Tokyo 101: Yamanote Line

Ga afdol rasanya kalo berkelana ke sebuah negara, tanpa mampir ke ibukotanya. Ada banyak alasan kenapa suatu kota ditampuk untuk menjadi ibukota. Salah dua atau tiga dari banyak alasan tersebut pastinya layak menjadi latar belakang mengapa kita wajib mengunjungi kota tersebut.

Begitupun dengan Tokyo.

Secara harafiah, Tokyo berarti “ibu kota timur”. Nama To-kyo merupakan kebalikan dari nama kota Kyo-to, ibu kota Jepang sebelumnya yang berada di barat. Sebelumnya Tokyo dikenal dengan nama Edo, namun ketika pemerintahan kaisar berpindah ke kota ini, namanya pun diganti menjadi Tokyo.

Sekitar 12 juta orang tinggal di Tokyo dan ratusan ribu lainnya pulang pergi setiap hari dari sub-urban untuk beraktivitas di kota ini. Mayoritas dari keduabelasjuta orang tadi bermobilisasi menggunakan kereta, moda transportasi utama yang menopang kota Tokyo.

JR East adalah penyedia kereta nomor satu yang menghubungkan banyak titik-titik penting di Tokyo. Ada belasan jalur (line) JR East yang diberi warna berbeda biar gampang ngenalinnya, terutama saat berada di stasiun yang melayani lebih dari satu line JR East. Biar lebih jelas, kalian bisa liat dan save as peta JR East di sini.

Biar bisa bermobilisasi dengan efisien, sebisa mungkin belilah JR Pass sebelum sampai di Jepang. JR Pass atau Japan Rail Pass adalah semacam tiket khusus untuk turis mancanegara yang memungkinkan kita untuk naik segala macam moda transportasi di bawah bendera JR tanpa ada biaya tambahan.

Waktu #Japaneymoon kemarin, gua menemukan situs pembelian JR Pass yang nyaman dan mudah. Namanya japan-rail-pass.com. Ga hanya JR Pass, situs yang dikelola oleh Japan Experience ini juga menyediakan beberapa keperluan traveling lainnya. Step by step pembeliannya jelas dan pembayarannya bisa menggunakan kartu kredit. Kalo udah selesai, JR Pass akan dikirimkan via FedEx langsung ke alamat kita.

Yang membedakan dengan membeli JR Pass di travel lokal, Japan Experience memberikan tambahan guide book dan peta yang dibuat khusus untuk pembelinya. Dua item tadi bermanfaat banget buat gua selama wara-wiri di Tokyo dan kota lainnya di Jepang.

Line JR East favorit gua adalah Yamanote Line, jalur kereta berwarna hijau yang cocok banget buat para turis debutan yang nyari banyak landmark khas Jepang dalam waktu singkat. Sangat pas untuk mereka yang ingin mengunjungi objek wisata mainstream di Tokyo.

Nah, di postingan kali ini, gua akan berbagi tips “berkeliling” Tokyo seharian tanpa ada biaya tambahan, hanya dengan menggunakan Yamanote Line dan JR Pass.

Here we go.

1. Mulailah dari Ueno

Paling pas menikmati pagi hari di taman yang penuh dengan pohon dan rumput yang masih berembun. Maka berangkatlah menuju stasiun Ueno agar bisa tiba di salah satu taman paling ternama di Tokyo: Ueno Park. Stasiun Ueno hanya berjarak 4 stasiun aja dari stasiun Tokyo. Ketika sampai di sana, cari Park Exit, maka langsung keliatan pohon-pohon yang menjulang mengisi langit.

ueno

Buat penikmat budaya, Ueno Park adalah gudangnya temple dan museum. Kurang lebih ada 4 temple, 5 museum dan 1 kebun binatang, yang ada di wilayah sekitar Ueno Park. Bagi anak masa kini, ada mall berukuran sedang yang bisa memenuhi hasrat kegaulan di negara matahari terbit ini.

Kalo kalian ke Jepang saat musim semi, Ueno Park adalah tempat yang pas untuk hanami, atau kegiatan menikmati mekarnya bunga Sakura. Biasanya, penduduk lokal akan piknik dengan menggelar alas sambil makan, minum sake, serta menikmati merekahnya warna pink dari setiap dahan pohon sakura.

Gua dan Sarah ke sana saat lagi musim gugur. Pun begitu, suasananya tetap menyenangkan untuk bisa berguling-guling di atas rumput. Ga bakal dicibir atau dipandang dengan tatapan aneh, karena banyak yang melakukan hal serupa. Berguling di atas rumput, sambil tertawa menikmati udara segar di kota Tokyo tercinta.

2. Makan siang di Akihabara

Selesai bermain di Ueno Park, cukup melewati 2 stasiun ke selatan untuk sampai di wilayah yang ramai akan turis dan Otaku: Akihabara.

Selain bisa berbelanja, sempatkan juga untuk makan siang di sini. Ada beberapa pilihan mulai dari jaringan brand rice bowl, ramen lokal, atau waralaba internasional yang menyebar di sudut-sudut Akihabara.

Bagi yang bawa uang lebih, kalian bisa menikmati makan siang di maid cafes, sebuah restoran dengan tema cosplay di mana pelayannya mengenakan baju ala French maids. Selain mengantar makanan, para pelayan ini akan ngajak pengunjungnya untuk ngobrol atau main game.

Kenapa cocok buat yang membawa uang lebih? Karena untuk buka table-nya aja kita harus bayar JPY 1,000 per orangnya, di luar makanan yang dipesan. Turis kere macam gua tentu aja melengos begitu tau harganya dan langsung menuju destinasi berikutnya.

3. Menyebrang ke Shibuya

Lanjutkan perjalanan dengan Yamanote Line dan beristirahatlah sejenak di dalam kereta. Pasalnya, destinasi berikutnya berjarak 12 stasiun ke barat dari stasiun Akihabara: stasiun Shibuya. Di sini, ada dua objek wisata yang ramai akan turis. Yang pertama, patung Hachiko.

Hachiko adalah nama anjing peliharaan yang setia, yang diceritakan selalu menunggu tuannya di depan stasiun Shibuya, bahkan ketika tuannya udah meninggal. Cerita Hachiko ini mendunia berkat film yang diperankan oleh Richard Gere. Makanya ga heran, kalo mau foto di patung ini mesti antri.

Objek menarik yang kedua adalah Shibuya crossing, sebuah jalan yang terdiri dari penyebrangan multi jalur. Namun karena jarak jalanannya yang jauh dan orangnya yang ramai, tiap nyebrang di sini rasanya kayak mau tawuran sama SMA satu rayon.

shibuya

Padahal hanya nyebrang jalan tapi sensasinya beda banget. Menerjang lautan manusia yang padat namun tertib. Ga ada bahu yang bersenggolan, ga ada kaki yang terinjak. Setiap orang seperti tau jalurnya sendiri.

Untuk merangkum, Shibuya itu ramai namun menghanyutkan.

4. Berakhir dengan Shinjuku.

Petualangan satu hari “berkeliling” Tokyo wajib disudahi di Shinjuku, sebuah wilayah yang terkenal akan neon signage yang berjejer di sepanjang jalan. Jika boleh dibandingkan, Shinjuku itu ibarat Madison Square Garden-nya Tokyo.

Paling pas ke Shinjuku saat malam, kala lampu-lampu mulai menjadi bintang yang menggantung rendah. Warna-warni dari neon yang bertengger nyaris di setiap gedung jadi landmark khas Shinjuku yang hanya muncul saat langit mulai gelap. Sebuah pemandangan yang cocok banget untuk diunggah ke Instragram.

Stasiun Shinjuku hanya berjarak 3 stasiun dari Shibuya. Untuk mencari keramaian yang gua jelaskan di atas, carilah exit menuju Kabukicho. Awas tersasar, karena stasiun Shinjuku termasuk stasiun besar yang menghubungkan beberapa line JR East dan memiliki banyak pintu keluar.

Nikmati juga beberapa pilihan restoran yang ada di sepanjang jalan. Sama seperti Akihabara, jaringan brand rice bowl, ramen lokal, dan waralaba internasional ada di sini. Bila membawa uang lebih, bisa mampir ke Robot Restaurant untuk merasakan betapa absurdnya jingle restoran tersebut.

shinjuku

Dan ketika kembali ke penginapan, ingatlah perjalanan hari ini yang menyenangkan dan tanpa biaya tambahan. Semua berkat JR Pass dan objek wisata mainstream yang hanya berjarak setapak dari jalur kereta favorit gua di Tokyo.

Yamanote Line.

end blog post JP

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

6 thoughts on “Tokyo 101: Yamanote Line

  1. dodo March 5, 2016 at 14:43 Reply

    asek banget….
    gw bingung soal Tokyo (東京) dan Kyoto (京都) yang dibalik, soalnya tulisan nya kan beda. mungkin maksud lo Tokyo itu ada tambahan ‘Timur’ kali maksud nya…

    anyway. asik banget tuh jalan2 tanpa biaya tambahan JR Pass…

    • Roy Saputra March 7, 2016 at 08:46 Reply

      dalam bahasa Indo sih kebalik ya, ternyata dalam Jepang bisa beda :))

  2. presyl March 14, 2016 at 15:27 Reply

    tambahin harajuku roy, hehhe. cuci mata di takesita dori atau foto foto sama cosplayer, jalan sedikit bisa mampir ke kuil meiji buat liat traditional wedding-nya (pas weekend dan kalau beruntung)

  3. Orchidea della casa June 3, 2016 at 08:19 Reply

    Salam kenal. Gue baru ngerampungin seri keliling Tokyo dengan Yamanote Line. Siapa tau berguna kalo besok2 mau iseng turun di tiap stasiun. Hehe…

    • Roy Saputra June 3, 2016 at 09:38 Reply

      salam kenal juga! semoga bermanfaat :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: