Tag Archives: novel

Mei 2014!

Wuih, ga terasa ya tahun 2014 udah hampir setengahnya kita lewati. Di bulan kelima ini, gua mau mengajak teman-teman pembaca semua untuk lebih dekat dengan karya terbaru yang melibatkan gua di dalamnya: #FilmLuntangLantung!

Yes, this May is all about the Luntang-lantung movie!

Setelah bulan Oktober 2013 lalu gua banyak membahas tentang novel #LontangLantung, di bulan ini gua akan rutin menulis tentang #FilmLuntangLantung. Filmnya sendiri akan tayang serentak di 75 layar seluruh Indonesia pada Kamis, 8 Mei 2014.

#FilmLuntangLantung bercerita tentang Ari Budiman yang baru lulus kuliah dan sibuk mencari kerja. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya Ari mendapatkan kerjaan idamannya, namun di saat yang bersamaa, ia harus membunuh suara hatinya. Sialnya lagi, ia malah melukai hati pacarnya akibat kerjaan idamannya ini. Endingnya gimana? Ya ditonton atuh!

#FilmLuntangLantung diproduksi oleh MMA Pictures, disutradarai oleh Fajar Nugros, dan dibintangi oleh Dimas Anggara, Kimberly Ryder, Dhea Seto, Muhadkly Acho, dan Lolox. Kalo kalian penasaran banget, nih tonton dulu trailernya di sini:

Bagi yang udah baca novelnya, kalian bakal nemuin cerita yang beda di filmnya. Ada tokoh dan plot baru yang bikin cerita Ari Budiman dan kawan-kawan dalam mencari jati diri jadi semakin kaya dan berkembang dengan menarik. Jadi jangan khawatir, bakal banyak kejutan dan lelucon-lelucon baru di filmnya nanti! Continue reading

Advertisements

Surreal

Pernah ngerasain momen surreal?

Momen surreal adalah saat di mana lu meragukan apa yang lu rasain ini beneran apa cuma halusinasi. Momen ketika lu bertanya-tanya apa yang lu liat di depan mata ini kenyataan atau hanya sebuah bayang-bayang. Yang membuat kadang lu harus mencubit lengan sendiri sekadar memastikan apa yang terjadi, memang benar-benar terjadi.

Belakangan ini gua sedang mengalami momen itu. Mencubit pipi berkali-kali dan bergumam dalam hati, “This is real. This is happening.”

Tepatnya, momen itu terjadi saat gua mengunjungi situs Youtube dan untuk pertama kalinya, menonton ini.

#FilmLuntangLantung. Di bioskop kesayangan kalian. 8 Mei 2014.

Akhir #PawaiLontangLantung

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Tidak ada kata yang lebih pas gua ucapkan untuk menutup rangkaian #PawaiLontangLantung selain terima kasih. Dengan segala kerendahan hati, gua mengucapkan banyak terima kasih buat teman-teman blogger dan penggiat Twitter yang telah yang mau diribetin untuk ikut meramaikan edisi pawai tiap minggunya. Terima kasih untuk penerbit yang telah membagikan buku ke para pengisi pawai. Tapi yang utama, terima kasih untuk kalian yang rutin membaca dan mendukung selama #PawaiLontangLantung berlangsung.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

#PawaiLontangLantung sendiri udah meramaikan blog serta linimasa dari akun favorit kalian selama kurang lebih 2 bulan. Sesekali… well, seringkali, gua sampe spamming membanjiri timeline di jam sibuk dengan twit-twit berbau Lontang-lantung. Untuk segala ketidaknyamanan yang pernah gua timbulkan selama berjalannya pawai, gua ingin mengucapkan mohon maaf. Semoga bisa dimaklumi.

Ide #PawaiLontangLantung muncul dari #VirtualBookTour Lontang-lantung yang tak kunjung lahir. Ibarat bayi, maka #PawaiLontangLantung adalah #VirtualBookTour yang dioperasi cesar. Agak terburu-buru, terbirit-birit, menyusul momentum rilis novel yang udah berlari beberapa langkah di depan. But hey, akhirnya gua bisa mendapat kesempatan promosi selama 2 bulan, ketimbang #VirtualBookTour yang habis hanya dalam 2 minggu. It’s blessing in disguise.

Perjalanan masih panjang. Saat postingan ini publish, umur novel Lontang-lantung baru 3 bulan 3 hari. Masih ada minggu dan bulan untuk gua perjuangkan lewat jerih payah dari tangan sendiri dan bantuan dari teman-teman yang sangat dapat diandalkan. Seperti teman-teman yang udah terlibat di #PawaiLontangLantung.

Terima kasih untuk Dyaz Afryanto,

“Gaya bahasa yang digunakan sangat sederhana dan ringan. Disuguhkan dengan alur cerita yang sangat luar biasa dan unik.

Yang sangat aku suka dalam novel ini adalah novel ini juga memberikan sebuah pembelajaran tentang kehidupan, persahabatan dan juga cinta. Novel Lontang-lantung tak hanya membuat kita tertawa, namun juga membuat kita merenung tentang arti kehidupan. Asal kalian tahu, aku merinding (bukan karena takut) waktu baca bagian yang sangat menyentuh.”

http://dyazafryan.wordpress.com/2013/11/01/review-novel-lontang-lantung-roy-saputra/

Untuk Syafial Rustama, Continue reading