Tag Archives: go blog

Power Rangers Tanpa Helm

Ada yang pernah bercita-cita jadi Power Rangers? Gua pernah.

Mungkin karena dari kecil, gua hobi banget nonton film anak-anak. Mulai dari Ksatria Baja Hitam, Jiban, Dragon Ball, atau satu film kartun yang kehadirannya di hari Minggu seperti terbitnya matahari: abadi. Film kartun Doraemon.

Gara-gara itu, gua bercita-cita untuk jadi kayak salah satu dari mereka. Pengen jadi Nobita jelas susah. Mengatur napas saat menangis dengan air mata bak Niagara itu jelas sulit dilakukan. Jadi Songoku apalagi. Kenakalan gua semasa kecil sepertinya sulit untuk membuat gua berhasil naik awan Kintoun. Pilihan yang tersisa antara Ksatria Baja Hitam atau Power Rangers. Karena Kotaro Minami terlihat seperti gay, maka gua memilih untuk bercita-cita menjadi Power Rangers.

powerrangers

Gambar dipinjam dari sini. Terima kasih.

Waktu gua masih kecil, bercita-cita jadi Power Rangers itu keren banget. Punya temen banyak, pake baju sehari-hari senada dengan warna Ranger-nya, atau ke mana-mana pake helm dengan stiker-stiker keren. Percaya deh, jadi Power Rangers itu keren.

Apalagi robotnya. Bedeh, super abis. Lima robot cihuy bisa bergabung jadi satu, tanpa perlu koalisi ataupun lobi-lobi politik. Pasti waktu itu, semua anak kecil kepengen banget punya dan naik robot Power Rangers.

Gua pengen banget jadi Power Rangers. Pengen pake helm, pengen punya robot, dan pengen menumpas kejahatan untuk membuat dunia jadi tempat yang lebih baik.

Tapi ternyata, ga ada satupun sekolah yang bisa menjadikan gua seorang Power Rangers. Paling mentok sekolah menyetir Persemija yang bisa mengajarkan gua untuk naik mobil a la Power Rangers. Itu pun ga pake helm. Hadeh.

Gua sempat ingin berdemo ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertanyakan kenapa ga ada jurusan Teknik Power Rangers di universitas terkemuka. Tapi niat itu gua urungkan karena kenyataannya, waktu itu gua ga tau di mana itu Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Impian gua untuk membuat dunia jadi tempat yang lebih baik pun pupus.

Continue reading

Advertisements

Hasil Blogwalking: Kenapa Harus Mengeluh?

Blogwalking adalah kegiatan para blogger yang berkelana dari blog ke blog mencari postingan yang menarik untuk dibaca. Biasanya, dalam blogwalking, gua akan memulai dari blog-blog yang biasa gua baca lalu mencari link blog baru dari para blogger yang membubuhkan komen di blog tersebut. Atau, bisa juga dari blog yang meninggalkan komen di postingan gua.

Gua sering blogwalking meski jarang meninggalkan komen. Paling sesekali, itu pun di postingan yang benar-benar ingin gua komenin. Selain karena bingung mau ngomen apa, gua ga ingin orang berkunjung ke blog gua karena balas budi. Bolehlah untuk kedatangan pertama, namun gua ingin untuk selanjutnya itu teman pembaca datang berkunjung karena blog gua ini memang layak untuk didatangi.

Sebagai ganti jarang ngomen, gua bakal bikin kolom baru di sebelah kanan atas blog ini. Namanya kolom ‘Blogwalking’. Di situ, gua bakal meletakkan link postingan blog rekomendasi gua. Link-nya akan gua ganti dari waktu ke waktu. Dan postingan di sana ga selalu postingan terbaru sebuah blog. Bisa aja, link yang gua pasang itu postingan lama yang emang bagus dan layak buat dikunjungi.

Nah, sebagai penanda resminya kolom baru itu, gua mau share sebuah tulisan yang gua temuin ketika blogwalking. Judulnya ‘Kenapa harus mengeluh?’, sebuah tulisan oleh Ulfah Fitria.

Jika tertarik dengan tulisan Ulfah yang lain, bisa main ke blognya cupahul.wordpress.com atau follow akun twitternya @cupahul.

blogwalking

Salah satu pekerjaan gue di kantor adalah mendengarkan curhat para karyawan tentang pekerjaan mereka. Kesel dicurhatin mulu? Gak tuh. Karena ternyata dari curhatan mereka, gue bisa belajar gimana memahami, termasuk menerima sebuah pekerjaan, dan bagaimana bersyukur atas pekerjaan yang lagi dijalanin.

Salah satunya adalah ketika gue pernah ngobrol sama salah satu dari office boy di tempat gue bekerja.

“Mas, seneng kerja di sini?” Continue reading

Tips Ngopi Darat!

Sebagai penggiat media online, kita pasti udah familiar dengan istilah Kopdar alias Kopi Darat. Ini adalah istilah yang digunakan ketika dua orang yang udah kenalan secara online, dan mau bertemu secara offline atau tatap muka. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada kalimat contoh di bawah ini:

“Hai, Len. Kita udah lama chatting-chattingan gini tapi belum pernah ketemuan. Kopdar yuk?”

Kalimat di atas adalah contoh penggunaan kata Kopdar pada kalimat yang benar.

“Duh kerjaan lagi banyak banget. Kalo begini terus, bisa kopdar deh!”

Nah, kalimat tadi adalah contoh penggunaan kata kopdar pada kalimat yang salah. Untuk hasil yang lebih baik pada kalimat terakhir, gunakan kata modar. Iya, tadi itu maen plesetan. Iya, iya, maen plesetan emang udah ga Muksin. Jangan protes terus. Herman deh.

Lanjut.

Kopi darat awalnya digunakan oleh anak-anak radio amatir yang saling berkenalan lewat udara. Ketika pada akhirnya para penggiat radio amatir itu mau bertemu secara langsung di darat, biasanya sambil ngopi-ngopi. Makanya lahirlah istilah kopi darat. Memang sih, pas ketemu itu ga mesti di tanah dan ngopi-ngopi. Tapi agak aneh aja kalo ternyata istilah ketemuan secara langsung ini jadi Temulawak Air. Jadi mirip nama biawak.

Seiring dengan berkembangnya jaman… cailah, udah kayak latar belakang skripsi aja. Ganti. Secara jaman makin canggih (nah ini lebih pas), kopdar udah ga lagi dipake sama penggiat radio amatir, melainkan rame di kalangan anak twitter dan blogger. Ga jarang, cinta pun bersemi secara online dan berlanjut ke offline.

Nah, kali ini gua mau bagi-bagi tips buat kalian semua, wahai handai taulan-sanak saudara-sayur mayur. Tips tentang apa-apa aja yang mesti disiapin atau dilakuin ketika mau kopdar sama gebetan online.

Here we go.

1. Avatar-genic

Software Photoshop bajakan udah di mana-mana. Aplikasi memperindah foto juga udah bisa didonlot secara gratis di smartphone. Karena itu, berhati-hatilah ketika ngajak kopdar hanya berdasarkan avatar Twitter atau satu foto yang ia post di blog. Sebaiknya atur ekspektasi lu, biar kalo ternyata yang muncul ga sesuai harapan, lu ga kecewa-kecewa amat.

Kalo emang niat, coba lu cari akun facebook-nya, lalu cari foto tapi yang bukan dari albumnya, melainkan foto candid dirinya yang di-tag dari album foto temennya. Karena foto candid biasanya lebih natural dan ga pake aplikasi macem-macem.

Fotonya masih ga jelas? Ya udah, jaga ekspektasi aja. Jangan malah sibuk nanya-nanya deskripsi dia kayak gimana sebelum ketemu.

“Mancung?”
“IYA.”
“Bule?”
“TIDAK!”
“Rambut sebahu?”
“BISA JADI! BISA JADI!”

Jangan gitu ya. Continue reading

Wawancaur: Life Enthusiast!

Per Oktober 2012, blog ini resmi berganti wajah, baik dari domain, themes, judul, dan masih banyak lagi. Begitu pun dengan tagline. Dari yang sebelumnya full of joy, menjadi: a life enthusiast. Tujuannya adalah untuk semakin menekankan bahwa blog ini ditata untuk berbagi kesenangan dan semangat-semangat agar gua dan yang baca ini dapat lebih antusias terhadap hidup. Salah satu caranya adalah dengan nge-wawancaur pengantusias hidup yang super ini: Taryani Chandra.

Perkenalan gua dengan Taryani itu berawal ketika pacar bilang bahwa ada satu temannya yang suka dengan blog gua yang bisa membuatnya tertawa di tengah sakit yang ia alami. Setelah cerita panjang lebar, gua pun tertegun akan ceritanya dan berkeinginan untuk nge-wawancaur Taryani untuk berbagi semangatnya ke teman-teman yang sering mampir ke sini.

Saat ini, Taryani masih duduk di bangku kuliah tingkat akhir di salah satu univesitas swasta terkemuka di Jakarta. Di tengah kesibukannya menyusun skripsi dan mengalahkan rasa sakit, gua berkesempatan untuk ngajak dia ngobrol-ngobrol. Kayak gimana hasilnya? Sima terus wawancaur kali ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan Taryani benar-benar dilakukan via Whatsapp dalam 2 sesi. Sesi kedua wawancaur dibantu oleh pacar saat Taryani sedang dirawat di rumah sakit. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar adalah milik pribadi narasumber. Terima kasih dan cepat sembuh ya, Tar!

Taryani Chandra

Halo, Tar. Udah siap diwawancaur?

Siap!

Sekarang lagi sibuk apa nih?

Lagi sibuk sama printer dan mas-mas fotokopi buat kelarin skripsi sama sidang.

Udah berapa lama nyusun skripsi?

Dihitung kotornya sih 8 bulan nyelesein skripsinya. Tapi belum tau kapan sidangnya. Belum di kumpulin sih. Muehehehehe.

8 bulan? Lama juga ya :O

Lamaaa dong. Mikirin judul nya aja ampe butek. Makanya lama. Hehe.

Gimana cara biar tetep semangat skripsian, Tar?

Biar semangat skripsian ya? Semangat karena ada deadline-nya :|

Bener juga sik :|

Kalau enggak ada deadline, enggak semangat. Alias pake the power of kepepet. Hahaha

Hahaha.

Ho oh.

From what i’ve heard, you have a breast cancer. Dari tahun berapa, Tar?

Kalau ada kanker-nya sih enggak tau dari kapan. Cuman kalo divonis sama dokter itu tanggal 30 juni 2010.

Itu berarti waktu awal-awal kuliah ya?

Iyak. Baru mau setahun kuliah.

Gimana reaksi lu waktu pertama kali divonis? Continue reading

Wawancaur: Romeo Gadungan

Pernah baca postingan blog yang berjudul “Koreksi Felix Siauw“? Postingan yang sempet rame dibicarakan sekitar bulan lalu itu ditulis oleh seorang blogger yang memakai nickname Romeo Gadungan.

Perkenalan gua dengan si Romeo Gadungan ini bermula di jejaring sosial, jauh sebelum huru-hara postingan Felix Siauw tadi. Berawal dari sapa-sapa di udara lewat akun @romeogadungan, pertemanan gua dan dia berlanjut ketika ngopi darat di buka puasa bersama Trave(love)ing tahun 2012 dan traveling bareng ke Filipina di akhir tahun yang sama. Meski nama Romeo Gadungan udah ke mana-mana, mungkin belum banyak yang tau nama aslinya. Perkenalkan, dari sudut biru, Tirta Prayudha!

Postingannya yang kocak dan terkadang mellow gimana gitu sempat membuat blognya diganjar sebagai juara 1 GoVlog kategori Ramadan yang dibikin ama VIVA News. Ga cuma itu, ia juga sering mengutilisasi blognya sebagai alat pedekate cewek-cewek! Modus banget!

Gimana ceritanya blog bisa dipake buat ngemodus? Dan kenapa Tirta menggunakan nama samaran Romeo Gadungan? Temukan jawabannya di wawancaur kali ini.

Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran. Pertanyaan disusun semena-mena dan boleh dijawab suka-suka. Proses wawancaur dengan playboy blogger ini benar-benar dilakukan via Whatsapp. Wawancaur diedit sesuai kebutuhan. Gambar adalah milik pribadi narasumber. Terima kasih.

tirta

Ta, sejak kapan lu mulai kenal sama blog?

Kalo mulai nulis sih dari SMA. Nulis artikel-artikel di kertas gak bertuan. Tapi kalo mulai nulis di blog itu sejak tahun 2006. Di friendster.

Anjir. Nulisnya di buletin board yak?

Hahaha.

Kagak, Friendster emang punya fitur blog waktu itu. Dari friendster, gua pindah ke multiply, ke blogspot, sampe akhirnya beli domain sendiri di tahun 2010.

Kenape pake nickname romeo gadungan?

Hahaha. Gue udah menduga pasti ditanya ini.

Dulu gue bingung nyari nickname apaan, sampe akhirnya gue ngeliat kalkulator temen gue di kampus tulisannya: “akuntan gadungan”. Karena waktu itu gue gak punya pacar tapi doyan nulis mellow-mellow, gue bikin aja romeogadungan. Catchy banget kan?

Jadi, kalo nemu nama romeogadungan di mana pun (mulai dari blog, kaskus, ampe forum esek-esek) itu pasti gue.

Kenapa mesti pake nickname? Kenapa ga pake nama asli? Continue reading