8 Tips ke Tokyo Disneyland

Tahun lalu, tepatnya di bulan Oktober, gua menikah dengan Sarah dan memulai bahtera rumah tangga kami dengan berbulan madu ke Jepang. Tujuan utama kami ber-Japaneymoon (begitu kami menyebutnya) adalah bermain-main di Tokyo Disney Resort. Di Tokyo Disney Resort sendiri terdapat 2 themed parks, yakni Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea yang sama magisnya, apalagi buat penggemar Disney (serta anak perusahaannya) kayak gua dan Sarah.

Nah, di postingan kali ini gua ingin berbagi 8 tips bagi kalian yang mau main-main juga ke Tokyo Disney Resort, khususnya Tokyo Disneyland (TDL). Semoga postingan ini bermanfaat, terutama buat yang baru pertama kali ke sana. Ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan sebelum dan selama seseruan di sana.

Seperti yang biasa gua bilang kalo bikin postingan model begini, semoga kiat-kiat di bawah berguna buat nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Check your dates!

Jika saat kuliah posisi menentukan prestasi, maka waktu sangat menentukan ketika berkunjung ke TDL. Animo warga lokal akan themed park membuat TDL tumpah ruah meski itu hari biasa. Untuk itu, selalu cek tanggal kunjungan kalian ke TDL di situs menakjubkan ini: crowd forecast information!

Situs itu memungkinkan kita untuk menerka tanggal-tanggal mana yang agak lowong dan tanggal mana aja yang ramenya kayak boleh masuk gratis. Ketika gua bilang rame, itu artinya rame banget. Percaya deh. Oktober kemarin bisa dibilang lumayan rame dan rata-rata waktu mengantri gua sekitar setengah sampai satu jam dan yang paling lama gua mengantri 2 jam untuk satu wahana.

Meski situsnya berbahasa Jepang dan sedikit membingungkan saat pertama melihatnya, sebetulnya cukup scroll ke bawah sedikit dan fokuskan perhatian pada kolom kalender yang ada di sebelah kiri.

crowd forecast

Langkah pertama, pilih tab merah untuk TDL dan biru untuk Tokyo DisneySea (TDS). Lalu tuju bulan keberangkatan dengan menekan tombol sebelah kanan dari panel yang ada angka 2016-nya. Untuk tau sekarang ada di bulan mana, cek tanggal 1 dari kalender yang terpampang. Angka yang berada di sebelah kiri dari tanggal 1 menunjukkan bulan ke berapa. Langkah terakhir adalah memperhatikan angka dan warna yang ada di pojok kanan di setiap kolom tanggal.

Pada tanggal 1 Juni, misalnya, penunjuk tingkat keramaian ada di angka 22 dan warna biru muda. Semakin besar angka dan semakin gelap kotaknya menunjukkan tingkat kepadatan yang semakin tinggi juga. Overall, weekday biasanya jauh lebih lowong ketimbang weekend, khususnya di hari Selasa dan Rabu.

So, please check your dates on this amazing site!

2. Datang lebih awal

Seperti yang gua bilang di atas, animo masyarakat lokal terhadap themed parks itu sangatlah besar. Dan mereka datang dari pagi, dari sebelum jam buka, dengan antusias yang teramat tinggi. Waktu ke Universal Studios Japan (USJ), gua sempat panik ketika pintu kereta terbuka, ada yang langsung lari. Gua kira negara api menyerang, tapi ternyata dia hanya ingin masuk lebih awal dan menghindari antrian.

So, come early won’t hurt you. Secara TDL juga memiliki ukuran jumbo yang jika menghabiskan waktu seharian di sini pun belum bisa merambah semua wahana dan atraksinya. Yang perlu dicatat, jam buka TDL berubah-ubah setiap harinya antara jam 8 atau 9 pagi. Untuk detailnya, bisa langsung cek di sini.

3. Install TDR Wait Time Check

Bicara soal antrian, Tokyo Disney Resort punya apps (entah resmi atau bukan) yang sangat membantu. Namanya TDR Wait Time Check. Via apps ini, kita bisa cek waktu tunggu dari semua wahana, baik di TDL maupun TDS. Apps ini bisa menghemat waktu banget karena kita jadi bisa memprioritaskan wahana-wahana mana yang layak didahulukan.

Untuk mengoperasikan ini, kita perlu terhubung dengan internet. Makanya, pake pocket wifi dong!

4. Do ride research!

Ukuran TDL sekitar dua sampai tiga kali lipat Universal Studios Singapore atau Dunia Fantasi. Pengalaman gua dan Sarah, ga cukup satu hari untuk main di sini, kecuali kita naik otoped dan selalu membius orang yang mengantri di depan kita.

Kalo hanya punya satu hari untuk mengunjungi TDL, sebaiknya pelajari wahana-wahananya jauh sebelum berangkat. Baca review dan pilah-pilih wahana mana aja yang bisa di-skip dan mana yang wajib dicoba.

Ada beberapa wahana yang ada di TDL dan jarang ada di Disneyland lainnya. Usul gua dan Sarah sih utamakan wahana-wahana seperti Monster Inc. Ride & Go Seek, Peterpan’s Flight, Splash Mountain, dan Pirates of The Carribean. Pooh’s Honey Hunt juga wajib dicoba meski wahana serupa ada di hampir semua Disneyland. Karena yang di Jepang memiliki cerita yang berbeda dengan teknologi yang jauh lebih mengesankan.

Penasaran? Makanya dicoba yuk!

5. Run for your fastpass!

Udah pelajari wahananya? Sekarang saatnya untuk berlari!

Di beberapa wahana favorit TDL, ada mekanisme fastpass yang memungkinkan kita untuk masuk wahana lebih cepat. Bukan, ini bukan pake orang dalem. Tapi di setiap wahana yang memiliki fastpass, terdapat antrian khusus bagi mereka yang memegang karcis fastpass. Antriannya akan jauh lebih pendek dari antrian biasa karena jam kedatangannya dibatasi sehingga kepadatan pengunjungnya dapat diatur agar ga terlalu menggila.

Karena dibatasi, fastpass bisa abis. Maka berlarilah menuju wahana favorit kalian yang memiliki mekanisme fastpass sebelum kehabisan. Sliding tackle lawan, bila perlu. Bagi kaum kelas menengah Jakarta, anggaplah ini crazy mignite sale di mana tas Michael Kors dijual gocengan.

Rekomendasi gua dan Sarah untuk wahana ber-fastpass yang harus didahulukan adalah Big Thunder Mountain, Splash Mountain, Haunted Mansion, Pooh’s Honey Hunt, dan Monster Inc. Ride & Go Seek. Namun ada juga wahana ber-fastpass yang biasanya memiliki antrian pendek, yakni Star Tour, karena kapasitas sekali permainannya sangat banyak jadi memperpendek waktu antrian. Jadi untuk Star Tour sih kayaknya ga perlu diambil fastpass-nya.

Kalo kalian pengen tau lebih detail lagi mengenai fastpass bisa baca di postingan Sarah yang ini ya.

6. Makan!

Selain menjadi petunjuk wahana dan atraksi, peta juga sangat membantu saat memilih restoran. Di bagian belakang peta, ada tabel yang menunjukkan nama-nama restoran beserta range harga dan jenis makanannya. Jadi kita ga perlu ke semua restoran dan nanya, “Mbak, ini harganya berapa? Kalo yang itu?”. Semua udah bisa ditentukan saat membaca peta. Keren ya petanya?

peta dining disney

7. Shows & Parade

Ada dua parade utama di TDL, yakni Happiness is Here dan Dream Lights Parade. Keduanya wajib disaksikan, ya mumpung udah di sana juga. Happiness is Here digelar siang hari dengan rangkaian kendaraan yang jauh lebih panjang daripada parade di Hong Kong Disneyland. Sementara Dream Lights Parade diadakan pada malam hari dengan rangkaian kendaraan yang berbeda karena lebih berfokus pada kerlap-kerlip lampu. Sebagai informasi tambahan, kedua parade diselenggarakan setiap hari, jika cuaca mengijinkan. Jadi, ada baiknya, cek prakiraan cuaca juga ya.

