Konser Idola Nomor Wahid

Ga ada band Indonesia yang bisa membuat gua sebegitu jatuh hatinya, selain Sheila on 7. Dan Jumat 19 September kemarin, akhirnya gua bisa mencoret salah satu item dalam bucket list gua: nonton konser Sheila on 7 secara langsung!

Sekitar jam tujuh, gua dan si pacar udah sampai di area Istora Senayan, tempat konser Radja Sephia dilangsungkan. Sekitar pukul setengah delapan, konser pun dimulai. Bukan oleh Sheila on 7, tapi oleh /rif. Malam itu, Sheila on 7 diplot untuk berbagi panggung dengan band rock Bandung yang juga besar di pertengahan tahun 90-an.

Tapi malam itu, gua datang bukan untuk /rif. Meski sempat bersenandung di beberapa nomor andalan mereka seperti Radja, Bunga, dan Lo Tuh Ye, malam itu gua datang untuk band yang tampil 1.5 jam setelahnya. Gua datang untuk Sheila on 7.

sheila on 7

Malam itu, Sheila on 7 membuka penampilan mereka dengan Pejantan Tangguh, single pertama dari album keempat yang berjudul sama. Lengkap dengan 4 orang di brass section, Sheila on 7 langsung menggebrak panggung yang berada tepat di tengah kerumunan penonton kelas festival.

Dan tepat saat itu, gua merinding.

Sebuah band yang biasanya gua saksikan di televisi dengan volume maksimal, kini ada di hadapan gua. Menyanyikan tembang-tembang yang menemani masa paling labil dalam hidup gua. Membawa gua ke jaman ketika ada embel-embel kata monyet pada cinta. Menghidupkan kembali memori masa muda.

Hentakan drum Brian, betotan bass Adam, distorsi gitar Eross dan lengkingan vokal Duta menjadi suara yang ga asing di telinga gua. Puluhan lagu dari sembilan album mereka udah gua lahap semua. Bagi gua, mereka berempat adalah idola nomor wahid.

Begitu selesai dengan Pejantan Tangguh, sang idola nomor wahid langsung membawakan single bertempo cepat lainnya: Sahabat Sejati. Dan seketika, Istora berubah jadi Inul Vista raksasa. Semua ikut bernyanyi dari awal sampai akhir. Bahkan sampai ke uwo iye-uwo iye khas Duta di bagian akhir lagu.

Kelar diajak menarik urat di Sahabat Sejati, masuklah lagu ketiga. Sebuah lagu yang semua anak 90-an pasti tau. Whether you love it or hate it, you definitely know it. Terbukti, baru genjrengan gitar pertamanya aja, semua penonton udah bersorak. Seperti ga sabar pengen nyanyiin bareng sebuah single yang kemungkinan besar pernah dinyanyikan anak 90-an di momen pesta perpisahan sekolah. Sebuah lagu yang mengantarkan Sheila on 7 masuk ke gerbang musik Indonesia.

Yes, baby. It’s Kita.

Dan kau bisikan kata cinta
Kau telah percikan rasa sayang
Pastikan kita seirama
Walau terikat rasa hina

Setelah lagu Kita, akhirnya Sheila on 7 membebaskan penonton dari keinginan untuk bernyanyi. Kita dibiarkan mengambil napas sejenak. Gua menggunakan kesempatan ini untuk meluruskan tenggorokan yang mulai serak karena bernyanyi setengah teriak di 3 nomor awal tadi. Gua harus baik-baik menyimpan suara karena ada satu momen yang ga ingin gua lewatkan dari konser ini.

Namun istirahat hanya sesaat, karena Sheila on 7 tau penikmatnya udah menantikan lagu berikutnya. Pemuja RahasiaAnugrah Terindah yang Pernah Kumiliki, Itu Aku, serta Hariku Bersamanya menjadi 4 tembang bertempo sedang-lambat yang dibawakan dengan jeda singkat-singkat.

Menurut gua, medley dengan jeda singkat ini sebuah langkah yang cerdas. Karena sebagai penggemar, gua ga perlu mendengar satu lagu full untuk mengobati kekangenan akan lagu-lagu Sheila on 7. Ibarat kerongkongan yang kering, kita hanya butuh seteguk untuk dilegakan. Begitu juga dengan konser kali ini. Hanya perlu sepenggal lagu aja.

Bahkan ada satu momen di mana Eross hanya memetik gitar dengan halus untuk memancing penonton bernyanyi. Lagu Waktu yang Tepat untuk Berpisah dibawakan cuma di bagian reft satu kali, lalu langsung dilanjutkan dengan single lainnya.

Pun dengan aransemen. Dengan cermat, Sheila on 7 berhasil mengutak-ngatik 4 lagu untuk dibawakan secara semi akustik. Sepanjang sesi akustik ini, penonton dibuat seperti rumput yang terkena angin. Tanpa sadar, kepala diajak bergoyang ke kiri dan kanan, sambil mulut ga berhenti mendendangkan lagu-lagu kenangan mereka. Mulai dari Temani Aku, Jadikan Aku Pacarmu, Terima Kasih Bijaksana, dan Yang Terlewatkan, berhasil membius penonton dari rasa haus dan lelah.

Ga terasa, satu jam udah berlalu dan Sheila on 7 kembali mengajak penonton bermain di tempo cepat. Single pertama dari album kedua dan ketiga ditampuk jadi nomor berikutnya. Lewat Bila Kau Tak di Sampingku dan Seberapa Pantas, penonton yang duduk pun beranjak dari kursi dan bernyanyi dengan lantang.

Lagi-lagi, gua harus menyimpan suara baik-baik. Masih ada satu momen yang memerlukan suara gua dan ga ingin gua lewatkan. Jadi ada baiknya gua menahan diri dari bernyanyi setengah teriak meski keinginan dalam dada begitu tinggi.

Waktu berjalan cepat ketika kita menikmati apa yang sedang dilakukan. Ga terasa, konser ini udah mau masuk jam ke-4. Selesai Sephia dan Melompat Lebih Tinggi, Sheila on 7 membawakan lagu yang membawa mereka ke puncak tangga lagu di jamannya: Dan. Eross mengajak penonton untuk gantian menyanyikan lagu ini untuk Duta. Tanpa perlu usaha lebih panjang dan dengan sukarela, penonton mendendangkan single kedua dari album pertama mereka itu.

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu
Kembali bersinar dan berpijar
Seperti dulu kala

Dan akhirnya, Sebuah Kisah Klasik untuk Masa Depan menutup perjumpaan gua dengan sang idola. Hujan konveti dan tepuk tangan penonton mengantarkan 4 personil Sheila on 7 masuk ke ruang ganti. Ingin teriak ‘we want more’ tapi rasanya suara ini masih harus terus disimpan untuk momen yang sedari tadi gua tunggu-tunggu.

Konser ini adalah kali pertama gua secara langsung menyaksikan Sheila on 7 beraksi di panggung. Dan semua itu terjadi berkat si pacar karena ini adalah hadiah ulang tahun darinya. Sebuah kejutan yang sangat manis karena beberapa minggu sebelumnya, dia menolak untuk nonton konser ini meski gua udah setengah merengek.

sarah dan tiket

Di perjalanan pulang, saat jam udah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dengan getar suara yang mulai serak, gua membisikkan sebuah kalimat yang sedari tadi ingin gua ucapkan ke telinga si pacar. Delapan buah kata yang membuat gua mengirit-ngirit suara.

“Thank you for making my dream came true.”

PS: Video konser dipinjam dari channel Youtube milik Arief Susilo Wibowo. Terima kasih.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

32 thoughts on “Konser Idola Nomor Wahid

  1. fanny f nila September 23, 2014 at 11:52 Reply

    Aku g nnton.tp baca review mu aja da bikjn mrinding bayanginnya mas ^o^ ..so7 itu idola abadi spnjang jaman ;)

  2. gegekrisopras September 23, 2014 at 14:37 Reply

    Kyaaaa Sheila on 7! Kenangan!
    Band wajib-dengar bagi anak gaul ’90-an :lol:

  3. Aziz Amin September 23, 2014 at 14:40 Reply

    Meskipun gue bukan ada 90`an. Tapi gue juga suka ama Sela on 7. Bener gak tulisannya ? Lagu yang paling gue suka, itu “Hariku bersamanya.”

    Oiya, mau nanya. Itu salah satu personil yang jeggotan, dan sering pake baju gamis. Dan menjadi penyanyi islami dadakan. Ikut juga gak, bang ?!

    azizkerenbanget.blogspot.com

    • Roy Saputra September 23, 2014 at 14:57 Reply

      Sheila on 7. Sakti udah keluar dari Sheila on 7 euy.

  4. Khairunnisa Siregar September 23, 2014 at 15:19 Reply

    Merinding ih bacanya. Sarah sweet sekali :)

  5. Teppy September 23, 2014 at 16:44 Reply

    sedih gue gak nonton, ampe gue pantengin nih websitenya So7 nyari jadwal manggung sesudahnya T_____T pengen banget liat mereka konser tunggal, huhuhuhu

    • Roy Saputra September 23, 2014 at 17:22 Reply

      emang promonya agak kurang kalo gua bilang. gua aja ketemunya gara-gara kerjaan kantor :))

      nah iya, pantengin situs resminya aja, Tep. infonya lengkap di sana :D

      • Teppy September 23, 2014 at 18:19 Reply

        gue udah baca lama tapi gue gak bisa (dan sebenernya rada gak rela karena dicampur RIF hahahaha), iya di situs resminya lengkap banget, tiap hari gue buka, hahahaha… pengen banget ntn konser anniversarynya, biasanya diadain di Jogja!

        • Roy Saputra September 23, 2014 at 22:23 Reply

          hahaha, gua juga sempet mikir gitu “ini kenapa sih ga sendirian aja?” :))

  6. Clarissa Mey September 23, 2014 at 16:47 Reply

    Wohh gw jg demen lagu2nya sheila on 7, jaman2 masih smp dengerinnya :P

  7. AmankQadafi September 24, 2014 at 08:07 Reply

    Sweet, ah gue malah langsung ngeyutube sheila on 7. Lagu SO7 nostalgia jaman labil abis.

  8. Renggo Starr September 24, 2014 at 12:26 Reply

    Pertama kali nonton waktu di PRJ tahun kemarin. Sebagai anak 90an, lagu yg mereka bawakan mengingatkan ketika masih SD, hehehe. Interaksinya Duta ke penonton itu lho :)

    • Roy Saputra September 24, 2014 at 15:28 Reply

      sepakat. aksi panggung mereka emang aduhai dan bikin kita pengen sing along banget :D

  9. Firman Pamungkas September 24, 2014 at 17:02 Reply

    Gue cuma baca tulisan ini aja merinding, apalagi yg nonton langsung.. Btw lagu terakhir itu paling favorit, pas banget dinyanyiin buat perpisahan.

  10. presyl September 25, 2014 at 08:50 Reply

    promotornya kurang banget promosiinnya roy, pake acara digabung lagi. kasian kan itu bangku istora pada kosong :(

    So7 itu salah satu band yg bener-bener gue ikutin dari jaman SD, pengen bgt nonton tp karena telat tau jadinya udah keburu acara lain. mudah-mudahan dia ngadain pertunjukan lagi ya.

    btw, ngerti bgt perasaan senang lo nonton konser ini roy, ngingetin gue pas pertama kali nonton konser cnblue, di tempat yg sama lagi, hahaha

    • Roy Saputra September 25, 2014 at 16:10 Reply

      iya, emang rada kurang promosinya euy dan penggabungan 2 band dengan tipe pendengar yang beda pula :/

  11. TIRS September 25, 2014 at 15:14 Reply

    Wow… merinding…
    Emang puas banget rasanya kalo bisa nonton band idola manggung, apalagi kalo ikutan nyanyi bareng.

  12. galihtigabelas September 26, 2014 at 08:37 Reply

    aku juga besok mau nonton sheila on 7 di semarang..!!! Btw kirain momen terakhirnya mo ngomong : will you marry me? x)))

  13. Kimi September 26, 2014 at 10:36 Reply

    Sheila on 7!! Gue juga suka Sheila on 7. Sekarang kayaknya susah ya nemuin band-band Indonesia yang bagus lagi… *sigh*

    • Roy Saputra September 26, 2014 at 13:52 Reply

      iya nih, makin ke sini makin ga cocok sama selera :/

  14. arie bolank September 30, 2014 at 13:49 Reply

    bikin gemeteran riviewnya mas, sayang gak bisa nntn.. semoga ketemmu mereka di lain waktu,amin

  15. ardoUR! (@bachtiardo) October 13, 2014 at 21:58 Reply

    SO7 baru ke Malang awal Okt kemaren. They were awesome. Graha Cakrawala bisa penuh gitu. Enam ribuan orang pokoknya.
    Yang aku salut, yang dateng ke kongser mereka gak cuman seangkatanku ato di atasku, yang jauuuh lebih muda buanyak yang dateng. And, Duta knew this. And he greeted them. “Merangkul” mereka. Jadi berasa bukan band jadul.
    Aku sebenarnya nunggu lagu mastrerpiece “Hingga Ujung Waktu” tapi gak keluar. Gak apalah. Keren. Mereka keren. Bangga pernah labil ditemeni mereka. #Halah

    Hehehe.
    *just want to share my euphoria*

    • Roy Saputra October 14, 2014 at 10:22 Reply

      emang, konser mereka tuh “hangat” banget rasanya. berasa kayak nonton temen lagi manggung :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: