Safari Malam

Hari libur adalah momen di mana pekerja kantoran kayak gua bisa mengalami kebebasan sepenuhnya. Apalagi libur panjang kayak libur Lebaran kemarin. Gua mengambil kesempatan ini untuk membebaskan diri dari pekerjaan dan meluangkan pikiran dengan bepergian.

Namun seperti tahun lalu, di libur lebaran kali ini gua ga pergi ke luar negeri. Cukup melakukan perjalanan 1 jam aja dari Jakarta, karena gua diajak untuk ikut liburan keluarga besar si pacar ke Royal Safari Garden, Puncak.

Salah satu agenda tetap ketika menginap di sana adalah mengunjungi Taman Safari Indonesia Cisarua. Jika tahun lalu kami pergi ke Safari saat siang hari, maka tahun ini kami memutuskan untuk ke Safari Malam.

Safari Malam dibuka pukul 19:00 WIB, namun loketnya udah dibuka sejak sekitar pukul 18:30 WIB. Harga tiket masuk per orangnya IDR 140,000, namun karena menginap di Royal Safari Garden dan mengambil paket Lebaran, kami mendapat potongan harga, sehingga 1 orangnya hanya perlu bayar IDR 100,000.

Perbedaan utama Safari Malam dengan yang siang adalah kita ga diperbolehkan untuk bawa mobil pribadi selama berkeliling melihat satwa. Melainkan harus naik kereta wisata yang telah disediakan. Serunya, ga ada kaca jendela atau bahkan pintu pada kereta wisata tersebut. Benar-benar mengikis jarak antara kita dengan satwa yang berkeliaran bebas. Membuat aura petualangan begitu terasa.

Sebelum bisa naik kereta wisata, kita diharuskan untuk registrasi terlebih dahulu agar mendapatkan nomor urut. Setiap kali kereta wisata datang, petugas akan menyebutkan nomor urut berapa aja yang boleh naik ke kereta tersebut. Jadi ga perlu khawatir bakal rusuh rebut-rebutan tempat duduk. Dengan sistem nomor urut begini, kita bisa menunggu di pinggir sampai nomor urut kita dipanggil oleh petugas.

Karena datang agak awal, gua dan keluarga si pacar dapet nomor urut 24 dan kami kebagian kereta wisata urutan ketiga. Sebelum naik, kami pun melakukan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan. Sebuah aktivitas yang sangat penting bagi umat manusia di masa kini. Selfie.

selfie

Begitu kereta wisatanya jalan, aura petualangannya kian terasa. Apalagi tanpa jendela dan pintu, membuat kita sewaktu-waktu bisa dijadikan cemilan oleh binatang buas. Gua duduk di pojok dengan ketebalan lemak yang bisa aja membuat beruang khilaf. Ditambah lagi suasana remang dan temaram. Sunyi. Mencekam. Auwo.

Penerangan yang digunakan kereta wisata hanya lampu redup yang muncul dari bagian atas kereta. Ga terlalu gelap agar pengunjung tetap bisa melihat satwa, namun juga ga terlalu terang agar ga mengganggu satwa yang sedang asik makan atau tidur-tiduran. Mengutip kata Vety Vera, yang sedang-sedang saja.

Ini juga yang jadi alasan kenapa kita ga boleh naik kendaraan pribadi saat ber-Safari Malam. Karena lampu sorot mobil bisa bikin satwa kesilauan, dan itu bisa membuat mereka buta permanen, sementara, atau malah jadi agresif. Si satwa bisa aja jadi sering SMS-in kita duluan dan nanya udah makan apa belom sehari lima kali. Agresif.

Kekhawatiran gua akan hewan buas juga salah besar. Semua aman terkendali. Ternyata kita melewati rute yang sedikit berbeda dari Safari Siang. Rute yang bersinggungan langsung dengan hewan-hewan buas dan yang aktif pada malam hari dihilangkan. Diganti dengan habitat mereka yang berjarak aman dengan jalanan.

Perjalanan juga menjadi menyenangkan karena adanya pemandu yang menjelaskan ketika mendekat ke sebuah habitat. Jadi, kita ga hanya bisa melihat satwa dan namanya pada papan informasi, tapi juga bisa tau trivia lainnya dari binatang yang lagi ada di dekat kita. Meski seringnya, gua jadi terdorong untuk memberikan komentar sambungan yang ga penting di penghujung setiap penjelasan si pemandu.

“Sekarang di sebelah kanan kita ada berang-berang. Hewan ini adalah penyelam yang baik…”

“…karena sering menyantuni anak yatim.”

“Dan di sebelah kiri kita ada gajah. Kita bisa membedakan gajah pria dan perempuan dengan mudah. Gajah pria memiliki gading, sementara gajah perempuan…”

“…suka nonton drama Korea.”

“Nah, di depan kita ini ada Orang Utan. Satwa ini sangat mirip dengan manusia, baik dari segi fisik maupun emosional. Yang perlu Bapak Ibu tau, Orang Utan juga bisa galau…”

“…dan menjadi selebtwit karenanya.”

Anywaaay,

Kurang lebih perlu waktu 45 menit untuk menyelesaikan satu putaran. Setelah beres, masih ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. Berfoto dengan satwa di Baby Zoo, bermain wahana di beberapa titik, atau menonton 2 pertunjukan yang ciamik.

Pertunjukan pertama adalah Aneka Satwa Liar yang dibuka pukul 21:15 WIB. Tapi bukan ini yang menurut gua jadi atraksi juara di Safari Malam. Melainkan Fire Dance yang diagendakan main pada pukul 22:00 WIB.

Sebelum masuk ke pertunjukan utama, atraksi Fire Dance dibuka oleh 3 atraksi lain. Atraksi pembuka yang paling menarik bagi gua adalah atraksi kedua: dua gadis muda yang akrobat meliuk-liukkan badan. Di tengah hembusan angin gunung yang dingin, 2 gadis itu melipat-lipat badannya yang membuat gua berpikir jangan-jangan tulang mereka terbuat dari karet. Sumpah, keren abis. Gerakan-gerakan tubuh yang sepertinya ga mungkin dilakukan manusia, mereka peragakan dengan ciamik di atas panggung. Kalo gua yang akrobat, bisa dipastikan gua pulang dengan remetik yang menahun.

Sekitar 15 menit kemudian, diiringi riuh rendah tepuk tangan penonton, atraksi utama pun tiba di atas panggung. It’s the Fire Dance!

fire dance 1

Fire Dance adalah tarian yang diperagakan oleh sekelompok orang yang menggunakan alat-alat bantu yang terbakar kobaran api. Alat-alat bantunya bisa berupa hulahup, tongkat, dan rantai yang kedua ujungnya terbakar api. Sebuah tari kontemporer yang membahayakan raga.

Tapi Fire Dance Taman Safari bukan hanya tarian yang harmonis atau pertunjukan hembusan api ke udara aja. Ada sesi di mana para penari pria asik melompati lingkaran api dengan berbagai gaya. Selain itu, para perempuannya juga gemulai memainkan rantai yang terbakar api. Membuat atraksi Fire Dance bukan hanya mencengangkan, tapi juga menegangkan.

Kalo kalian pernah ke Night Safari Singapore, Fire Dance yang di Taman Safari Indonesia ini jauh lebih bagus daripada yang di sana. Fire Dance di Taman Safari Indonesia membuat Fire Dance di Singapura terasa seperti anak kecil yang sedang bermain kembang api.

This one is a much better show!

fire dance 2

Malam semakin larut, angin semakin kencang. Bertepatan dengan selesainya Fire Dance, Safari Malam dinyatakan usai. Gua, pacar, dan keluarganya memutuskan untuk segera keluar sebelum pengunjung lain bubar dari area panggung.

Saat mobil meluncur di turunan pintu keluar Taman Safari, kepala gua membuat kesimpulan kecil ini. Bahwa nyatanya, ga perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati sebuah tempat wisata dengan kualitas papan atas. Ga perlu via bandara untuk menyaksikan pertunjukan kelas dunia.

Karena semuanya ada di sini. Di Safari Malam, Taman Safari Indonesia.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

16 thoughts on “Safari Malam

  1. Kimi August 5, 2014 at 11:21 Reply

    Gue sudah lama banget gak ke Taman Safari. Dan tiap kali ke sana selalu ikutan liat2 hewan pas siang hari. Padahal kan pengen juga ikutan Safari malam. Mungkin suatu saat nanti gue bisa ikutan Safari malam. Nanti… yang entah kapan.

    • Roy Saputra August 5, 2014 at 11:25 Reply

      wogh, ayo disegerakan buat nyoba yang Safari Malam! :D

  2. chandra August 5, 2014 at 11:35 Reply

    nice post, bikin ngileeeeer :-D sukses!

  3. sarah puspita August 5, 2014 at 11:47 Reply

    Setujaaaa! Fire Dancenya kereeeeeen! <3

  4. Rizqy Pratama August 5, 2014 at 15:40 Reply

    Suatu saat nanti …. :3

  5. Aziz amin August 6, 2014 at 09:08 Reply

    Kok postingannya mirip kaya postingannya Kak Sarah Puspita ?! Di sarahpuspita.com ?!

    azizkerenbanget.blogspot.com

    • Roy Saputra August 6, 2014 at 09:21 Reply

      Karena ke sananya emang barengan, Ziz :D

  6. Messa August 6, 2014 at 19:55 Reply

    Komentar sambungannya, juaraaa hahaa :D

  7. Siro Gane August 8, 2014 at 02:21 Reply

    udah jarang ke taman safari, rumah deket sawah jadi enak bisa langsung liat hewan, gak ada macan,jerapah dan gajah sih. cuma jangkrik,burung sama ular sawah yang semuanya gak dikandangin :D

  8. Gerry August 8, 2014 at 16:25 Reply

    jadi ini pas malam takbiran dong perginya ?

    • Roy Saputra August 8, 2014 at 16:27 Reply

      iya, H-1 Hari Raya, jam 7 pagi jalan dari Jakarta :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: