Surat Terbuka Untuk Si Pacar

Dear pacar,

Kamu inget ga, waktu kita masih awal-awal nyiapin resepsi nikah? Aku seneng banget kalo ternyata kita punya prinsip yang sama. Yaitu, daripada bermegah-megah di gedung dan makanan saat resepsi, lebih baik ngeluarin budget sedikit lebih besar untuk foto prewedding. Karena foto prewedding itu barangnya buat kita, bisa disimpan untuk selamanya. Sementara gedung hanya berlangsung 2 jam, dan makanan cuma bakal jadi feses pada akhirnya.

Selain prinsip, ternyata kita juga punya ide foto prewedding yang mirip. Kamu pernah liat satu konsep di nikahan orang lain, sementara aku kecetus ide ini setelah boker sejam di WC. Iya, aku rada sembelit waktu itu. Sekarang sih udah mendingan, udah sering makan sayur yang banyak seratnya. Brokoli, daun selada, sampai daun touch me aku makan semua. Sekarang pup aku lancar lho. Ga percaya? Kapan-kapan mampir ya.

Anyway, sampai mana tadi?

Oiya. Ide. Setelah perundingan yang sangat kilat, kita sepakat untuk mengeksekusi ide ini. Sebuah ide yang sepertinya belum banyak dilakukan di Indonesia. Sebuah konsep yang kayaknya bakal memorable buat kita dan orang-orang yang ngeliat. Foto prewedding dengan tema film.

Terus kamu inget ga, waktu kita lagi ngebahas lebih jauh soal konsep film ini? Awalnya kita mau bikin foto yang sama persis dengan poster-poster film. Kita akan bergaya bak dua tokoh pemeran utama yang biasa terpampang di bingkai now playing atau coming soon. Lalu foto-foto itu akan dipajang di selasar menjelang pintu masuk ruang resepsi. Menjadikan nikahan kita seperti teater bioskop yang sedang memutar banyak film.

Kita lalu sepakat hanya akan memilih film yang keliatannya do-able buat dieksekusi. Maka film kayak Jurassic World harus kita coret dari daftar. Meski muka aku mirip Stegosaurus dan sering pake kaos T-Rex, kayaknya masih banyak film lain yang lebih layak untuk dijadikan ide foto prewedding. Film Ada Apa dengan Cinta pun sepertinya ga do-able. Karena satu-satunya kesamaan antara aku dengan Nicholas hanyalah nama belakang kami berdua.

Nah, kamu inget ga, kenapa akhirnya ide poster film ini ga jadi dieksekusi? Karena ternyata ga gampang ya nyari vendor yang sesuai dengan harapan kita. Bolak-balik ke prewedding expo tapi selalu pulang dengan tangan kosong. Rata-rata mereka menghitung harga berdasarkan jumlah pakaian yang diganti. Ide poster film jadi ga ramah sama kantong, karena jika kita mau bikin 8 poster film, vendor akan men-charge dengan biaya 8 kali ganti wardrobe. Dan itu sama sekali ga murah.

Akhirnya kita ngalah. Konsepnya tetap film, namun angle-nya bukan poster lagi. Melainkan adegan-adegan dalam sebuah film. Kita hanya akan pilih dua film yang maknanya cocok sama nikahan, lalu beberapa adegannya dijabarin dalam bentuk foto.

Sekarang pertanyaannya adalah, film apa yang harus dipilih?

Kamu inget ga, waktu itu kamu bilang kamu mau pake film Mr. and Mrs. Smith? Kamu yakin prewedding kita akan terlihat beda karena ada adegan tembak-tembakannya. Tapi aku sempat berargumen bahwa adegan tembak-menembak akan memakan waktu yang cukup lama. Karena harus diawali dengan berkenalan, tukeran nomor handphone, lalu di malam minggu yang sepi menjurus durjana, kamu harus menelpon yang diawali dengan pertanyaan, “Kalo aku nelpon gini, ada yang marah ga sih?”

Kamu inget kan, abis itu kamu noyor aku?

Menurut kamu, Mr. and Mrs. Smith do-able banget. Kostumnya hanya jas dan gaun hitam. Propertinya cuma pistol. Latarnya bisa di rumah, atau di jalanan sambil kebut-kebutan naik mobil yang bagian belakangnya udah di-bazoka sama musuh. Well, latar rumah sebenernya juga udah cukup mewakili sih. Tapi bazoka terdengar cukup ambisius.

Selain itu, kata kamu, film Mr. and Mrs. Smith juga membawa pesan yang kuat untuk sebuah pernikahan. Bahwa sebesar apa pun pertikaian yang terjadi di dalam rumah tangga, pada akhirnya, it’s us against the world.

Aku terdiam sejenak. Setelah membuka google translate, aku mengerti maksud kamu dan langsung mengiyakan ide itu. Slot film pertama ditempati oleh film pilihan kamu. Mr. and Mrs. Smith.

Sekarang giliran aku untuk milih film kedua. Tanpa pikir panjang, aku langsung mencetuskan satu judul yang jadi film favorit aku sepanjang masa. Ternyata kamu pun sangat suka film itu. Tanpa adu argumen dan bantuan google translate, akhirnya kita memutuskan untuk memakai film itu sebagai konsep yang kedua.

Lalu kamu inget ga, di sebuah siang, pas lagi di mobil dalam perjalanan entah ke mana, kamu bilang kalo kita belum ngebahas alasan di balik pilihan film kedua? Aku sih cuma bilang kalo itu film favorit aku. Film yang aku tonton berapa kali pun ga akan pernah bisa bosen. Film yang selalu berhasil menyodorkan pesan baru setiap kali aku menontonnya ulang. Film yang bagusnya kebangetan.

Tapi kayaknya jawaban itu ga memuaskan rasa penasaran kamu. Karena sebenarnya pun, memang bukan itu alasan utama kenapa aku milih film itu sebagai konsep prewedding kita. Siang itu, aku hanya belum bisa merangkai kata yang tepat, biar bisa benar-benar menjawab pertanyaan kamu. Aku hanya belum bisa menemukan cara yang pas untuk mengatakan jawabannya.

Sekarang, aku udah kepikiran beberapa paragraf untuk menjawab pertanyaan kamu siang itu. Menjawab kenapa aku memilih film Up.

up

Because I wanna play silly games with you. Fall into laughter but no one will ever know why. Jump for excitement for no particular reasons. Just like they did when they were kids.

Because I wanna travel all around the world with you. Visit places that only dreams can reach. Go far-far away because there is where adventure awaits us. Just like they promised to each other.

Because I wanna build our own home with you. Not with brick and mortars, but with laugh and tears. Pin all of our memories on every edge of it. Just like they did with that old house.

At the end, the reason I chose Up is because I wanna love you, like Carl loves Ellie.

Just like that.

And I cross my heart.

 

Warm regards,

Your chubby yet charismatic boyfriend. U yeah.

“Grow old with me. The best is yet to be.” ― Robert Browning

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

19 thoughts on “Surat Terbuka Untuk Si Pacar

  1. sarah puspita June 29, 2015 at 11:32 Reply

    *ngepel air mata terharu* :”)

    Manits amaaaat sih kamuuu :*

  2. Nad Paritrana June 29, 2015 at 12:29 Reply

    awwwww… hiihii…. mugi2 cepet saaahh nyaaa :)

  3. -n- June 29, 2015 at 17:20 Reply

    Klo Finding Nemo gimana? Cocok nggak? *dicelupin ke akuarium*

    • Roy Saputra June 30, 2015 at 13:47 Reply

      *sodorin pelet*

    • Kresnoadi June 30, 2015 at 23:17 Reply

      Hahaha anjirlah abis baca yang manis-manis disodorin koomen beginian. :))

      • -n- July 1, 2015 at 03:23 Reply

        *sodorin pelet*

  4. noviaindahk July 5, 2015 at 00:06 Reply

    Baru baca dan… Wah… Speechless sama kalimat-kalimat terakhir di postingan kali ini…
    Dan akhirnya Bang Roy ngasih clue soal prewed sm kak Sarah! Jujur terus penasaran sejak awal. Unik :D
    Semoga bahagia selalu ada di sudut pandang kalian.

    And btw, Ellie does love Carl. Ya kan, kak Sarah? Hehe

  5. Yoga Akbar Sholihin July 10, 2015 at 00:48 Reply

    Mirip sama Nicholas Saputra, hanya nama belakangnya saja. XD

    Mantep banget di akhir tulisan. Semoga lancar ya, Bang Roy. :D
    Aamiin.

  6. wahyudi December 11, 2015 at 13:28 Reply

    air mata ku berceceran

  7. Rachmat Ferdian January 13, 2016 at 12:54 Reply

    Very nice writing (y)

  8. puputs January 19, 2016 at 11:27 Reply

    udah ada yang terharu aja tuh di komen pertama, dapet kecupan lagi.. ini nicolas saputra beneran kali yak :D

  9. redy February 5, 2016 at 15:03 Reply

    tulisan yang sangat menyentuh hati bang,
    keep nice writing bang :D
    tulisanmu sudah kutunggu :v wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: