Academy Awards for Universal Studios Japan Rides

Kalo ada orang yang nanya, “Eh, enaknya liburan ke mana ya?”, maka gua akan memberi respon berupa, “Ah eh ah eh! Kan gua punya nama.”

Selain itu, gua akan menjawab, “Tergantung. Lu nyarinya apa dulu?”

Tanpa informasi itu, biasanya gua akan mengusulkan tempat-tempat yang sesuai dengan selera gua. Menyarankan tempat-tempat yang ada theme parks-nya.

Itu karena gua dan Sarah adalah penggemar berat theme parks. Segala jenis keriaan dan atraksi yang memacu adrenalin jadi destinasi yang pasti diincar kalo kami perlu break dari aktivitas sehari-hari. Makanya, salah satu destinasi utama di itinerary Japaneymoon kemarin adalah Universal Studios Japan (USJ), di kota Osaka.

Terdiri dari 8 area dengan puluhan atraksi, USJ jadi instalasi ketiga dari empat Universal Studios yang ada di dunia. Beberapa areanya mirip dengan Universal Studios Singapore (USS), seperti New York, Waterworld, dan Jurassic Park (di USS namanya Lost World).

Kalo dibandingkan dengan USS, USJ jauh lebih luas. Meski berdiri sejak 2001, USJ sama sekali ga menunjukkan tanda-tanda penuaan, baik dari segi atraksi maupun theme park-nya secara keseluruhan.

Di postingan kali ini, gua mau nge-review beberapa rides atau wahana USJ yang sempet gua coba. Namun review-nya pake ala-ala Academy Awards. Gua akan menyematkan penghargaan ke atraksi sesuai dengan kategori yang gua buat.

Here we go.

1. The most worth-to-wait ride goes to…

Harry Potter and The Forbidden Journey!

Jauh sebelum sampai di USJ, area Wizarding World of Harry Potter (WWHP) emang udah jadi tujuan utama gua dan Sarah. Meski kami berdua bukanlah penggemar Harry Potter dan paguyubannya, rasanya sangat disayangkan kalo ga mampir ke area terbaru di USJ yang ga ada di USS ini.

Dari mau masuk ke area WWHP-nya aja, kita udah mesti ngambil tiket untuk tau jam berapa kita boleh masuk. Canggih ga tuh? Bahkan jauh sebelum naik wahana, kita udah mesti ngantri untuk bisa masuk ke Hogwarts dan sekitarnya.

hogwarts

Wahana paling kece di area itu, tentu aja yang the most worth-to-wait ride di atas tadi: Harry Potter and The Forbidden Journey (HPTFJ)!

FYI, di beberapa sudut USJ, ada layar yang bisa nampilin berapa waktu tunggu dari setiap wahana favorit. Dari pagi aja, waktu tunggu HPTFJ udah ga santai. Sembilan puluh menit! Satu setengah jam!

Kalo ini pertandingan bola timnas Indonesia, 90 menit itu ekuivalen dengan perpanjangan waktu dan Elie Aboy yang menopangkan tangan di atas lutut.

Pas gua dan Sarah ke sana, waktu tunggunya udah beranak pinak jadi 120 menit. Dua jam! Untungnya, kami punya pocket wi-fi yang dipesan via Japan Experience. Jaringan yang kencang dan batere yang awet, bikin menunggu ga segaring yang gua bayangkan sebelumnya. Menjadikan pocket wi-fi, sebuah perlengkapan traveling yang ga boleh ditinggalkan selama di Jepang.

Permainan HPTFJ sendiri emang keren banget. Buat yang udah pernah ke USS, wahana ini mirip dengan Transformers The Ride: sebuah perpaduan antara roller coaster dengan layar 3D. Namun bedanya, seat di HPTFJ ini bikin kita seolah sedang naik sapu terbang. Rel yang menggantung di atas membuat kaki kita bisa bebas menjuntai. Membuat petualangan seolah terbang di atas sapu menjadi sangat maksimal.

Jadi, apakah menunggu dua jam itu worth it? Sangat.

2. The oldest yet fascinating ride goes to…

Jaws!

Wahana yang terinspirasi dari film yang berjudul sama ini membuat kita bak turis yang sedang melakukan darmawisata ke sebuah danau di Amity Village.

jaws

Dari pintu masuk, udah ga berasa kayak turis Indonesia yang lagi ke Jepang dan sedang main ke USJ. Tapi udah langsung seperti wisatawan lokal yang lagi ngantri naik kapal di Amity Village. Detail printilannya bener-bener diperhatiin banget sama USJ. Bahkan ada layar televisi yang menjelaskan layanan apa yang ada di Amity Village, bukan menjelaskan wahana apa yang akan kita naikin.

Awalnya gua dan Sarah sama sekali ga tau Jaws ini wahana kayak gimana. Kapal yang udah penuh penumpang selalu masuk ke area yang ga keliatan sama calon penumpang berikutnya. Blind side. Hal ini udah memicu decak kagum gua, karena USJ ingin tetap ada element of surprise untuk setiap pengunjungnya.

Karena nyatanya memang element of surprise lah yang jadi bumbu utama dari wahana ini. Setelah naik kapal, kami disambut oleh tour guide sekaligus nahkoda yang akan memandu kita selama di perjalanan. Beberapa menit pertama, gua mengira ini akan menjadi wahana sight seeing biasa yang bisa gua manfaatkan untuk mengistirahatkan adrenalin.

Namun di menit berikutnya, sang tour guide mendapat kabar bahwa rekannya baru dibegal oleh hiu liar. Hiu bad boy yang digilai oleh hiu perempuan di wilayahnya. And the regular sight seeing ride is over.

Animatronik atau gerakan robot hiunya bisa dibilang jauh dari kata modern. Setting-nya juga bisa dikategorikan tua meski masih terawat. Namun timing, musik, serta akting cemerlang dari sang tour guide berhasil membuat jantung gua berolahraga sejenak.

Wahana yang awalnya gua remehkan, jadi salah satu highlight dari USJ yang sayang untuk dilewatkan.

3. The most anticipated yet disappointing ride goes to…

The Amazing Adventures of Spider-Man!

Digadang-gadang sebagai wahana terfavorit dengan penghargaan Golden Ticket Award for Best Dark Ride selama dua belas tahun berturut-turut, membuat ekspektasi gua dan Sarah akan ride ini sangat tinggi.

spider-man

Penampilan luarnya yang seperti toko jeans di Ciampelas agak menurunkan ekspektasi gua, meski interior ruang antriannya kembali menaikannya sedikit. Anehnya, meski pamor wahana ini udah ke mana-mana, antriannya terbilang cukup pendek. Sekitar 10 menit dari pintu masuk, gua dan Sarah udah duduk di manis di salah satu cart-nya.

Ceritanya, para pengunjung adalah wartawan baru yang ditugaskan untuk meliput Spider-Man yang sedang beraksi melawan Doctor Octopus, Scream, Electro, Hydro-Man, dan Hobgoblin. Dengan naik mobil Daily Bugle dan kacamata 3D, kita bagai terjebak di tengah pertarungan maut dari punggawa berkekuatan super, yang sialnya berbahasa Jepang.

Permainan ini mirip dengan Transformers The Ride di USS, a motion-based 3D dark ride. Yang membedakan The Amazing Adventures of Spider-Man dengan Transformers The Ride adalah posisi pengunjung di cerita yang disajikan. Di Transformers The Ride, kita adalah bagian penting dari keseluruhan narasi. Para pengunjung menumpangi Evac, anggota Autobots yang dipercaya untuk menjaga Allspark, benda yang menjadi kunci penggerak cerita. Sementara di The Amazing Adventures of Spider-Man, kita bak Mary Jane. Terhimpit di tengah pertarungan, tanpa bisa memberikan sumbangsih yang signifikan.

Bedanya lagi, karena permainan ini berbentuk mobil yang bergerak, maka konsep Transformers lebih pas ketimbang Spider-Man. Karena sebetulnya, ketika ada wahana dengan elemen nama Spider-Man, yang ada di bayangan gua adalah kita akan bergelayutan di antara gedung New York. Bukan wara-wiri naik mobil di jalanan yang padat kayak Jakarta. Ya kan?

4. The most enjoyable ride goes to…

Hollywood Dream The Ride!

Roller coaster yang satu ini pasti mencuri perhatian kita sejak masuk USJ. Relnya udah terlihat menjulang tinggi, bahkan dari sejak kita ngantri di loket tiket. Suara-suara teriakan dari para pemacu adrenalin juga bakal samar-samar terdengar sejak kaki menginjak masuk area USJ.

Antrian Hollywood Dream The Ride memang ga sepanjang Harry Potter and The Forbidden Journey, tapi cukup untuk membuat betis yang tadinya setipis Heidi Klum, menjadi setebal Ahmad Bajuri. Namun bukan panjang antrian yang menonjol dari wahana ini. Yang melekat erat di memori adalah betapa Hollywood Dream The Ride bisa mengubah sebuah perjalanan roller coaster yang biasanya menegangkan menjadi sangat-sangat menyenangkan.

Bentuk kursinya dibuat sedemikian rupa sehingga posisi duduk kita jadi sangat nyaman. Ga bikin paha ngegantung, ga bikin punggung pegel, dan malah, bikin betah.

Di bagian senderan dekat telinga, ada dua speaker yang mengeluarkan musik tanpa henti. Kerennya lagi, tempo musiknya seperti disesuaikan dengan gerakan sang roller coaster. Saat menanjak, beat bermain lambat, namun mampu memacu detak jantung. Dan pas menurun kencang, tempo musik berada di puncak, membuat mulut berteriak kencang. Entah karena rasa takut atau excitement yang mulai meraja di kepala yang terus bergoyang.

Kalo ga inget antriannya, gua bakal balik lagi untuk naik Hollywood Dream The Ride sekali, bahkan dua kali lagi. Mengulang pengalaman naik wahana yang asik dan menegangkan pada saat yang bersamaan.

Enjoyable banget. Percaya deh.

Nah, itu tadi 4 wahana di USJ yang berhasil gua sematkan penghargaan ala-ala Academy Awards. Masih ada beberapa rides lagi yang sebetulnya bisa diberikan penghargaan dalam kategori yang lain. Namun biarlah gua simpan dulu untuk postingan berikutnya.

Semoga ini bisa jadi referensi buat kalian yang ada rencana untuk berkunjung ke sana. Tapi bisa jadi gua salah, karena kembali, ini soal selera. Bisa jadi apa yang menurut gua bagus, ga terasa enak buat kalian. Atau yang gua bilang buruk, ternyata sangat menyenangkan.

Kalo pengen tau pastinya sih, mesti ke sana sendiri dan merasakan langsung nikmatnya bermain di Universal Studios Japan, one of the most interesting theme parks I’ve ever visited.

end blog post JP

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “Academy Awards for Universal Studios Japan Rides

  1. Dita February 12, 2016 at 13:16 Reply

    ihh gada fotonya yang Hollywood Dream The Ride :( *brb googling*

    • Roy Saputra February 12, 2016 at 13:28 Reply

      udah gelap soalnya pas mau main ini, jadi fotonya ga bagus :))

  2. Khairunnisa Siregar February 12, 2016 at 21:30 Reply

    Duh WWHP sih most wanted ridenya Potterhead sih. Semoga bisa segera ‘umroh’ ke sana hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: