Tag Archives: komedi

46 Hal yang Jangan Dilakukan oleh Kedua Mempelai Untuk Resepsi Pernikahan

1. Memesan gedung resepsi dengan kapasitas yang kurang sesuai dengan jumlah undangan. Misal mau ngundang 200 orang, ya jangan ngadain di Gelora Bung Karno. Nanti dikiranya cuma lagi study tour.

2. Atau malah jumlah undangan 1000 orang, tapi ngadain di kamar kosan. Itu tamu mau taro di mana? Ember? Emangnya rembesan air AC?

3. Menuliskan pesan di undangan: “Silahkan membawa makanan sendiri-sendiri.”

4. Membuat undangan digital yang terlalu heboh hanya demi bisa viral di dunia maya. Ini kawinan apa campaign smartphone?

5. Menyediakan mesin EDC atau ATM center di area penerimaan angpao.

6. Atau fasilitas cicilan 0% 3 bulan.

7. Saat tamu memberi angpao, memeriksanya dengan money detector dan mesin penghitung uang.

8. Membuat trap door, yang ketika sang tamu tidak memasukkan angpao, pintu di bawah terbuka dan membuat sang tamu kecebur ke kolam dan bisa bersenda gurau dengan hiu.

9. Berjalan ke pelaminan dengan melakukan gerakan-gerakan yang resmi terdaftar sebagai bagian dari senam lantai.

10. Begitu masuk ruang resepsi, malah makan.

11. Mengenakan pakaian yang kurang nyaman. Misalkan harusnya pakai kemeja dan jas, tapi malah pake kebaya.

12. Menggunakan gaun dengan warna yang mungkin bisa menimbulkan perdebatan. “Biru hitam atau putih emas? Hmmm… Ngantri siomay aja gimana?”

13. Mengundang mantan bermasalah.

14. Atau Haji Lulung.

15. Ternyata mantannya Haji Lulung. Poor you.

16. Menunjuk seseorang yang berkeyakinan animisme dinamisme untuk memimpin doa pembuka acara. Nanti repot kalo dia gotong-gotong pohon.

17. Memilih wedding singer yang tidak hafal lirik lagu, khususnya lagu-lagu berbahasa Inggris. Contoh, wedding singer yang menyanyikan lagu Love-nya Nat King Cole menjadi, “V is very very extraordinary. And E is even more… is even more… is even more… and LOVE!”

18. Meminta wedding singer untuk menyanyikan lagu “Someone Like You”.

19. Atau “Gugur Bunga”.

20. Atau mash up keduanya. Continue reading

Advertisements

47 Lomba yang Jangan Diadakan Saat 17 Agustusan di Kelurahan

1. Balap karung, tapi karungnya karung matic.

2. Panjat pinang. Memanjat gadis lalu meminangnya. Harusnya dipinang dulu, baru dipanjat. Gitu bukan, sodara-sodara?

3. Makan kerupuk. Kerupuk kulit. Kulit bekas. Bekas sunat. Iuh.

4. Kuis “Who Wants to be a Millionaire?”. Kas karang taruna ama iuran warga kagak bakalan cukup.

5. Karaoke. Pake lagu di iklan odol. Itu lho yang joget-joget di atas gedung. Yang musiknya amburegul emeseyu bahrelway bahrelway.

6. Joget sambil bawa balon. Diiringi lagu di iklan odol. Itu lho yang joget-joget di atas gedung. Yang musiknya… ah sudah lah.

7. Petak umpet. Yang jaga di kelurahan Johar Baru, ngumpetnya di Timbuktu, kabupaten Afrika Barat, kecamatan Cicalengka.

8. Make up-in orang lain dengan mata tertutup. Lebih lengkapnya, mata batin yang tertutup. Disuruh make up, malah ngebunuh. Jangan ya. Plis.

9. Makan kerupuk. Pake nasi. Sama sayur oyong.

10. Sambil angkat kaki dan bilang, “Tambo cie!”

11. Tarik tambang. Tambangnya tambang batu bara.

12. Atau tambang pamungkas.

bambang pamungkas

13. Guys, ini list-nya masih panjang lho. Aku bisa berubah kok. Plis.

14. Balap karung, tapi nge-drift.

15. Bakiak berjamaah, tapi nge-drift.

16. Makan kerupuk, tapi nge-drift. Halah.

17. Balap lari. Lari-lari di pikiranmu. Eaaa.

Continue reading

55 Hal yang Jangan Dilakukan Ketika Nonton Film di Bioskop

1. Berisik.

2. Keseringan bertanya tentang cerita film ke penonton di sebelah. Padahal kenal juga ga. Setengah teriak pula. Lihat poin 1.

3. Berbuat mesum.

4. Dengan pacar orang pula.

5. Mengangkat kaki ke kursi depan.

6. Atau mengangkat anak yatim menjadi anak sendiri.

7. Mencoba nyium gebetan di dalam bioskop saat gelap. Geez, it’s so 1990!

8. Makan nasi. Dengan lauk gulai tunjang. Pake nambah. Dan angkat kaki.

9. Abis itu teriak, “Uda, tambo cie!”. Lihat poin 1.

10. Bermain gadget. Silau, men!

11. Membuka google translate saat menonton film asing. Kan ada teks-nya. Woles, bro.

12. Tidur.

13. Ngorok pula. Lihat poin 1.

14. Nonton berdiri.

15. Sambil melambai-lambaikan tangan atau merekamnya dengan iPad. Ini bukan konser, bung.

16. Memakai kacamata. Kacamata kuda.

17. Atau kacamata renang.

18. Membawa remote DVD dan berharap film bisa di-pause saat kebelet pipis.

19. Bertanya ke penonton di sebelah, “Mas, ini gambarnya udah ori belom?”

20. Mengeja subtitle.

21. Nyemil makanan yang berbau. Seperti pempek, durian, atau abege berkeringat yang lagi ngantri di teater JKT48.

22. Duduk ga sopan. Misalnya, sambil duduk teriak “Anjing lu!”. Ga sopan. Continue reading

Review Comic 8

Sesungguhnya sulit untuk mereview Comic 8 tanpa sedikitpun membocorkan alur ceritanya. Tapi marilah kita memulai review kali ini dengan membahas salah satu pemeran Comic 8 yang paling ditunggu kemunculannya.

Nikita Mirzani.

nikita comic 8

Pembahasan Nikita Mirzani, selesai.

Comic 8 adalah film komedi aksi yang bercerita tentang delapan orang dari tiga kelompok yang berbeda, merampok satu bank dalam waktu yang bersamaan. Ernest, Ari, dan Kemal mewakili The Gangster; mereka yang udah ahli dan memang hidup untuk berbuat jahat. Lalu ada Babe, Fico, dan Bintang yang tergabung dalam gerombolan The Amateurs; anak gang sebelah yang nekad nyari uang tambahan. Terakhir, duet Mongol dan Mudy memberi diri mereka label The Freaks; yang mengingatkan gua akan duo Tenacious D.

Chaos terjadi saat 3 kelompok ini berebut uang hasil rampokan dan polisi mengepung bank. Kedelapan rampok yang awalnya bersaing dan saling menjatuhkan, akhirnya bahu membahu supaya bisa keluar dari kepungan polisi.

Alur cerita Comic 8 dibuat maju mundur, namun asiknya, ga membingungkan. Seperti main puzzle, penonton diajak untuk memasang dan mengurut-ngurutkan adegan dengan panduan yang sangat jelas. Contohnya, Fajar Umbara (penulis cerita) dengan cerdik memakai tukang delivery pizza sebagai titik yang membalikkan cerita ke masa kini. Kemunculannya dibuat sedemikian seru dan comical sehingga membuat penonton ga mungkin lupa kalo orang ini berada di alur masa kini.

Plot ceritanya sendiri udah jadi pertanda cerdiknya Fajar. Akan ada momen di mana penonton dibuat ber-“Oh?”, “Eh?”, “Lho?”, “Kok?”, “Walah!”, atau ber-“Anjis! Ternyata begini!”.  Plot twisting yang berlapis dan mengejutkan jadi primadona dari Comic 8. Tentunya selain adegan menembak Nikita Mirzani dan dadanya yang bergetar.

Eh, oh, sampai di mana tadi? Oh iya, primadona.

Permainan kamera slow motion mode juga jadi primadona tersendiri di film ini. Slow motion mode saat tembak-tembakan membuat gua teringat akan film Sherlock Holmes: The Game of Shadows. Meski belum sekelas Guy Richie, permainan kamera model begini oleh sineas Indonesia udah boleh banget lah.

Props-nya pun keren. Suara dan percikan api yang dihasilan dari setiap tembakan membuat gua berkomentar, “Niat banget euy!” Suara tembakannya ya emang kayak suara tembakan yang sering kita denger di film-film luar. Ga kayak suara petasan di kondangan orang Betawi. Suaranya ya DOR-DOR-DHUAR, bukan TOR-TAR-TOR-TAR-KAWIN-KAWIIIN! Meski sesekali ada efek api dan ledakan kayak di sinetron Indosiar, itu jadi termaafkan oleh scene meledaknya brankas utama yang terlihat nyata. Epic.

Lalu gimana akting delapan stand up comedian yang jadi poros utama film ini? Continue reading

47 Hal yang Jangan Dilakukan Saat Malam Tahun Baru Jika Usia Anda Sudah di Atas 22

1. Membeli kembang api lalu menyalakannya… di dalam mobil.

2. Ikut pawai kendaraan di jalan raya lalu menekan klakson dengan ritme tertentu. Ini bukan kampanye, Bung.

3. Mengeluh jalanan macet. Well, hello?

4. Menguras tabungan demi berpesta.

5. Tabungan Bapaknya pula.

6. Melamar seseorang dalam keadaan mabuk.

7. Dilamar seseorang dalam keadaan mabuk.

8. Menghitung mundur pergantian tahun. Dari jam 3 siang. Dengan angka Romawi.

9. Mengajak teman lama untuk berpesta tahun baru bareng-bareng. Lalu menawarinya MLM. Sambil ngasih liat foto lu di depan kapal pesiar punya orang yang diaku-aku milik pribadi.

10. Menjawab “terserah” saat ditanya mau menghabiskan malam tahun baru ke mana.

11. Atau “gue ngikut aja.”

12. Membuat 37 resolusi untuk tahun 2014 tapi ga tau harus memulai dari mana.

13. Check in di tempat tertentu di Path hanya untuk pamer. Padahal mah lagi di rumah main gaple.

14. Nonton kembang api sama pacar. Pacar orang.

15. Terlalu asik dengan gadget.

16. Live twit pertunjukan kembang api. Dengan format kultwit pula. “34. Wah, merah” lalu “35. Wah, putih.” Continue reading