Review Guardian of the Galaxy

Sebagai kelas menengah ngehe yang taat, yang harus nonton film terbaru di tanggal rilisnya, maka gua dan pacar menyempatkan diri untuk nonton film terbaru Rabu malam kemarin: Guardian of the Galaxy.

guardians

Bukan, bukan. Guardian of The Galaxy bukan cerita tentang mas-mas penjaga counter smartphone Samsung.

Tapi film keluaran Marvel Studios ini bercerita tentang 5 orang… atau lebih tepatnya, 5 makhluk asing yang punya kepentingan berbeda-beda, namun harus terjebak dalam satu perjalanan yang sama. Di awal cerita, mereka semua berebut satu orb yang ternyata menyimpan sebuah benda yang diinginkan seluruh jagad raya. Namun karena kepepet dan demi menyelamatkan diri, perjalanan mereka berubah menjadi sebuah petualangan menumpas satu penjahat yang sama; Ronan, yang konon katanya super dahsyat maha jaya.

Kelima makhluk asing ini berasal dari 5 jagad raya yang berbeda. Peter Quill atau Star-Lord, seorang manusia yang berasal dari bumi. Lalu Gamora, perempuan tangguh berkulit hijau dari spesies Zen Whoberi. Rocket Racoon, musang ahli senapan yang berasal dari Halfworld, dan juga Groot, flora colossus, pohon besar nan kuat yang jadi tandem dari Rocket Racoon. Dan terakhir, ada Drex the Destroyer.

Mereka berlima bukan hanya menampilkan wajah dan fisik yang beda-beda, tapi juga memiliki karakter yang variatif dan saling melengkapi. Peter Quill, sang tokoh utama, diceritakan sebagai orang yang careless dan egois, namun di satu sisi, tengil dan berjiwa pemimpin.

Begitu juga dengan Gamora, Rocket, Groot, dan Drex. Dengan karakter dan tujuan mereka yang awalnya berbeda, menjadikan film ini seru, lucu, dan rame. Kontrasnya karakter mereka muncul di salah satu adegan favorit gua di film ini. Yaitu ketika Peter Quill mengajak keempat anggota sisanya untuk berjuang melawan Ronan. Debat-debat dengan dasar argumen yang konyol, sampai kalimat-kalimat keren yang menggugah hati, seliweran di adegan ini. Sebuah scene yang bukan hanya lucu, tapi juga inspiring. A memorable scene.

Karakternya semakin oke karena didukung casting-nya yang pas. Chris Pratt dan Zoe Saldana klop buat meranin Peter Quill dan Gamora. Sementara Bradley Cooper juga cocok buat ngisi suara Racoon yang kadang sok pinter. Menurut gua, yang kurang pas hanya Dave Bautista yang meranin Drex. Meski secara fisik udah cocok, namun di beberapa adegan terlihat kalo dialognya kaku banget. Mungkin ini adalah kali pertama si pegulat WWE jadi tokoh yang dapet sorotan, setelah sebelumnya di Riddick dan The Man with The Iron Fist kebagian peran yang ga banyak dialognya.

Sementara Vin Diesel yang mengisi suara Groot adalah salah satu contoh bentuk kemubaziran yang hakiki. Karena di sepanjang film, Groot hanya punya 4 kosakata, yakni “I”, “am”, “Groot” dan “UORGH!”. Iya, dialognya cuma begitu. Cuma “I am Groot” dengan intonasi yang beda-beda. Gitu doang mah ga perlu Vin Diesel keleus. Kalo perlu aktor dengan suara berat dan serak-serak, Toro Margen juga bisa.

“I am Groot. Uka ukaaa!”

Anywaaay,

Selain karakter dan casting tokoh utama, galaksi pada film ini juga digambarkan keren dan variatif. Ada Nova Corp yang rapih dan berwarna atau Knowhere yang kelam dan terlihat bronx abis. Imajinasi pembuat film ini sukses membawa penonton ke tempat-tempat yang ga terpikirkan sebelumnya. Budaya-budaya yang selama ini cuma ada di awang-awang jadi nyata di depan mata. Keren.

Guardian of the Galaxy ini sebenernya mirip The Avengers; kumpulan orang-orang yang ingin menyelamatkan dunia dan hidup orang banyak. Tapi bedanya, kalo Avengers emang dasarnya jagoan-jagoan dengan hati mulia, maka Guardian of the Galaxy ini lebih menarik karena kelimanya bukan diciptakan untuk menjadi pahlawan. Mereka itu pencuri, pembunuh, pemburu bayaran, dan narapidana yang terpaksa nyebur ke dalam satu perjalanan yang sama karena situasi dan keadaan. Perubahan tujuan inilah yang bikin ceritanya seru dan bikin kita selalu menunggu scene berikutnya.

Timeframe yang pendek dan plot yang ga bertele-tele juga bikin film yang berdurasi 121 menit ini jadi ga berasa lama. Beda sama, misalnya, Superman atau Captain America, yang menceritakan bener-bener dari awal mula mereka jadi superhero sampe ketemu supervillain-nya. Kalo direka-reka, timeframe kejadian di film Guardian of the Galaxy ini paling lama cuma seminggu. Menjadikan semua adegannya terasa penting dan sangat intense.

Menurut gua, yang membuat film ini menarik adalah kelima sekawan ini bukan jagoan dengan kekuatan mutasi atau superpower lainnya. Kekuatan yang mereka punya bisa aja dipunyai makhluk galaksi lainnya. Groot bisa aja ketemu floral colossus lainnya. Rocket bisa juga bertanding lawan ahli senapan, baik berbentuk musang atau hewan lainnya. Atau Gamora yang mungkin aja bertarung dengan petarung tangguh lainnya. They are just another aliens.

They don’t have superpowers. They only have each other.

GuardiansOfTheGalaxy

Overall, Guardian of the Galaxy ini film yang sangat-sangat menghibur. Buat yang pengen nonton film yang ga bikin pusing, seru, dan memanjakan imajinasi, Guardian of the Galaxy ini cocok banget buat ngisi malam minggu kalian. Karena Guardian of the Galaxy film yang superhero banget.

Kalo Groot selalu bilang “I am Groot”, maka malam Rabu kemarin, gua keluar bioskop sambil berkata,

“I am pleased.”

PS: Kalo kalian punya dana lebih, gua sarankan untuk nonton film ini dalam 3D. Mayan banyak adegan tiga dimensinya.

Advertisements

Tagged: , , , ,

19 thoughts on “Review Guardian of the Galaxy

  1. Clarissa Mey August 21, 2014 at 11:25 Reply

    wow thanks for review.. baru mau nonton this weekend :D

  2. gegekrisopras August 21, 2014 at 12:24 Reply

    Teenage Mutant Ninja Turtles juga bagus, kakak! Udah nonton, blm?

    • Roy Saputra August 21, 2014 at 12:25 Reply

      Udah dong :D

      • gegekrisopras August 21, 2014 at 12:27 Reply

        Mantap :D
        Film kya gini aku ra mudeng kalo blm diceritain duluan. Ntar nonton ah. Thanks reviewnya!

  3. Aziz Amin August 21, 2014 at 15:35 Reply

    keren bang. Tapi aku ada satu permitaan ama abang.

    Boleh gak, abang follback Twitter aku, @Jonn_Ness. Pliss bang, boleh ya bang ya !! Plisssss…

    azizkerenbanget.blogspot.com

  4. TIRS August 21, 2014 at 15:45 Reply

    I am Groot. Uka ukaa!
    Bhahaha… kampret bang! XD

  5. Aziz Amin August 21, 2014 at 17:43 Reply

    Bang. Gue enggak tau, apakah gue lebay atau enggak. Tapi yang jelas, TERIMA KASIH BANGET, atas lo udah mau nge-follback akun Twitter gue. Makasih banget bang. Satu lagi, nih bukannya gue peres atau apa ya. Menurut gue, satu-satunya penulis yang merakyat, ya cuma elo doang bang.

    Gue berjanji, bakal membeli semua karya-karya lo. Gue berjanji :)

    azizkerenbanget.blogspot.com

  6. Travelling Addict August 23, 2014 at 11:24 Reply

    Kemaren kebeneran pas lewat bliz ada yg 4DX nya juga. Keren nih film, recomended

    Regards
    http://www.travellingaddict.com

    • Roy Saputra September 2, 2014 at 22:11 Reply

      huo! apa rasanya ya nonton film ini pake 4DX? :O

  7. kresnoadi August 26, 2014 at 06:36 Reply

    Ah akhirnya ada kuota dan bisa main ke sini lagi. Hore!
    Ini tuh yang kemaren bikin rame katanya ada karakter yang mirip Prabowo siapa sih Roy?

    • Roy Saputra September 2, 2014 at 22:11 Reply

      itu kayaknya film Dawn of the Planet Apes deh XD

  8. Armeyn August 26, 2014 at 09:34 Reply

    Bang, gw juga minta di folbek dong Bang……………………………

  9. Armeyn August 26, 2014 at 09:40 Reply

    Anywaaaayyy,

    Gw kurang sreg dengan kalimat ini : “Peter Quill, sang tokoh utama, diceritakan sebagai orang yang careless dan egois, namun di satu sisi, tengil dan berjiwa pemimpin.” Kayaknya tengil sih ngga kontradiksi dengan careless dan egois… ^____^

    Tapi filmnya oke banget menurut gw Roy, plot ceritanya asik, dan penggambarannya wah banget.. Komedinya juga ngga satir, ngga jorok, dan ngga garing.. Rasanya pas aja menurut gw.. Ngga kerasa kalo kita lebih dari 2 jam di dalem bioskop…

    Nice review, Bang! As always! :P

    • Roy Saputra August 26, 2014 at 09:57 Reply

      hahah iya ya? tengil kan banyak gaya dan minta perhatian, tapi kalo cuek kan bisa jadi diem aja-bodo amat-semau-gue :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: