Tag Archives: Advan T3X

#InLoveWithT3X

Belakangan ini gua lagi pusing, mumet, dan stres.

Itu karena tiga pekerjaan yang gua geluti saat ini menuntut gua untuk fokus penuh kepada tiga-tiganya. Ibaratnya, gua punya tiga istri dan ketiga-tiganya sedang hamil 9 bulan berbarengan. Semuanya sama pentingnya. Semuanya sama-sama meronta-ronta minta diperhatikan. Pusing.

Saat ini, gua bekerja sebagai bankir di salah satu bank swasta untuk mengasah otak kiri dan menopang kebutuhan pokok. Jika siang sebagai bankir, maka ketika malam gua berubah wujud menjadi blogger dan designer. Sesekali menumpas kejahatan.

Setelah pulang ngantor, makan, dan mandi, kegiatan malam gua banyak melibatkan otak kanan demi menunjang keinginan sekunder dan tersier. Biasanya gua isi dengan nulis blog atau nge-design kaos untuk Toko Bahagia; clothing line yang sedang gua rintis sejak awal tahun ini.

Kalo kerjaan kantor lagi menjulang, gua akan mengorbankan nulis dan nge-design demi bisa istirahat lebih di saat malam. Begitu juga sebaliknya. Kalo tawaran kerjasama menulis lagi banyak atau sedang siap-siap open pre-order Toko Bahagia, gua pulang tenggo dan fokus di depan laptop malam harinya.

Tapi sekarang, ketiganya perlu konsentrasi yang sama dari otak yang sama. Mumet.

Kerjaan kantor belakangan ini menuntut gua untuk mobile, away from desk, berkeliling dari divisi ke divisi, bertemu dengan beberapa rekan untuk membahas ini itu. Konten blog juga harus terus dijaga demi menjauhkan diri dari kemalasan yang bisa aja berakhir dengan blog yang hiatus. Toko Bahagia juga lagi digodok ulang dengan konsep baru yang sepertinya sayang jika ditunda peluncurannya.

Ketiganya seperti berkonspirasi untuk membuat tingkat stres gua setinggi pohon kelapa. Urgh.

Namun seperti yang pernah gua bilang di sini, secapek-capeknya orang sibuk kerja, lebih capek orang nganggur cari kerja. Banyaknya kesibukan ini bukanlah sebuah bad problem. It’s a good problem. Maka gua pun berhenti mengeluh dan memusatkan perhatian ke bagaimana cara mengurangi tingkat stres dari tiga pekerjaan tadi.

Setelah membuang alternatif untuk mempekerjakan tuyul dan jin tomang, maka gua tiba pada sebuah solusi. Gua perlu satu alat bantu yang bisa gua pakai untuk mendukung ketiga kesibukan ini. Sebuah gadget yang bisa gua andalkan.

Untungnya, akhir bulan kemarin gua memutuskan untuk menggunakan Advan Vandroid T3X. Tablet dengan layar 8.9 inch ini sepertinya bisa jadi teman dalam bahu-membahu terjangan kesibukan selama beberapa bulan ke depan.

advan T3X

Hal pertama yang gua perhatikan ketika membuka kotaknya adalah bobotnya yang lumayan ringan. Selain itu, finishing premium pada bagian back panel bikin Advan T3X terlihat gaya dan pas banget buat dibawa sebelah tangan.

Tampak luar memuaskan, tapi gimana dengan kemampuan dalemannya? Continue reading

Advertisements