Category Archives: theme park

4th Disneyland

Hi wifey,

Yeay! We made it! We happily (and safely) arrived at Paris Disneyland!

I still remembered how your eyes glittering every time you tell me a story about Disney. Or how excited you are every time a new Disney movie released. And how about the time when you were in tears watching Disney parade in Tokyo Disneyland?

And you do remember don’t you when I stood in front of the altar, promised that I will do whatever it takes to make you happy?

Well, this is it. Our 4th Disneyland in 2 years.

‘Cause I crossed my heart when I made that promise.

Love you.

 

To infinity and beyond,

Your (dying so hard to be) sexy hubby.

 

PS: Happy 2nd anniversary. Let’s conquer the world.

Advertisements

Halloween Horror Nights 6: Berani?

Tahun lalu, sekitar 2 minggu sebelum hari resepsi pernikahan, gua dan Sarah dapet rejeki diundang ke Halloween Horror Night 5 (HHN) di Resort World Sentosa, Singapura.

Di tengah pusingnya nyiapin resepsi, gua dan Sarah memutuskan untuk ikut dalam rombongan media Indonesia. Kami bertugas untuk meliput dan menceritakan pengalaman bermain-main di acara Halloween yang udah menangin banyak penghargaan di Asia Tenggara ini.

Kalo kalian pernah mampir ke HHN, pasti ga akan heran kenapa HHN terus ada sampai edisi ke-enamnya di tahun 2016 ini. Itu karena penggarapannya yang super serius dengan tema yang selalu berbeda setiap tahunnya.

Di tahun 2016 ini, tim Resort World Sentosa masih mengangkat urban legend biar dekat dengan penduduk lokal. Di lain sisi, juga menyodorkan cerita horor yang mendunia agar menarik minat turis internasional. Sebagai bukti, di beberapa tahun sebelumnya, sempat ada cerita tentang Kuntilanak. Setan tipe ini tentu familiar buat kita, warga Indonesia yang taat lapor pajak dan yang suka bilang permisi kalo lewat kuburan.

HHN 5 kemarin adalah pengalaman pertama gua ikut event ini. Waktu mendapat undangannya, gua awalnya khawatir. Gua khawatir bakal mencret di tengah wahana yang bisa menganggu kenyamanan pengunjung lain. Biarlah objek lembek yang mengusik perasaan pengunjung hanyalah yang tertempel dalam komestik para karakternya, bukan yang keluar dari celana tanpa aba-aba.

Karena sesungguhnya, horor dan gua bukanlah dua kata yang biasa berdampingan dengan tentram. Sebagai orang yang gampang kaget, masuk ke wahana rumah hantu baru akan gua pilih kalo opsi lainnya adalah jogging santai bareng hyena.

Namun didorong rasa penasaran yang kuat, gua akhirnya mengiyakan undangan itu.

Melewati 3 haunted house dan 2 scare zone, gua kembali ke hotel dengan frekuensi mengeluarkan keringat yang lebih banyak daripada kegigit rawit dalem lontong. Jantung yang berdetak kencang, rahang yang lelah berteriak, namun senyum yang terus mengembang. Di balik kengeriannya, gua mendapat kesempatan untuk menguji nyali dalam wahana yang digarap dengan serius dan kedetailan yang bikin kagum. Continue reading

Berfoto Ria di Madame Tussauds… Tokyo!

Kaki lelah adalah alasan mengapa gua dan Sarah akhirnya berkunjung ke Madame Tussaud Tokyo. Sebetulnya, museum patung lilin ini ga ada di itinerary Japaneymoon kami sama sekali. Harusnya hari itu kami berkunjung ke Tokyo Disney Resort dan bermain-main entah di Tokyo Disneyland atau Tokyo Disney Sea. Namun karena kaki lelah tadi, kami memutuskan untuk mengundurnya satu hari.

Setelah bangun rada siang, gua memutuskan untuk menukar jadwal yang semestinya hari Sabtu ke hari ini: Odaiba.

Odaiba adalah lahan buatan manusia (reklamasi), di teluk Tokyo, hanya berjarak sepelemparan batu dari tengah kota Tokyo. Mulanya dibangun untuk pertahanan perang pada 1850-an. Lalu berkembang menjadi area pelabuhan dan kini menjadi area komersil yang penuh akan perkantoran, pertokoan, pemukiman dan tempat wisata.

Salah satu spot yang menarik di Odaiba adalah patung Gundam berukuran nyata. Selain itu, ada Miraikan, semacam museum IPTEK Jepang yang konon katanya ada robot yang mirip banget sama manusia.

Namun sesampainya di sana, gua dan Sarah malah menemukan Madame Tussaud! Semua berkat poster-poster yang tertempel di beberapa pilar ga jauh setelah turun dari stasiun. Terletak di pusat perbelanjaan Decks Odaiba, Madame Tussauds Tokyo hanya berjarak 10 menit berjalan kaki dari stasiun Tokyo Teleport.

Harga tiketnya JPY 2,200, namun bisa lebih murah kalo beli online di situs resminya. Persis di sebelah Madame Tussauds terdapat atraksi lainnya, yakni Legoland Discovery Center. Kalo beli dua tiket itu sekaligus, bisa dapet harga combo!

Karena bukan penggemar Lego, gua dan Sarah memutuskan hanya ingin ke Madame Tussauds aja. Setelah membayar sesuai harga yang tertera, kami langsung masuk ke dalam lift, yang langsung disambut sama Bruce Willis… dan mas-mas penjaga Madame Tussauds-nya. Kami berasa kayak lagi dikawal sama pemeran John McClane ini. Owsom!

Mirip dengan Madame Tussauds Singapura, Madame Tussauds Tokyo juga dibagi menjadi beberapa area: music, leaders, sports, history and culture, film, dan celebrity. Enaknya, waktu gua ke sana sih Madame Tussauds-nya sepi banget. Jadi gua dan Sarah bebas berfoto kayak yang punya.

Well, daripada gua berpanjang lebar menceritakan ada apa aja di sana, lebih baik gua membiarkan foto-foto kami yang bercerita. Here we go.

obama

Salah satu yang rutin ada di semua Madame Tussauds seluruh dunia: Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan abang-abang rese yang suka pinjem telpon. Continue reading

8 Tips ke Tokyo Disneyland

Tahun lalu, tepatnya di bulan Oktober, gua menikah dengan Sarah dan memulai bahtera rumah tangga kami dengan berbulan madu ke Jepang. Tujuan utama kami ber-Japaneymoon (begitu kami menyebutnya) adalah bermain-main di Tokyo Disney Resort. Di Tokyo Disney Resort sendiri terdapat 2 themed parks, yakni Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea yang sama magisnya, apalagi buat penggemar Disney (serta anak perusahaannya) kayak gua dan Sarah.

Nah, di postingan kali ini gua ingin berbagi 8 tips bagi kalian yang mau main-main juga ke Tokyo Disney Resort, khususnya Tokyo Disneyland (TDL). Semoga postingan ini bermanfaat, terutama buat yang baru pertama kali ke sana. Ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan sebelum dan selama seseruan di sana.

Seperti yang biasa gua bilang kalo bikin postingan model begini, semoga kiat-kiat di bawah berguna buat nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Check your dates!

Jika saat kuliah posisi menentukan prestasi, maka waktu sangat menentukan ketika berkunjung ke TDL. Animo warga lokal akan themed park membuat TDL tumpah ruah meski itu hari biasa. Untuk itu, selalu cek tanggal kunjungan kalian ke TDL di situs menakjubkan ini: crowd forecast information!

Situs itu memungkinkan kita untuk menerka tanggal-tanggal mana yang agak lowong dan tanggal mana aja yang ramenya kayak boleh masuk gratis. Ketika gua bilang rame, itu artinya rame banget. Percaya deh. Oktober kemarin bisa dibilang lumayan rame dan rata-rata waktu mengantri gua sekitar setengah sampai satu jam dan yang paling lama gua mengantri 2 jam untuk satu wahana.

Meski situsnya berbahasa Jepang dan sedikit membingungkan saat pertama melihatnya, sebetulnya cukup scroll ke bawah sedikit dan fokuskan perhatian pada kolom kalender yang ada di sebelah kiri.

crowd forecast

Langkah pertama, pilih tab merah untuk TDL dan biru untuk Tokyo DisneySea (TDS). Lalu tuju bulan keberangkatan dengan menekan tombol sebelah kanan dari panel yang ada angka 2016-nya. Untuk tau sekarang ada di bulan mana, cek tanggal 1 dari kalender yang terpampang. Angka yang berada di sebelah kiri dari tanggal 1 menunjukkan bulan ke berapa. Langkah terakhir adalah memperhatikan angka dan warna yang ada di pojok kanan di setiap kolom tanggal.

Pada tanggal 1 Juni, misalnya, penunjuk tingkat keramaian ada di angka 22 dan warna biru muda. Semakin besar angka dan semakin gelap kotaknya menunjukkan tingkat kepadatan yang semakin tinggi juga. Overall, weekday biasanya jauh lebih lowong ketimbang weekend, khususnya di hari Selasa dan Rabu.

So, please check your dates on this amazing site!

2. Datang lebih awal

Seperti yang gua bilang di atas, animo masyarakat lokal terhadap themed parks itu sangatlah besar. Dan mereka datang dari pagi, dari sebelum jam buka, dengan antusias yang teramat tinggi. Waktu ke Universal Studios Japan (USJ), gua sempat panik ketika pintu kereta terbuka, ada yang langsung lari. Gua kira negara api menyerang, tapi ternyata dia hanya ingin masuk lebih awal dan menghindari antrian.

So, come early won’t hurt you. Secara TDL juga memiliki ukuran jumbo yang jika menghabiskan waktu seharian di sini pun belum bisa merambah semua wahana dan atraksinya. Yang perlu dicatat, jam buka TDL berubah-ubah setiap harinya antara jam 8 atau 9 pagi. Untuk detailnya, bisa langsung cek di sini. Continue reading

Ingin Tokyo DisneySea Sekali Lagi

Berjalan-jalan di sebuah theme park selalu terasa menyenangkan, setidaknya buat gua dan Sarah. Lagu yang mengiringi langkah, senyum yang merekah di wajah pengunjung, serta warna-warni bangunan membuat zat endorphine terproduksi masal di dalam tubuh. Kita seperti dibawa ke galaksi yang berbeda, jauh dari rutinitas dan keruwetan yang biasa mengikat kepala.

Hal itulah yang membuat gua dan Sarah memutuskan untuk menjadikan Tokyo Disney Resort sebagai tujuan utama saat Japaneymoon kami Oktober kemarin. Sebagai penggemar Disney, rasanya akan sangat bersalah jika kami berdua ga mampir ke daerah yang terletak di timur Tokyo ini.

Tokyo Disney Resort pertama kali dibuka pada tahun 1983, dengan Tokyo Disneyland sebagai satu-satunya theme park yang berada pada resort tersebut. Tokyo Disneyland juga menjadi Disney theme park pertama yang dibuka di luar wilayah Amerika Serikat. Saat ini, telah berdiri dua theme park, tiga hotel Disney, enam hotel non-Disney dan area perbelanjaan di Tokyo Disney Resort.

Bila ada dana dan waktu lebih, maka kedua Disney theme park tersebut wajib disinggahi. Ada beberapa pilihan tiket, di mana kita bisa memilih untuk datang lebih dari satu hari dengan harga yang lebih ekonomis. Gua dan Sarah sendiri membeli tiket terusan selama dua hari, di mana kami bisa pergi ke dua theme park tersebut dalam dua hari yang berbeda. Di akhir hari kedua, ada pilihan untuk upgrade jadi tiket terusan tiga hari hanya dengan membayar selisih harga tiket terusan. Detail soal tiket, bisa dibaca lebih lanjut di link ini.

Tapi jika kita pergi dengan budget dan waktu yang terbatas, maka pertanyaan inilah yang sering muncul, “Kalo harus milih salah satu, Disney theme park mana yang harus didatangin?”

Jawaban gua atas pertanyaan itu adalah, “Tergantung.” Continue reading