Halloween Horror Nights 5: The Story

Gua dan horror bukanlah dua kata yang biasa bersandingan. Kalo ada satu kata yang dapat menghubungkan antara gua dan horror itu adalah kata mencret. Iya, sistem ekskresi gua akan bekerja dalam mekanisme yang berbeda jika gua bertemu dengan hal-hal yang berbau horror.

Hal itu pula yang terjadi ketika gua berkesempatan untuk hadir di Halloween Horror Nights 5 (HHN 5) di Universal Studios Singapore, akhir bulan lalu.

Halloween Horror Nights tahun ini adalah kali kelima Universal Studios Singapore membuat mimpi buruk kita menjadi kenyataan. Dengan totalitas ala Universal Studios, ga perlu diragukan lagi, sajian HHN 5 pastilah berkelas dunia. Total ada tiga scare zone dan empat haunted house yang diplot untuk “menemani” kita selama menjelajah HHN 5.

Tema besar dari HHN 5 tahun ini adalah blood moon, atau gerhana bulan darah, yang emang kejadian di periode akhir September – Oktober ini. Ceritanya, akibat blood moon ini, banyak terjadi hal-hal aneh di dunia spiritual. Seperti siklus kedatangan hantu yang ga teratur, wabah penyakit yang tiba-tiba menyerang, rambut Donald Trump, dan hal-hal aneh lainnya.

Sebelum rangkaian acara HHN 5 dimulai, gua udah terkagum-kagum duluan sama segala informasi yang diberikan. Universal Studios Singapore tutup pukul enam sore, sementara HHN 5 dimulai pukul tujuh malam. Itu artinya mereka hanya punya waktu 1 jam untuk menyiapkan itu semua. Bandung Bondowoso juga ga akan sanggup ngerjain sendiri. Dia pasti bakal nge-outsource ke Sangkuriang.

Halloween Horror Nights adalah acara tahunan yang digarap super serius. Total ada 400 scare-actors, 150 make up artists, dan ratusan kru produksi yang terlibat di HHN 5 setiap malamnya. Kebayang ga tuh berapa nasi kotak yang mesti disiapin?

Terlepas dari masalah nasi kotak, gua dan si pacar, bersama tim media dari Indonesia lainnya, langsung diarahkan ke rumah hantu pertama: True Singapore Ghost Stories: The MRT. Rumah hantu ini mengambil urban legend lokal Singapura yang udah diceritain turun-temurun dari masa ke masa.

“Nanti kita akan dibawa melintas waktu ke masa di mana MRT belum dibangun. Sebagian MRT di Singapura dibangun di bawah kuburan orang Melayu,” kata Anggi, sang pemandu, “Jadi karena kuburan Melayu, hantunya akan sangat familiar dengan orang Indonesia, kayak tuyul dan kuntilanak.”

Dan saat itu juga, gua berharap pemerintah Singapura seharusnya bisa lebih bijak dengan membangun MRT di bawah kedai donat.

Tapi ga apa. Karena sampai detik itu, gua masih merasa aman. Kelompok media dari Indonesia lumayan banyak, sekitar 15-17 orang. Gua bisa berdiri di tengah kerumunan dan menjadikan tubuh peserta lain sebagai tembok dari gangguan-gangguan makhluk halus. Kalo ada setan mau gigit, gua bisa menjadikan mereka sebagai tumbal.

“Tolong, Tan. Jangan makan saya. Kolesterol saya tinggi, lemak tak jenuhnya banyak, asam urat tak terkendali. Mending makan yang ini. Sehat. IP-nya 3.5 lagi.”

Bagi gua, semua terkendali. Semua aman. Sampai si pemandu di depan membuat satu pengumuman kecil.

“Ya kalian tolong bikin barisan ya. Jangan berdiri berdampingan. Barisannya satu-satu ke belakang…”

KAMPRET.

“…Terus pecah jadi 2 grup ya. Masing-masing 8-9 orang.”

DOUBLE KAMPRET.

Gua panik. Sistem ekskresi gua mulai bekerja dengan intensitas yang di luar kebiasaan. Perut mules, ketek basah. Kata mencret mulai kebayang-bayang di kepala.

“Anggi,” panggil gua, “Kalo pas dikagetin sama setannya, gua reflek nonjok gimana?”

“Ga boleh, Roy,” jawab Anggi, “No physyical contact. Jadi scare-actors nya ga boleh nyentuh kalian. Kalian pun ga bisa nyentuh mereka. Apalagi sampe nonjok.”

“Kelitikin?”

“…”

“Oke, oke. Kalo semprot Baygon?”

Tanpa sempat menjawab pertanyaan gua, rombongan media dari Indonesia mulai masuk ke haunted house yang pertama. Ternyata di dalam, memang ga dimungkinkan untuk berjalan berdampingan. Lorong-lorongnya sengaja dibuat pas untuk satu orang agar masing-masing peserta bisa mendapatkan maximum scare experience.

Hal pertama yang gua perhatiin adalah setting-nya niat banget. Setting MRT-nya sama persis kayak MRT yang ada di Singapura. Pintunya, plang penunjuk stasiunnya, pegangan besinya, semua persis kayak MRT beneran. Detail-detail kecil diperhatiin banget sama mereka.

Scare-actor-nya pun total banget. Kalo di rumah hantu Indonesia, begitu kita udah kaget atau ketakutan, para cast-nya akan menyudahi atau malah senyum-senyum karena berhasil bikin kita takut. Di HHN 5, jangan harap itu kejadian. Karena ketika udah di dalam haunted house, mereka udah bukan aktor lagi, tapi hantu yang mereka perankan. They are so into their characters.

MRT

Haunted house favorit gua sendiri adalah Siloso Gateaway Blok 50. Diceritakan, para penghuni sebuah komplek apartment di Siloso terkena wabah virus HHN-5 yang mengkontaminasi air. Gua yakin, apartment ini, Senin besok harganya pasti turun.

Virus HHN-5 inilah yang mengubah para penghuni menjadi zombie. Para pengunjung diposisikan sebagai warga yang belum terkena wabah dan harus segera keluar dari komplek tersebut. Serunya, ada petugas emergency service yang mengawal dan terus berteriak mengarahkan kita untuk keluar dari ruangan.

Suasana intense-nya berasa banget.

Kita harus menunduk melewati lubang-lubang di tembok. Menghindari gapaian tangan-tangan zombie yang berusaha menularkan virusnya. Menutup telinga ketika beberapa zombie menghentakkan kaki dan berteriak mengeruhkan suasana. Kita harus keluar, dengan segera.

Scare-actor favorit gua juga ada di haunted house ini. Yakni seorang ibu berbadan gempal yang kakinya terikat ke ranjang. Karena apabila dilepas, sepertinya ia akan menyerang dan memangsa kita semua dengan sekali lahap.

Bajunya basah bersimbah darah. Bola matanya putih, menusuk dingin ketika beradu pandang. Ketika kita tiba di kamarnya yang berlumuran darah, ia langsung bangkit dan berusaha menggapai kita dengan sekuat tenaga. Suara besi ranjang meronta-ronta saat tertarik oleh kakinya. Teriakannya menggelegar memecah keheningan. Raungan dan sontakan beradu ga berpola. Seperti berlomba memekakkan telinga. Seolah bertarung menghentikan jantung.

Gua takut setengah mati. Setengahnya lagi, gua sedang nahan mencret.

siloso 50

Setelah melewati beberapa haunted house dan scare zone, gua memutuskan untuk duduk sebentar di pinggir jalan. Dengkul lemes, badan basah kuyup, dan tangan gemeteran. Sambil mengumpulkan kembali tenaga yang udah terkuras, gua mengingat-ingat mengapa masih ada senyum puas di bibir gua malam itu.

Karena di antara rasa takut gua yang menggelinjang, terselip rasa kagum yang luar biasa. Setting yang detail, cerita di balik setiap haunted house dan scare zone , serta akting dari para scare-actors, membuat HHN 5 bukan sekedar wahana rumah hantu biasa.

Tapi HHN 5 adalah sebuah petualangan menelusuri mimpi terburuk yang ga pernah kita sangka akan jadi kenyataan. Sebuah pengalaman melihat apa jadinya ketika konsep yang kuat bertemu eksekusi yang hebat.

Dan bagi gua, HHN 5 adalah sebuah cara mencret di celana yang paling luar biasa.

PS:

HHN 5 hanya diadakan pada malam-malam tertentu saja, selama 2 – 31 Oktober 2015 . Untuk detail tanggalnya, bisa dilihat di sini. Tiket bisa didapat di sini. Besar kemungkinan di beberapa kesempatan, tiket HHN 5 akan sold out, jadi pesanlah jauh-jauh hari dan rasakan apa yang gua rasakan malam itu.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

13 thoughts on “Halloween Horror Nights 5: The Story

  1. Nengbiker October 4, 2015 at 11:24 Reply

    Ibuk2nya pake helm itu?

  2. ceritariyanti October 4, 2015 at 13:32 Reply

    Napa sih ga siang2 ? :D

  3. Fahmi (catperku) October 5, 2015 at 00:17 Reply

    penasaran sih… tapi… kayaknya mikir-mikir buat dateng ke sini :p *serem*

  4. ghozaliq October 5, 2015 at 11:26 Reply

    eeemm… mending enggak dateng ah *kabur

  5. dodo October 5, 2015 at 12:10 Reply

    tadi nya gw pikir, ah paling kek rumah hantu biasa… tp tulisan lo persuasif bgt… gw yg ga suka gini2an mulai mikir harus nyobain ke sana nanti… bulan ini ga bisa soalnya… laen kesempatan deh…

  6. yeklin October 5, 2015 at 13:57 Reply

    serem juga yaaa…. boleh gitu hantunya difoto?

    • Roy Saputra October 5, 2015 at 15:23 Reply

      kalo di haunted house, ga bisa. tapi karena gua perwakilan media jadi dikasih foto. kalo yang scare zone bisa foto :D

  7. pupit October 7, 2015 at 13:37 Reply

    itu hantu2 cuman available di rumah2 ya, gk kluyuran di jejalanan gitu? soale kl iklannya USJ Osaka pengunjung kek marathon di jalanan diuber hantu2 >_<

    • Roy Saputra October 7, 2015 at 14:18 Reply

      ada yang di jalan-jalan, namanya scare zone. tapi ga sampe lari2 sih untungnya :))

  8. pupit October 7, 2015 at 13:39 Reply

    eeehhh ini udah oktober….kapan nikahnya Roy? brkt ke Jpg kapan? hanimun di USJ Roy, kawin lari..,…diuber hantuuuu LoL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: