Tag Archives: Samsung

Long Weekend bareng Samsung NX30

Libur panjang adalah mimpi setiap pekerja kantoran kayak gua. Apalagi kalo ternyata libur panjang itu didapat cuma-cuma dari hari libur nasional yang bersebelahan dengan akhir pekan. Seperti yang terjadi akhir bulan Maret kemarin.

Tapi long weekend kemarin, sialnya gua hanya menghabiskan waktu hanya di Jakarta. Namun hidup selalu menawarkan celah kebaikan di setiap kejadian. Liburan 3 hari kemarin, gua diberi kesempatan untuk mencicipi kamera terbaru keluaran Samsung: Samsung NX30.

Jadi, di postingan kali ini gua akan coba menceritakan ulang long weekend gua dengan deretan gambar-gambar yang diambil dengan Samsung NX30. Are you ready?

Sabtu, 29 Maret 2014

Hari Sabtu, saatnya nonton The Raid 2.

Film harapan banyak penikmat film lokal ini akhirnya rilis juga di minggu kemarin dan hari Sabtunya gua memutuskan untuk menonton film yang udah lama ditunggu-tunggu kehadirannya. Gua dan pacar memutuskan untuk nonton di Lotte Shopping Avenue di jalan Dr. Satrio. Tiket udah dibeli, masih ada waktu beberapa menit sebelum pintu teater dibuka. Gua memutuskan untuk berkeliling dan mencari objek untuk difoto dengan Samsung NX30.

smile

Anak ini tadi lagi main berlarian dengan temannya. Begitu gua mengarahkan lensa ke dia dari jarak agak jauh, tiba-tiba di mendekat dan berpose seperti ini. Model in the making.

langit Jakarta

Kawasan Mega Kuningan hari itu panas banget. Anyway, foto ini diambil dari balik jendela. Tetep jernih dan tajam ya?

mie leker

Beberapa menit lagi film akan mulai. Tapi sebelum nonton, masih sempet buat makan dulu di Food Avenue, Lotte Shopping Avenue. Gimana, terlihat yummy-yummy?

Minggu, 30 Maret 2014 Continue reading

Advertisements

Tentang Mencari Pengganti

Harus diakui, mencari pengganti kadang membuat kita seperti lontang-lantung.

Stres dengan kerjaan yang lama, ga tahan sama kelakuan atasan, atau ga puas dengan penghasilan yang didapat, biasanya jadi penyebab kenapa orang pengen resign dan mencari pekerjaan baru sebagai pengganti pekerjaannya yang sekarang. Namun keinginan itu biasanya datang sepaket bersama satu hal yang lain: kebingungan. Bingung mau kerja di mana, bingung mau kerja sama bos kayak apa, atau bingung mau kerja dengan penghasilan berapa.

Namun kebingungan-kebingungan kayak gitu ga cuma menyerang mereka yang sedang berpikir untuk berganti pekerjaan. Perasaan lontang-lantung seperti di atas, juga hinggap ke si pacar yang saat ini lagi pusing nyari handphone baru.

Saat ini, dia masih pake handphone dari Mesir. Suka jam pasir-an. Handphone yang sering banget lemot dan nge-hang. Kalo mereka punya customer service yang bisa ditelpon 24 jam, mungkin jawaban mereka atas masalah nge-hang ini akan sama seperti jawaban staf IT sebuah kantor ketika ditanya tentang laptop yang rusak: “udah coba di-restart?”

Batrenya pun sering panas. Hampir saja gua menyarankan agar diberi obat penurun demam, namun si pacar punya cara handal yang menjadi jawaban atas segala keresahan yang terjadi pada handphone ini: cabut batre.

Aplikasi nge-hang? Cabut batre!

Layar nge-freeze? Cabut batre!

Presiden ga ngurusin rakyat tapi bikin lagu mulu? Cabut batre!

Tapi meski menyelesaikan segala masalah, cara cabut batre ini pun sebenernya ga nyaman bagi penggunanya. Selain ribet harus bongkar pasang casing bagian belakang, cabut batre akan membuat handphone restart dan proses restart ini sangat memakan waktu.

Belum lagi masalah trackball yang sering ngadat. Kalo lagi macet, tanda panah pada layar suka seperti jalur Puncak di hari libur: satu arah. Pacar bilang solusi untuk masalah ini adalah dengan ngolesin minyak kayu putih ke trackball. Mendengar jawaban pacar, gua jadi bertanya-tanya, “ini handphone apa punggung supir mikrolet masuk angin?”

Dengan segala daya dan upaya, malam itu juga gua mengajak pacar untuk segera mencari pengganti. Harus dan segera.

Awalnya si pacar sempat menolak. Dalih si pacar mempertahankan handphone ini adalah karena fungsi messenger yang bisa menghubungkannya ke beberapa teman yang masih mempertahankan handphone jenis yang sama. Gua menyebut mereka kalangan susah move on. Susah berpindah dari sebuah smartphone yang sebenernya ga smart-smart amat.

Padahal sekarang udah banyak bertebaran messenger yang lintas operating system. Atau kalo kepepet dan penting banget, bisa pake feature dasar sebuah handphone: telepon dan SMS. Tapi kalangan susah move on ini lebih memilih untuk ber-stres-stres-ria hanya demi sebuah feature messenger.

Gua pun meyakinkan pacar untuk beralih ke smartphone yang satu brand dengan yang gua pakai saat ini. Brand dengan operating system berbasis Android ini udah banyak banget yang pake dan terbukti kualitasnya. Mulai dari kamera yang tajam, layar dengan warna yang memanjakan mata, serta aplikasi-aplikasi keren yang berjibun dan bisa di-download secara gratis!

Kalo di handphone yang sekarang, pacar ga akan bisa terkoneksi langsung antara galeri dengan akun Instagram-nya. Masa iya pacar gua kalah sama istri presiden? Continue reading