Ngeberak

Sejauh yang gua ingat, bokap nyokap gua itu jarang banget ngasih petuah dalam hidup. Bisa dibilang, bokap nyokap gua itu bukan orang yang suka ngasih wejangan berjam-jam sambil duduk berhadapan.

Bokap nyokap gua bukan orang yang cukup pede untuk bisa ngasih nasehat berupa kata-kata. Pun ada sesi seperti itu, biasanya terselip dari sebuah cerita yang mereka sampaikan. Entah nilainya tersampaikan atau tidak, itu sepenuhnya kembali ke gua. Sama sekali ga ada paksaan.

Mereka lebih banyak menjadi teladan lewat tindakan. Lebih sering memberi contoh, ketimbang duduk dan melontarkan nasehat. Mereka hanya melakukan apa yang mereka percaya baik, dan berharap anak-anaknya dapat mencontoh di kemudian hari. Seperti yang gua bilang sebelumnya, sama sekali ga ada paksaan. Semuanya kembali ke gua.

Namun, sejauh yang gua ingat, pernah ada satu sesi di mana nyokap meminta gua duduk dan mendengarkan nasihatnya. Satu nasehat yang sampai hari ini masih gua inget dengan jelas. Nasehatnya ga panjang, cuma terdiri dari dua kata aja. Dua kata yang singkat dan padat: jangan ngeberak.

Yes, my lovely mom said that once.

Ya begitulah nyokap gua. Jarang ngasih petuah. Sekalinya ngasih, ya yang model gitu. Berbau-bau jamban.

Nyokap ga pernah ngejelasin lebih lanjut asal muasal bagaimana kata ngeberak tercipta, apa filosofinya dan apa hubungannya dengan yang dia coba ajarkan ke gua. Yang jelas, dia coba menekankan bahwa kalo jadi orang itu jangan cuma bisa ngomong doang. Sebagai orang dewasa, kita harus bisa sejalan dengan apa yang kita ucapkan.

Dalam bahasa Inggris, wejangan ini akan terdengar keren. Walk the talk. Tapi nyokap gua yang ga familiar sama bahasa Inggris, memilih menggunakan istilah yang sampai hari ini masih melekat di kepala gua. Ngeberak.

Analisa gua, kata ngeberak ini terinspirasi dari orang yang suka boker di tengah jalan. Yang cuma bisa buang kotoran, tanpa pernah berniat untuk membersihkannya di kemudian hari. Kotoran ini akhirnya hanya jadi pengganggu. Ada, terasa, tapi ga ada manfaatnya.

Begitu pula dengan orang-orang yang cuma ngomong doang. Berjanji, tanpa niat menepati. Memberi nasehat, tanpa pernah melakukannya sendiri. Mengeluh, tanpa ada tindakan untuk memperbaiki. Orang-orang kayak gini seperti mengeluarkan kotoran dari mulutnya.

Ada, terasa, tapi ga ada manfaatnya.

Mungkin ini karena jadi orang yang suka ngeberak itu enak. Ngomong doang mah gampang. Ga ada tanggung jawab untuk menepati. Ga ada beban untuk menelan konsekuensi. Ga ada keharusan untuk menjalankan, atau menjadi teladan.

Tapi bukankah kita kesel sama orang-orang kayak gini? Bukankah kita sebel dengan iklan partai Demokrat yang “katakan tidak pada korupsi” ternyata “katakan tidak padahal korupsi”? Bukankah kita males dengan orang yang cuma bisa ngomong doang?

show-me

Memang ga mudah untuk selalu sejalan dengan omongan. Namun setidaknya ada usahanya lah agar tindakan kita sesuai dengan yang pernah kita ucapkan. Kalo janjian jam 7, ya jangan baru jalan jam 7. Kalo udah bilang jangan percaya Prabowo, ya jangan dukung calon gubernurnya sekarang. Setidaknya ada usahanya lah.

Mungkin orang lupa, tapi sebagian lagi pasti ingat. Ingat bahwa kita pernah janji datang jam 7, bukan jam 8. Ingat bahwa kita pernah menasehati jangan pernah datang terlambat. Ingat bahwa kita ini pernah bicara dengan suara.

Yang mendengarkan ga budeg lho. Ga buta. Dan ga bego-bego amat. Ga menepati omongan kita sendiri bisa terekam dengan jelas, dan bagi sebagian orang, itu membekas. Menjadi catatan tersendiri saat berhadapan dengan kita lagi di masa mendatang nanti.

Lagipula, apa yang bisa kita harapkan dari orang yang ga menepati janjinya sendiri? Apa dia bisa dipercaya kalo ucapannya ga bisa dipegang? Gimana dia mau mendengarkan omongan orang lain, ketika dia bahkan ga mendengarkan omongannya sendiri?

Karena pada akhirnya, kita semua akan meninggalkan jejak. Seperti kata pribahasa, harimau mati meninggalkan belang, sementara manusia mati meninggalkan nama. Dan semoga saat tiba masanya nanti, nama kita diingat bukan sebagai orang yang cuma suka ngomong doang, tanpa pernah berusaha.

Karena orang-orang seperti itu adalah mereka yang suka ngeberak. Pret.

Advertisements

Tagged: , ,

12 thoughts on “Ngeberak

  1. magmignonette October 13, 2016 at 11:28 Reply

    Keren, suka sama kalimat ini : “Ada, terasa, tapi ga ada manfaatnya”.

    Next time jangan lupa bawa air, buat nyiram :-P

  2. cewephlegmatis October 14, 2016 at 13:58 Reply

    Ini ada hubungannya sama kampanye pilkada DKI Jkt ya, bang? 😆

  3. Anni October 14, 2016 at 16:54 Reply

    di Belitung, orang-orang juga sering banget pake istilah ngeberak ini kalo ada orang yang cuma ngomong doank tapi ga sesuai dengan tindakan/kondisi nyatanya hahaha, tapi gue ga yakin sih ini istilah di bahasa daerah apa bukan…

    • Roy Saputra October 18, 2016 at 19:19 Reply

      wah jangan-jangan nyokap gua kebanyakan begaul sama orang Belitung :))

  4. Rizki Darmawan Listiono October 15, 2016 at 17:16 Reply

    Anjir, gue baru sadar kenapa dulu kalo ada orang yang ngomong doang diteriakin “Berak, lah!”, terimakasih suhu penjelasannya hahaha
    Oh iya, for someone there, jangan ngeberak mulu! pret…

  5. dianeato October 15, 2016 at 23:55 Reply

    hemat kata yah. Jangan ngeberak! filosofi ngeberak :D

    • Roy Saputra October 18, 2016 at 19:19 Reply

      memadankan kata filosofi dan ngeberak ini berat betul :))

  6. ketikyoga October 20, 2016 at 09:00 Reply

    Meski ada sangkut pautnya soal memilih pemimpin nanti, tapi cara menceritakannya asyik banget. Ntap, Bang Roy! :D

  7. ichsanramadhani October 21, 2016 at 01:23 Reply

    Dahsyat banget, nggak pernah dapet petuah dari orang tuah, sekali dikasih isinya di luar prediksi uy.
    Kita semua seperti dicerahkan dengan petuah dahsyat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: