Seperti Papa

Gua ingin tumbuh seperti Papa.

Yang jarang merintah, malah suka memberi teladan.

Yang selalu bertindak, dan ga pernah ngomong doang.

Yang jujur apa adanya, tanpa pernah peduli gengsi.

Yang ga pernah mukul, tapi kita bisa segan kepadanya.

Yang bisa menjadi guru, tanpa pernah menggurui.

Yang ga pernah mengeluh, malahan sering melucu.

Yang cita-citanya ga setinggi langit, tapi usahanya sekeras karang.

Yang ga mengukur apapun dengan uang, namun dengan pencapaian-pencapaian.

Yang ga peduli apa kata orang, yang penting dia bahagia.

Yang definisi bahagianya hanya tidur cukup dan makan enak.

Yang jadi contoh sempurna akan idiom “bahagia itu sederhana”.

Dan yang telah, sedang, dan akan selalu menjadi pahlawan bagi anak-anaknya.

bokap

Hal-hal yang Membuat Gua Rileks Sepulang Kantor

Punya tempat tinggal yang jaraknya lumayan jauh dari kantor, membuat perjalanan pulang selalu jadi keseruan tersendiri. Well, iya, keseruan. Karena mengeluh ga akan membuat jaraknya makin pendek, jadi ya, gua nikmati aja. Menggunakan kata “seru” adalah salah satu hal yang bisa gua lakukan.

Hal lain yang bisa gua lakukan untuk mengurangi kesan negatif perjalanan gua yang jauh adalah dengan melakukan hal-hal menyenangkan sepulang gua ngantor.

Setelah menikah dan tinggal berdua istri, selain senggama, setidaknya ada empat hal menyenangkan lainnya yang gua lakukan agar rileks dan melupakan segala kepenatan di kantor. Nah, di postingan kali ini, gua mau berbagi hal-hal apa aja yang bisa membuat gua rileks sesampainya di rumah.

Seperti yang biasa gua bilang setiap bikin postingan model begini, semoga apa yang gua bagikan kali ini berguna buat nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Mandi

Gua suka banget sama kegiatan mandi. Karena gua orangnya ga tahan gerah, maka mandi jadi jawaban dari ketidaksukaan gua itu. Tapi mandinya harus pake shower. Kalo mandi pake gayung, yang ada tangan gua suka pegel sebelah.

Mandi pake shower memberikan gua sensasi seperti artis-artis yang sedang meraung sedih di bawah pancuran. Seperti anak muda yang menyesali perbuatannya di kala mabuk, atau seperti suami yang baru pulang dari selingkuhannya.

Berbeda dengan kebanyakan orang yang suka mandi air hangat agar rileks, gua lebih suka mandi pake air dingin. Mandi dengan air panas membuat gua seperti bacang yang lagi dikukus. Keringat seperti ga tuntas dibilas, dan setelah mandi, malah seperti masih kegerahan.

Sementara mandi pake air dingin bisa memberi efek segar. Mata yang kuyu jadi melek lagi, melunturkan semua penat dan pegal yang lahir dari kerjaan kantor. Kulit jadi adem dan rasa gerah langsung lenyap. Semua berkat mandi pake shower air dingin.

Cobain deh! Continue reading

Ngeberak

Sejauh yang gua ingat, bokap nyokap gua itu jarang banget ngasih petuah dalam hidup. Bisa dibilang, bokap nyokap gua itu bukan orang yang suka ngasih wejangan berjam-jam sambil duduk berhadapan.

Bokap nyokap gua bukan orang yang cukup pede untuk bisa ngasih nasehat berupa kata-kata. Pun ada sesi seperti itu, biasanya terselip dari sebuah cerita yang mereka sampaikan. Entah nilainya tersampaikan atau tidak, itu sepenuhnya kembali ke gua. Sama sekali ga ada paksaan.

Mereka lebih banyak menjadi teladan lewat tindakan. Lebih sering memberi contoh, ketimbang duduk dan melontarkan nasehat. Mereka hanya melakukan apa yang mereka percaya baik, dan berharap anak-anaknya dapat mencontoh di kemudian hari. Seperti yang gua bilang sebelumnya, sama sekali ga ada paksaan. Semuanya kembali ke gua.

Namun, sejauh yang gua ingat, pernah ada satu sesi di mana nyokap meminta gua duduk dan mendengarkan nasihatnya. Satu nasehat yang sampai hari ini masih gua inget dengan jelas. Nasehatnya ga panjang, cuma terdiri dari dua kata aja. Dua kata yang singkat dan padat: jangan ngeberak.

Yes, my lovely mom said that once.

Ya begitulah nyokap gua. Jarang ngasih petuah. Sekalinya ngasih, ya yang model gitu. Berbau-bau jamban. Continue reading

The Good Vow

roy-sarah-the-vow

I promise to continue loving you wholeheartly like Carl loves Ellie.

I promise you always have got a friend in me.

I promise to never let us forget that adventure is out there.

I promise when life gets tough, we will just keep swimming together.

I promise to stick with you through ups and downs, inside out.

And I vow to love you from once upon a time to infinity and beyond.

PS: Happy anniversary, Mrs. Saputra. May the force be with us.

Pesan Lewat OTA Lebih Untung?

Belakangan ini, banyak banget aplikasi yang biasa kita gunakan di ponsel. Tujuannya ya untuk semakin memudahkan kita untuk melakukan apa pun. Iya, apa pun. Kita bisa pesan driver kendaraan secara online, pesan makanan, kirim barang, atau laundry. Sebagai pelancong gadungan, ada dua aplikasi yang rutin gua cek setiap minggunya: tiket pesawat dan sewa hotel melalui OTA (Online Travel Agent).

Coba aja dicek, ada berapa banyak aplikasi sewa hotel yang ada di ponsel lu? Banyak aplikasi sewa hotel bisa kita temukan di Google Playstore (untuk pengguna Android). Makin hari makin banyak aplikasi sewa hotel dengan berbagai gimmick serta keuntungan untuk kita.

Meski begitu, ternyata masih lumayan banyak yang belum mau pesan hotel secara online. Alasannya macem-macem, mulai dari males, ribet, ga ngerti, bingung, atau ada perasaan takut dikibulin. Padahal ada banyak banget keuntungan kalau kita pesan hotel melalui OTA. Kalo kata gua mah, mesti nyoba dulu sekali. Lagian, yang kayak gua bilang di atas, pesan kamar melalui OTA itu lebih menguntungkan.

Nah, di postingan kali ini gua mau jabarin lima alasan kenapa pesan kamar via OTA itu enak. Dan seperti yang biasa gua bilang kalo bikin postingan model begini, semoga postingan ini berguna bagi nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Praktis dan Hemat Waktu

Dengan pesan lewat OTA, kita mengehemat waktu cukup banyak. Mencari hotel lewat OTA bisa dilakukan di mana dan kapan aja. Kita bisa browsing sambil makan, bebenah, atau ngupil. Meski dapat membuat layar lengket, browsing hotel via OTA sambil ngupil dipercaya dapat membuat sistem pernapasan lebih lega.

Anyway,

Hal ini beda sama pesan langsung kan? Kalo pesan langsung, kita mesti datang ke hotelnya satu-satu. Udah makan waktu untuk ke sana, keluar uang untuk bayar kendaraan, lalu saat pesan, kadang hotel ga selalu kosong yang akhirnya bikin kita harus cari tempat penginapan lain.

Kalo gitu kan mendingan pesan lewat OTA. Ya ga sih? Praktis. Hemat waktu. Hemat uang juga. Continue reading