Yang menarik, pengunjung lokal sepertinya lebih suka parade ketimbangan wahana dan atraksi. Mereka udah berbondong-bondong menggelar tiker (secara harafiah) beberapa jam sebelum paradenya dimulai. Iya, mereka seniat itu.

Jam pertunjukannya sendiri dapat dilihat pada lembaran terpisah dari peta, yang bisa diminta ke cast member terdekat (kayak warung) atau cast member kesayangan Anda (kayak bioskop).

8. Bosan main wahana?

Maka lakukanlah aktivitas sampingan seperti mencari hidden Mickey, berfoto dengan karakter, atau hunting popcorn bucket.

Sebetulnya agak tricky ketika ingin berfoto dengan karakter di TDL. Beberapa karakter, seperti Mickey Mouse, ada antriannya (bahkan rumahnya) sehingga jelas alur dan kapan kita bisa berfoto dengan mereka. Namun ada juga karakter yang tiba-tiba muncul di jalan, yang kalo mau berfoto, ga ada antriannya sama sekali. Semua tergantung pada si karakter (atau cast member yang mendampingi), dia mau berfoto dengan siapa.

Biasanya si karakter akan memprioritaskan anak kecil atau mereka yang mengenakan aksesoris berbau Disney. Entah ini bagian dari strategi marketing atau gimana, tapi sepertinya sukses membuat Sarah ingin membeli sesuatu agar ditunjuk saat ada karakter muncul mendadak berikutnya.

Kalo Sarah ingin beli aksesoris, gua kepengen banget popcorn bucket. Hampir semua pengunjung TDL punya popcorn bucket dengan aneka rupa karakter. Ada Mickey, Minnie, Donald, Stitch, sampai Mr. Potato Head dari Toy Story.

Gara-gara semua orang punya, gua pun latah pengen beli. Rasa popcorn-nya pun unik, kayak rasa soy sauce yang Jepang banget. Dan lucunya, ada rasa popcorn yang disesuaikan dengan tema area atau wahana, seperti rasa madu di depan wahana Pooh’s Honey Hunt.

Yang menarik, kita bisa menjadikan ini sebagai permainan hunting. Itu karena stall penjual popcorn tersebar di seluruh penjuru TDL dan menjual rasa serta bucket yang berbeda-beda. Misalkan kita mau rasa karamel, belum tentu karakter bucket-nya sesuai yang kita mau. Jadi, dengan dipandu peta, kita harus berkeliling mencari stall penjual popcorn yang karakter dan rasanya sesuai dengan selera.

Seru kan?

Nah itu tadi 8 tips buat kalian yang mau ke Tokyo Disneyland, terutama buat yang baru pertama kali mau seseruan di sana. Buat tips yang lebih sistemik, detail, dan menyeluruh, bisa cek ke postingannya Sarah yang ini ya.

Kalo kalian pernah ke TDL dan ada tips tambahan lagi, monggo di-share di kolom comment. Siapa tau bermanfaat juga buat yang baca postingan ini. Ditunggu!

end blog post JP

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

4 thoughts on “8 Tips ke Tokyo Disneyland

  1. bukanbocahbiasa June 13, 2016 at 16:15 Reply

    Makasiiii makasiiiii, ini penting banget niiih buat dirikuuuh yang punya cita-cita ke Jepaaaang :)

  2. presyl June 14, 2016 at 16:22 Reply

    Wajib di bookmark ini, siapa tau kesana lagi tp sama pasangan atau keluarga, aheeyy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: