#TokoBahagia: Di Balik Layar

“Eh, ternyata lumayan ya?”

Sore itu, gua dan pacar sedang menghitung profit Toko Bahagia yang udah melakukan open pre-order sebanyak 4 periode. Meski jumlahnya ga gede-gede banget, tapi lumayan untuk jajan saat kencan pas weekend.

Awalnya gua dan pacar memang ga terlalu berharap banyak pada Toko Bahagia. Penghasilan kami dari kerja kantoran udah lebih dari cukup untuk menghidupi kami setiap bulannya. Gua pribadi menganggap Toko Bahagia hanya sebagai perwujudan mimpi yang tertunda dan keinginan gua untuk menyampaikan kata-kata bahagia lewat media baru, selain blog.

Tapi ternyata, seperti kalimat dalam tanda kutip di atas, hasilnya lumayan.

Berawal dari itulah akhirnya gua dan pacar memutuskan untuk membuat Toko Bahagia lebih sering beroperasi. Agar kata-kata bahagia yang kami coba sampaikan, juga semakin tersebar dengan luas. Dan tentunya, agar kami bisa menabung untuk persiapan pernikahan kami tahun depan.

Maka setelah open pre-order yang kelima, Toko Bahagia gua nyatakan hiatus. Rolling door virtual gua tutup, demi bisa lebih matang menyiapkan Toko Bahagia baru, tanpa terganggu proses jual beli yang biasa. Momennya juga bertepatan dengan libur Lebaran, jadi gua pikir ya sekalian aja lah tutup dulu dan dibuka lagi bulan Agustus nanti.

Begitu pintu ditutup, gua dan pacar langsung menyusun taktik. Strategi pertama dalam merubah wajah Toko Bahagia adalah toko ini harus punya situs sendiri. Selama ini, Toko Bahagia masih “ngontrak” di blog gua dan ke depannya, kami ingin Toko Bahagia bisa mandiri. Namun permasalahannya adalah nama Toko Bahagia ini umum banget!

Saking umumnya nama Toko Bahagia, dulu pernah ada yang ngehubungin gua dan nanya, “Mas, saya mau beli magic bra dong.”

Gua pengen jawab, “Ga ada, Mbak. Kita adanya magic jar motif bra. Renda-renda gitu deh. Ada bunganya dikit di pojok kiri atas. Gimana, mau ga?”. Tapi niat itu segera gua batalkan karena gua tau, di luar sana, ada situs tokobahagia.com yang berjualan alat-alat kecantikan.

Pernah di lain kesempatan, ketika lagi asik ngobrol sama pelanggan, sebuah notifikasi baru masuk. Gua kira ada pembeli baru, tapi ternyata seorang mbak-mbak yang nanya:

“Mas.”

“Ya, Mbak?” tanya gua.

“Ini tempat yang bisa minjemin duit ya?”

“Mbak butuh pinjeman duit? Dengan bunga ringan? Tanpa agunan?”

“Iya, Mas!” jawabnya, semangat.

“SAMA DONG.”

Begitulah nasib punya usaha dengan nama yang generik banget. Tapi untungnya, dengan bantuan Ary Mozta dari wpkami.com, Toko Bahagia berhasil menemukan rumah barunya dengan design yang simple dan memudahkan pelanggan dalam berbelanja.

Beres dengan urusan rumah baru, langkah berikutnya yang harus ditentukan adalah menemukan kaos yang lebih bagus dari yang kemarin. Meski banyak pelanggan Toko Bahagia merasa puas dengan kaos edisi perdana, gua berpikir kami harus bisa memberi lebih.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Vendor yang selama ini bekerja sama, sekonyong-konyong menawarkan diri untuk menjadi bagian dari Toko Bahagia. Dia ingin ikutan menanam modal dan menjadi co-owner dari Toko Bahagia. Ide ini gua sambut dengan tangan terbuka. Diskusi-diskusi awal begitu mencerahkan, pemikiran pun banyak yang sejalan. Gua dan si vendor deal dalam waktu singkat demi mengejar tanggal rilis kembali di bulan Agustus.

Namun apa mau dikata, ternyata rencana tinggal rencana. Si vendor tiba-tiba memutuskan untuk bekerja kantoran dan hitung-hitungan yang terjadi di diskusi awal pun buyar. Ditambah lagi kerjaan gua lagi menggunung sehingga persiapan Toko Bahagia terus tertunda. Kerja sama kami terpaksa berhenti di tengah jalan.

Kini, bukan hanya kaos baru yang harus gua cari, tapi juga vendor sablon yang baru. Pencarian itu mengantarkan gua ke Grogol, Ciputat, sampai ke Pamulang. Tapi pencarian itu ga memberi hasil yang berarti. Gua masih belum menemukan kaos yang berkualitas lebih baik dan vendor yang sesuai dengan ekspektasi gua. Dengan berat hati, gua pun menggeser tanggal rilis Toko Bahagia menjadi bulan September.

Tapi rejeki anak soleh emang ga ke mana. Di minggu yang kesekian, akhirnya gua dan pacar menemukan vendor yang cocok dengan hasil sablon yang sesuai ekspektasi. Kami akhirnya juga memutuskan untuk pake kaos Gildan Soft Style. Bahannya adem dan built up (tanpa jahitan samping), jadi waktu dipake lebih pas di badan. Harganya emang lebih mahal daripada kaos yang sebelumnya dipake, tapi kalo kualitasnya kayak gini sih ga rugi banget dengan harga segitu.

Beres urusan produksi kaos, sekarang masalah design. Kali ini, gua pengen design-nya lebih bagus dan menarik. Di edisi sebelumnya, yang ngerjain semua design itu gua. Dengan skill photoshop sekelas oknum kader PKS saat pilpres, design yang gua hasilkan kadang ga maksimal dan gitu-gitu aja. Maka kali ini, Toko Bahagia mengajak beberapa graphic designer muda untuk bekerja sama. Karena gua ingin bisa ngasih yang terbaik buat pembeli Toko Bahagia nantinya.

Wara-wiri selama beberapa minggu akhirnya berbuah juga. Di akhir bulan Agustus kemarin, semua persiapan udah selesai. Situs udah kelar, sample produk udah beres, dan prasarana lainnya juga udah siap. Gua dan pacar pun mengetuk palu: Toko Bahagia akan dirilis pada tanggal 9 bulan 9 dengan 9 design kaos yang baru. We think it’s a good date to start.

Kini yang tersisa, dan yang terpenting, hanya tinggal berdoa. Mudah-mudahan kaos Toko Bahagia bisa diterima dengan baik oleh teman-teman semua. Atau dalam kata yang lebih singkat, semoga laris manis. Amin.

toko-bahagia

Jadi, selamat datang di Toko Bahagia. Selamat tersenyum atau tertegun oleh kata-kata yang tercetak pada kaosnya. Selamat menantang panasnya hari dengan kaos yang sejuk dan pas di badan. Selamat menjadi agen kata-kata bahagia.

Dan akhirnya, selamat belanja di toko-bahagia.com!

Advertisements

Tagged: , , , ,

15 thoughts on “#TokoBahagia: Di Balik Layar

  1. sarah puspita September 10, 2014 at 12:14 Reply

    *kepretin duit ke kaos* LAREEES LAREEEES!

  2. Clarissa Mey September 10, 2014 at 13:33 Reply

    semoga sukses bisnisnya ! hahaha sodara gw punya toko bahagia di pasar baru, yg jualan kursi keramas, peralatan salon, kosmetik wkwk

    • Roy Saputra September 10, 2014 at 20:13 Reply

      hahahahah. emang pasaran banget nih XD

  3. Aziz amin September 10, 2014 at 14:45 Reply

    Sebenernya gue pengen juga bikin usaha kaya gini. Tapi pasti modalnya banyak tuh.

    Pokoknya selamat deh bang. Paling bentar lagi gue beli kaosnya :D :V

    azizkerenbanget.blogspot.com

    • Roy Saputra September 10, 2014 at 19:19 Reply

      asik. ditunggu ya pembeliannya :D

  4. TIRS September 10, 2014 at 19:04 Reply

    Bang bisa ikutan jadi desainernya gak? Hehe

  5. maembie September 10, 2014 at 20:30 Reply

    Udah berkunjung ke rumah toko bahagia, agak lelet, mungkin karena internet lagi jelek. motifnya keren, ngumpulin uang dulu lah.

  6. kresnoadi September 12, 2014 at 20:19 Reply

    Yuhuuu udah mampir-mampir liat toko bahagia. Gue padahal mikir agak sayang webnya pake dash (toko-bahagia), nggak langsung (tokobahagia[dot]com) aja. Ealah, ternyata gara-gara udah ada yang pake. :))

  7. innenathalia September 13, 2014 at 08:00 Reply

    Wawww.. Sukses ya! Jadi pengen punya kaosnya toko bahagia. *kemudian mampir ke web*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: