. Kitanya masih kaget, eh datanglah kemudian roti dan scrambled egg. Membuat kami berdua terlihat seperti sepasang babon ngidam yang baru keluar hutan.

Laper ya, Put? #GerakanKoinUntukPutyMakan

X”D

Nah Put, lu kadang nulis dan ngesketsa hal-hal yang lu temuin selama perjalanan. Apa sih yang jadi kriteria, “Ah ini nih gue tulis. Nah ini nih yang gue mau gambar”?

Biasanya sketsa kalau gue lagi ada waktu Roy. Kalau itinerary lagi gak padat atau nunggu bis atau kereta. Kalau nulis biasanya gue setelah pulang. Tapi above all, pasti gue motret.

Objek favorit untuk dipotret atau digambar?

Bangunan!

Gue suka motret surrounding. Rumah, jalanan, beserta orang-orangnya. Kalo buat sketsa sih gue suka makanan. Soalnya pas makan kan pasti diem. Jadi bisa sekalian istirahat.

Kenapa sketsa, Put? Kan sebenernya bisa foto aja?

Karena sketsa itu personal, Roy. Subjektif.

Kita pasti akan menggambar sesuatu sesuai dengan persepsi kita dan detail pada hal yg paling kita perhatikan. Kalau foto itu lebih objektif.

Tapi dua duanya sama-sama untuk mengabadikan sih.

Ah I see. Menurut lu sendiri, kenapa sebuah perjalanan perlu diabadikan, Put? Baik itu lewat tulisan, foto, atau sketsa?

Hmm, sebetulnya menurut gue ini bukan soal mengabadikan, tapi lebih ke merasakan. Waktu gue motret & nge-sketch, gue fokus ke perjalanan gue. Memperhatikan  detail-detail, bukan hanya sekedar memperhatikan.

Nah, sekarang pertanyaan santai dikit nih.

Apaan, Roy?

Sebagai wanita normal di usia matang dan udah traveling ke beberapa negara, kalo bisa milih, lu bakal milih nikah sama cowo dari negara mana?

PERTANYAAN JEBAKAN!

XD

Hmm, Italia kayanya ya. Eh wait. Norwegia aja deh. Soalnya tinggi-tinggi, jadi bisa buat perbaikan keturunan.

Kalo cowok Italia tadi, kenapa, Put?

Kalau cowok Eropa selatan itu lebih agresif. Jadi kesannya agak playboy gitu. Kayak cowok Italia. Kalau tertarik ama cewek bisa langsung diajakin ngopi.

Wah, Puty suka cowo agresif. Pasti naksir supir metromini yang suka nyodok-nyodok nih. Agresif.

Agresifnya cowok Italia itu kayak lihat 10 menit, tertarik, ajak kenalan, bilang cantik, ajak ngopi. Selangsung itu.

Sekarang pilih, cowo dari benua mana untuk: 1) kerja bareng 2) traveling bareng 3) nikah 4) diajak berantem.

Nomor satu udah pasti Asia, soalnya rajin. Kalo buat traveling bareng, enaknya Amerika, soalnya mereka toleran dan asik. Untuk nomor tiga itu Eropa, soalnya… pilihannya tinggal Eropa ama Afrika X”D

Dan yang nomer 4 udah pasti Afrika X”D

Hahaha. Selamat bertarung sama orang Zimbabwe ya, Put.

Roy.

Ya?

Gue pernah beneran berantem ama orang Zimbabwe lho. Literally.

Eh?

Jadi ya, waktu gue di Norwegia, gua tinggal bareng orang Zimbabwe di host gue. Namanya Jimmy. Gara-gara dia lelet dan menunda-nunda, gue jadi ketinggalan bis yang cuma dateng sejam sekali!

Gara-gara kesel, seharian gue panggil di Jimbrong. Tapi ya, guenya udah marah-marah, eh dianya tetep santai, “Don’t worry, sistaaah. It’s just a buuus.”

BAH! HAHAHAHAHAHA. A story to tell banget tuh.

Hahaha. Iya, Roy

Lu jadi bisa cerita ke anak cucu lu, “Nak, kamu tau ga? Dulu ibu pernah berantem lho. Sama orang Zimbabwe.” Pasti anak lu mengira kalo lu itu atlet UFC.

Hahahaha. Dulu, gue kira segala berita tentang Zimbabwe itu hoax atau imajinasi aja. Ternyata negara nyata! XD

Pertanyaan terakhir nih. Sekian banyak budaya udah lu temuin selama traveling. Gimana hal-hal itu mempengaruhi hidup lu saat ini, Put?

Gue belajar banyak banget dari traveling. Gue bisa melihat budaya barat yang bebas. Memang mereka ‘bebas’, tapi mereka nggak pernah ngurusin urusan orang lain. Tapi yang paling membuat gue terkesan itu budaya Jepang. Bagaimana mereka disiplin, tepat waktu, teratur, kreatif, rajin, kerja keras, sederhana. Bisa modern banget tanpa melupakan budaya tradisional.

Dari taveling juga, gue jadi bisa melihat dari berbagai sudut pandang. Lebih terbuka dalam melihat orang-orang yang sok sok kebarat-baratan karena udah pernah lihat aslinya.

Tapi yang paling utama itu, gara-gara traveling gue jadi lebih toleransi dan selalu mencoba untuk mengerti.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

7 thoughts on “Wawancaur: Culture Seeker

  1. Kevin Anggara December 20, 2013 at 15:51 Reply

    Baca wawancaur kali ini gue jadi ngiler ngebayangin makanan yang disebutin :o

  2. Gerry December 20, 2013 at 16:47 Reply

    paling pamungkas : gara-gara traveling, itu bikin ketagihan pengen traveling terus :D

    • Roy Saputra December 20, 2013 at 16:53 Reply

      indeed.

      baca wawancaur yang full time travel junkie juga deh :D

  3. Dwi Kresnoadii December 23, 2013 at 22:53 Reply

    Wah travellingnya ke luar negeri semua ya, keren. Gue harus nyobain traveliiiiiiiiing. Oke, sip!

    • Roy Saputra December 24, 2013 at 09:02 Reply

      ga harus kok. disesuaikan dengan minat lu aja. ga semua orang mesti traveling ;)

  4. damayantisinaga December 27, 2013 at 10:20 Reply

    Reblogged this on damayantisinaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: