Mimpi yang Tertunda

Dear teman-teman pembaca saputraroy.com,

Kalian punya mimpi?

Tenang, tenang. Ini bukan postingan tentang Multi Level Marketing (MLM). Gua bukan seorang teman lama yang tiba-tiba menghubungi untuk menanyakan kabar, lalu dengan timpangnya menawarkan bisnis yang melibatkan kata downline dan passive income.

Bukan, bukan itu. Tapi kalian udah punya asuransi?

Ga deng. Gua juga bukan mau nawarin asuransi. Jadi tenang aja. Bisa gua pastikan, di postingan kali ini ga akan ada foto gua dengan latar mobil sport mahal atau kapal yacht yang gua aku-aku sebagai milik pribadi. Gua cuma mau cerita tentang salah satu mimpi gua yang selalu ketunda. Mimpi yang bergeser atau terabaikan hampir di setiap tahunnya. That dream was to make my own clothing line.

Iya, itu mimpi gua. Punya brand kaos sendiri.

Itu semua karena gua suka banget pake kaos. Kaos dengan tulisan dan design yang unik selalu berhasil mencuri perhatian gua. Joger dan Dagadu adalah 2 brand yang pertama kali membuat gua jatuh cinta pada dunia perkaosan dengan kata-kata yang unik. Kaos yang saking bagusnya pengen gua pake terus. Kaos yang saking bagusnya bikin gua sampai berikrar dalam hati, “Suatu hari gua harus bisa punya usaha seperti ini.”

Mimpi ini terus gua buru. Masa SMA tahun terakhir, saat gua merasa udah cukup besar untuk mengambil keputusan dan punya uang tabungan yang lumayan, gua mengajak seorang teman untuk memulai usaha ini. Pergilah kami suatu sore ke daerah Mangga Dua untuk mencari tukang sablon. Waktu itu, harga ga masalah buat kami. Yang penting murah.

Setelah berkeliling ke sana kemari, kami gagal menemukan tukang sablon dengan kriteria kami: mampu diecer. Kebanyakan tukang sablon hanya mau menerima order dalam partai besar. Gua mengatakan ke tukang sablon itu bahwa gua bukanlah konstituen Golkar atau PDI Perjuangan. Hal terdekat antara gua dengan partai-partai besar adalah suka ngata-ngatain politikus waktu nonton mereka di Metro Tipi. Tukang sablon itu menjawab kalo yang dia maksud adalah dalam jumlah yang banyak, setelah sebelumnya menoyor gua dengan mesin sablon.

Sore itu, gua pulang dari Mangga Dua tanpa kesepakatan dengan tukang sablon mana pun. Karena waktu itu, seindie-indienya tukang sablon, ga ada yang nerima eceran. Resiko dan kebutuhan dana yang besar membuat gua pulang dengan tangan hampa. Hanya 1 VCD asusila yang berhasil kami beli. Itu pun patungan. Teman gua dapet side A, gua dapet side B. Alhasil, gua nontonnya mundur. Kek moonwalk.

Anyway,

Usaha mengejar mimpi usaha kaos ini terhenti sejenak saat ujian akhir kelulusan dan persiapan ujian masuk perguruan tinggi negeri bergulir. Namun saat gua masuk Universitas Indonesia, keinginan gua untuk mewujudkan mimpi ini kembali membara.

Semasa petualangan gua di Depok, banyak banget orang yang usaha kaos. Mulai dari yang polos dan sederhana, sampai ke yang design-nya sophisticated. Dengan harga maksimal 50ribu-an, kaos dengan design rupa-rupa laris manis dibeli oleh mahasiswa-mahasiswi. Namun banyak juga usaha yang tewas digerus pasar, meski ada juga yang terus bertahan.

Gua juga ingin ikutan menyicip kerasnya persaingan usaha kaos ini. Namun ternyata keinginan itu ga pernah kesampaian. Kesibukan jadi dalih kegagalan gua mewujudkan mimpi waktu itu.

Mungkin gua harus mengubur mimpi ini dalam-dalam. Bersamaan dengan mimpi untuk menjadi duta besar Uganda dan piknik ke bulan. Terlebih lagi, makin ke sini design kaos makin menggila. Makin keren dan makin jauh untuk bisa gua imbangi. Pun kalo usaha itu muncul, pasti tergerus oleh pasar dengan sendirinya. Mungkin gua benar-benar harus mengubur mimpi ini.

Sampai datanglah momen di mana gua merasa, “Ya udah lah ya. It’s now or never.”

So, I decided to establish my own clothing line, this year. This month. This day.

Awalnya, gua ingin membuat kaos dengan design yang kompleks. Gambar-gambar dengan pesan terselubung dan permainan warna kontemporer ingin gua jadikan andalan. Namun gua teringat hal yang membuat gua jatuh cinta pertama kali dengan kaos.

Kata-kata.

Brand kaos gua nantinya akan lebih banyak bermain di kata-kata dengan model sesederhana mungkin. Because I believe that simplicity is the ultimate sophistication.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, kata-kata seperti apa? Awalnya, gua ingin membuat kaos dengan kata-kata lucu terpampang di bagian depan. Tapi sepertinya kaos model begitu udah banyak banget, dan rasa-rasanya, blog ini bisa berbuat lebih dari sekadar membuat senyum. Setelah diskusi dengan pacar tentang design dan konsep secara umum, maka konsep baru pun lahir.

Lewat kaos ini, gua tetap ingin berbagi hal positif dengan rendah hati. Hal-hal yang mungkin bisa membuat kita bahagia, atau teringat kembali akan definisi bahagia kita masing-masing. Dan seperti tagline blog ini juga, gua berharap kaos ini dapat membuat teman-teman semakin antusias terhadap hidup.

Lalu sampailah gua di pertanyaan terakhir yang paling maut: nama brand-nya apa ya?

Pengen yang rumit, takut otak gua ga nyampe. Pengen yang kebarat-baratan, khawatir disangka antek Amerika. Pengen yang keren, tapi ntar gua kalah keren. Dan kayaknya yang rumit, keren, dan kebarat-baratan udah banyak banget. Gua jadi kepikiran, gimana kalo jadul, katro, dan biasa aja?

Maka nama ini pun lahir. Bukan nama yang pake shop atau store di belakangnya. Bukan nama yang susah diucapin di lidah Indonesia. Tapi nama yang mudah-mudahan mudah diingat. Nama yang sederhana. Nama yang sesuai dengan cita-citanya.

So, I chose this name…

toko bahagia logo

Jadi, selamat datang di Toko Bahagia. Tempat di mana gua dan teman-teman di baliknya berjualan barang-barang dengan konsep bahagia. Toko di mana kami menjual “vitamin”, “katalis”, atau “pengingat” untuk tetap bahagia. Tanpa bahan kimia, tanpa zat adiktif, ataupun pewarna tekstil.

Karena kami hanya menjual kata-kata.

Dan anggap saja, ini perwujudan akan mimpi yang selalu tertunda.

Regards,

A life enthusiast.

PS: Produk pertama akan dirilis pada hari Kamis, 30 Januari 2014, pukul 11:11 WIB. Tungguin ya.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , ,

19 thoughts on “Mimpi yang Tertunda

  1. dodo January 25, 2014 at 12:03 Reply

    Wow…. Selamat yah… Gw juga sempet kepikiran pengen bikin semacam dagadu dan joger d jakarta…. Gw jg suka permainan kata.. Dan gw pikir Roy emang lebih cerdas soal ini… Gw dukung toko lo… Tp jgn mahal yah… Ditunggu produk pertamanya…. Semoga berhasil!!!!

    • Roy Saputra January 27, 2014 at 08:42 Reply

      masih di bawah 100ribu. semoga suka :D

      thanks, Do!

  2. kevinchoc January 25, 2014 at 16:53 Reply

    Oh, ini yang waktu itu direncanain ya.. Sukses, bang Roy! :D

  3. maembie January 26, 2014 at 02:55 Reply

    Berarti sebentar lagi bakalan ada tokobahagia(dot)com nih.

    Pernah juga pengen punya model baju sendiri, karena dipasaran baju banyak modelnya jadi bingung milih.

    eh.. kok bulan ini keluarnya, gue kan liburan, mana dapat uang bulanan.

    • Roy Saputra January 27, 2014 at 08:31 Reply

      tujuannya memang ke sana, tapi yang pasti ga dalam waktu dekat :D

  4. Lynn January 26, 2014 at 22:11 Reply

    same here! Gue juga paling seneng beli kaos yang isinya tulisan (kata-kata) :)
    good luck!

  5. Dwi Kresnoadii January 27, 2014 at 00:01 Reply

    Wihii. Gue juga dulu sempet kepengin buka usaha clothing. Malah temen udah beli alat sablon sendiri…sampe kita berhenti gitu aja. Ngga jelas. hehe. Semoga sukses Roy! gue belakangan lagi suka pake kaosnya racun-cinta. err.. ini bukan promo.

    • Roy Saputra January 27, 2014 at 08:30 Reply

      wuih, sayang tuh mesin sablonnya. boleh gua bayarin?

      • Dwi Kresnoadii January 30, 2014 at 21:31 Reply

        Hahaha udah ngga tahu ke mana lagi Roy. Busuk dimakan waktu :))

  6. arievrahman January 27, 2014 at 17:45 Reply

    Yah, keduluan! #eaaa

    Sukses ay.

    • Roy Saputra January 28, 2014 at 08:34 Reply

      eaaa. ditunggu juga “toko backpackstory”-nya. eaaa.

  7. damayantisinaga January 28, 2014 at 09:57 Reply

    Reblogged this on damayantisinaga and commented:
    mimpi itu harus dikejar, gak peduli sampai kapanpun :)

  8. ariee January 29, 2014 at 17:57 Reply

    Kebetulan Mas. Saya juga sama sama pengin banget punya clothing line sendiri. Keren aja gitu. Hehe. Saya buka dropshipper dulu, dan kampret gagal di perjalanan pertama. Bangkrut keras. Masih kelas 3 SMA. Hahaha

  9. DebbZie February 2, 2014 at 13:35 Reply

    Whoa! Congratz ya, Roy!
    Pasti rasanya luar biasa kalo satu mimpi bisa terwujud :’)
    Semoga laris manis banyak penggemar kayak blog ini.

    Psstt….btw di Denpasar yang namanya toko Bahagia itu favorit aku soalnya jualan jajanan khas Bali yang enak2. Bahagia banget kalo kesana, hihihi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: