Wawancaur: The Freaky Teppy

Rejeki bisa datang dari mana aja, salah satunya dengan menjadi buzzer di social media. Bukan hanya via Twitter atau Instagram, blog pun masih punya penikmat setianya sehingga tetap digemari oleh brand untuk menjadi channel komunikasi mereka.

Salah satu blogger yang namanya udah malang melintang di dunia per-blog-an dan per-buzzer-an adalah Stephany Josephine atau yang biasa kita kenal dengan nama Teppy. Cewe Aries ini dikenal dengan tulisannya yang lepas, binal, namun ga jarang, bikin kita berkontemplasi tentang hidup.

Kolom “Movie Review Suka-Suka” lah yang membuat gua pertama kali mampir dan akhirnya jatuh cinta dengan blognya: thefreakyteppy.com. Kini, kolom Teppy’s Coffee Shop List dan cerita travelingnya yang bikin gua bolak-balik mampir ke sana.

Blognya bukan hanya digemari oleh pembaca setianya tapi juga brand-brand kenamaan. Review produk dengan halus Teppy selipkan di antara cerita kesehariannya atau pemikirannya yang kadang random, kadang bikin mikir.

Bertepatan dengan ulang tahun blog-nya yang ke-9, gua mau nanya-nanya Teppy tentang blog dan rejeki yang datang dari situ. Daripada berpanjang lebar lagi, mari kita mulai wawancaur bulan ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Teppy benar-benar dilakukan via email. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar dipinjam dari sini. Terima kasih.

teppy

Hi, Tep! Langsung aja ya kita mulai. Ceritain dong awal mula lu bisa kenal blog!

Pertama kali tau keberadaan blog itu dari bukunya Raditya Dika yang pertama, yang judulnya “Kambing Jantan”, yang ceritanya diambil dari blog pribadinya. Cuma waktu itu gue sekadar tau aja, nggak ngulik blog lebih lanjut.

Terus awal tahun 2007, temen gue minjemin bukunya Miund yang judulnya “Gokil!”, yang cerita-ceritanya juga diambil dari blognya dia. Terus main ke blognya Miund, lalu berdua temen gue tadi, kita jadi tertarik bikin blog juga. Waktu itu, gue bikin blog pertama gue di blogdrive, tepat hari ini, 9 tahun yang lalu. Namanya thejosephines.blogdrive.com.

Awalnya sih iseng aja. Gue anggep blog gue kayak catatan harian atau sekadar “pelarian” kalau lagi suntuk. Dulu jaman kuliah kan gue belum traveling atau nyoba ngopi/makan sini situ, jadi blognya emang beneran kayak catatan harian dan pengamatan, terutama kalo ngalamin kejadian aneh/lucu.

Kenapa nama blog lu The Freaky Teppy?

Alasannya bodoh, sih. Dulu vocab Bahasa Inggris gue kan terbatas, hahaha… Gue cuma mikir kata apa yang rhyming sama Teppy, yang menggambarkan karakter gue dan tulisan gue, gampang diinget, dan sekalian bisa buat personal branding. Setelah 3 tahun ngeblog, pembaca dan temen-temen blog lama gue sering bilang kalo gue sarap, gila, nyeleneh, otaknya geser, dan sebagainya, jadi ya udah gue pilih kata “freaky” (gila, aneh, eksentrik) aja. Not exactly a positive term, tapi ya udahlah udah tanggung. HAHAHAHA.

Biasanya seorang Teppy dapet ide atau inspirasi nulis postingan dari mana sih?

Gue sangat suka mengamati keadaan, jadi biasanya inspirasi tulisan gue ya dari hal-hal yang gue lihat atau alami di hidup gue. Mulai dari masa-masa kuliah dengan segala warna-warninya, pengalaman berkendaraan umum di jalan, pengalaman kerja, nonton sinetron aneh-aneh, film, isu terkini (tapi biasanya yang remeh-remeh gitu, kayak tentang Taylor Swift jadian sama Tom Hiddleston, hahaha), sama kalau sekarang sih lebih banyak soal traveling dan tempat ngopi/makan yang gue datengin.

Kadang juga gue nulis berdasarkan suasana hati: seneng, sedih, down, atau galau. Ngeblog jadi semacam outlet gue untuk nyalurin emosi.

Nah, bicara soal nyalurin emosi, kadang kan lu nulis tentang sesuatu yang personal banget di blog. Ada kekhawatiran akan hal itu ga?

Nggak, sih. Sebenernya sih gue bisa aja nulis di private blog atau bikin private post. Cuma kadang gue nulis karena pengen dibaca, just to see if anyone can relate to it, which means you’re not alone.

Ga takut di-judge gitu?

Bodo amat sih gue. Karena itu outlet gue untuk nunjukin gue cuma manusia biasa… ahzeg.

*stelin lagu Dewa*

Paling kalo udah lebih lega, tulisannya suka gue hapus lagi atau gue hide. But at least I get to vent things out.

Kayaknya dari tadi serius nih pertanyaannya. Sekarang yang nyeleneh dikit ah. Di blog lu kan ada segmen movie dan coffee. Kalo diminta untuk milih, mending world without movie, atau world without coffee?

Mendingan world without coffee, sih. Masih bisa digantiin minuman lain.

Sama bir pletok, misalnya…

Hahahaha.

Kenapa milih film yang dipertahanin, Tep?

Gue suka banget sama film. Sama kayak baca buku, film bikin kita tambah “kaya” tanpa harus mengalami kejadiannya atau mencari tau sendiri. Sekarang gue lebih sering nonton film daripada baca buku, soalnya lebih praktis.

