Setuju dengan Prabowo

Setelah membaca sekilas visi misi kedua pasangan capres, menyimak kegiatan kampanye keduanya, dan menonton debat capres beberapa kali, akhirnya gua menetapkan pilihan, siapa yang akan gua coblos pada pemilihan presiden tahun ini.

Dengan penuh kesadaran dan tanpa tekanan dari pihak manapun, gua memutuskan untuk setuju dengan Prabowo. Setuju dengan apa yang beliau lakukan pada foto di bawah ini.

prabowo salam dua jari

Gua sepakat dengan beliau untuk mengangkat tangan dan melakukan salam dua jari. Karena pada pemilihan presiden tanggal 9 Juli besok, gua akan memilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi – JK) sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2014 – 2019.

Alasan gua hanya satu. Bukan, bukan karena soal kasus HAM yang masih mengganjal kubu nomor satu. Atau karena anak sang calon wakil presiden yang masih bisa kuliah di London setelah menabrak anak orang sampai tewas. Tapi lebih karena banyak orang-orang baik dan kompeten yang siap membantu pasangan Jokowi – JK jika mereka dipercaya untuk jadi pemimpin negeri ini.

Siapa pun presidennya, dia pasti membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah yang kompleks di Indonesia. Ga mungkin satu orang bisa memperbaiki semuanya sendirian. Ga mungkin daya segelintir orang bisa mendobrak masalah-masalah dalam sekejap saja. Semua perlu sumber daya yang besar dan kompeten.

Karena itu lah gua mendukung Jokowi – JK. Karena ada orang-orang baik dan kompeten di belakang pasangan nomor 2 tersebut.

Gua ingin Menteri Pendidikan diisi oleh Anies Baswedan, rektor Universitas Paramadina, orang yang telah membuktikan kompetensi dirinya di bidang pendidikan melalui program Indonesia Mengajar. Bukan oleh orang partai yang di beberapa kesempatan terlihat ga santun dalam berkampanye.

Gua ingin kursi Menteri Komunikasi dan Informasi diduduki oleh Surya Paloh, orang yang telah lama bergelut di industri media massa. Bukan oleh orang yang malah nanya, “kalo internet cepat memangnya buat apa, tuips yang budiman?”

Gua ingin Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dijabat oleh Kurtubi, seorang akademisi dan pengamat dunia minyak dan gas yang selama ini kritis terhadap kebijakan migas pemerintah. Bukan oleh orang yang mendapat jatah pos menteri hanya karena koalisi, tanpa mengerti betul tentang sumber daya alam dan energi.

Gua ingin jabatan Menteri Pekerjaan Umum diberikan ke Tri Rismaharini, orang yang luar biasa membangun kota Surabaya dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup. Bukan oleh orang yang nerima kerjaan apa aja, asal ada untungnya buat mereka.

Gua ingin posisi Menteri Koordinator Perekonomian dipegang oleh Faisal Basri, seorang ekonom berpengalaman yang memiliki integritas. Bukan oleh orang yang pernah atau sedang terlibat kasus pengemplangan pajak.

Tapi yang terutama,

gua sama sekali ga ingin Aburizal Bakrie duduk di kursi Menteri Koordinator bidang apapun. Karena satu-satunya kegiatan koordinasi yang seharusnya dia lakukan adalah pengembalian kesejahteraan masyarakat Sidoarjo yang terkena musibah lumpur Lapindo.

Gua ga ingin posisi Menteri Agama kembali dijabat oleh orang yang saat ini duduk sebagai tersangka kasus korupsi dana ibadah haji. Gua ga ingin kursi Menteri Pertanian diberikan ke orang dari partai yang sedang bermasalah dengan daging sapi.

Gua ga ingin orang-orang bermasalah diberi kesempatan untuk membuat masalah lagi.

Sekarang, kita diberi peluang untuk menggusur orang-orang itu dari pemerintahan. Lewat pemilihan presiden tanggal 9 Juli besok, kita bisa menyerahkan kursi-kursi penting negara ini ke orang-orang baik yang kompeten. Orang-orang yang saat ini mendukung pasangan Jokowi – JK.

Tapi kita juga harus mengakui bahwa mereka yang ada di belakang Jokowi – JK bukanlah malaikat yang sempurna. Ada beberapa nama yang memiliki catatan kelam yang ga bisa kita cuekin. Yang beberapa di antaranya, diprediksi akan duduk di kursi pemerintahan juga.

Namun Rabu besok, kita punya tanggung jawab untuk memilih di antara pilihan yang ada. Dan jika pilihannya hanya dua ini, jelas gua akan memilih pasangan Jokowi – JK.

I might not stand on the right side, but I’m pretty sure I stand on the less evil side.

Pun jika akhirnya orang-orang tersebut berbuat onar, gua percaya kita masih bisa mengkritisi dengan bebas dan bertanggung jawab. Kita masih bisa turun ke jalan atau bersuara lewat media massa. Sesial-sialnya, masih bisalah nyinyirin mereka di linimasa Twitter. Di bawah kepemimpinan Jokowi – JK, gua percaya, kita masih bisa “menyentuh” mereka.

Namun hal yang sama mungkin ga berlaku jika Prabowo yang berkuasa. Seorang yang diberitakan melempar barang ketika marah. Seorang yang secara tersirat merencanakan untuk menghilangkan pemilu presiden langsung. Seorang yang pernah mengatakan bahwa Indonesia memerlukan rezim yang otoriter.

Pilpres besok adalah saatnya bagi kita untuk membuat gebrakan. Saatnya bagi kita untuk menciptakan harapan dan pembaharuan. Saatnya bagi kita untuk turut serta dalam gerakan perubahan.

Mari menggusur orang-orang bermasalah. Mari menyerahkan kursi penting ke orang-orang baik yang kompeten. Mari datang ke TPS dan memilih dengan hati.

Karena mengikuti suara hati itu nomor satu. Kalo presiden, ya nomor dua.

Salam dua jari.

PS: Pastikan surat suara tidak rusak dengan membuka kertas suara di hadapan panitia sebelum masuk ke bilik untuk mencoblos. Selamat memilih.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

30 thoughts on “Setuju dengan Prabowo

  1. Adiitoo July 6, 2014 at 00:50 Reply

    Betul sekali. Untuk mengubah Indonesia, pemimpin membutuhkan bantuan dari banyak tangan. Tangan yang ikhlas tanpa pamrih. Bukan tangan yang selesai bekerja, tangan yang satunya meminta imbalan :’)

  2. mbot July 6, 2014 at 01:13 Reply

    Ignatius Yonan kepala kereta api juga pantes jd mentri perhubungan. Ahok mendagri, mantap!

    • Roy Saputra July 6, 2014 at 11:14 Reply

      banyak orang baik dan kompeten di belakang mereka berdua (‘-‘)9

  3. Aziz amin July 6, 2014 at 04:08 Reply

    Tadinya gue juga milih Prabowo. Tapi setelah melihat lambang baju Prabowo, mending gue jokowi jk aja deh.

    azizkerenbanget.blogspot.com

  4. joeyz14 July 6, 2014 at 09:22 Reply

    Good thought Roy. Setuju itu ttg “les evil”…. karena gw pun ga rela ARB menduduki posisi apapun dikementrian RI…. ijin share dan reblog. Boleh?

  5. LESS EVIL | Joeyz14 July 6, 2014 at 10:12 Reply

    […] pagi ini saya baca postingan si Roy yang ini kayaknya nyambung banget ama statement yang saya tulis […]

  6. ipeh heidy July 6, 2014 at 10:45 Reply

    gue gak tau siy jokowi itu lebih pintar atau gak dri prabowo, tapi satu hal yg gue percaya pak jokowi itu org baik dan jujur dan itu yg dibutuhkan indonesia. pemimpin yg merakyat ya lahir dari rakyat, bukan dri koalisi sama partai yg isinya org carut marut semua.

    ps nya penting banged itu :)
    #Salam2Jari bang

  7. kaprilyanto July 6, 2014 at 13:12 Reply

    Setuju ama mas roy, pilihan baik untuk rakyat indonesia yah Jokowi-JK

  8. timoergaluh July 6, 2014 at 22:07 Reply

    Reblogged this on My Digital Book and commented:
    Tulisan ini sedikit menghilangkan kegalauan saya..

    Masih ada waktu lagi untuk kita memantapkan hati,,

  9. Nadhira Matantya Rahmi July 6, 2014 at 22:28 Reply

    “Less evil side”
    ngena banget tuh kak.
    memang sih 2 kandidat sama-sama gak gitu oke.
    karena gak ada gading yang gak retak. tapi paling gak saya milih yang retaknya gak banyak-banyak amat. :(

    Salam satu putaran! *biar hemat,beb*

  10. Lynn July 7, 2014 at 10:47 Reply

    salam dua jari! \\//_

  11. Gerry July 7, 2014 at 12:05 Reply

    Orang baik akan kalah jika orang-orang baik lainnya memilih diam dan mendiamkan.
    @aniesbaswedan

  12. Agung July 8, 2014 at 12:52 Reply

    Tau nggak bang, gang dolly abis ditutup sama “calon menteri PU versi lo” *abaikan*

    • Roy Saputra July 10, 2014 at 10:14 Reply

      rejeki mah ga ke mana, ga usah takut selama usaha giat dan minta arahan dari Tuhan :D

  13. kresnoadi July 8, 2014 at 13:16 Reply

    Sesederhana itu. Supaya orang benar menduduki posisi yang benar. :))

  14. Maria July 8, 2014 at 18:44 Reply

    Sedih deh Roy…, dari kampung halaman, ortu baru dapet A5 PPWP hari minggu kemarin. Barusan gw ke Pak RT setempat, eh dibilang TPS’nya sudah penuh, mestinya daftar 9-10 haari sebelum hari-H. Ya gimana, gw ϐàяû dapet A5nya barusan :((

  15. erickparamata July 9, 2014 at 10:16 Reply

    Yuup… Agak kurang objektif emang kalo hanya melihat dari kasus pelanggaran HAM, atau anak yg bermasalah. Walaupun itu penting!!!… :D

    Setelah lihat orang-orang dibelakang mereka dan lihat programnya gue juga memutuskan memilih Jokowi-JK. Dan gue rasa itu objektif #halah. Karena gue gak memilih dengan emosi. #salam2jari :)

  16. juridista July 14, 2014 at 15:49 Reply

    tapi bukannya lebih mending menteri ekonominya ichsanudin noorsy aja mas…
    pedes banget otak ma mulutnya tuh…mantep…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: