Tag Archives: pandora

Selalu Punya Pilihan

Waktu kecil, rasanya pengen cepet gede biar tau apa itu jatuh cinta. Saat mulai ngerasain cinta monyet, penasaran gimana rasanya pacaran yang serius. Waktu udah ketemu pacar yang mau diajak serius, ngebet banget pengen kawin.

Setiap langkah di fase tadi bak kotak misterius buat gua. Kotak yang baru belum tentu lebih baik dari yang lama, meski yang dulu pasti akan lewat masanya dan seperti memaksa kita untuk membuka kotak yang baru. Kotak yang ada di depan mata, yang begitu menggoda untuk dibuka.

Khususnya, kotak menikah.

kotak

Rasa gembira, gelisah, khawatir, semua campur aduk jadi satu saat gua dihadapkan dengan kotak menikah. Gembira karena gua akan membuka lembaran baru dari buku kehidupan ini. Gelisah karena lembaran-lembaran baru yang gua buka tadi belum tentu sebaik lembaran sebelumnya. Dan tentunya, ada rasa khawatir yang datang hanya karena satu kata. Biaya.

Nikah itu ga murah, bro.

Sebagai suami, gua diberikan tanggung jawab untuk menghidupi satu manusia. Menurut gua, itu sebuah tugas mulia dan berat di saat yang bersamaan.

Pendapatan bulanan yang biasanya ada sisa buat beli pulau (cailah, Roy), kini harus dialokasikan untuk kebutuhan bersama. Yang dulu ada jatah untuk makan-makan ganteng di malam minggu, berubah jadi dana untuk beli beras dan minyak. Yang sebelumnya uang untuk beli pengharum badan, jadi budget untuk pengharum ruangan dan kamper kamar mandi.

Bahkan nikah udah bikin pusing sejak kita ingin masuk ke dalam jenjang tersebut. Karena resepsi nikah itu juga ga murah, bro.

Contohnya, resepsi nikah gua kemarin yang menguras tabungan gua dan Sarah. Ibaratnya, kalo kami ga menerima angpao yang cukup, bisa dipastikan besoknya kami makan nasi aking dan anak kami nantinya jadi pelacur.

Continue reading

Advertisements

51 Hal yang Jangan Dilakukan oleh Pria Saat Ngapel ke Rumah Pacar

1. Datang terlambat.

2. Atau datang tepat waktu. Padahal ga diundang.

3. Atau diundang. Namun nyasar.

4. Atau ga nyasar. Tapi telanjang.

5. Belum mandi dan tidak rapih. Nanti kalo pas ngetuk pintu disangka gembel dan dikasih receh, malah seneng.

6. Berdandan dengan gaya rambut yang kurang pas untuk ngapel ke rumah pacar. Rambut dengan poni ke depan semua sampai menutupi muka, misalnya. Ingat, kamu bukan Sadako.

7. Ataupun Andika Kangen Band.

8. Datang dengan naik delman istimewa. Kecuali sambil turut Ayah ke Kota.

9. Datang naik motor. Ketika calon mertua keluar untuk menghampiri, berkata, “Bapak, Bapak Joni bukan? Yang ke Monas? Mau pakai masker, Pak?”

10. Maskernya masker bengkoang.

11. Mengetuk pintu dengan birama tertentu.

12. Saat ada seorang ibu tua keluar dari rumah, berkata, “Mbak, majikannya ada?”, eh ternyata itu Mama-nya.

13. Waktu ditanya dari dalam, “Siapa ya?”, malah menjawab, “Kasih tau ga ya?”

14. Atau, “Mau tau aja apa mau tau banget?”

15. Saat pintu dibuka, dengan antusiasnya berkata, “Halo, selamat malam. Bapak punya waktu 2 menit? Saya ga jualan kok.”

16. Saat pintu dibuka, menutupnya kembali.

17. Memakai kostum berbau alien, dan saat pintu dibuka, berkata, “We come in peace.”

18. Mengenakan piyama dan membawa guling. Dikata mau pajamas party?

19. Datang beramai-ramai. Bareng ayah, ibu, tanjidor, dan kawanan saudara beserta roti buaya. Itu mah lamaran, woy!

20. Ga melepas alas kaki. Malah melepas celana. Continue reading

Academy Awards for Universal Studios Japan Rides

Kalo ada orang yang nanya, “Eh, enaknya liburan ke mana ya?”, maka gua akan memberi respon berupa, “Ah eh ah eh! Kan gua punya nama.”

Selain itu, gua akan menjawab, “Tergantung. Lu nyarinya apa dulu?”

Tanpa informasi itu, biasanya gua akan mengusulkan tempat-tempat yang sesuai dengan selera gua. Menyarankan tempat-tempat yang ada theme parks-nya.

Itu karena gua dan Sarah adalah penggemar berat theme parks. Segala jenis keriaan dan atraksi yang memacu adrenalin jadi destinasi yang pasti diincar kalo kami perlu break dari aktivitas sehari-hari. Makanya, salah satu destinasi utama di itinerary Japaneymoon kemarin adalah Universal Studios Japan (USJ), di kota Osaka.

Terdiri dari 8 area dengan puluhan atraksi, USJ jadi instalasi ketiga dari empat Universal Studios yang ada di dunia. Beberapa areanya mirip dengan Universal Studios Singapore (USS), seperti New York, Waterworld, dan Jurassic Park (di USS namanya Lost World).

Kalo dibandingkan dengan USS, USJ jauh lebih luas. Meski berdiri sejak 2001, USJ sama sekali ga menunjukkan tanda-tanda penuaan, baik dari segi atraksi maupun theme park-nya secara keseluruhan.

Di postingan kali ini, gua mau nge-review beberapa rides atau wahana USJ yang sempet gua coba. Namun review-nya pake ala-ala Academy Awards. Gua akan menyematkan penghargaan ke atraksi sesuai dengan kategori yang gua buat.

Here we go.

1. The most worth-to-wait ride goes to…

Harry Potter and The Forbidden Journey!

Jauh sebelum sampai di USJ, area Wizarding World of Harry Potter (WWHP) emang udah jadi tujuan utama gua dan Sarah. Meski kami berdua bukanlah penggemar Harry Potter dan paguyubannya, rasanya sangat disayangkan kalo ga mampir ke area terbaru di USJ yang ga ada di USS ini.

Dari mau masuk ke area WWHP-nya aja, kita udah mesti ngambil tiket untuk tau jam berapa kita boleh masuk. Canggih ga tuh? Bahkan jauh sebelum naik wahana, kita udah mesti ngantri untuk bisa masuk ke Hogwarts dan sekitarnya.

hogwarts

Wahana paling kece di area itu, tentu aja yang the most worth-to-wait ride di atas tadi: Harry Potter and The Forbidden Journey (HPTFJ)!
Continue reading

Februari 2016!

Februari. Bulan kedua di tahun yang baru.

Semangat masih kenceng dong? Resolusi masih on track juga dong? Kartu keanggotan gym masih mengkilat dong? Program diet masih lancar dong?

Karena biasanya di bulan kedua, mulai timbul godaan macem-macem yang bisa mengganggu pencapaian resolusi. Yang pengen kurus, ajakan makan temen kantor memprovokasi kita untuk melambaikan tangan ke kamera. Yang pengen nabung, promo maskapai penerbangan mendorong kita untuk impulsif membeli tiket. Pokoknya, ada aja godaannya.

Nah, di bulan ini gua mau ngebahas soal godaan-godaan yang bisa mengganggu prioritas kita. Tapi bukan gangguan yang berarti buruk, melainkan gangguan baik yang bisa mengusik kita dari rutinitas yang kadang menjenuhkan.

Bahasa kerennya, a quick getaway.

Quick getaway tiap orang beda-beda. Ada yang memutuskan untuk traveling ke luar negeri pas lagi mumet, namun ada yang lebih suka menyendiri di rumah dan menikmati me time saat mau melumerkan ketegangan di kepala.

Gua pribadi sebetulnya lebih suka traveling kalo ada waktu untuk kabur dari rutinitas. Suasana yang benar-benar baru bisa bikin otak fresh. Bulan madu gua ke Jepang kemarin pun terjadi saat pekerjaan di kantor lagi memuncak. Bukannya disengaja, tapi emang kebetulan pas aja momentumnya. Bisa dibilang #Japaneymoon kemarin itu jadi a quick getaway buat gua.

Namun kalo keuangan lagi ga memungkinkan, gua juga suka cuti 1 hari untuk diem aja di rumah. Baca buku, maraton nonton DVD, atau bermalas-malasan aja. Dan demi mendukung program pemerintah, gua menghemat air dengan ga mandi seharian.

Atau seperti Sabtu kemarin (30 Januari 2016), saat gua dan Sarah memutuskan untuk menyaksikan sebuah pertunjukan drama musikal yang berjudul Rentak Harmoni di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Continue reading