Be Your Own Kind of Beautiful

kata sarah

Sejak suka nonton America’s Next Top Model, gue jadi punya ketertarikan khusus sama dunia fashion dan make up. Dari reality show itu, gue tau kenapa kedua hal terebut disebut sahabat wanita. Karena mereka ajaib dan instan!

Misalnya gue cebol. Tapi berkat heels, tadaaa, nambah deh 10 cm. Gak usah pake capek-capek renang atau main basket. Contoh lain, hidung gue pesek. Tapi berkat teknik shading, selamat datang hidung mancung! Dagh, operasi plastik!

Berbekal alasan kepingin tambah cakep, gue mulai ngoleksi alat make up. Kebetulan, pas kuliah, gue nyambi jadi agen Oriflame. Akhirnya gue jadi jualan sambil sesekali beli sendiri. Video tutorial di youtube dan website yang isinya pengetahuan tentang make up pun gue lahap tuntas.

Di saat yang sama, high heels juga jadi jantung hati gue. Gue yang pendek, lagi terpesona banget sama teknologi peninggi badan yang cantik ini. Maka mulailah gue berburu macam-macam heels, mulai dari stiletto sampe wedges, item polos sampe pink gonjreng, bahkan yang heels-nya 5 cm sampe 14 cm. Yes, 14 cm! I had one, dan pernah kecengklak pas make!

Tapi berhubung yang terjangkau oleh gaji dan kantong cuman yang biasa, gue gak punya barang-barang bermerek. Sepatu, ya yang biasa aja. Yang penting sreg di hati kaki. Hal yang sama berlaku untuk make up, baju, dan tas. Bisa aja sih beli yang branded. Tapi kudu puasa dua bulan. Terus matik.

Makanya, gue mengerutkan kening waktu Roy ngusulin untuk bikin fashion & beauty blog. Yang gue pikir adalah, fashion blog gimana? Wong baju di lemari isinya produk factory outlet smua. Boro-boro Burberry, Zara aja jarang! Alat make up pun sama. Isi make up case gue didominasi sama produk drug store. Boro-boro Chanel, merek-merek Sephora aja udah susah nyarinya.

“Nah, justru itu!” kata Roy, mengagetkan gue.

Justru itu gimana? Emang jadi fashionista murah? Baju-baju bermerk itu emang harganya lima puluh ribuan? Belom tas, sepatu, aksesoris. Dan yang paling penting, apa gue punya selera fashion yang bisa pas buat semua? Suka kan bukan berarti jago. Mana badan kerempeng bener. Ukuran sepatu juga masih golongan KIDS. Sedih.

Jadilah ide Roy saat itu gue anggep gila. Tanpa memberi kesempatan yang bersangkutan untuk menjelaskan lebih lanjut, gue putuskan fashion and beauty blog gak mungkin dan gak akan pernah dieksekusi sampe kapanpun.

Untungnya, lakiku itu pantang menyerah.

Waktu gue lagi jualan brush, aksesoris, dan tas di Sarah’s Shop, dia tiba-tiba ngusulin untuk nge-review dan modelin semua produk itu di sebuah blog khusus. Fashion & beauty blog. Langsunglah gue tolak mentah-mentah. Ngana gila ya? Kalo gue yang modelin dan nge-review mah alamat tambah kagak laku! Yang ada senep liat muka yang jualan.

Tapi Roy menyakinkan gue untuk nyoba. Kalo gagal yaudah, toh bikin blognya khrates. Nothing to lose, kok. Tugasnya tinggal foto-foto aja, dan kami punya banyak waktu luang pas weekend. Saat gue masih terlihat gamang, dia nyentil lagi, “Kamu tuh cantik dan punya potensii. We never know if we never try.”

BEKLAH! Berhubung dibilang cantik sama Roy, let’s give it a try!

Maka, tanggal 24 Oktober 2013, Sarah and Her Closet lahir via platform wordpress. Tapi update-nya sebulan cuma dua kali!

Semua karena gue gak terlalu niat ngejalaninnya. Ditambah lagi, gue gagap ngutak-ngatik platform wordpress. Tapi sebenernya, faktor utamanya adalah gue gak pede-pede amat. Badan gue kerempeng dan skill make up juga pas-pasan. Punya fashion blog pun gak mengubah gaya gue, I just wear what I feel comfortable with.

Gue gak serta merta jadi suka nabrak-nabrakin warna outfit, atau nge-highlight rambut jadi warna-warni. Bukan karna gak bisa, tapi gak mau. It’s just not me. Jadilah gue fashion blogger setengah mateng. Gayanya jauh banget dari fashion blogger kenamaan, kayak Diana Rikasari atau Sonia Eryka.

Jadi ya… gitu deh. Fashion blog di-update, tapi gak sepenuh hati. Because I didn’t think there was something special about my fashion. Udah gitu, gue gak punya barang-barang branded, pun bakat sebagai model. Beneran deh, it would be getting nowhere.

Saat gue numpahin seluruh unek-unek dan ngomong sama Roy bahwa gue berniat untuk mundur dari fashion blog stuff, dia bilang gini.

“So what? Show the world that everyone can have their own definition of beautiful. Emang modis harus pake barang branded? Emang cantik harus terpatok sama seorang role model? Why do you have to live somebody else’s rule to be pretty? Why don’t just be your self?”

Bermalem-malem kata-kata Roy terngiang di telinga gue, sampe akhirnya gue membulatkan tekad untuk maju. Damn, Roy is right. I don’t have to follow other people definition of beautiful. I am free to define my own beautiful.

Semenjak itulah, gue jadi semangat ngegarap Sarah and Her Closet lagi, termasuk memindahkannya ke platform blogspot yang lebih mudah, menurut gue. Because finally, I got what I want to say though this blog.

sarah and her closet

Gue emang gak ngecat rambut warna-warni dan gak nabrakin warna-warna baju. Tapi gue tetap menemukan kenyamanan dalam mengekspresikan diri lewat outfit apapun yang gue pake.

Gue gak punya barang-barang brand papan atas. Tapi gue tetep bisa bergaya dengan bereksperimen me-remake rok jadul bekas nyokap gue.

Gue gak punya perfect body shape dan muka model. Tapi kedua hal tersebut sama sekali gak mengurangi kecintaan gue sama fashion dan make up.

Dengan semua keterbatasan yang ada, I still can express my passion for fashion and beauty. Dan kalo gue bisa, maka elo pun bisa. What I’m trying to say is, every woman is beautiful. Karena cantik gak berarti harus putih, ramping, atau mahal.

Because everyone can be their own kind of beautiful.

PS: Tulisan ini dibuat oleh Sarah Puspita untuk segmen “Kata Sarah” pada blog saputraroy.com. Untuk membaca tulisannya yang lain dapat berkunjung ke sarahpuspita.com.

Advertisements

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Be Your Own Kind of Beautiful

  1. maembie August 27, 2014 at 13:01 Reply

    Pertama baca, kirain yang nulis bang Roy. Kok dia pake heels gue pikir :D.

    Kalo bisa menjahit, kan malah bisa buat brand senddiri kak. Gitu

    • Roy Saputra August 29, 2014 at 13:04 Reply

      hahaha, kan ada header “Kata Sarah”-nya di paling atas :D

      • maembie August 29, 2014 at 13:12 Reply

        Gak ngeliatin itu, langsung baca aja kemaren hehe

  2. Aziz Amin August 28, 2014 at 16:41 Reply

    Bang, ini kan tulisannya Kak Sarah. Kenapa Kak Sarah enggak nulis di blognya sendiri aja. Dan kenapa abang enggak pernah nulis di blognya Kak sarah ?

    azizkerenbanget.blogspot.com

    • Roy Saputra August 29, 2014 at 13:03 Reply

      iya, namanya kolom “Kata Sarah”. sebagai showcase juga gimana tulisan Sarah jadi bisa mancing temen-temen yang biasa mampir ke sini, mampir juga ke blognya Sarah :D

  3. joeyz14 August 30, 2014 at 16:37 Reply

    tapi sarahnya emang cantik kok….. pernah kunjungin sarah and her closet….ok juga…ya mungkin tinggal diseriusin aja..

  4. aromamora August 31, 2014 at 11:30 Reply

    aku suka kalimat yang ini “I am free to define my own beautiful.” sering merasa kurang cantik dan menarik kalo melihat perempuan lain.

    • Roy Saputra August 31, 2014 at 16:07 Reply

      setiap orang cantik dengan definisinya masing-masing :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: