Tag Archives: red light district

8 Tips Traveling ke Amsterdam

Akhir September kemarin, gua dan Sarah melakukan perjalanan jauh dalam rangka mencentang salah satu item di daftar resolusi 2017 kami: traveling ke negara di luar benua Asia.

Setelah mencoret Australia dan beberapa negara dunia ketiga di Afrika, kami membulatkan tekad untuk melancong ke Eropa. Sempat maju mundur karena tumpukan pekerjaan, akhirnya kami berangkat juga akhir bulan lalu.

Tiket Jakarta – Paris (pulang pergi) pun segera kami beli. Meski begitu, tujuan kunjungan kami bukan hanya kota yang katanya romantis itu. Ada empat kota di tiga negara yang udah gua incar semenjak menyiapkan itinerary di Jakarta. Paris, Brussels, Ghent, dan kota terakhir yang membuat kami jatuh cinta: Amsterdam.

Di postingan kali ini, gua akan berbagi 8 tips bagi kalian yang sedang merencanakan traveling ke Amsterdam. Apa-apa aja yang mesti disiapin untuk menghadapi musim gugur atau apa-apa aja yang akan menyambut kalian setibanya di sana.

Semoga postingan ini bermanfaat. Seperti yang biasa gua bilang kalo bikin postingan model begini, semoga kiat-kiat di bawah berguna bagi nusa dan bangsa.

Here we go.

1. Belanjalah selagi bisa

Entah karena sedang musim gugur atau gimana, tapi toko kelontong di Amsterdam tutup saat matahari masih tinggi. Sekitar jam 5-6 sore, hanya beberapa toko kelontong yang masih buka. Hal ini berbeda dengan Jakarta yang menyediakan minimarket 24 jam di beberapa tempat.

Bagi yang makan malamnya ngandelin minimarket kayak gua dan Sarah, hal ini sungguh merepotkan. Kami jadi harus beli makanan beberapa jam sebelum lapar. Selain jadi repot bawa-bawa makanan padahal masih mau jalan-jalan, makanan yang kami bawa pun jadi dingin.

Minimarket andalan kami selama di Amsterdam adalah Albert Heijn yang menggurita di sepanjang kota. Barang yang dijual pun segala ada. Mulai dari jajanan ringan sampai yang berat kayak nasi sate ayam atau nasi babi panggang!

2. Bawalah wadah portable

Seperti halnya berbelanja di minimarket atau supermarket di luar negeri, kita ga akan dikasih kantong plastik sehabis belanja. Jadi, siapkanlah kantong plastik atau wadah lainnya untuk bawa hasil belanjaan. Karena sesungguhnya, bawa banyak belanjaan dengan tangan kosong termasuk dalam skill anggota sirkus.

3. Main amanlah di Red Light District

Seperti yang udah kita ketahui bersama, Red Light District adalah salah satu destinasi di Amsterdam yang membuat penasaran para turis, khususnya turis Asia yang masih polos dan suci. Macam gua ini.

Gimana sih penampakan dari daerah yang mempertontonkan pekerja seks secara bebas ini? Seberapa vulgar para wanitanya dalam menjajakan “barang dagangannya”? Atau jangan-jangan ada mbak-mbak yang memberikan tester gratis kayak toko donat?

Kalo hanya ingin lewat tanpa bertransaksi, ada baiknya melewati jalan yang sepertinya memang dikhususkan untuk turis. Lebar jalanannya lebih manusiawi dan ga terlalu berkelok-kelok. Cari aja jalan yang ada rambu ayah dan anak bergandengan, atau ikuti aja keramaian rombongan turis lainnya. Selain itu, jangan mengambil foto para pekerja seks komersialnya. Katanya, kalo kita ambil gambar, akan ada bodyguard yang memaksa kita untuk menghapus semua foto yang kita ambil.

Jadi, mending main aman deh!

Continue reading

Advertisements