Wawancaur: Suketi Kuncoro

Kamis, 8 Mei 2014, #FilmLuntangLantung bakal rilis di bioskop kesayangan kalian semua.

Dalam rangka menyambut rilisnya film Luntang-Lantung, gua mau nge-wawancaur salah satu pemain yang terlibat di film itu. Seorang aktor baru yang juga pelaku stand up comedy di Indonesia: Muhadkly Acho.

Setelah berulang kali menyocokan jadwal dengan sekretarisnya, akhirnya gua dapet juga kesempatan untuk nge-wawancaur pria ganteng harapan bangsa ini. Di tengah sibuknya Acho menimba air dan menuangnya ke ember, gua berhasil nge-wawancaur pria yang ditampuk untuk memerankan Suketi Kuncoro, sahabat Ari Budiman yang jadi tokoh utama dari film Luntang-Lantung.

Gua sendiri udah sering liat penampilan Acho di atas panggung stand up. Mulai dari opener di Tanpa Batas, Little Man Big Problem, Stand Up Festival, dan yang terakhir saat Provoactive Proactive Stand Up Night 3 awal April kemarin. Kelihaiannya memilih diksi dan memainkan intonasi Betawi, jadi senjata utamanya memancing tawa penonton.

Kemampuannya mengocok perut di atas panggung udah ga diragukan lagi, tapi seberapa lihaikah Acho saat beraksi di layar lebar? Dan kenapa bisa dia yang akhirnya kepilih untuk memerankan Suketi Kuncoro? Dua pertanyaan tadi akan terjawab di wawancaur kali ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Acho benar-benar dilakukan via email. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar dipinjam dari sini. Terima kasih.

muhadkly acho

Halo, Acho! Kesibukan lu sehari-hari sebenernya apa sih?

Halo Roy. Kesibukan gua sehari-hari selain Model Catwalk makan tidur, gua bekerja sebagai Production Head di sebuah digital agency. Terus di luar jam kantor, gua juga sibuk stand up comedy di rice cooker TV dan off air event.

Ceritain dong gimana ceritanya bisa diajak casting dan akhirnya main di film Luntang-Lantung?

Kejadiannya tiba-tiba banget, bisa dibilang ini rejeki gua sebagai anak soleh.

Alhamdulilah…

Jadi suatu hari gua di-mention oleh talent manager sebuah PH untuk ikut casting. Setelah baca sinopsisnya, langsung gua tolak mentah-mentah iyain. Waktu itu, kebetulan PH ini lagi produksi film juga, jadi gua terpaksa casting di lokasi syuting mereka, yaitu… terminal Pasar Minggu :|

Hahahaha.

Ya gitu deh :|

Dari pertama emang udah di-casting untuk Suketi?

Iya, dari awal udah di-casting buat meranin Suketi. Padahal gua udah pede kalo gua yang bakal jadi Ari Budiman, ternyata gua terlalu percaya diri.

Waktu itu saingannya siapa aja, Cho?

Saingannya ada beberapa, karena mereka juga ngadain halal bi halal open casting. Saingan gua itu Tora Sudiro, Lukman Sardi, Nicholas Saputra ga ada yang gua kenal sih.

Gua rasa, gua akhirnya terpilih karena gua ganteng dan aktor papan atas gua cukup punya muka seperti orang Jawa dan bisa akting sebagai mahasiswa yang norak.

Susah ga meranin tokoh Suketi? Secara lu kan Betawi banget, sementara Suketi itu diceritakan tokoh yang Jawa banget.

Awalnya memang susah jadi orang Jawa, karena aslinya gua orang Monaco bukan orang Jawa, bahkan cenderung Betawi.

Tapi karena sutradaranya juga orang Jawa (Fajar Nugros -red), beliau bisa ngarahin gua dan bisa menilai apakah gua sudah cukup Jawa atau belum. Tapi yang tersulit bukan memerankan orang Jawa-nya, tapi akting jadi orang yang agak katrok, karena gua aslinya… gaul katrok banget.

Kalo boleh milih, lu kepengennya meranin tokoh siapa di film Luntang-Lantung?

Ya jelas jadi Ari Budiman lah! Si kampret itu dapet scene romantis sama dua cewek. Nah gua? Kena tamparnya doang!

Hahaha.

Nasib, ya nasib.

Ini kan pertama kali lu main film layar lebar ya, Cho. Gimana rasanya sih?

Perasaan gua biasa aja lah, namanya juga aktor papan atas seneng banget, karena ini pengalaman baru, dan alhamdulillah gua dapet sutradara dan teman main yang asik banget dan bisa diajak diskusi. Jadi gua merasa enjoy banget.

Belum lagi ada scene berenang di danau Toba. Priceless.

Nah, Cho, lu kan juga dikenal sebagai seorang stand up comedian. Apa hal tersebut membantu selama proses syuting?

Cukup membantu, karena sutradaranya memberikan gua ruang untuk menyalurkan syahwat berimprovisasi di sisi dialog dan actingnya. Jadi ngga terlalu scripted.

Ada kejadian lucu atau seru ga selama proses syuting?

Ada, waktu di Medan. Semua orang histeris dan ngejar-ngejar Dimas Anggara. Dia sampai dikawal gara-gara itu. Sementara gua? Boro-boro dikawal, gua bantuin bawa kostum!

Bahahahak!

Sampai akhirnya, ada juga orang yang ngajak gua buat foto bareng. Selesai foto, dia bilang, “Bang, Abang ini siapa?”

X))))))

Dalam hati gua teriak, “KALO ELU KAGAK KENAL GUA, TRUS NGAPAIN TADI LO NGAJAK FOTO BARENG, SETAN?!”

Ternyata dia fansnya Dimas yang ga kebagian foto bareng sama Dimas!

Adegan paling susah buat lu pas syuting, adegan mana, Cho?

Adegan ketika berenang di danau Toba. Susahnya karena dingin abis ujan. Udah gitu gua harus ngambang sambil dialog dan gak boleh outframe. Asu!

Nah, menurut lu sendiri, film Luntang-Lantung itu gimana sih?

Sebelum main, gua baca novelnya dulu, dan gua ngerasa relate banget sama ceritanya.

Premis mahasiswa yang baru lulus dan luntang-lantung mencari kerja dan jati diri itu pasti pernah dilalui hampir semua orang, makanya gua suka banget, karena ini ga mengada-ngada. Real banget. Gua jadi inget jaman gua kuliah tahun lalu 10 tahun yang lalu.

Mimpi dan cita-cita lu di dunia seni peran sendiri gimana?

Buat gua, film adalah potret kehidupan. Kalau bagus, film bisa jadi inspirasi bagi banyak orang. Gua berharap bisa dapat kesempatan lagi sebagai aktor, karena gua merasa dunia ini panggung sandiwara punya keasyikan dan tantangan tersendiri.

Di samping itu, komedi kan luas, tentu gua akan senang sekali kalau bisa berkomedi lewat film selain di atas panggung 17an stand up comedy.

Ada pesan-pesan buat teman-teman yang baca wawancaur ini?

Pesan gua, lo harus nonton film Luntang-Lantung tanggal 8 Mei nanti.

Karena film ini bisa membuat lo bernostalgia ke persahabatan masa lalu, masa kuliah, momen saat lo akhirnya lulus, berjuang cari kerja, percintaan, bahkan konflik dengan diri lo sendiri untuk sebuah pembuktian dan kejujuran.

Lagian, kapan lagi lo bisa ngeliat gua topless berkeringat sambil berenang di danau Toba?

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

7 thoughts on “Wawancaur: Suketi Kuncoro

  1. cupah April 24, 2014 at 13:56 Reply

    *masukin bang Acho kedalem toples*

  2. D.H. Kresnoadi (@enggakeribo) April 24, 2014 at 17:56 Reply

    Calon orang sukses yang bakal keren lama nih. Terasa dewasa banget si Acho di sini. :p

  3. maembie April 24, 2014 at 21:42 Reply

    Liat @Muhadkly topless? Nanti badannya kayak banci di priok, yang beda dikit sama pohon. Itu materi SUC nya bg Acho

    bg Acho gak punya fans? gua jadi yang pertama… pertama ngetawain. Tapi gak ding, gua itu memang suka sama materi SUC nih orang, makanya dia gua jadiin komika favorit sepanjang abad. Preet. Orangnya gak baca kan bg Roy?

  4. kevinchoc April 29, 2014 at 19:29 Reply

    Selesai foto ditanya, “Bang, Abang ini siapa?” X))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: