Tag Archives: ilustrasi

Seenak Doodle: Otaku in a Nutshell

Halo!

Setelah bulan lalu kolom ilustrasi saputraroy.com diramaikan oleh Kost Bahagia binaan Thoma Prayoga, di bulan Desember ini blog gua kedatangan ilustrator berbakat lainnya.

Mari kita sambut: Doobeedoodle, dewan pembina segmen Seenak Doodle.

Sesuai dengan tema bulan Desember ini, Doobee bakal menggambar hal-hal yang berbau Jepang. Nah, di postingan kali ini, Doobee ngebahas soal Otaku lewat goresan pinsilnya. Apa itu Otaku? Buat lebih jelasnya, langsung aja kita menuju ke coretan pertama Doobeedoodle di saputraroy.com. Enjoy!

Apa itu Otaku? Buat kamu yang ga familiar sama istilah ini, sana cari di google! Sambil nunggu loading (terutama kamu yang internetnya paket hemat), mendingan kamu ikut kuis mini di bawah ini:

doobeedoodle-2013-11-otaku in a nutshell

Kalo jawaban kamu kebanyakan YA Continue reading

Advertisements

Kost Bahagia: Jendela

kost bahagia - jendela

…karena buku adalah jendala dunia. Eaaa.

TARAAA!

Ini dia segmen baru di saputraroy.com! Eh, ga baru-baru banget deh, karena sebenernya sempet ada segmen komik atau ilustrasi juga di awal-awal tahun 2013 ini.

Nah, kali ini segmen yang sama akan hadir lebih matang buat temen-temen pembaca semua. Kalo ga ada halangan, setiap bulannya akan ada dua ilustrator yang mengisi kolom di saputraroy.com secara bergantian. Yang serunya, tema dari setiap komik atau ilustrasi akan mengikuti tema bulanan saputraroy.com. Seperti ilustrasi di atas yang mengikuti tema saputraroy.com bulan November: “Jendela Dunia“.

Sambutlah sang ilustrator; Thoma Prayoga, tuan rumah segmen Kost Bahagia!

Setiap dua bulan sekali, teman-teman pembaca akan dihibur oleh goresan pinsil serta ide binal dari Thoma tentang dunia kos-kosan. Cerita tentang penghuni yang absurd, bapak kos yang galak, atau tetangga kamar yang aneh bakal menghiasi saputraroy.com dalam segmen Kost Bahagia ini. Buat mahasiswa atau pekerja perantauan pasti akan kena dengan jokes-jokes-nya dan terasa deket banget.

Oiya, Thoma ini adalah ilustrator di novel komedi Lontang-lantung lho! Kalo kalian suka dengan ilustrasi di novel itu, pasti kalian akan suka juga dengan segmen Kost Bahagia ini. Nantikan terus kehadirannya di saputraroy.com ya!

Untuk update terus keseruan Kost Bahagia, follow aja akun twitter @Kost_Bahagia. Atau follow langsung Thoma di @thoma_prayoga.

Ciao.

Ilustrator: Thoma Prayoga
Ide cerita: Thoma Prayoga

Kapan?

Kapan?

Pertanyaan yang selalu melekat di setiap jenjang hidup manusia.

Jadi, kamu sekarang lagi di jenjang “kapan” yang mana?

Ilustrator: Satya Andika
Ide cerita: Satya Andika

Ilustrasi Satya Andika lainnya yang pernah dipublish di blog ini:

#JalanJalanKemiskinan: Bali dalam Sebuah Sketsa
El.Ow.Vi.Iy
Kebiasaan Unik Mengawali Hari di 2012

Project Baru!

“Sebelum naga menjadi ular, temui aku di waduk lama
Tempat pancuran mengucurkan air yang riaknya terlafalkan tak sempurna
Aku kan menanti dengan teduh, meski itu siang pukul dua lebih sepuluh
Kuharap kau tak terlambat, aku tunggu kau di situ
Sampai bertemu!”

Sekali lagi gue baca tulisan yang ada di kertas lusuh itu. Sebuah tulisan yang Sarah titipkan ke penjaga kantin kemarin siang. Mungkin memang begini risiko menyatakan cinta dengan perempuan yang gemar sejarah dan trivia. Ada-ada saja.

Gue balik kertas itu untuk memastikan nggak ada kode yang tertinggal. Ternyata, keputusan gue tepat. Ada tulisan kecil di pojok kanan bawah yang sepertinya terlewat saat gue baca pertama kali.

PS: Jangan lupakan sed(j)arah!

Sedjarah? Dalam ejaan lama? Oh, jadi kamu mau bermain, Sar? Let’s!

***

“Berapa, Bang?” tanya gue ke tukang ojek setelah menyebutkan destinasi yang gue inginkan.

“Lima puluh ribu,” balasnya dengan muka cuek. Biasa, jual mahal.

“Dua puluh lima, deh, Bang?”

Sebagai Cina sejati, rasanya gue akan murtad jika nggak menawar lebih dari setengah harga yang dibuka. Jangankan ojek, kalo argo taksi bisa ditawar, pasti akan gue tawar. Lagipula, jarak dari rumah gue di Kwitang sampai ke sana sepertinya nggak terlalu jauh.

Gelengan kepala dari tukang ojek membuat gue menaikkan tawaran lima ribu sebanyak dua kali. Setelah sepakat, gue segera naik dan berpegangan pada besi jok belakang. Gue melihat jarum jam di pergelangan. Dua puluh menit dari waktu yang ditulis pada petunjuk Sarah. Gue masih punya waktu cukup.

Yang bikin gue penasaran adalah, kenapa ponsel Sarah nggak bisa dihubungi dari semalam? Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Begitu kata operator sialan itu. Untung saja, petunjuk dari Sarah mudah untuk dipecahkan. Sebagai warga Jakarta yang taat bayar pajak dan ikut nyoblos saat Pilkada, gue tau banget tempat yang dimaksud Sarah dalam suratnya.

Dari yang pernah gue baca di internet, dulu ada sebuah waduk penampungan air Sungai Ciliwung di daerah Jakarta Barat. Di waduk itu, ada pancuran air yang diletakkan setinggi 10 kaki, dan jika debit air sedang tinggi, maka tumpahan air dari pancuran akan terdengar seperti ini: grojok grojok grojok.

Sounds familiar?

Apa jadinya jika beberapa penulis Rasa Cinta, Perkara Mengirim Senja, dan Cerita Sahabat berkarya di dalam 1 buku yang sama? Continue reading