Di sisi lain, film juga bisa bikin kita merasa connected, karena tau banyak hal yang bisa di-relate. Bahwa ternyata kita nggak ngerasain hal-hal yang kita alami sendirian. Agak susah dijelasin sih, ya, tapi ya gitulah.

Movie offers so much more than coffee, at least it takes us somewhere else outside our daily mundane lives for a few good hours.

Apa arti blog ini sekarang buat lu?

My “escape”, one of my emotional outlet, and my personal brand portfolio.

Asik nih bridging-nya. Pas banget, abis ini gua mau nanya soal brand dan nge-buzz. Gini nih enaknya kalo nge-wawancaur penulis.

Hahaha.

Ceritain dong awal mula blog lu diminta nge-buzz sebuah produk!

Hmmm… Kalo nggak salah pertama kali gue nulis advertorial di blog sendiri tuh 2011 akhir. Mungkin karena waktu itu udah ngeblog 4 tahunan terus Twitteran juga jadi yaaa… mungkin dianggep udah ada regular visitor yang (kebetulan) sesuai dengan target market brand tersebut.

Nge-buzz product yang ga lu suka. Yay or nay?

Nay.

Paling nggak produknya masih harus acceptable dan emang mungkin gue pakai/konsumsi/beli dan brand positioning-nya nggak tacky. Biar nggak “lari-lari” banget dari personal brand positioning blog gue. Masih cocok gitu.

Ada tips buat teman-teman yang sedang berusaha menjadi endorsed / paid bloggers?

Jujur, gue dulu nggak pernah merencanakan atau niat jadiin blog gue jadi medium untuk cari tambahan. Semuanya karena kebetulan ada tawaran aja, jadi ya gue tetep nulis sesuka hati gue, kalo ada brand yang tertarik ya hayuk, nggak juga, ya gapapa, gue nggak nyari.

Cuma kalau emang ingin menjadikan blog sebagai usaha sampingan (yang mana sah-sah aja), mungkin pikirin dulu aja kalian pengen diingat sebagai blog/blogger apa, lalu tinggal menyesuaikan kontennya aja dan selalu pastiin tulisan kalian disebar ke social media lainnya untuk narik traffic.

Contoh, gue melabel diri gue sendiri sebagai Lifestyle & Travel Blogger, jadi konten blog gue didominasi hal-hal yang berhubungan dengan gaya hidup dan jalan-jalan, sisanya baru personal interest. Terus “label” itu gue bawa juga ke Instagram (jadi isi feed gue disesuaikan kadang).

Just establish your personal brand and make sure you are consistent.

*nyatet*

Lalu secara paralel kualitas tulisan dijaga (tanda baca, grammar, etc), konten menarik, pake foto yang bagus (nggak mesti kamera mahal, tapi angle foto kece). I think this should attract the right audience and brand to come to you without you even looking for it. Kalau mau proaktif nawarin diri ke agency juga sah-sah aja, sih (kirim aja profil blog, socmed, monthly traffic, content highlight, etc) kalau memang tujuannya beneran mau cari penghasilan tambahan dari blog.

Satu lagi: networking! Selain konsisten sama personal branding, networkinglah di crowd yang tepat! Jangan lupa bikin kartu nama juga kalau perlu (gue punya, di luar kartu nama kantor).

Terakhir nih, Tep. Harapan lu sendiri untuk blog lu apa nih?

Gue sih cuma pengen blog gue terus hidup aja (baca: gue tetep rajin nulis walau sekarang seringnya tenggelam di kerjaan, hiks). Dan semoga blog gue bisa jadi sumber informasi dan hiburan bagi pembaca-pembaca yang membutuhkan.

Having a blog has brought me A LOT of great opportunities, awesome friends, side jobs, and other perks, so I hope I can keep it that way :)

Advertisements

Tagged: , , , , ,

14 thoughts on “Wawancaur: The Freaky Teppy

  1. Teppy August 11, 2016 at 15:50 Reply

    Reblogged this on Teppy and Her Other Sides and commented:
    As posted on Roy Saputra’s blog. Thanks for the chat, Roy!

  2. coklatcaca August 11, 2016 at 16:00 Reply

    The Freaky Teppy ini salah satu blog favorite saya, kadang2 kalau lucunya keterlaluan bisa bikin ketawa sampe nangis. Dan karena baca blog Teppy, saya pun akhirnya bikin blog jg. Sukses terus ya Tepp. :)

    • Roy Saputra August 11, 2016 at 16:06 Reply

      betul betul, kalo kocak sampe ngakak banget baca blog Teppy :))

    • Teppy August 12, 2016 at 10:59 Reply

      Makasih banyak, ya Mbak :*

  3. joeyz14 August 12, 2016 at 20:52 Reply

    One of the first blog I follow

  4. Khairunnisa Siregar August 13, 2016 at 00:36 Reply

    Wih Kak Teppy. Both of you are my favorite! Sama-sama bikin ngakak, sama-sama keren kalo nulis, sama-sama ditungguin deh postingan terbarunya.

  5. gegemartina August 15, 2016 at 16:10 Reply

    Cihuy cihuy :)

  6. Lynn August 17, 2016 at 15:17 Reply

    Review Movie Suka-Suka itu emang juaranya sih, gue terdampar ke blognya Teppy (dan sekarang gue follow) karena review edannya tentang James Bond yang Skyfall =))))

    • Teppy August 20, 2016 at 16:36 Reply

      terima kasih, Lynnnn! :D

  7. ketikyoga August 19, 2016 at 16:20 Reply

    Gue malah baca novelnya dulu baru tau blog-nya. Ehehe. Anjirlah Kak Teppy ini. Gesrek amat, tapi lucunya kebangetan. XD

    • Teppy August 20, 2016 at 16:35 Reply

      terima kasih, Yoga! :) #salamgesrek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: